"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2012

Meluruskan Sedikit Tulisan Karya Harun Yahya


Oleh : Ust. Abu Salma Al-Atsary
Mukadimah oleh : M. Ashabus Samaa’un

Mukadimah
Salah satu tokoh perubahan islam yang terkenal dengan karyanya sangat banyak dan ilmiah adalah harun yahya. Nama asli beliau adalah adnan oktar. Beliau mendapatkan gelar sebagai muslim paling berpengaruh didunia. Dakwah beliau sangat berbeda dengan kebanyakan para ahli ilmu. Karena beliau berdakwah dengan sisi lain. Yaitu dakwah melalui pembahasan perkembangan ilmu pengetahuan dan sains. Yang tengah dipuja-puja oleh orang-orang barat. Sehingga otomatis islam menjadi harum karena dakwah beliau telah menunjukan betapa islam bukan hanya agama yang mengurusi masalah ibadah dan muamalah saja. Islam ternyata juga agama yang bersifat universal yang ilmiah dan benar dalam membahas ilmu pengetahuan. Otomatis dakwah beliau telah membantah sebagian manusia kufur yang mengatakan islam agama yang sempit yang buta ilmu pengetahuan modern seperti astronomi, geografi, kimia dan sebagainya. Buktinya teori tentang helionsentris (peredaran planet-planet tata surya mengelilingi matahari) telah ada dalam al-Qur’an yang telah berumur 1400 tahun yang lalu.
Bahkan sebagian besar ilmu orang barat yang telah maju sekarang ini ternyata mengadobsi teori-teori ilmuwan muslim terdahulu. Akan tetapi orang barat adalah bangsa yang suka membajak karya orang lain tanpa mengakui bahwa karya tersebut adalah karya ilmuwan muslim. Mereka dengan sombong mengatakan bahwa ilmu pengetahuan yang mereka dapat adalah berasal dari temuan mereka sendiri. Padahal pada waktu jaman perang islam vs romawi dahulu banyak bangsa mereka merampok kitab-kitab ilmiah dari perpustakaan islam yang maju waktu itu. 
Bukti tentang kebenaran al-Qur’an adalah firman TUHAN yang Maha Menciptakan adalah ayat-ayat yang membahas tentang teori astronomi tentang kejadian alam semesta yaitu teori bigbang atau teori dentuman besar. Berdasarkan teori tersebut awalnya alam semesta adalah berupa kabut yang bergumpal-gumpal kemudian menyatu dan akhirnya meledak. Padahal teori seperti ini ditemukan pada abad 20 oleh ilmuwan astronomi barat yang bernama Stephen hawking. Nama dia popular karena dia mengklaim teori tersebut. Padahal jika umat islam harusnya lebih tahu duluan karena al-Qur’an telah membahas teori ini terlebih dahulu. Padahal al-Qur’an berumur lebih dari 1400 tahun yang lalu. Berikut ayat yang membahas teori tersebut :
“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati. ( QS. Fushshilat [41] : 11 ).
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka    tiada juga beriman?.” ( QS. Al Anbiyaa’ [21]:30 )
Ditengah keterpurukan dan kebodohan umat islam hari ini karena akibat dari penjajahan orang-orang barat. Harun Yahya tampil sebagai barisan terdepan tokoh ilmu pengetahuan islam. Oleh karena itu Harun yahya atau nama aslinya Adnan Oktar berhak mendapatkan gelar ilmuwan muslim jaman modern. Karena karya-karya beliau dalam membela kebenaran islam sangat ilmiah dan mampu menghubungkan teori sains dengan ayat-ayat pengetahuan dalam al-Qur’an. Meskipun memang al-Qur’an tidak membahas ilmu pengetahuan SAINS secara akurat, namun berkat jasa beliau telah membuktikan bahwa Islam juga agama yang kaya akan ilmu pengetahuan SAINS dan teknologi dan lebih valid kebenarannya dibandingkan dengan teori-teori orang barat. Karena orang barat adalah bangsa yang  gila  SAINS maka teori harun yahya akan menjawab mereka dan membantah teori-teori batil mereka dalam menyifati sifat-sifat Tuhan dan anggapan batil mereka tentang teori komunisme dan materialisme sekuleris dan segala variannya. Dan membantah semua jenis pemberhalaan kepada makhluk. Teori evolusi Darwin adalah salah satu contoh teori sesat yang dibantah oleh Harun Yahya dalam karyanya.
Namun dalam pembahasan berikutnya kita akan membahas sedikit tentang kekurangan beliau dalam mengkaji ilmu pengetahuan islam. Memang sebuah karya berupa buku, artikel, sastra dan sebagainya adalah karya manusia. Sedangkan manusia tak ada satupun yang terlepas dari belenggu salah dan dosa. Begitu juga dengan kitab-kitab para ulama dan buku buku karya ilmuwan tidak selamanya dalam sebuah tulisan adalah kebenaran. Karena jika begitu maka karya tersebut bukan karya manusia. Tapi karya Tuhan yang 100 % merupakan kebenaran. Misalnya Al-Qur’an adalah firman Allah SWT sehingga 100 % adalah benar. 
Tulisan ini kami kutip dari artikel karya ustadz abu salma. Tulisan ini tidak bermaksud mengkorek-korek kejelekan karya harun yahya. Karena beliau adalah tokoh yang sangat berjasa dalam mengembangkan dakwah islam. Tetapi tulisan ini semata-mata adalah untuk meluruskan yang salah agar menjadi sebuah kebenaran. Kesalahan beliau dalam menulis karya adalah hanya sedikit. Namun menyangkut masalah akidah. Sehingga tidak patut jika dibiarkan begitu saja. Sehingga umat islam yang awam yang membaca karya beliau agar lebih hati-hati dalam masalah akidah.
BEBERAPA KESALAHAN DALAM KARYA HARUN YAHYA YANG PATUT DILURUSKAN
Tulisan ini adalah kutipan dari karya dari ustadz Abu Salma Al-Atsari (Abu Hudzaifah al-Atsari). Beliau sedikit meluruskan karya harun yahya tentang masalah akidah. Berikut tulisannya :
Manusia tidak dapat lepas dari kesalahan, sedangkan kewajiban setiap Muslim adalah saling mengingatkan di dalam menetapi kebenaran dan kesabaran. Harun Yahya –saddadahullahu- adalah diantara cendekiawan dan saintis muslim yang juga terperosok ke dalam kesalahan yang cukup fatal di dalam masalah aqidah. Secara pembahasan mendetil ternyata akidah beliau lebih mirip dengan akidah sufiyah meskipun tidak terlalu fatal. Kesalahan-kesalahan beliau ini tersebar di mayoritas buku-bukunya yang membicarakan tentang Islam. Biarpun begitu kami tetap mengakui bahwa beliau berjasa besar dalam teori pemikiran Sains islam. Namun, biar bagaimanapun beliau adalah manusia yang kadang salah kadang benar, sehingga kita wajib menolak kesalahan-kesalahannya dan wajib menerangkannya kepada ummat agar ummat tidak terperosok ke dalam kesalahan yang sama. Semoga Allah menunjuki diri kami, diri beliau dan seluruh ummat Islam.
Beliau memiliki kesalahan-kesalahan yang fatal di dalam buku-bukunya, diantaranya yang berjudul EVOLUTION DECEIT (Keruntuhan Teori Evolusi) yang menunjukkan pemahamannya terhadap Aqidah dan Tauhid yang keliru. Bab yang menunjukkan kesalahan ini diantaranya terdapat di dalam bab ”The Real Essence of Matter”. Perlu saya tambahkan di sini, walaupun Harun Yahya melakukan kesalahan serius di dalam perkara aqidah, namun saya tidak pernah menvonisnya sebagai Ahlul Bid’ah, terlebih-lebih menvonisnya sebagai kafir, nas’alullaha salamah wa ‘afiyah. Sebab, bukanlah hak saya untuk melakukan vonis semacam ini, namun hal ini adalah hak para ulama dan ahlul ilmi yang mutamakkin (mumpuni). Saya di sini hanya ingin menunjukkan beberapa kesalahan yang beliau lakukan sebagai bentuk amar ma’ruf nahi munkar.
Harun Yahya –saddadahullahu- berkata di dalam pembukaannya di dalam “Where is God?” (Dimana Tuhan) pada halaman 175, sebagai berikut :
“The basic mistake of those who deny God is shared by many people who in fact do not really deny the existence of God but have a wrong perception of Him. They do not deny creation, but have superstitious beliefs about “where” God is. Most of them think that God is up in the “sky”. They tacitly imagine that God is behind a very distant planet and interferes with “worldly affairs” once in a while. Or perhaps that He does not intervene at all: He created the universe and then left it to itself and people are left to determine their fates for themselves. Still others have heard that in the Qur’an it is written that God is everywhere” but they cannot perceive what this exactly means. They tacitly think that God surrounds everything like radio waves or like an invisible, intangible gas. However, this notion and other beliefs that are unable to make clear “where” God is (and maybe deny Him because of that) are all based on a common mistake. They hold a prejudice without any grounds and then are moved to wrong opinions of God. What is this prejudice?”
Yang artinya adalah :
“Kesalahan mendasar bagi mereka yang mengingkari Tuhan yang tersebar pada kebanyakan orang adalah pada kenyataannya mereka tidaklah mengingkari keberadaan Tuhan itu sendiri, namun mereka memiliki persepsi yang berbeda terhadap Tuhan. Mereka tidaklah mengingkari penciptaan, namun mereka memiliki keyakinan takhayul mengenai “dimanakah” Tuhan itu berada. Mayoritas mereka beranggapan bahwa Tuhan berada berada di atas ”Langit”. Mereka secara diam-diam membayangkan bahwa Tuhan berada di balik planet-planet yang sangat jauh dan turut mengatur ”urusan dunia” sesekali waktu. Atau mungkin Tuhan tidak turut campur tangan sama sekali. Dia menciptakan alam semesta dan membiarkan apa adanya dan manusia dibiarkan begitu saja mengatur nasib mereka masing-masing. Sedangkan lainnya, ada yang pernah mendengar bahwa Tuhan ”ada di mana-mana”, namun mereka tidak dapat memahami maksud hal ini secara benar. Mereka secara diam-diam berfikir bahwa Tuhan meliputi segala sesuatu seperti gelombang radio atau seperti udara yang tak dapat dilihat ataupun diraba. Bagaimanapun juga, dugaan ini dan keyakinan lainnya yang tidak mampu menjelaskan ”dimanakah” Tuhan berada (atau bahkan mungkin mengingkari Tuhan dikarenakan hal ini), seluruhnya adalah kesalahan yang lazim terjadi. Mereka berpegang pada praduga yang tak berdasar dan akhirnya menjadi keliru di dalam memahami Tuhan. Apakah prasangka ini??”
Kemudian beliau sampai kepada perkataan filsafat sebagai berikut (hal. 189) :
“Consequently it is impossible to conceive Allah as a separate being outside this whole mass of matter (i.e the world) Allah is surely “everywhere” and encompasses all.
Yang artinya :
“Maka dari itu, merupakan suatu hal yang mustahil untuk memahami Allah sebagai suatu Dzat yang terpisah dari keseluruhan massa partikel/materi (yaitu dunia), Allah secara pasti “berada di mana-mana” dan meliputi segala sesuatu.”
Perkataan ini jelas-jelas perkataan kaum shufiyah, bahkan menyimpan pemahaman konsep Wihdatul Wujud. Pemahaman ini jelas-jelas suatu kekeliruan yang nyata dan fatal yang setiap muslim dan mukmin harus baro’ (berlepas diri) darinya. Karena Ahlus Sunnah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala beristiwa di atas Arsy-Nya di atas Langit, Dzat-Nya terpisah dari makhluk-Nya dan Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.
Harun Yahya –saddadahullahu- menulis di halaman 190 tentang ”kedekatan Allah secara tidak terbatas” terhadap makhluk-Nya dengan membawakan dalil :
Jika hamba-hamba-Ku bertanya tentang-Ku, sesungguhnya Aku dekat.” (Al-Baqoroh : 186)
Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia.” (Al-Israa’ : 60)
Harun Yahya juga membawakan ayat yang berhubungan dengan kedekatan Allah terhadap manusia tatkala sakaratul maut, yaitu :
Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat.” (Al-Waaqi’ah : 83-85)
Padahal ayat-ayat yang dibawakan oleh Harun Yahya ini, tidak sedikitpun menunjukkan pemahaman bahwa Allah Dzat Allah ada dimana-mana, namun menurut pemahaman Ahlus Sunnah yang dimaksud oleh Firman Allah di atas adalah, “Ilmu” Allah-lah yang meliputi segala sesuatu. Sebagaimana dikatakan oleh al-Imam Sufyan ats-Tsauri, tatkala ditanya tentang ayat wa huwa ma’akum ayna ma kuntum (Dia berada dimanapun kamu berada), beliau berkata : “Yang dimaksud adalah Ilmu-Nya.” (Khalqu Af’alil Ibad, Imam Bukhari)
Harun Yahya berkata pada permulaan halaman 190 sebagai berikut :
That is, we cannot perceive Allah’s existence with our eyes, but Allah has thoroughly encompassed our inside, outside, looks and thoughts….”
Yang artinya :
“Oleh karena itulah, kita tidak dapat membayangkan keberadaan Allah dengan mata kita, namun Allah benar-benar sepenuhnya meliputi bagian luar, bagian dalam, pengelihatan, pemikiran…”
Ucapan ini adalah ucapan yang keliru dan bathil. Ini adalah pemahaman filsafat shufiyah jahmiyah mu’tazilah. Sungguh, keseluruhan bab yang berjudul “The real essence of Matter” benar-benar diselaraskan dengan filosofi Harun Yahya terhadap aqidahnya. Yang apabila diringkaskan keseluruhan bab ini menjadi satu kalimat, yaitu :
That there is no US, the WORLD is not REAL, Allah is REAL, so ALLAH is EVERYWHERE and WE ARE an ILLUSION”
Yang artinya :
“Bahwa kita ini tidak ada, dunia itu tidak nyata, Allah sajalah yang nyata, oleh karena itu Allah berada di mana-mana sedangkan kita hanyalah ilusi belaka.”
Hal ini tersirat di dalam perkatannya di halaman 193 :
“As it may be seen clearly, it is a scientific and logical fact that the “external world has no materialistic reality and that it is a collection of images perpetually presented to our soul by God. Nevertheless, people usually do not include, or rather do not want to include, everything in the concept of the “external world”.
Yang artinya :
“Sebagaimana telah tampak secara nyata, merupakan suatu hal yang saintifis dan fakta bahwa dunia eksternal tidak memiliki materi yang realistis dan dunia eksternal hanyalah merupakan kumpulan gambaran yang secara terus menerus berada di dalam jiwa kita oleh Tuhan. Walau demikian, manusia seringkali tidak memasukkan, atau lebih jauh tidak mau memasukkan, segala sesuatu ke dalam konsep “dunia luar”.”
Ucapan ini berlanjut hampir pada keseluruhan bab, dan hal ini tentu saja suatu penyimpangan yang fatal dan dapat menimbulkan syubuhat terhadap para pembaca buku ini, karena biar bagaimanapun buku ini mengandung data-data saintifis, bukti-bukti rasional dan bantahan-bantahan ilmiah rasionalis terhadap kaum materialistis. Oleh karena itu menjelaskan kesalahan-kesalahan aqidah dan selainnya adalah suatu keniscayaan dan kewajiban, karena membela al-Haq lebih dicintai dari seluruh perkara lainnya.
Sebagai kesimpulan, di sini saya akan meringkaskan poin-poin kesalahan pemahaman Harun Yahya di dalam bukunya EVOLUTION DECEIT (dan selainnya), sebagai berikut :
1. Harun Yahya memiliki perkataan yang bernuansa shufiyah kental, yakni meyakini pemahaman ”Allah ada dimana-mana”, bahkan beliau memiliki perkataan yang mengarah kepada konsep Wihdatul Wujud yang kufur, semoga Allah memberinya hidayah dan mengampuninya.
2. Harun Yahya memiliki aqidah yang serupa dengan Qodariyah-Mu’tazilah di dalam masalah Qodar (Taqdir), sebagaimana secara jelas terlihat pada tulisannya di halaman 190 akhir.
3. Harun Yahya memiliki aqidah yang dekat kepada Jahmiyah di dalam menolak sifat-sifat Allah, terutama sifat istiwa Allah di atas Arsy-Nya dan Arsy-Nya berada di atas langit.
Demikianlah sebagian kecil yang dapat saya tuliskan tentang beberapa kesalahan fatal di dalam buku-buku Harun Yahya –saddadahullahu-, dan apa yang saya tuliskan di sini bukanlah menunjukkan hanya ini sajalah kesalahan beliau, namun yang saya tuliskan di sini hanyalah sebagian kecil saja dari kesalahan-kesalahan yang bersifat aqidah yang terdapat pada beliau. Tulisan ini lebih banyak diadopsi dari tulisan al-Akh Abu Jibrin al-Birithani yang meluangkan waktunya menyusun beberapa kekeliruan aqidah Harun Yahya.
Bagi para ikhwah yang tertarik dengan modern sains dan bantahan-bantahan terhadap saintis sekuler atau yang berideologi materialistis, saya lebih menyarankan untuk merujuk kepada tulisan-tulisan dan ceramah al-Ustadz DR. Zakir Naik al-Hindi, seorang ilmuwan muda India yang telah hafal al-Qur’an pada usia 10 tahun, dan sekarang menjadi presiden IRF (International Research Foundation) India. Beliau juga dekat dengan masyaikh jum’iyah Ahlul Hadits India, sehingga insya Allah dalam masalah aqidah, beliau jauh lebih salimah daripada ilmuwan muslim lainnya seperti Harun Yahya. Walaupun di dalam beberapa hal beliau juga melakukan kesalahan-kesalahan yang perlu mendapatkan perhatian tersendiri. Oleh karena itu, kami tidak mengambil perkara manhaj dari beliau (DR. Zakir Naik), namun di dalam perkara yang beliau berkompeten di dalamnya, maka tidak ada alasan bagi kami menolaknya.
Wallahu a’lam bish showab.


isi Kajian (hapus ini jika ingin Posting artikel, tapi jangan Hapus Tulisan "Kirimkan ke teman anda sebagai file .Pdf)
Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to
Share:

Sabtu, 11 Agustus 2012

Facebook dunia yang maya yang menjadi nyata

 Oleh M. Taufiqillah Al-Mufti  

Saya seperti mendapat ilham akan tulisan mengenai Facebook dalam alat komunikasi paling bebas. Tidak hanya bebas namun juga luas penuh variatif-variatif yang ditawarkan dalam media lunak berupa situs sosial yang merenggut hati hampir seluruh penghuni bumi. Tidak dipungkiri lagi situs yang pada awalnya sebagai media komunikasi antar client dalam bisnis, persahabatan, komunitas, dan lain sebagainya yang berbau kelompok sosial. Variatif, Inovatif dan kreatif itu yang dicoba oleh Mark Zukerberg dalam mengelola website sosial sekelas facebook. Persaingan yang ketat dan berambisi untuk menjadi nomor satu mungkin itu sebagian motto darinya. Benar sekali kalau memang benar. Karena diantara beberapa jejaring sosial seperti Friendster, Myspace, dan lain-lain, hanya Facebook yang mampu menandingi segala pesaingi-pesaingi itu. Lebih inovatif tepat menjadi alasan tersohornya Facebook.

Kreatif dalam up date 

Sisi kreatifitas Facebook sebagai media informasi dalam jejaring komunikasi dunia maya yang perlu mendapat apresiasi besar, bukan karena seorang Mark adalah Yahudi dengan ras yang tidak diragukan lagi akan kedigdayaannya di dunia ini. Tapi coba kita lihat dari bentuk pengaplikasiannya yang sangat berbeda dengan jejaring sosial lainnya. Di sana (Facebook) tersedia yang namanya chat. Sedang kita tahu chat adalah salah satu fitur komunikasi dalam dunia maya yang biasa dipakai oleh beberapa situs seperti Yahoo, MIRC, dan ebuddy namun situs-situs itu mempunyai keterbatasan. Keterbatasannya terletak pada programnya yang dikhususkan pada chat saja. Sangat bertolak belakang dengan Facebook yang menyajikan tidak hanya dengan chat semata, chat hanya sebagian fitur yang ditawarkan, seperti up date status atau pemaparan melalui beranda umum yang akan dilihat oleh orang-orang. Jadi seorang yang tengah dulanda kegalauan, keresahan, kesenangan, kebahagiaan, kecewa, putus asa, jatuh cinta, patah hati, dan lain-lain dapat dituangkan dalam kolom kecil diatas.

Realita De Facto Facebook Menjadi Dunia Kedua

Kenyataan Facebook yang meledak dikalangan modern dan tradisional menandakan reformasi dalam aktifitas komunikasi yang sangat mudah dan integral (lengkap). Realita ini tentu dipengaruhi beberapa apologi yang memiliki relasi erat dengan kaitannya Facebook. Dan akan saya terangkan dibawah ini. Indikator ini saya dapatkan dari proses analitis mendalam setelah online bertahun-tahun.

Pertama, Facebook sebagai Ladang Curhat

Curhat atau curuhan hati sebuah istilah yang sering dipakai umumnya oleh para kaum hawa. Namun istilah itu kini konon katanya sudah membumi walau lelaki sekalipun. Setiap orang didunia ini pastilah mempunyai masalah. Tapi tidak semua orang tahu solusi dari tiap masalahnya, dan tidak setiap orang tahu siapa atau dimana curhat itu disampaikan. Nahhh... Facebook datang dengan kabar gembira kepada kaum galauwers-galauwers dan orang-orang yang kurang mampu menerangkan isi hatinya.

Isi hati inilah yang dipaparkan dalam kolom Facebook yang sangat dimungkinkan orang-orang terdekatnya atau orang yang melihatnya akan sedikit mencurahkan pemikirannya dalam memberikan solusinya. Regulasi up date status yang sudah menjadi adat istiadat ini. Menjadi keterkaitan wajib oleh sebagian orang yang menjadikan Facebook sebagai tumpahan isi keluh kesah.

Sedangkan kalau kita bandingkan dengan realitas sosial, Facebook dan dunia, mempunyai keterkaitan yang sama. Tiap orang baik dalam kalangan agama mempunyai media pelimpahan isi hatinya dalam ungkapan ibadat-nya yang tertera dalam sholat dari kriteria bacaannya dan do’a. Seorang pebisnis mempunyai medianya sendiri dalam menuangkan keluhannya dalam kendala berbisnis dengan melakukan presentasi dan meeting. Dan di Facebook mempunyai media untuk curhat yang lebih konperhensif semua orang mempunyai keluasaan dalam mencurahkan isi hati dan akalnya. dari segala bidang, ekonomi, agama, cinta, politik, bisnis, dan lain lain. maka tidak salah apabila Facebook dikatakan sebagai media yang hampir menggantikan fungsional dunia bahkan TUHAN.

Facebook Sebagai Central Marketing

Pergolakan dalam pertumbuhan ekonomi dunia yang ketat akan persaingan dalam keunggulan dalam hasil produknya, maka tidak cukup dengan peningkatan keunggulan produk tapi juga dalam keefektifan pemasaran dan distribusinya. Banyak dari para pebisnis yang tak ingin kalah saing dalam pemromosian barangnya yang terus mengembangkan inovasinya untuk memasarkan produk-produk yang baru dari hasil industri. Surat kabar, televisi, radio, dan internet. Keempat alat manifestasi informasi itu menjadii objek vital dalam pemasaran bisnis.

Salah satu dari alat yang menjadi central informasi itu yang terdengar baru dan inovatif ialah dari media internet. Internet yang memiliki kelebihan dalam ledakan informasi yang dapat diakses oleh siapa saja, dimana saja, apa saja??. Menjadikan internet melebihi keunggulannya dari ketiga sisanya (televisi, radio, surat kabar). Karena ketiga sisanya itu mempunyai kekurangan dalam penyajian data yang sangat terbatas. Namun unggul dalam persuasifitasnya atau ajakannya untuk mengajak konsumen.

Kehadiran media internet yang sangat membantu mempromosikan suatu produk. Dan disusul dengan kehadiran situs sosial dalam internet seperti Facebook, tentu sangatlah membantu. Di sini Facebook hanya sebagai piranti yang menggantikan sedikit fungsi dari pasar. Mengapa?. Karena Facebook mempunyai fitur dalam pengiklanan barang. Dengan sedikit melakukan transaksi dengan menyetor data barang yang ingin diiklankan dan kemudian mencamtumkan nomor seri rekening ATM sebagai pembayaran pajak tukar jasa setelah diiklankan. Perihal promosi dalam Facebook ini yang dapat dikatakan sebagai “dunia kedua” . yang biasanya sering kita ketahui bahwa yang namanya promosi itu selalu dilekatkan dengan pamflet-pamflet yang tertancap di pinggir jalan-jalan atau promosi melalui spanduk-spanduk yang diikat diantara pohon, atau mungkin lagi seperti kolom kotak yang rekatnkan dengan jembatan penyebrangan seperti di depan kampus saya IAIN Sunan Ampel atau pada lampu-lampu kota yang rekatkan dengan tiang-tiang penyangganya yang biasanya tertulis avaible space yang maksudnya tersedia ruang untuk diisi.

Kedua bukti tadi cukup bagi saya untuk mengintepretasikan Facebook sebagai dunia kedua bagi peminatnya. Yang mereka dapat mengaktualisasikan hampir dari kehidupan sehari dalam Facebook terutama dalam aspek komunikasi.

Sumber : Suara warga news

Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to
Share:

Kamis, 26 Januari 2012

Sains Muslim : Eksistensi Black Hole dalam al-Qur'an


Abad ke-20 menyaksikan banyak sekali penemuan baru tentang peristiwa alam di ruang angkasa. Salah satunya, yang belum lama ditemukan, adalah Black Hole  [Lubang Hitam]. Ini terbentuk ketika sebuah bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakarnya ambruk hancur ke dalam dirinya sendiri, dan akhirnya berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan kerapatan tak hingga dan volume nol serta medan magnet yang amat kuat. Kita tidak mampu melihat lubang hitam dengan teropong terkuat sekalipun, sebab tarikan gravitasi lubang hitam tersebut sedemikian kuatnya sehingga cahaya tidak mampu melepaskan diri darinya. Namun, bintang yang runtuh seperti itu dapat diketahui dari dampak yang ditimbulkannya di wilayah sekelilingnya. Di surat Al Waaqi'ah, Allah mengarahkan perhatian pada masalah ini sebagaimana berikut, dengan bersumpah atas letak bintang-bintang:
Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (QS. Al Waaqi'ah, 56: 75-76)
Istilah "lubang hitam" pertama kali digunakan tahun 1969 oleh fisikawan Amerika John Wheeler. Awalnya, kita beranggapan bahwa kita dapat melihat semua bintang. Akan tetapi, belakangan diketahui bahwa ada bintang-bintang di ruang angkasa yang cahayanya tidak dapat kita lihat. Sebab, cahaya bintang-bintang yang runtuh ini lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari sebuah lubang hitam disebabkan lubang ini merupakan massa berkerapatan tinggi di dalam sebuah ruang yang kecil. Gravitasi raksasanya bahkan mampu menangkap partikel-partikel tercepat, seperti foton [partikel cahaya]. Misalnya, tahap akhir dari sebuah bintang biasa, yang berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir setelah nyala apinya padam dan mengalami keruntuhannya sebagai sebuah lubang hitam bergaris tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil)! Lubang hitam berwarna "hitam", yang berarti tertutup dari pengamatan langsung. Namun demikian, keberadaan lubang hitam ini diketahui secara tidak langsung, melalui daya hisap raksasa gaya gravitasinya terhadap benda-benda langit lainnya. Selain gambaran tentang Hari Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga merujuk pada penemuan ilmiah tentang lubang hitam ini:
Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan (QS. Al Mursalaat, 77: 8)
Selain itu, bintang-bintang bermassa besar juga menyebabkan terbentuknya lekukan-lekukan yang dapat ditemukan di ruang angkasa. Namun, lubang hitam tidak hanya menimbulkan lekukan-lekukan di ruang angkasa tapi juga membuat lubang di dalamnya. Itulah mengapa bintang-bintang runtuh ini dikenal sebagai lubang hitam. Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam ayat tentang bintang-bintang, dan ini adalah satu bahasan penting lain yang menunjukkan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah:
Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)








sumber : Harunyahya
Share:

Kamis, 27 Oktober 2011

IPTEK : Amuba Raksasa Telah Ditemukan.

Amuba raksasa ditemukan di palung mariana, lautterdalam di bumi.
Selama juli 2011, mengarungi celah celah laut pasifik, para peneliti
dari universitas California di San Diego, Amerika Serikat, bersaman
national geografik menyebarkan kamera bawah laut yang di lengkapi
fitur video digital dan lampu untuk mengekplorasi misteri di area laut
dalam. Tim mendokumentasikan keberadaan xenophyophores, hewan bersel
satu atau amuba yang hanya terdapat di lingkungan laut dalam.
Xenophyophores ini terbilang berukuran besar, mencapai 10 cm.
Jumlahnya melimpah di dasar laut dan berfungsi sebagai inanag bagi
organisme. Peneliti melihatnya hidup pada sekitar 10.641 meter dibawah
titik sirena deeppada palung mariana. Temuan xenophyophores
sebelumnyya pada kedalaman 7500 meter di palung new hebrides.
Peneliti, pada livescience 21 oktober 2011., mengungkapkan
xenophyophores merupakan individu bersel satu terbesar yang pernah
ada.studi lebih lanjut, makhluk ini mampu hidup pada lingkungan dengan
level konsentrasi uranium dan merkuru yang tinggi. Diperkirakan, amuba
ini resisten terhadap dosis besar logam berat. Mereka juga hidup baik
di kegelapan, suhu rendah, dan tekanan tingi di laut dalam.
Maha Besar Allah yang menghidupkan dan mematikan . . . Yang
menciptakan dan memusnahkan . . .
--
Dikirim dari perangkat seluler saya
Share:

Minggu, 23 Oktober 2011

IT : GOOGLE SOCIAL SEARCH

Assalamu'alaikum sobat muslim . . .
Kali ini kita akan melayang ke dunia IT . . . (Lho kok nyasar ke dunia
IT) . . . Sobat muslim tak usah khawatir, walaupun pembahasan utama
kita tentang agama, namun dalam hal dunia it pun kita ngak boleh
ketinggalan. Coz bagaimanapun juga dunia takkan pernah lepas dari yang
namanya IT.

Kita putar kembali ke tahun 2010. Pada tahun ini google mengummkan
fitur baru untuk mencari profil seseorang di platfrom media sosial,
yang diberi tajuk Google Social Search. Fitur penelusuran ini
memungkinkan pengguna google menghubungkan Google Profil yang mereka
miliki, dengan berbagai profil mereka di situs-situs jejaring sosial,
seperti Facebook dan Twitter.
Intinya, Google Social Search memungkinkan penggunanya untuk mencari
sesuatu berdasarkan kata kunci pencarian, termasuk dari konten-konten
yang muncul di lingkaran jejaring sosial anda. Hal ini bisa dilakukan,
bila pengguna terlebih dahulu menghubungkan acount yang mereka miliki
di blogger, facebook, dan jejaring sosial lainya, ke dalam google
profiles.
Ini dimaksudkan agar konten-kontent di jejaring sosial tersebut bisa
muncul saat kita sedang mencari suatu topik. Misalnya saat kita sedang
melakukan pencarian gambar atau foto, di hasil pencarian google image
bisa terlihat konten-konten foto yang di simpan oleh sobat kita di
Flickr atau Picasa.
So itulah jawaban mengapa foto kita bisa muncul di Google search Image . . . . .
--
Dikirim dari perangkat seluler saya
Share:

Senin, 03 Oktober 2011

Matahari mengelilingi bumi..!?,

Ada salah satu buku yang menarik dibaca sekaligus menarik sekali untuk dikritisi karena bertentangan dengan dalil yang lainnya dan bertentangan pula dengan fakta-fakta pengetahuan  dizaman modern ini, dengan akal saja sudah pasti menyanggah apalagi dengan dalil al-Qur'an dengan tafsir yang sebenar-benarnya. buku itu berjudul "Matahari Mengelilingi Bumi." berikut ini adalah opini dan fakta "Matahari mengelilingi bumi Vs Bumi mengelilingi Matahari".

Diantara ulama yang mengatakan bahwa matahari yang mengelilingi bumi adalah Syeikh Ibnu Utsaimin. Beliau mengatakan bahwa hal itu ditunjukkan melalui lahiriyah dalil-dalil syar’iyah. Perputaran matahari menjadikan adanya pergantian antara siang dan malam diatas permukaan bumi, diantara dalil-dalilnya :

فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ

Artinya : "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," (QS. Al Baqoroh : 258)
Terbitnya matahari dari timur merupakan bukti yang jelas bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi.

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَآ أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

Artinya : “kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.” (QS. Al An’am : 78)

Didalam ayat ini dijelaskan bahwa tenggelam tersebut terjadi dari matahari bukan terhadapnya, seandainya bumi yang berputar maka akan dikatakan, فلما أفل عنها (maka tatkala dia tenggelam darinya)

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ

Artinya : “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Az Zumar : 5)

Perkataan يكور الليل على النهار (Dia menutupkan malam atas siang) yaitu mengitarinya seperti perputaran pada sorban, ini merupakan bukti akan perputaran malam dan siang terhadap bumi dan seandainya bumi yang mengitari keduanya maka akan dikatakan 

يكور الأرض على الليل والنهار .
وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ ﴿٣٨﴾
وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ ﴿٣٩﴾
لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ ﴿٤٠﴾

Artinya : “dan matahari berjalan ditempat peredarannya demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah Dia sampai ke manzilah yang terakhir) Kembalilah Dia sebagai bentuk tandan yang tua. tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Yasin : 38 – 40)

Kata berjalan yang ditempelkan kepada matahari dan adanya ketetapan dari Sang Pemilik izzah dan ilmu menunjukkan bahwa perjalanan tersebut adalah hakiki dengan ketetapan yang pasti sehingga menimbulkan pergantian siang dan malam dan berbagai musim.

Ketetapan bagi bulan manzilah-manzilah (posisi-posisi) menunjukkan perpindahannya terhadap bumi dan seandainya bumi yang berputar tentunya bumilah yang memiliki manzilah-manzilah terhadap bulan. Kemudian tidak mungkinnya matahari mengejar bulan dan malam mendahului siang juga menunjukkan pergerakan matahari, bulan, malam dan siang.

Nabi saw bersabda kepada Abu Dzar r.a dan matahari telah terbenam. Artinya:”Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi?” Dia (Abu Dzar) menjawab:’Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Beliau bersabda:”Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah Arsy, kemudian minta izin lalu diizinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu dia tidak diizinkan. Kemudian dikatakan kepadanya; Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya). (Muttafaq Alaihi)

Kata-kata “; Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya).” Tampak begitu jelas bahwasanya matahari lah yang mengelilingi bumi dan karena perputarannya itu menjadikannya terbit dan tenggelam. (sumber : www.ahlalhdeeth.com)

Perputaran bumi mengelilingi matahari 

Prof. DR. Manshur Muhammad Hasban Nabiy mengatakan bahwa manusia baik dari kalangan awam maupun para ahli sejak berabad-abad lalu setelah turunnya Al Qur’an menyakini bahwa bumi diam tidak bergerak.

Kalau begitu bumi tidak memiliki gerakan yang bisa dirasakan secara lahiriyah seperti gerakan matahari secara lahiriyah dari timur ke barat walaupun Al Qur’an Al Karim menegaskan kepada manusia tatkala diturunkan tentang pergerakan bumi semetara mereka merasakan bahwa bumi itu diam pasti mereka akan mendustainya, dan sungguh terdapat penghalang antara mereka dengan hidayah.

Dan diantara himah dan mukjizat yang luar biasa didalam metode menyadarkan manusia terhadap Kitab Allah swt tentang pergerakan bumi pada porosnya serta pergerakannya mengelilingi matahari berbeda dengan berbagai macam isyarat yang menghasilkan dua pergerakan itu dengan metode yang menganjurkan kita untuk melakukan riset terhadap keduanya sehingga merasakan nikmat Allah kepada kita yang hasilnya adalah pergerakan bumi. Dan sesungguhnya Al Qur’an telah mengisyaratkan tentang pergerakan perpindahan perputaran bumi mengelilingi matahari sebagaimana firman Allah swt

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ

Artinya : “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu.” (QS. An Naml : 88)

Sebagaimana diketahui oleh para ahli astronomi bahwa awan tidaklah bergerak sendiri akan tetapi perpindahannya dibawa oleh angin, demikian pula gunung-gunung yang dilihat oleh seseorang, dia mengira bahwa gunung itu tetap di tempatnya padahal dia bergerak dengan cepat juga sementara manusia tidak melihatnya.

Hal itu bukanlah dikarenakan gunung-gunung atau orang-orang yang melihatnya yang memindahkannya akan tetapi bumi yang berpindah dengan cepat di antariksa alam semesta sebagaimana kecepatan angin terhadap awan. Dan kedua-duanya adalah ciptaan Allah swt yang telah meneguhkan segala sesuatu, Dia lah Yang Maha Suci yang mengirimkan angin yang menggerakkan awan dan Dialah swt yang menggerakkan bumi yang membawa gunung-gunung yang berjalan seperti perjalanan awan.

Inilah tafsir ilmiah terhadap kenyataan alam semesta didalamnya berupa peneguhan ciptaan-Nya yang menunjukkan akan kebesaran Sang Pencipta dan Kekuasaan Yang Maha Suci.

Para ahli tafsir klasik telah mengalami kekeliruan dalam mengambil pelajaran dari ayat yang memberikan isyarat akan kehancuran gunung-gunung sehancur-hancurnya pada hari kiamat !

Mereka perlu mendapat pemakluman dalam hal ini dikarenakan mereka belum mengetahui bahwa bumi bergerak dengan suatu gerakan, bukan harian maupun tahunan, karena itu mereka mengalami kekeliruan dalam memberikan arti terhadap apa yang menjadi tuntutan ilmiyah didalam sebuah ayat yang mulia serta lupa akan hal-hal yang menjadi mu’jizat bayani didalam ungkapan Al Qur’an yang menghalanginya untuk mengembalikannya (tafsir surat an Naml : 88, pen) kepada tafsir ukhrowi dikarenakan sebab-sebab berikut :

1. Gunung-gunung pada hari kiamat tidaklah ada dikarenakan ia akan berantakan dan hancur lebur, sebagaimana firman Allah swt :

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنسِفُهَا رَبِّي نَسْفًا

Artinya : “dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, Maka Katakanlah: "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya” (QS. Thaha : 105)
وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ

Artinya : “dan apabila gunung-gunung dihancurkan.” (QS. At Takwir : 3)

Bagaimana manusia dapat melihat gunung-gunung yang telah hancur lebur dan tidak ada kesempatan pada hari itu untuk memikirkan gunung-gunung dan yang lainnya pada waktu yang diliputi dengan suasana mencekam dan mengerikan sebagaimana firman Allah swt :

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

Artinya ; “Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya.” (QS. Abasa : 34)
لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

Artinya : “Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. Abasa : 37)

2. Firman Allah swt :
"...kamu sangka dia tetap di tempatnya“"

Hal itu terjadi di dunia bukan di akherat, dan dunia adalah negeri yang penuh dengan berbagai kemungkinan dan dugaan sedangkan akherat adalah negeri yang penuh dengan keyakinan, sebagaimana firman Allah swt :

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ

Artinya : “dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin.” (QS. At Takatsur : 7)

3. Firman Allah swt diakhir ayat :

إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ 

Artinya : “Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An Naml : 88),

maksudnya Maha Mengetahui apa-apa yang kalian kerjakan sekarang di dunia dan akherat adalah negeri pembalasan bukan negeri untuk beramal atau bekerja.

4. Firman Allah swt :

صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ

Artinya : “(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu.” (QS. An Naml : 88)

memberikan isyarat kepada dunia dikarenakan kehancuran, kerusakan dan keruntuhan pada hari kiamat tidaklah dinamakan dengan shun’an (perbuatan) dan tidak juga termasuk dalam ‘itqon (kekokohan), sebagaimana disebutkan oleh DR. Al Ghamrawi dan az Zamakhsyari sajalah yang mengetahui dengan perasaan yang fashih akan ketidaksesuaian antara firman Allah صنع الله اللذى أتقن كل شيء dengan kehancuran gunung-gunung pada hari kiamat.. dia mengatakan,”Makna hari ditiupkannya sangkakala, begini dan begitu, Allah memberikan pahala kepada orang-orang yang berbuat baik dan mengadzab orang-orang yang jahat.”

Kemudian berkata صنع الله maksudnya adalah pemberian pahala dan sangsi. Dan menjadikan صنع (perbuatan) ini diantara kalimat segala sesuatu yang diteguhkan, dan dipakainya kalimat itu sebagai hikmah dan kebenaran hingga akhir perkataannya yang kemudian banyak ditentang oleh selainnya seperti Abu Hayyan walaupun mereka semua belum mengetahui isyarat ayat ini terhadap pergerakan bumi !
Dan seandainya Az Zamakhsyari dan Abu Hayyan mengetahui apa yang kita ketahui pada hari ini berupa perputaran bumi mengelilingi matahari dengan cara-cara yang jelas dan pergerakannya di antariksa serta apa yang telah ditetapkan oleh sunnah ilahiyah yang rinci dan apa-apa yang memberikan manfaat kepada manusia pasti mereka akan mengagungkan Allah dan bersegera kepada makna yang terdapat didalam ayat serta membuat perumpamaan dengan bukti-bukti kongkrit lagi nyata dan mereka akan mengetahui ajakan didalam

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka Dia tetap di tempatnya, Padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” (QS. An Naml : 88)

Ia adalah ajakan yang ditujukan kepada manusia saat ini pada zaman iptek dan di setiap zaman yang akan datang yang menunjukkan akan satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang besar sebagai sebab mendapatkan hidayah dari Allah sebagaimana Allah menunjukkan didalam dua ayat sebelumnya akan pergerakan kumparan pada bumi dialam firman-Nya

أَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا اللَّيْلَ لِيَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya : “Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS. An Naml : 86)

Susunan perkataannya menunjukkan pergerakan bumi di dunia yang menjatuhkan argumentasi para ahli tafsir klasik bahwa ayat :

وَيَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاء اللَّهُ

Artinya : “dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (QS. An Naml : 87)

Didalam kedua ayat tersebut terdapat isyarat terhadap penafsiran akherat dengan hancurnya gunung-gunung pada hari kiamat, Imam Asy Syeikh Asy Sya’rawi mengatakan bahwa perumpamaan Al Qur’an مر السحاب (sebagai jalannya awan) menjadikan kita bertanya-tanya.

Mengapa Allah tidak mengatakan مر الرياح (jalannya angin), مر العواصف (jalannya angin angin topan) مر الأمواج (jalannya ombak) atau lafazh yang lainnya.. dikarenakan awan tidaklah bergerak sendiri akan tetapi didorong dengan suatu kekuatan yaitu kekuatan angin, dengan ini Allah swt menyadarkan kita bahwa pergerakan gunung di sini bukanlah pergerakan dengan sendirinya seperti pergerakan bumi dan sebagaimana pergerakan angin akan tetapi gunung-gunung berjalan dihadapanmu sebagaimana pergerakan awan yaitu bergerak dengan pergerakan bumi dan mengapa Allah swt tidak mengatakan .... “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan, berlari atau bergerak...?” Karena itu Allah swt menghindari lafazh-lafazh yang menunjukkan bahwa gunung-gunung bergerak dengan sendirinya, inilah i’jaz (keagungan Al Qur’an)

Prof. Manshur juga menjelaskan bahwa betul telah dibuktikan secara ilmiyah bahwa bumi berputar mengelilingi matahari sekali setiap 365,25 hari dengan kecepatan perputarannya mencapai sekitar 67.000 mil/jam dan itu didalam orbit setengah diameternya yang sekitar 93.000.000 mil, dan dengan ini bumi tetap tegak diatas porosnya dan tidak melemparkan kita dari permukaannya.

Kembali kepada surat An Naml : 86 – 88 bahwa ayat yang pertama menunjukkan kenyataan salah satu pergerakan bumi, yaitu pergerakan pada porosnya dengan pergantian malam dan siang, sebagaimana firman-Nya :

أَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا اللَّيْلَ لِيَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا

Artinya : “Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi?” (QS. An Naml : 86) 

dan isyarat pada ayat ketiganya tentang pergerakan lain dari bumi didalam firman-Nya :

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ

Artinya : “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka Dia tetap di tempatnya, Padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu.” (QS. An Naml : 88)

Pergerakan Bumi Bersama Matahari

Kita telah mengetahui sejak abad XVI M bahwa bumi berputar pada porosnya serta mengelilingi matahari kemudian terjadi penjelasan pada abad XX M bahwa matahari tidaklah diam di pusat seluruh planetnya, akan tetapi bergeraknya dengan dua gerakan didalam galaksi bima sakti, sebagaimana berikut :

1. Pergerakan matahari secara serasi dengan bintang-bintang galaksi disekitarnya dengan kecepatan 43.000 mil/jam terhadap bintang vega.

2. Pergerakan matahari pada saat yang sama mengelilingi pusat galaksi dengan kecepatan perputarannya mencapai 54.000 mil/jam.

Dan dimana seluruh planetnya—yang sembilan dan satelit-satelitnya termasuk bumi dan bulannya, ikatan-ikatan planetnya serta komet-kometnya—menyertai matahari sementara kita diatas bumi akan bergerak bersama matahari didalam gerakan pertama dan kita berputar bersama matahari didalam gerakan kedua di alam galaksi.

Dan suatu kebenaran yang mengagumkan adalah bahwa kedua gerakan tersebut sempurna analoginya... sebagaimana disebutkan didalam Al Qur’an Al Karim :

1. Pergerakan matahari.

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Artinya : “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.” (QS. Yaasin : 38)

Kata kerja تجرى (berjalan) tampak sesuatu yang nisbi dimata manusia akan pergerakan matahari setiap harinya dari timur ke barat, ia adalah gerakan yang menipu bagi matahari karena yang bergerak adalah bumi, bumilah yang berputar mengelilingi dirinya dari barat ke timur sehingga tampak bagi kita bahwa matahari yang begerak secara nisbi ke arah yang berlawanan dengan gerakan pohon apabila anda lihat dari jendela kereta api... Hal inilah yang tidak diketahui oleh para ahli tafsir klasik.

(والشمس تجرى) “matahari berjalan” merupakan mu’jizat ilmiyah yang besar yang tidak terfikirkan oleh seseorang sehingga disingkap oleh para ahli fisika antariksa setelah tersedianya alat-alat teropong dan memungkinkan tafsir dengan efek doppler yang memunculkan penyingkapan terbesar dipertengahan abad XX ini dan Maha Suci Allah yang menjadikan gumpalan dari api sebanding kurang lebih dengan 333.000 kali gumpalan bumi berputar di kerajaan Allah dengan kecepatan 43.000 mil/jam.

Selanjutnya firman Allah لمستقر لها “ditempat peredarannya” ... sebenarnya bahwa tempat peredaran yang menjadi akhir dari pergerakan matahari adalah diantara perkara yang ghaib yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui yang menetapkan pergerakan dengan keadaannya yang berakhir sampai tujuannya pada waktu yang hanya Allah saja yang mengetahuinya sebagai petunjuk akan berakhirnya matahari pada masa yang akan datang sebelum atau saat terjadi kiamat.

Beliau juga mengatakan bahwa sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa makna tempat peredaran adalah pergerakan matahari secara lahiriyah dan merubah posisinya di sebelah timur dan barat pada orbit satu tahun dan kembali lagi secara lahiriyah setiap tahun antara ujung kedua tempat itu, matahari sampai ke ujung keduanya itu pada waktu musim dingin dan musim panas dan tidak menyalahi keduanya dan setiap tempat dari kedua ujung itu memiliki tempat peredarannya.

Menurut pandangan para ahli tafsir, yaitu sekali pada waktu musim dingin dan sekali pada waktu musim panas karena mereka menetapkan bahwa matahari apabila tiba di salah satu dari kedua tempat itu maka ia mulai untuk kembali secara bertahap sehingga tiba di tempat yang lainnya selama enam bulan. Ini bukanlah tempat peredaran kecuali apabila dilihat dari aspek majaz, dan kita memaklumi para ahli tafsir dikarenakan mereka belum mengetahui bahwa pergerakan lahiriyah matahari merupakan hasil dari pergerakan bumi mengelilingi dirinya sendiri setiap hari dan mengelilingi matahari setiap tahun.. dengan ini jelaslah mukjizat (keagungan) didalam ayat di surat Yaasin “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.”

Subhanallah ternyata Al Qur’an mengatakan kepada setiap manusia yang berbeda dengan akal dan zaman mereka, dan yang terpenting di sini adalah bahwa bumi bergerak bersama matahari di angkasa raya.

2. Pergerakan matahari pada orbitnya mengelilingi galaksi.
Telah dibuktikan melalui teropong pada masa kini bahwa matahari adalah bintang didalam galaksi bima sakti yang mencakup 130 juta bintang seperti matahari kita yang tersebar di cakram galaksi yang cembung di pusat dengan ketebalan mencapai 10.000 tahun cahaya dan diameter galaksi mencapai 100.000 tahun cahaya sedangkan letak matahari berada pada 33.000 tahun cahaya dari pusat dan itu pada salah satu lintasan yang berputar bersama matahari mengelilingi pusat galaksi sekali setiap 250 juta tahun dengan kecepatan putaran matahari mencapai 540.000 juta mil/jam.

Sungguh suatu kecepatan yang sangat kencang dan konstan bagi matahari dan bumi kita yang menyertainya tanpa kita merasakan perputaran angkasa raya ini dan yang telah ditunjukkan Al Qur’an dua kali didalam firman-Nya :
لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Artinya : “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Yaasin : 40)

Artinya : “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS. Al Anbiya : 33)
(sumber : www.55a.net)

Prof. DR. Manshur Muhammad Hasban Nabiyy adalah penulis buku “I’jazul Qur’an fii Aafaqiz Zaman wal Makan” (Keagungan Al Qur’an di cakrawala zaman dan tempat)
Wallahu A’lam.
Share:

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive