"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Sabtu, 22 Oktober 2016

Sambut Ramadhan dengan persiapan

Bulan suci Ramadhan akhirnya telah kita dapat rasakan secara bersama. Bulan istimewa yang penuh hikmah ini adalah ibarat sebuah tamu yang sangat agung yang selalu dinanti dan ditunggu oleh kaum muslimin di Indonesia atau di seluruh dunia.
 
Dalam pandangan Islam, bulan Ramadhan mempunyai makna dan kedudukan yang mulia, karena banyak terjadi peristiwa penting di bulan tersebut. Misalnya, diturunkannya al Qur’an (Nuzulul Qur’an), satu-satunya nama bulan yang terdapat di Qur’an (al Baqarah, 2:185), kemenangan besar yang diperoleh Rasulullah dalam perang Badar, Fath Makkah yakni penaklukan Mekkah, terdapat satu malam yg lebih baik dari 1000 bulan atau kurang lebih selama 83 tahun (al Qard, 97:3), diwajibkannya berpuasa (Al Baqarah, 2:183), diangkatnya Muhammad menjadi Rasulullah Saw, dilimpahkannya pahala yang sangat tinggi oleh Allah Swt, dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka, menjadi kafarat terhadap dosa-dosa hingga Ramadhan berikutnya, dan bagi orang yang berpuasa dengan ikhlas penuh penghayatan yang mendalam di bulan Ramadhan, akan diberikan ampunan atas segala dosanya.

Oleh karena itu agar kita bisa mengisi bulan ramadhan ini dengan amalan ibadah secara maksimal, maka kita harus melakukan persiapan-persiapan. Minimal kita harus melakukan lima persiapan, yaitu persiapan nafsiyah, tasaqafiyah, jasadiyah, maliyah dan mempersiapkan anggota keluarga, termasuk anak-anak.

Persiapan pertama adalah nafsiyah, maksudnya menyambut datangnya bulan Ramadhan ini dengan hati gembira bahwa Ramadhan telah datang sebagai bulan untuk taqarub kepada Allah Swt. Sehingga pada bulan ini kita akan berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih derajat tertinggi di sisi Allah swt.

Salah satu cara untuk mempersiapkan jiwa dan spiritual untuk menyambut ramadhan adalah dengan jalan melatih dan memperbanyak ibadah di bulan-bulan sebelumnya (minimal di bulan sya’ban), sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra: “Belum pernah Rasulullah Saw berpuasa (sunah) di bulan-bulan lain, sebanyak yang ia lakukan di bulan sya’ban.” (HR. Muslim).

Persiapan yang kedua tsaqafiyah, yaitu untuk meraih amalan di bulan Ramadhan secara maksimal maka diperlukan pemahaman yang mendalam tentang fiqh puasa. Oleh karena itu, persiapan tsaqafiyah tidak kalah penting bagi seseorang untuk mendapatkannya. Sebab dengan memahami fiqh puasa dengan baik seseorang akan  memahami dengan benar mana perbuatan-perbuatan yang dapat merusak nilai puasanya dan mana perbuatan yang dapat meningkatkan nilai dan kualitas puasanya. Karenanya kita harus terus menambah tsaqafah kita tentang fiqh shiyam.

Persiapan ketiga jasadiyah, yaitu tak dapat dipungkiri bahwa aktifitas Ramadhan banyak memerlukan kekuatan fisik. Misalnya untuk puasa, qiyamullail, membaca al-Quran dan berbagai macam ibadah lainnya. Dengan kondisi fisik yang prima kita dapat melakukan ibadah tersebut tanpa terlewatkan sedikitpun. Karena jika kondisi fisik tidak baik, maka kemungkinan besar kita  tidak akan melakukan amalan Ramadhan dengan maksimal, bahkan akan terlewatkan sia-sia. Padahal amalan di bulan ramadhan tak dapat digantikan dengan amalan di bulan-bulan yang lain. Oleh sebab itu, sebaiknya kita menyiapkan kondisi fisik dari jauh-jauh hari sebelum ramadhan.

Persiapan yang keempat maliyah atau keuangan, yaitu keuangan bukanlah untuk membeli pakaian baru di hari lebaran atau menyiapkan bekal untuk pulang kampung. Yang dimaksud dengan persiapan keuangan adalah menyiapkan dan mengatur keuangan untuk berinfak, sedekah dan membayar zakat. Imam Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits:“Rasulullah pernah ditanya, ‘Sedekah apakah yang paling utama? Beliau menjawab, “Seutama-utamanya sedekah adalah sedekah di bulan ramadhan”.

Yang terkahir kelima adalah persiapan untuk anak-anak. Jangan lupa, selain menyiapkan diri sendiri, kita juga harus menyiapkan anggota keluarga. Termasuk anak-anak kita yang masih kecil dan baru akan belajar puasa. Sebab mengantarkan anak untuk berpuasa dan memahami maksudnya bukanlah pekerjaan yang mudah. Kesuksesan mengkondisikan anak memerlukan persiapan sejak jauh hari. Oleh karena itu orang tua harus merancang pola pendidikan terbaik untuk putra-putrinya selama bulan Ramadhan. Misalnya melalui cerita dan mainan, membangun suasana keluarga yang kondusif, menyusun menu makanan yang bergizi dan mengajak sahur bersama keluarga.

Itulah persiapan-persiapan yang hendaknya kita lakukan untuk menyambut bulan Ramadhan ini. Jika persiapan itu kita lakukan secara optimal, maka kita akan menjalankan ibadah Ramadhan dengan khusyu’ dan optimal pula. Semoga kita mampu meraih derajat taqwa.

Puji Setiya Sinaga, Peneliti Buta Aksara di Daerah Kabupaten Magelang, Mahasiswa Akhir Tinggal di Salatiga
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive