"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Tampilkan postingan dengan label KACA MATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KACA MATA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juni 2012

Kisah & Hikmah : Remaja 13 Tahun Tersambar Petir Tanggal 13 Pukul 13.13

Bismillahirrokhmanirrokhim.
Assalamu'alaikum warah matullahiwabarakaatuh.

Pada kesempatan ini saya akan sedikit mengutarakan kisah yang melanda salah seorang remaja di inggris yang tersambar petir. Sebenarnya saya mengangkat kisah ini setelah Melihat acara "On The Spot" di Trans7.

seperti di kutip di Vivanews.com "Banyak orang percaya, angka 13 adalah pembawa sial. Dan tak ada yang bisa membuktikan mitos itu lebih dramatis dari seorang remaja Inggris (namanya tak disebutkan) yang tersambar petir pada Jumat, 13 Agustus 2010, tepat pukul 13.13. Dan boleh percaya boleh tidak, remaja ini juga berumur 13 tahun! Remaja ini disambar kilat kilat saat menonton Festival Udara Lowestoft Seafront di Inggris."

Dari sisi agama, terutama dari sudut pandang Agama Islam. sebenarnya ini lebih cenderung kita artikan sebagai suatu peringatan dari Allah SWT. kepada makhluknya melalui makhluk lain (dalam hal ini Petir_red) Bukan merupakan kebetulan jika seorang remaja di inggris itu Tersambar petir pada usia 13, tanggal 13 pada Pukul 13.13. mari kita coba Buka surah Al-Qur'an tepat pada Surah Ke 13 ( Ar-Rad ) Pada Ayat ke 13. disitu di jelaskan
"Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.
QS. ar-Ra'd (13) : 13

Disitu sangat jelas sekali disebutkan bahwa Petir itu merupakan suatu pertanda yang diberikan kepada suatu penduduk negeri (dalam hal ini Inggris)
Mungkinnkah hal ini suatu kebetulan saja ? Al-Qur'an telah turun 14 abad silam namun kisahnya ada yang terjadi saai ini. dan mungkin sebagian orang akan memandang ini dengan sebelah mata. saja. namun bagi kita umat islam sudah seharusnya menelaah kisah kisah dalam kitab suci yang selalu kita junjung dan suda seharusnya pula kita meresapi makna yang terkandung di dalamnya.
Kisa ini menurut saya pribadi sangatlah berarti, sebab peristiwa itu turun di negara yang saat itu melarang umat muslim untuk menjalankan syariatnya (terutama berjilbab). sedangkan peristiwa yang terjadi sama persis dengan apa yang tertulis di al--qur'an. namun dibalik itu semua, hingga akhir tahun kejadian peristiwa itu (2010) lebih dari 5200 penduduk inggris masuk islam.
wallahu wa rasalluhu a'lamu.

Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to
Share:

Minggu, 24 Juni 2012

Inilah sumber bencana kerusakan moral


Oleh : Muhammad Ashabus Samaa'un

Prinsip dasar sekularisme adalah memisahkan kehidupan dari agama. Kamus Dairatul-Ma’arif al-Brithaniyah mendefinisikan sekularisme sebagai gerakan kemasyarakatan yang bertujuan memalingkan perhatian manusia dari akherat dan mengarahkannya kepada dunia ansich. [Mauqif Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah minal-’Ilmaniyah ‘Awaiq al-Inthalaqah al-Kubra, Muhammad ‘Abdul Hadi al-Mishriy].

Pengaruh Sekularisme – Liberal Terhadap Institusi Keluarga

Sebagian dari buah jadam sekularisme itu hari ini telah kita rasakan. Tersebarnya kerusakan moral tak hanya di kalangan remaja, bahkan orang tua yang telah berkeluarga. Yang lebih mengkhawatirkan, dekadensi itu telah disemai benihnya sejak anak-anak tingkat pendidikan dasar. Kerusakan moral di kalangan remaja ditandai dengan banyaknya remaja yang telah melakukan hubungan seks pra nikah. Berdasarkan sebuah penelitian, angka itu mencapai 51%. Tetapi peneliti yang lain mengatakan bahwa angka 51% itu merupakan angka yang telah di-reduksi, sekedar menggambarkan bahwa jumlah prosentase kerusakan itu telah melampaui setengah. Menurut mereka angka sesungguhnya jauh lebih besar.

Kerusakan juga terjadi di kalangan kelompok dewasa yang telah berada dalam ikatan rumah tangga. Ini menandakan kehancuran institusi rumah tangga. Rumah tangga sebagai unsur terkecil pembentuk masyarakat telah digerogoti eksistensinya oleh serangan sistematis paham sekularisme-liberal. Kerusakan institusi “usroh-muslimah” ini membawa dampak berantai; keretakan hubungan suami-isteri, terburainya ikatan kekeluargaan, terabaikannya hak-hak anak baik kasih sayang maupun pendidikan.

Efeknya, anak-anak merasa tidak nyaman di rumah. Mereka mencari komunitas senasib di luar rumah, atau mencari kesenangan sendiri tanpa bimbingan dan tanpa kontrol. Dari sini kerusakan lebih lanjut bermula. Anak-anak ini tanpa bimbingan dan pendampingan dari orang tua mengakses informasi sendiri, tanpa dapat memilah yang bermanfaat dari yang membahayakan, tidak dapat membedakan yang baik dari yang buruk, belum mengerti mana yang merupakan kenyataan dan mana yang bukan.

Ketika mereka tersesat di situs-situs porno, dengan menemukannya sendiri atau mendapat informasi dari teman atau dengan cara yang lain, menontonnya sendiri atau bersama dengan teman-temannya, terus mengulanginya sehingga mengalami kecanduan. Kerusakan lebih dahsyat dimulai. Kecanduan anak-anak di bawah umur kepada pornografi jauh lebih merusak dibandingkan kecanduan kepada rokok, minuman keras dan narkoba.

Peran Media Dalam Penyebaran Dekadensi Moral

Media massa menjadikan pornografi sebagai tambang uang; koran-koran, majalah, televisi, internet, dll. Para artis merupakan komoditas yang terus-menerus menjadi dagangan media untuk menangguk untung, tanpa rasa tanggung jawab atas akibat dari apa yang mereka sebarkan. Industri penerbitan, penyiaran dengan industri perfilman dan hiburan pada umumnya telah menjadi dua sejoli yang secara mutualistik menjadi agen dekadensi moral.

Kejahatan media sekuler-liberal tidak berhenti di titik itu. Tersebarnya informasi sebagai akibat kerja media melahirkan penyimpangan moral, tindak kriminal, pelanggaran susila, perselingkuhan, affair, dll. Selanjutnya, penyimpangan dan kerusakan tersebut justru menjadi komoditas lanjutan yang dijual media. Halaman media tidak lagi mampu meng-coverseluruh berita meskipun mereka telah meningkatkan jumlah halaman, menyediakan rubrik baru, jika perlu meluncurkan media baru dengan spesifikasi makin khusus. Dengan demikian media sekuler-liberal telah mengamankan sendiri pasarnya, bahkan produk komoditas yang hendak mereka jual telah pula secure, dijamin selalu ada berita sensasional.

Media cetak maupun layar kaca, siang malam berlomba adu kreasi menciptakan program-program baru yang mengekploitasi pornografi, menayangkan para artis dengan segala penampilan keseronokannya maupun bicaranya yang semakin berani, sekali lagi dengan mengatasnamakan kebebasan.

Keprihatinan para tokoh terhadap dekadensi moral dianggap oleh kaum sekuler-liberal sebagai sikap konservatif, kolot. Mereka tidak henti-hentinya dan dengan berbagai cara melakukan delegitimasi. Upaya untuk melindungi masa depan generasi muda dari kerusakan moral dengan usulan Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi mereka lawan dengan berbagai manuver, atas nama kebebasan dan pelanggaran hak asasi, tidak memberi ruang hidup kebudayaan dan kreasi seni dll.

Anehnya, media selalu mencela, menyalahkan dan mentertawakan para pelaku tindak kriminal maupun pelanggaran moral. Padahal tindakan itu sejatinya kontradiktif-paradoks dengan tindakannya sendiri. Bukankah mayoritas tindak kriminal dan pelanggaran moral berhulu dari mengkonsumsi asupan informasi media massa yang begitu bebas, gamblang dan detail baik dengan tayangan gambar maupun narasi cerita suatu perbuatan kriminal dan tindakan asusila?

Kontribusi Media Massa dalam Tindak Pelanggaran

Gambaran kejahatan kriminal, pemerkosaan, pembunuhan , atau pelanggaran moral yang lain yang dipaparkan detail oleh media massa disimpan dalam file di otak para pengkonsumsi berita. Selipan gambar-gambar merangsang di rubrik olahraga maupun life style melekat di benak para pengkonsumsinya. Gambar-gambar, cerita narasi dan reportasi kejadian tersebut terus terakumulasi menjadi keinginan kuat untuk menyalurkan hasrat. Bagi mereka yang mempunyai pasangan sah persoalannya dapat diatasi secara aman dan halal.

Yang menjadi masalah, mereka yang tidak mempunyai tempat untuk menyalurkan secara benar, sementara mereka juga tidak terdidik dengan benteng agama dan moral yang kuat, karena paham sekuler-liberal telah merobohkan bangunan tersebut, maka kemungkinan penyaluran mereka hanya ada di dua cara yang haram ; melacur atau memperkosa. Bagi yang mempunyai uang dia akan melacur, yang tidak memiliki uang akan mencari dengan cara salah, atau alternatif yang sama-sama buruk memperkosa.

Sedihnya, biasanya yang menjadi korban tindak kriminal seperti tersebut di atas, tidak pilih-pilih. Artinya, kadang orang baik-baik yang tidak menjadi bagian dari rantai kerusakan tersebut tetapi berada dalam posisi lemah menjadi korban. Jika sudah begitu, media massa akan menjadi yang terdepan menjelek-jelekkan pelaku kejahatan atau pelanggaran moral tersebut. Seolah-olah melebihi penyidik, bahkan jaksa atau bertindak seperti hakim. Media lupa bahwa pelaku kejahatan melakukan tindakannya karena asupan informasi yang secara akumulatif mereka konsumsi. Dan itu produk dari media massa. Jadi, sejatinya, sekalipun sering tampil bak pahlawan, media massa termasuk mata rantai kerusakan dan dekadensi moral itu sendiri.

Hendaknya seorang muslim yang bekerja di dunia media waspada agar diri dan institusinya tidak menjadi bagian mata rantai kerusakan ini.

Sumber : majalah arrisalah
isi Kajian (hapus ini jika ingin Posting artikel, tapi jangan Hapus Tulisan "Kirimkan ke teman anda sebagai file .Pdf)
Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to
Share:

Senin, 18 Juni 2012

Kisah Pemuda Yahudi Masuk Islam



kata orang bijak "firasat seseorang yang memiliki sifat shiddiq tidak pernah meleset.." karena orang yang jujur dan amanah adalah orang yang disayangi Allah sehingga Allah banyak memberinya hikmah dan petunjuk. Sebagaimana kita ambil hikmahnya dari kisah berikut ini :

Alkisah seorang pemuda Yahudi yang sangat tampan masuk ke dalam masjid dengan sikapnya yang sangat hormat. Pemuda itu berpakaian indah, memakai wangi-wangian yang harum, budi dan tutur katanya pun sopan. Semua orang yang berada di masjid mengira ia adalah orang Islam, padahal sebenarnya ia Yahudi yang belum memeluk Islam.

Syekh Ibrahim Al-Khawwash yang sedang berada di dalam masjid berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Pemuda itu adalah seorang Yahudi.”

Para sahabat kurang setuju dengan perkataan Syekh Ibrahim. Mereka menganggap pemuda itu adalah jemaah masjid yang hendak shalat. Pemuda itu mengetahui bahwa mereka sedang membicarakannya.
Seusai shalat, pemuda itu menunggu Syekh Ibrahim hingga pulang keluar dari masjid. Ketika dilihatnya Syekh Ibrahim telah keluar dari pintu masjid, pemuda Yahudi itu pun mendekati para sahabat Syekh Ibrahim dan bertanya, “Apa kata Syekh Ibrahim tentang diriku?”

Mendengar pertanyaan itu, para sahabat Syekh Ibrahim enggan menjawabnya. Mereka diam seribu bahasa. Namun, pemuda itu mendesak mereka, “Tak perlu takut, aku hanya ingin tahu apa yang diucapkan Syekh Ibrahim tadi?”
Akhirnya, salah satu dari jemaah angkat bicara, “Syekh mengatakan bahwa kau seorang Yahudi. Apakah benar?”
Pernyataan Syekh Ibrahim itu mengejutkan pemuda Yahudi. Ia bergegas menyusul Syekh Ibrahim yang sedang berjalan pulang ke rumahnya. Pemuda itu langsung mencium tangan Syekh Ibrahim dan menyatakan dirinya masuk Islam.
Syekh yang keheranan bertanya, “Apa yang mendorongmu untuk segera memeluk Islam?”
Pemuda itu menceritakan isi kitab yang diyakininya,
“Dalam kitabku dikatakan, firasat seseorang yang memiliki sifat shiddiq tidak pernah meleset. Saya menguji kaum muslim dengan menyamar sebagai jemaah masjid. Orang shiddiq pasti berada di antara kelompok muslim. Ternyata dugaanku memang benar. Syekh Ibrahim bisa mengenaliku dengan tepat. Berarti Anda adalah orang yang shiddiq dan karena itulah aku masuk Islam!”

Itulah manfaatnya kita mempelajari ilmu yang berhikmah / ada pelajaran dan manfaat, walaupun pemuda itu seorang yahudi tetapi kecerdasannya digunakan untuk mencerna kebenaran dan memahami kebenaran yang sebenarnya. Karena jika ilmu hanya sekedar hafalan maka tak ubahnya menembang lagu. Ilmu tak akan menjadi manfaat sebelum merasuk kedalam jiwa yang terdalam. Ilmu takkan menjadi karakter manusia sebelum manusia istiqomah dalam memahami dan mengamalkan ilmu yang didapatkan. Jika ilmu hanya sekedar hafalan tidak mengerti maksud dan isinya maka sungguh hal itu sebuah perbuatan yang sia-sia. Bahkan jika kita mau melihat, rusaknya bangsa dan negara adalah bukan karena banyaknya orang bodoh tetapi justru karena kebanyakan ulah orang pintar yang pandai memutar balikan fakta dan sistem karena mereka sebenarnya tahu ilmu tapi tidak untuk diamalkan tetapi punya ilmu untuk menuruti kemauan hawa nafsu. Orang seperti itu kata rasulullah adalah orang yang paling merugi diakhirat. Yaitu seorang munafiq yang tahu ilmu tapi tak mau memahami dan mengamalkan, tetapi justru dengan ilmu itu malah digunakan untuk merusak tatanan kehidupan.

Wallahu 'alam 

Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to
Share:

Selasa, 05 Juni 2012

Televisi, alat propaganda kaum kapitalis !



Anda mengenal televisi. Tentu saja semua orang mengenal televisi. apalagi dijaman yang serba milenium ini. Yang tidak mengetahui apa itu televisi paling cuman segelintir manusia dari suku primitif. Dari jaman dulu sekitar tahun 50-an sampai sekarang perkembangan televisi telah cukup signifikan. Dulu layarnya hitam putih dan sedikit saja orang yang punya. Kalau mau nonton televisi paling-paling rame-rame kayak bioskop. Beda dengan sekarang, televisi adalah barang elektronik yang setiap rumah pasti punya. Modelnya pun bermacam-macam dan sangat canggih. Layarnya sudah LCD, Plasma dan LED. 


Setiap hari sebagian besar daripada orang indonesia menghabiskan waktunya untuk menonton televisi. Padahal kebanyakan acara televisi itu tidak mendidik malah justru merusak pemikiran dan moral masyarakat. Dari iklan-iklan pengumbar aurot, sampai adegan pacaran bahkan ciuman yang tidak sepantasnya anak kecil melihat. Sehingga secara langsung atau tidak televisi telah mengendalikan alam pikiran penontonnya. Seperti hipnotis, televisi telah membius sebagian besar warga dunia dan menjadikan pemikiran yang cinta galmour dan hidup wah. Lupa ibadah, lupa belajar dan lupa makan. hanya karena televisi. Ternyata tidak lain televisi ini adalah salah satu alat propaganda bangsa zionis terutama kaum kapitalis dalam rangka menghancurkan islam dari dalam. memang sebaiknya kita waspada jika kita tidak ingin jadi korban


Sambil menyelam minum air. Barangkali pepatah ini menggambarkan dengan tepat perilaku kapitalis media di Indonesia. Terutama televisi, tapi media lainnya tidak kecuali. Dengan menjejalkan sampah berupa entertainment dalam ke dalam benak rakyat pekerja melalui media massa, mereka menangguk keuntungan ganda. 

Pertama, pundi-pundi mereka semakin penuh. Sebab, acara yang sangat diminati akan memperbanyak iklan. Kapitalis yang menjual barang atau jasa menyasar rakyat pekerja sebagai konsumen, dan media massa kapitalis menjadi jembatannya. Jelas ada simbiosis mutualisme antara kapitalis yang menjual barang dan jasa dengan kapitalis media.

Kedua, mereka berhasil menciptakan “dunia baru” bagi rakyat pekerja. Bukan dunia riil, tentu, tetapi dunia khayal. Dunia khayal ini terdiri dari berbagai panggung dan skenario, lengkap dengan para aktor dan aktrisnya, baik yang protagonist, antagonis, peran pembantu, atau semata figuran. Ada yang lucu, yang bikin pemirsa tertawa terpingkal-pingkal. Ada yang miris, yang membuat pemirsa berurai air mata. Ada yang menyebalkan, yang menciptakan rasa sebal di hati pemirsa. Ada yang menyenangkan, yang menghadirkan kegembiraan di hati pemirsa. Dengan itu semua, pertama, kapitalis media melipur lara rakyat pekerja, yang susah hati karena himpitan beban-beban kehidupan; kedua, kapitalis media mengobati kelelahan fisik dan mental rakyat pekerja setelah seharian kerja membanting tulang untuk menyambung hidup dan – khususnya kaum buruh – memperkaya kaum majikan. Dengan refreshing itu, rakyat pekerja siap membantingtulang lagi keesokan harinya. Ketiga, dengan itu semua kapitalis media mengalihkan perhatian rakyat pekerja dari akar yang sesungguhnya dari persoalan mereka, yakni penindasan dan penghisapan kapitalis, kepada permainan logika dan emosi dunia khayal. Demikianlah, dengan dunia khayal kapitalis media menjinakkan rakyat pekerja.

Entertainment tidak pernah tanpa entertainer. Karena itu kapitalis media membutuhkan para pekerja entertainment, tergantung dari jenis khayalan apa yang ingin dijualnya. Lucu, miris, menyebalkan, atau menyenangkan. Tergantung pula kemasannya: talk show, komedi, musik, infotainment, sinetron, atau reality show. Ada Thukul Arwana, Olga, Rafi, Ayu Ting Ting, Jessica Iskandar, dsb., dsb.

Ada simbiosis mutualisme antara para pekerja entertainment dan kapitalis media. Sudah barang tentu melalui mereka kapitalis media menangguk keuntungan yang sangat besar. Sejumlah pekerja entertainment, yang menjadi sales omong kosong dan sampah juga memperoleh keuntungan yang sangat besar. Semakin penampilan mereka memperbesar slot iklan, semakin tinggi mereka dibayar, dan semakin pula mereka tenar. Mereka pun menikmati kemewahan yang sekian lama menjadi “hak istimewa” para ningrat feodal dan kaum burjuis. Mereka bukan ningrat feodal, mereka juga bukan burjuis. Namun “berkah” yang dikucurkan burjuasi, yakni kapitalis media (yang dalam analisis terakhir sebenarnya diperoleh kapitalis media dari nilai lebih yang dirampas para kapitalis barang dan jasa dari kaum buruh mereka), membuat orang-orang ini bisa menikmati segala sesuatu yang tidak mungkin dinikmati oleh kaum pembantingtulang, rakyat pekerja: uang berlimpah, mewahnya makanan, pakaian, rumah, mobil, dan liburan, serta ketenaran. Dengan jeli kapitalis media pun membuat gaya hidup dan ulah mereka menjadi berita yang laku dijual kepada para pemirsa. Sampah-sampah pun memenuhi layar kaca televisi kita.

Rakyat pekerja adalah pasar. Rakyat pekerja sekaligus juga “binatang liar” yang harus dijinakkan. Pekerja entertainment diuntungkan, terlebih kapitalis media, juga klas kapitalis secara keseluruhan. Dalam hal ini Julius Caesar benar, “sirkus” (pertunjukan, atau hiburan) adalah salah satu cara yang ampuh untuk menjinakkan rakyat. Namun kapitalis media jelas lebih pandai daripada Caesar, karena mereka berhasil membuat rakyat mengisi penuh pundi-pundi mereka. Modal tidak hanya berhasil menjinakkan kaum yang dikhawatirkan akan menjadi para penggali kuburnya. Modal juga berhasil membuat kaum penggali kubur itu membuatnya semakin besar.

Antonio Gramsci, seorang Marxis dan pendiri Partai Komunis Italia, berkata-kata tentang hegemoni sebagai “perangkat lunak” yang dimiliki klas penguasa untuk melanggengkan kekuasaan mereka. Hegemoni, menurut Gramsci, adalah “kepemimpinan moral dan intelektual”. Melalui agama, pendidikan, surat kabar, dan sebagainya, para produsen ideologis klas penguasa membentuk sentiment moral dan cara berpikir klas yang dikuasai. Dengan demikian klas yang dikuasai, yakni klas buruh dan rakyat pekerja lainnya, menerima begitu saja nilai-nilai moral, sistem pemaknaan, dan logika burjuasi alias klas penguasa. Pada gilirannya, rakyat pekerja tidak mempertanyakan keabsahan kekuasaan burjuasi. Tentu saja Gramsci benar. Tapi kapitalis media memperlihatkan satu prestasi lagi dari klas penguasa: memasukkan rakyat pekerja ke dalam dunia khayal, dan dengan jalan itu menjinakkan rakyat pekerja dan menangguk keuntungan besar dari mereka.


 APA SOLUSI TERSEBUT ? 


Tak ada yang perlu dilakukan melainkan kita harus menjauhkan diri dan keluarga dari layar televisi. Dan lebih menyibukkan waktu kita untuk hal yang bermanfaat. Jika kita butuh hiburan kenapa kita tidak membeli saja sebuah radio AM/FM. Daripada kita membeli televisi tetapi banyak sisi yang dirugikan. Dampak dari televisi ini cukup hebat. Dari mempermalas anak belajar sampai pemikiran orang tua yang serba materialistis dan hedonisme dan individualisme telah ditanamkan televisi kepada para penontonnya. Akhirnya kita lihat sendiri dampaknya. Bangsa indonesia ini yang katanya berbudi pekerti luhur beradat timur ternyata kebanyakan orangnya suka mengikuti gaya hidup orang barat yang sudah jelas-jelas bertentangan dengan budaya hidup kita sebagai bangsa yang beradab dan berbudi luhur. Apalagi jika kita seorang muslim, sangat tidak pantas meniru-niru budaya mereka yang memang sangat bertentangan juga dengan budaya keislaman kita.


Selamatkanlah generasi muda dari bahaya televisi sekarang juga. Jika tidak maka kenakalan remaja, seks bebas, tawuran, pacaran, kehamilan diluar nikah dan sebagainya adalah secara tidak langusng adalah pengaruh buruk dari media teknologi dijaman globalisasi ini. Karena jika ditinjau dari segi manfaat mungkin sekitar 10 persen saja sedangkan kerugian dari media teknologi ini sekitar 90 persen. Jadi hitung-hitung lebih baik televisi anda dirumah dijual saja atau yang belum punya tak usah punya televisi. Karena ternyata dampak buruknya lebih banyak daripada dampak baiknya.


Wallahu 'alam
 (Refrensi)
Send articles as PDF to
Share:

Jumat, 09 Desember 2011

ayo blokir akun perusak : SI KENTUT DAJJAL (JASMINE ALWAYS HEPI) BIKIN ULAH

Naudzubillah, Lagi-lagi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW terjadi di situs jejaring sosial facebook. Penghinaan ini dilakukan oleh seorang wanita (sepertinya hanya topeng karena photo mereka membajak dari akun facebook wanita philipina  mungkin yang sebenarnya mereka itu adalah sebuah organisasi komunime atau musyrikin) melalui account facebooknya. Penghinaan ini merupakan yang kesekian kalinya melalui account facebook, hal ini seperti terulang kembali pada zaman Rasulullah SAW dulu, dimana dalam menyebarkan agama islam, Nabi Muhammad SAW sering mendapat penghinaan dan perlakuan tidak baik pada Rasulullah.

Namun kali ini / dizaman milenium si penghina (KAFIR KEPARAT) semakin pengecut karena hanya bisa bersembunyi dibalik topeng. Penghinaan ini di lakukan di jejaring sosial facebook dengan nama jasmine always happy (antek dajjal keparat laknat) . umat islam tak bisa biarkan ini, minimal kita peringatkan mereka supaya berhenti mencaci maki agama kita. DAN SANGAT LEBIH BAIK JIKA pemilik akun ini dikenai hukuman pancung.

Mari kita ramai-ramai blokir akun antek dajjal ini teman-teman, supaya jangan ada lagi pengacau lagi disekitar kita, dan kita berdo'a supaya makhluk kafir macam mereka binasa dunia dan akhirat, amien.

berikut juga saya lampirkan beberapa postingan-postingan mereka yang sangat menghina agama ini dan sepertinya ada maksud untuk mengadu domba orang islam dengan non islam karena selain mereka menghina islam juga diforum nasrani atau yang lain mereka munafik pura-pura menyamar menjadi profil orang islam lalu mmembuat penghinaan (adu domba). telusur demi telusur sepertinya pemilik akun ini menggunakan photo palsu dan menurut kami akun ini memiliki jaringan atau kelompok yang berpusat dibarat. Akun ini sepertinya adalah antek-antek penyembah syaiton atau mungkin komunisme dan bisa juga mereka itu adalah yahudi. Pemilik akun ini meraup untuk bermilyar-milyar jika mendapatkan banyak respon dari umat islam atau non islam, seperti iklan adsense digoogle. dan apalagi jika berhasil membuat kerusuhan tentunya bos mereka (iblis) pasti loyal dengan mereka. Naudzubillah, semoga mereka mendapatkan azab yang setimpal, menjual akhirat untuk dunia, iblis telah memperdaya mereka dan nerakalah akhir yang kekal bagi mereka.

FAKTA SIPEMILIK AKUN INI (JASMINE SIKENTUT DAJJAL)
(artikel ini saya kutip dari disebuah komentar faccebook diakun mereka.)

1.  Foto yang dia pakai adalah foto fake (palsu)

yang di ambil dari salah satu akun hi5 orang philipine. nama  yg di pakaipun adalah nama boongan, karna pelakunya ini adalah  laki-laki atau kelompok orang. lihat ajja dia nyuruh nge-add akun FB  atas nma orang lain, nah itu sebnernya mereka2 itu juga. 

2...pelakunya adalah orang indonesia yg di bayar oleh SEKTE
penganut AGAMA SETAN, (SETANIST) yg mengendalikan bnyak
negara barat.

yg ingin indonesia ini kacau dengan menyebarkan  kebencian antar umat beragama di indonesia alasanya mereka tidak  ingin indonesia menjadi negara yg besar apalagi indonsia adlah  negra muslim trbesar, sehingga akan merugikan mereka jika islam  menjadi sangat kuat dan besar. yang melakukan ini adalah pemeluk  agama "SETANIST" ( pemuja setan dan suka mengorbankan darah  manusia) coba anda search di Google dengan kta kunci: kabalah,
luciferan,iluminati Dll. -> akun pertama dia menjelek jelekkan ISLAM.  -> akun kedua dia menjlek jelekan KRISTEN. imbalan buat orang yg  punya FB jasmine itu adalah. semakin banyak orang islam yang  marah atau bahkan terjadi kerusuhan antara ISLAM dan KRISTEN  maka si pemilik FB itu akan dapat banyak uang jadi sarankan dan di  tegaskan jangan mau mengomentari, jangan mau menyebarkan,  atau mlah marah karna smkin kita komen/marah/ nyebarin, si jasmine akan dapat duit lebih banyak lagi. cuekin ja anggep jja  lelucon murahan. jangan biarkan dia dapet uang enak dengan  memanfaatkan kita rugi tau.. 

3. . .si jasmine (kentut dajjal) ini (kelompok orang yg
bikin akun FB jasmine ini)
memanfaatkan pengguna facebook untuk mendapatkan keuntungan (profit)

di perkirakan sudah menerima imbalan  dengan naik na rating fb dia senilai 3,2 milyar rupiah. fantastis.  bayangkan teman2 dengan memanfaatkan kita mereka dengan  enaknya dapet uang segitu banyak. TOlong dicopy paste. Dan  coment ulang supaya yg lain sdar. DAN TOLONG JANGAN JADI  ORANG YANG DIBODOHI DAJJAL dan bantulah saya menyadarkan saudara-saudara kita (muslimin).

MARI LESTARIKAN ISLAM DAN BASMI KEMUNGKARAN (ASHABUL MUSLIMIN CREW)


LAMPIRAN :




Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan yang merugikan dan dijauhkan dari akibat yang ditimbulkan dari orang-orang kafir amien.


Share:

Kamis, 08 Desember 2011

Mutiara hikmah : NAFSU AMARAH (seri macam-macam nafsu bag. 1/8)

Nafsu amarah adalah jiwa yang belum mampu membedakan antara baik dan
buruk. Nafsu ini belum mendapat pengarahan, tuntunan sehingga belum
mengetahui mana yang bermanfaat dan mana yang mafsadat (merusak).
Nafsu ini suka melakukan tindak penghianatan dengan segala akibat yang
tidak terpuji. Yang perlu digaris bawahi adalah nafsu satu ini tidak
mau/enggan menerima petuah (nasehat) dan saran. Karena semua petuah
dan saran bagi nafsu amarah selalu dipandang sebagai lawan. Oleh
karena itu petuah dan saran mereka anggap perlu dimusuhi. Jadi nafsu
ini merupakan nafsu paling buruk yang ada pada diri manusia.

Tag : seri macam-macam nafsu, nafsu amarah ialah nafsu paling buruk
diantara 7 nafsu lainya, yakni nafsu lawwamah, nafsu musawwalah, nafsu
mutmainnah, nafsu mulhamah, nafsu raadhiyah, nafsu mardhiyah, nafsu
kaamilah.

Share:

Sabtu, 19 November 2011

BANTAHAN TERHADAP TULISAN "kebohongan ayat kursi"

 http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/02/1_632092424m.jpg


Kami menemukan sebuah situs liberal (faithfreedom.com) dan menemukan sebuah artikel menyesatkan berjudul "kebohongan ayat kursi " berikut tautannya :http://indonesia.faithfreedom.org/forum/kebohongan-ayat-kursi-t29516/

SYUBHAT : " dalam situs itu mereka mengatakan bahwa teman orang kristen itu (penulis blog itu) mengalami kesurupan (yang kesurupan mungkin beragama muslim) , lalu dibacakan ayat kursi oleh teman lainnya akan tetapi jin yang merasuki malah lebih fasih dan lebih hafal dari yang membacakan, lalu berkata (sesat) dia mengatakan bahwa lalu dia membacakan injil akhirnya yang kesurupan jadi tenang, lalu berkata dengan kata yang menyakitkan "Dan kalau ada ustadz,kiayi atau pemuka agama muslim yg bisa membuat setan kesurupan menjadi tenang maka pastilah ada iblis yang lebih kuat buat ngusir iblis yang "nyurup" itu, Astagfirullahalaziem, padahal ustadz dan ulama tidak pernah bersekongkol dengan iblis justru menganggap iblis musuh utama. Mereka berlagak sok tahu hal yang ghaib,    .... apakah hal tersebut benar atau hanya berita dusta saja. karena kita tidak boleh percaya begitu saja dengan orang kafir !!!

BANTAHAN KAMI : 

Ayat kursi adalah ayat yang agung

Ayat kursi adalah ayat yang agung dalam al-Qur'an sebagaimana  disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW :

"Ayat apakah dalam Al-Qur'an yang paling agung?"
"Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu" (ini diulang-ulang oleh Ubaiy),
kemudian ia berkata ayat al-Kursi. Rasul saw, membenarkan Ubaiy

(Diriwayatkan oleh Muslim)

Ubaiy juga menguraikan dalam kesempatan lain, bahwa ia pernah bertemu
dengan jin dan bertanya kepadanya, apakah bacaan yang dapat menjauhkan
manusia dari gangguan jin, sang jin menjawab, "Ayat al-Kursi". Ketika
informasi ini dismapaikan Ubaiy kepada Rasul, beliau menjawab, "benar
(informasi) si jahat itu (iblis)". (Diriwayatkan oleh al-Hakim)


kisah serupa juga dialami sahabat Abu Hurairah RA.

Dalam kisah Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dengan setan yang mencuri harta zakat, disebutkan bahwa setan tersebut berkata, “Biarkan aku mengajarimu beberapa kalimat yang Allah memberimu manfaat dengannya. Jika engkau berangkat tidur, bacalah ayat kursi. Dengan demikian, akan selalu ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” Ketika Abu Hurairah menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau berkata,“Sungguh ia (setan) telah jujur, padahal ia banyak berdusta.” 
(HR. al-Bukhari no. 2187)


Ayat kursi juga mengajari tauhid kepada umat muslim

Ayat al-Kursi dinamai juga ayatul hifz (ayat pemelihara), karena pembaca yang menghayati maknanya dapat memperoleh perlindungan Allah SWT, Dalam konteks ini paling tidak ada dua hal yang dapat dikemukakan. 

Pertama, ayat ini berbicara tentang Allah swt. dan sifat-sifat-Nya. Kandungan uraiannya saja sudah cukup menjadikan ayat ini ayat yang agung. Apalagi ayat al-Kursi merupakan satu-satunya ayat yang dalam  redaksinya ditemukan tujuh belas kali kata yang menunjuk kepada  Allah swt. Enam belas diantaranya terbaca dengan jelas dan satu  tersirat. Perhatikanlah terjemahan di bawah ini:

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255)

dari ayat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa ayat kursi semuanya adalah mengajari tauhid (Mengagungkan dan meng-Esa kan Allah).


 Ayat kursi bukan sekedar pengusir setan tapi sebagai pedoman hidup bagi yang mau menghayatinya

Dari penjelasan diatas kami katakan ayat kursi adalah ayat yang bermanfaat besar bagi pembaca yang mau menghayati artinya dan kandungan maknanya karena semua kalimatnya mengandung ajaran Tauhid. setiap orang beriman yang menghayati ayat ini dan mengamalkan kandungannya akan dapat perlindungan dari Allah SWT dari gangguan setan.

lalu kaitannya dengan cerita sesat diatas kami jelaskan bahwa kemungkinan orang itu bohong besar, kalaulah benar,  kemungkinan jika yang membaca ahli maksiat , sholatnya saja bolong-bolong, sering pacaran, sering mabuk, sering nonton film maksiat dsb. Tentu saja ayat kursi tidak berarti apapun (sama saja dengan menyanyikan lagu pop, karena tidak tahu makna ayat kursi itu) akan tetapi jika yang membacakan orang yang taat beribadah (seperti ustadz contohnya) insya Allah ayat itu berguna untuk membakar setan, karena mereka (ulama) tahu yang menjadikan dan menyembuhkan penyakit (termasuk juga penyakit kesurupan) itu hanya Allah SWT bukan ayat kursinya,

Sebenarnya orang banyak yang salah paham dengan al-Qur'an hanya berfungsi sebagai "jimat" pengusir setan, lalu apa bedanya al-Qur'an dengan jimat-jimat / rajah-rajah yang dimiliki dukun-dukun dan paranormal yang sudah pasti pengikut iblis?. Apalagi ditambah santapan sehariannya adalah sinetron-sinetron tahayul yang isinya bercerita tentang alam gaib (padahal mereka sama sekali belum pernah melihat alam ghaib itu artinya mereka mengada-adakan kebohongan untuk menyesatkan para penonton) .

Allah menurunkan al-Qur'an fungsi utamanya adalah  untuk mengajarkan Tauhid (mengagungkan Allah SWT Rabb Semesta Alam) dan fungsi utama yang kedua adalah sebagai sumber ilmu dan pedoman hidup bagi setiap orang beriman yang mau membaca dan mengamalkan isi kandungannnya..! . bukan sekedar "pengusir" setan layaknya jimat-jimat syirik. pantaslah dibaca tidak mempan karena keyakinan yang menyembuhkan itu "ayat kursi"nya bukan Allah Ta'ala yang menghendaki.

Terimakasih atas perhatian saudara semuanya, semoga artikel ini bermanafaat dan dapat menambah keimanan kita kepada ALLAH SWT Tuhan pencipta alam semesta yang Maha Kekal. dan kita berdo'a supaya kita terhindar dari perkataan-perkataan sesat yang dilontarkan pengikut iblis untuk menyesatkan umat manusia, amien.

Wallahu A'lam.











Share:

Rabu, 16 November 2011

GARA-GARA LIBERALISASI DI INDONESIA


Indonesia bisa terbilang negara yang bebas membuat dan mengkomsumsi pornografi dan seks bebas. Menurut UU Pornografi-Pornoaksi, hanya orang yang ketahuan melakukannyalah yang akan dipidana dan diberi sanksi. Sedangkan yang free sex secara diam-diam tak akan dikenai hukuman. Industri esek-esek pun tak diblokir. Media-media seronok juga tak diberi sikap dan sanksi yang tegas.

Tingkat penggunaan narkoba pada masyarakat hedonis amat menonjol. Indonesia sebagai salah satu negara yang menganut kehidupan macam ini mulai menuai ‘hasilnya’. Penggunaan narkoba di Tanah Air juga semakin meningkat, khususnya pada usia remaja. Menurut catatan WHO, jumlah pemakai narkoba di Tanah Air pada tahun 2003 mencapai 5 juta orang. Tingginya penggunaan narkoba ternyata juga berdampak pada meningkatnya pengidap virus HIV sebagai akibat penggunaan jarum suntik secara bergiliran di antara para junkies. Sepanjang tahun 2001-2002, jumlah pengidap virus HIV di Indonesia mengalami peningkatan hingga 900 %.

Free seks, hamil di luar nikah, homoseks, narkoba dan berbagai penyakit moral lainnya jika tidak diantisipasi dari sekarang maka akan menjadi berita biasa dan tidak tabu lagi bagi bangsa ini. Apalagi kehidupan tersebut dipraktekkan oleh sang artis yang notabene menjadi “Nabi” bagi kawula muda sekarang ini.
Kembali kepada Islam, Kembali pada Fitrah

Sebenarnya semua perilaku amoral tidaklah sesuai dengan fitrah manusia. Kehidupan bebas tanpa aturan bukanlah fitrah manusia melainkan itu hanyalah pelampiasan nafsu yang membabi buta. Islam sebagai agama yang universal menjamin fitrah ini dan tak satupun ajarannya yang bertentangan dengan fitrah manusia.

Gempuran arus liberalisme yang mengajak manusia kepada kehidupan binatang dan menghamba pada kesenangan dunia haruslah dilawan. Tentu saja senjata yang paling utama adalah dengan berpegang teguh pada agama ini, agar tidak terseret dengan gelombang penghancuran moral. Kita bisa melihat bahwa yang ikut larut dalam kehidupan bebas tersebut hanyalah orang-orang yang tidak mempunyai pegangan kuat.

Makanya jika kita menginginkan generasi kita untuk lebih baik dan kuat untuk menghadapi gempuran tersebut kita harus mendidik dan menanamkan akidah yang kuat kepada mereka. Ke depan tantangan pasti jauh lebih besar dan dahsyat.

Wallahu Musta’an

SUMBER : tanaasuh.com
Share:

Sabtu, 12 November 2011

Waspada Liberalisasi Perusak Umat


Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai bahwa saat ini tidak banyak kajian-kajian keislaman yang dihasilkan oleh para pemuka agama Islam, para ulama maupun para da'i di negeri ini. Sebenarnya kajian-kajian keislaman di negeri ini sudah berlangsung sejak lama, namun belakangan tidak banyak lagi kajian-kajian keislaman yang dihasilkan. Sayangnya, kajian keislaman ini belakangan justru banyak dikuasai oleh kalangan liberal. Sehingga yang banyak berkembang di kalangan umat belakangan ini adalah paham-paham liberal.

Karena banyak dikuasai oleh kalangan liberal, maka praktis masalah-masalah seperti sekularisasi agama dan hal-hal yang berkait dengan paham liberal dan yang bertentangan dengan ajaran Islam yang murni, justru menjadi marak di negeri ini. Hal ini karena metode dakwah para ulama dan da'i di Indonesia belakangan ini cenderung tetap mempertahankan cara-cara konvensional. Jadi para da'i dan ulama terjebak pada kegiatan-kegiatan rutin dakwah yang sifatnya normatif dan konvensional.

Walaupun MUI maupun ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU telah memiliki pusat kajian keislaman. Namun itu tetap dirasa kurang. Karena itu kita berharap agar para ulama, da'i dan pemuka agama Islam juga banyak melakukan kajian-kajian keislaman yang berhubungan langsung dengan persoalan-persoalan keseharian yang dihadapi umat.

Kajian-kajian keislaman yang dilakukan oleh para ulama, pemuka agama Islam, dan para da'i dirasa sudah cukup banyak. Sayangnya, kajian-kajian keislaman tersebut belum bisa menjawab sepenuhnya persoalan-persoalan yang tengah dihadapi umat dalam kehidupan keseharian.

Memang sudah banyak kajian-kajian keislaman dilakukan, namun sayangnya belum bisa menjawab sepenuhnya persoalan-persoalan yang dihadapi umat. Jadi sebenarnya umat sekarang ini masih banyak mengharapkan para ulama, da'i, dan pemuka agama untuk melakukan kajian-kajian keislaman yang bisa menjawab tantangan ke depan, yang bisa memecahkan solusi yang dihadapi umat ini dan mewujudkan masyarakat yang dinamis berasaskan sumber-sumber ajaran Islam yang murni.

(sumber : Republika )

Share:

Selasa, 01 November 2011

belajar dari ulama : mengenal imam ahli hadits, Imam Bukhari dan Imam Muslim


1. Imam Bukhari, berhasil mengumpulkan 600.000 hadits
Siapakah muslim yang tak kenal Imam Bukhari, dia adalah pengarang kitab pedoman kedua (al-hadits) yang paling shahih dari yang pernah ada, yang kitabnya diberi nama kitab shahih bukhari dan karena keagungannya maka kitab ini dijadikan rujukan utama umat islam setelah kitab suci al-Qur’an. Dalam perjalanannnya mencari hadits Imam Bukhari banyak melawat ke tempat-tempat yang jauh untuk mengumpulkan dan mempelajari hadits Rasulullah saw. dan mengetahui latar belakang orang-orang yang meriwayatknnya. Daerah-daerah yang dikunjunginya adalah Syam (Suriah), Mesir dan Aljazair masing-masing dua kali, ke Basra empat kali, menetap di Makkah dan Madinah selama enam tahun, berulang kali ke Kufah dan Baghdad. Dari hasil kunjungannya tersebut Imam Bukhari berhasil mengumpulkan 600.000 hadits, dimana sebanyak 300.000 hadits berhasil dihafalnya di luar kepala, yang terdiri dari hadits shahih dan tidak shahih.

Dari begitu banyak karangannya yang paling terpenting dan terbesar adalah Kitab Al Jami’ As Shahih atau yang lebih dikenal sebagai Shahih Al Bukhari.
Imam Bukhari dilahirkan pada tahun 194 H di Bukhara dan wafat menjelang hari raya Idul Fitri tahun 256 H, dari seorang ayah yang saleh dan taat beribadah bernama Isma’il. Beliau banyak berguru pada para ustadz dan ahli hadits, salah seorang diantaranya bernama Ad Dakhili yang dianggapnya memiliki kemampuan menguasai ilmu hadits dengan baik. Sejak kecil Bukhari telah menunjukkan bakatnya yang luar biasa dalam menghafal dan memiliki kecerdasan diatas yang lain, disamping memiliki keberanian mengkoreksi kekeliruan periwayatan hadits dari guru atau ustadznya. Dalam menyusun kitab Al Jami’ as Shahih, beliau melibatkan lebih dari seribu orang yang terdiri dari para ahli hadits dan para perawi yang diajaknya berdiskusi untuk mencapai nilai originalitas tiap-tiap hadits.

Ketinggian kualitas, ketelitian dan kecermatan yang terkandung dalam kitab Shahih Bukhari baik dari segi materi maupun perawinya, mengangkat kitab tersebut pada peringkat pertama dalam urutan kitab-kitab hadits yang muktabar. Selanjutnya diikuti kitab Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At Tirmidzi, Sunan An Nasa’i dan Sunan Ibnu Majah.
Imam Bukhari mengatakan bahwa dalam menyusun kitabnya tersebut beliau selalu melaksanakan shalat dua rakaat sebelum mencantumkan sebuah hadits sekalipun.
Meskipun sibuk dengan mempelajari dan menyusun hadits, beliau tidak melupakan olah raga kegemarannya yaitu memanah, dimana hampir semua anak panah yang pernah dilepaskan dari busur mengenai sasarannya; dia tidak pernah membanggakan prestasinya bahkan terus berlatih.
Pada saat berkunjung ke Baghdad Imam Bukhari didatangi beberapa orang ahli hadits yang sengaja bermaksud menguji kemampuannya. Mereka mengemukakan seratus hadits yang sengaja diputar balikkan matan (isi atau substansi hadits) dan sanad nya (rangkaian urutan perawi hadits). Sewaktu hadits tersebut dibacakan dihadapan Imam Bukhari, beliau menyatakan: “Aku tidak mengetahuinya!”. Berulang-ulang jawaban yang sama diberikan, sampai pada akhirnya dikatakannya: “Hadits yang kamu bacakan tadi sebenarnya adalah seperti ini (dan seterusnya)”, hingga semua riwayat dikembalikan pada sanad dan matannya semula yang benar. Berita atas peristiwa ini tersebar kemana-mana sehingga semakin banyak orang yang menghormati dan mengakui kelebihannya.
“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu Nabi-Nabi, para siddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah dan Allah cukup mengetahui”.
(Surat An Nisa ayat 69 – 70).
Sebagaimana pada setiap mukmin, untuk mencapai keImanan dan kedudukan di sisi Allah yang lebih tinggi, Imam Bukhari mendapat ujian dan cobaan yang menuntut kesabaran dan keteguhan hati.
Atas permintaan gurunya yang bernama Az Zihli, beliau terpaksa meninggalkan Naisabur karena perselisihan paham dengan gurunya tersebut.
Sesampainya di kota kelahiran Bukhara, Imam Bukhari disambut hangat oleh penduduk dengan upacara yang meriah. Beliau menetap disana dan sempat mengajar ilmu hadits dikotanya tersebut untuk beberapa lama. Namun ujian berikutnya datang menerpa dimana Gubernur Bukhara yang bernama Khalid bin Ahmad ingin memiliki kitab Al Jami’ Ash Shahih dan At Tarikh Al Kubra. Keinginan ini tidak dipenuhi oleh Imam Bukhari, yang menyebabkan Gubernur marah sekali dan mengusir beliau dari kampung halamannya. Imam berdo’a dan menyerahkan permasalahan ini kepada Allah Yang Maha Adil. Beberapa hari kemudian Sultan Uzbekistan, Ibn Tahir menghukum Gubernur dan diharuskan menunggang keledai himar perempuan berkeliling kota dan akhirnya dihukum.
Melihat keadaan Imam Bukhari warga Samarkand tergerak hatinya, mereka mengundangnya untuk tinggal menetap dan mengajar disana. Permintaan ini dipenuhinya, tapi baru sampai di desa Khartand beliau jatuh sakit selama beberapa hari. Akhirnya pada malam menjelang Idul Fitri 256 H beliau wafat pada usia 62 tahun dan jenazahnya dimakamkan sehabis dhuhur, sementara orang merayakan hari raya Idul Fitri.

2. Imam Muslim, Menyaring 300.000 hadits dalam 15 tahun.
Seorang muhaddis (ahli hadts) terkenal sesudah Imam Malik adalah Imam Muslim yang sempat berguru kepadanya selama menetap dan menyebarkan ilmu di Naisabur.
Kepribadian Imam Muslim yang diteladani oleh murid-muridnya adalah wara’ (menjauhi hal-hal yang syubhat atau meragukan), zuhud (tidak berorientasi pada kemegahan duniawi dan kekayaan bendawi), tawadhu’ dan ikhlas, yang didukung oleh kecerdasan luar biasa, ketekunan dan kemauan belajar yang kuat.
Beliau dilahirkan pada tahun 202 H di Naisabur dan wafat pada usia 59 tahun di kota yang sama. Sejak remaja pada usia 14 tahun, Imam Muslim yang nama lengkapnya Abu al Husain Muslim bin al Hajjal al Qusyairi an Naisaburi, sudah sering mengikuti pembahasan yang mengupas hadits-hadits Rasulullah saw. Keinginannya untuk mengembangkan ilmu dan memperluas wawasan, membawanya kenegeri-negeri Hedzjaz, Irak, Suriah dan Mesir.
Sebagaimana yang dilakukan Imam Bukhari, beliau juga menulis banyak kitab yang dijadikan sumber atau referensi penulis-penulis sesudahnya, dan yang paling terkenal adalah Kitab al Jami’ as Shahih Muslim yang lebih dikenal sebagai Shahih Muslim, yang menurut salah seorang Guru Besar Universitas Damsyik didalamnya termuat 3030 hadits tanpa pengulangan atau 10.000 hadits dengan pengulangan. Hadits sebanyak ini sudah merupakan saringan dari 300.000 hadits yang diperolehnya selama masa pengumpulan, dan untuk menyeleksinya Imam Muslim menghabiskan waktu selama lima belas tahun.
Metode penyeleksian yang digunakan kedua Imam hadits ini tidak jauh berbeda, antara lain rangkaian sanadnya tidak terputus hingga ke ujung sumber yakni Rasulullah saw., dimana para perawi adalah orang-orang yang memiliki kredibilitas, dapat dipercaya atau siqat. Sedikit perbedaannya adalah syarat bagi perawi yang diterapkan Imam Muslim tidak seketat persyaratan Imam Bukhari dimana seorang perawi harus benar-benar bertemu dengan perawi sebelumnya.

Keistimewaan Imam Muslim dalam menyusun kitab haditsnya tersebut terletak pada ketelitiannya menggunakan lafal yang sama sesuai dengan apa yang disabdakan Rasulullah saw. Sedangkan susunannya lebih sistimatis hingga mudah ditelusuri sesuai topik atau perihal yang dikehendaki.

“Engkau tidak berceritera kepada suatu kaum tentang sebuah cerita yang tidak bisa dijangkau oleh akal pikiran mereka, melainkan cerita itu akan menjadi fitnah bagi sebagian golongan dari mereka”.
(HR. Imam Muslim).
Selama melakukan rihlah (perjalanan) dalam rangka memperkaya hasanah ilmu dan memperluas wawasan, Imam Muslim disamping mengunjungi berbagai negeri, beliau beberapa kali mendatangi para ahli hadits di Baghdad dan meriwayatkan hadits disana. Imam Muslim mendapat pengakuan sebagai Imam hadits yang paling terkemuka dan produktif serta memiliki keteladanan kepribadian yang terhormat.
Seorang ulama terkemuka kota Baghdad bernama Al Khatib Al Baghdadi mengatakan: “Sesungguhnya Imam Muslim mengikuti jejak yang telah ditempuh oleh Imam Bukhari”.
“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka Allah memberikan pemahaman yang baik tentang agama”.
(Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Semoga Allah swt. melimpahkan rahmatNya kepada beliau berdua. Amin.
Share:

Senin, 31 Oktober 2011

nasehat kepada muslimah : memilih calon suami

http://www.imagelk.com/data/media/11/Blue-Heart-With-Wings-1.jpg

Mudah-mudahan Allah mengkaruniakan kita calon suami yang menjadi imam, yang akan membimbing kita pada kesempurnaaan iman da taqwa kepada Allah. Dan mudah-mudahan kita dihindarkan dari hadirnya seorang calon suami yang tidak mengerti tanggungjawab ”keimannanya”, sumber fitnah dan kesengsaraan batin bagi istri dan keluarga. Nauzdubillah….

Setelah doa dipanjatkan, ada ikhtiar yang harus kita lakukkan. Ada ilmu yang harus dipahami kemudian menjadinya sebagai keyakinan dalam hati. Ini mengenai calon suami. Ketika kita benar-benar memiliki kesiapan untuk menikah, hal yang apakah yang perlu diketahui?. Bagaimana menentukan calon suami yang baik, yang kelak bisa menjadi imam bagi istri dna anak-anaknya?.

Sulit tidaknya menentukan calon suami adalah perkara subyektif bagi masing-masing orang. Sebagian berasumsi mudah untuk mendapatkan suami yang cocok dengan yang diharapkan. Apalagi menurut yang sudah dikenal, sudah lama pacaran, luar dalamnya calon suami sudah diuji dengan matang. Tanggung jawab, penyayang, perhatian, mapan dan sedikit tampan. Begitu kira-kira hasil penilaian akhir yang kemudian memantapkan seorang wanita untuk menikah dengan sang pacar.

Anehnya, ukuran-ukuran yang sudah diuji beberapa kali dalam masa-masa interaksi sebelum menikah iku kadang dan bahkan sering meleset dari harapan. Tak sedikit perhatian dan ungkapan rasa cinta suami menjadi berubah menjadi asing dan ”mahal”. Ketika sudah berada dalam bingkai rumah tangga. Layaknya kelapa yang tinggal ampasnya. Tak ada manisnya lagi dalam interaksi, seakan-akan terus habis seiring perjalaanan usia. Bosan, tidak betah, puber kedua atau apalah istilahnya yang sering jadi alasan. Kenyataan tak sesuai harapan. Rumah sesalu terisi dengan kekecawaan, keluh kesah dan penyesalan. Bahkan sampai berujung pada perpecahan rumah tangga/perceraian.

Kenapa demikian?. Padahal dulu waktu pacaran katanya sudah mengenal luar dalam? naudzubillah, Hanya yang kita ketahui bersama, bahwa rumah tangga rusak itu disebabkan karena rumah tangga tidak barokah. Sedangkan penyebab ketidakbarokahan rumah tangga ada banyak. Yang paling besar adalah disebabkan kekeliruan dalam niat dan proses-proses sebelum menikah. Ada baiknya kita renungkan sabda Rasulullah berikut ini : ” Barang siapa yang menikahkan ( putrinya ) karena silau dengan akan kekayaan laki-laki itu meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarokahi!!” (HR. Thabrani).

Barokah itu ada dalam keluarga yang sakinah, aman dan tentram penuh kasing sayang. Dialah yang menentukan baik tidaknya perjalanan sebuah rumah tangga. Salah niat ketika menikah bisa mendatangkan ketidakbarokahan. Mungkin seorang wanita yang gila harta, tidak menikah karena harta calon suami, tapi apakah dia sudah memperhatikan AGAMA dan AKHLAKNYA?. Padahal buruknya agama dan akhlak seorang calon suami adalah AKAR dari KETIDAKBAROKAHAN.

Cara untuk belajar menjadi istri terbaik adalah hanya melalui suami. Cara untuk menjadi suami terbaik hanyalah melalui istri, yang sebelum itu diikat olah tali pernikahan yang sah. Tidak bisa melalui pacaran. Pacaran hanya akan menjerumuskan kedalam perbuatan keji zina. Dan pacaran adalah termasuk perbuatan yang merupakan pintu terlebar mendekati zina.

MENENTUKAN CALON SUAMI

kita harus tahu bagaimana agamanya. Kita harus tahubagaimana mereka bersikap erhadap Allah dan Rasulnya. Tetapi kemudian muncul pertanyaan, bagaimana menentukan seorang laki-laki itu sudah baik agamanya atau tidak?

Sebelumnya, harus kita bedakan antara ”mengerti ilmu agama” dan ”paham beragama”. Yang pertama hanya berputar di wilayah pengetahuan. Bisa karena terkondisikan oleh lingkungan atau keturunan. Misalnya pernah mondok, kuliah di universitas Islam atau dari keturunan keluarga pintar agama. Tapi hal ini belum signifikan berkaitan dengan seseorang faham agama.

Yang dimaksudkan disini, adalah ”Faham dalam Beragama”. Agama seseorang diukur dari dua hal, yaitu hati dan perilakunya. Agama adalah kesatuan Iman dan Akhlak. Al-Islam atau keselamatan adlaah perwujudan iman dan amal shalih, dalam Al-Quran banyak disebutkan kata Iman yang bergandengan dengan Amal Shalih. Salah satunya berikut ini : ”Allah menjanjikan kepada orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.(Al-Fath : 29)”.

Kita akan bisa melihat dari dua hal tersebut, hati dan akhlak. Tentang hati, tak ada yang bia mengetahui baik tidaknya. Hanya Allah dan si pemilik yang tahu. Oleh karena itu, kita tidak perlu terlalu dibebani rasa keingintahuan terhadap kondisi hati atau kualitas keimana seseorang. Hanya saja, kondisi hati sesungguhnya memiliki hubungan yang sangat erat dengan cara seseorang mengambil tindakan. Hubungan keduanya, telah ditegaskan oleh Rasulullah , ”ketahuilah, sesungguhnya di dlam jasad terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah seluruhnya. Apabila ia buruk, maka buruklah seluruhnya. Dan itulah (yang dinamakan) hati”. (HR. Bukhori-Muslim)

Yang kedua akhlak. Kita bisa memperhatikan kefahaman agama seseorang melalui akhlaknya. Rasulullah bersabda : ”Kaum mukmini yang paling sempurna imannya adalah yang akhlaknya paling baik di antara mereka, dan yang paling baik kepada istri-istrinya. ”(HR. Tirmidzi)

Inilah yang harus menjadi perhatian kita terhadap lelaki yang melamar kita. Perhatikan bagaimana akhlaknya dalam keseharian. Akhlak yang baik akan membawa kesejaheraan runah tangga. Suami yang baik akhlaknya, akan bersikap baik kepada istrinya. Saat itulah, suami istri masing-masing bisa bertindak sebagai tiang penyangga. Saling mendukung, saling menyemangati dalam melakukkan ketaatan kepada Rabbnya. ”... Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(Q.S At-Taubah : 88)


Wallahu 'Alam

Share:

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive