"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Agustus 2012

Awal Punahnya Peradaban Sebuah Bangsa




Pesatnya pertumbuhan pembangunan, pesatnya arus globalisasi dan modernisasi di berbagai daerah, menyebabkan lunturnya berbagai kebudayaan  daerah. Banyak kebudayaan yang Luhur, indah dan sangat bermakna tergantikan oleh budaya-budaya asing yang baru kita kenal dan tentunya banyak menyebabkan kerusakan moral.

  Namun, sebagian dari kita tidak menyadari akan hal tersebut. Karena masing-masing dari diri kita juga ikut "berpatisipasi" dalam melancarkan pelunturan "jati diri".  Karena kita masih berkiblat pada dunia barat yang memiliki budaya yang sangat bertentangan dengan budaya luhur kita. Beberapa faktor penyebab lunturnya kebudayaandaerah yang ditemui dan setiap hari ada di sekitar kita. Oleh karena itu, untuk menjaga agar budaya daerah kita tidak semakin memudar, perlu kita sadari serta berusaha untuk menyaring hal-hal yang kita dapatkan tiap harinya. Agar tidak kita ambil begitu saja dan melupakan kebudayaan sendiri. Akhirnya menjadi sebuah bangsa yang kehilangan jati diri. Kehilangan jati diri sama rendahnya seperti pelacur yang menjual diri dan tidak punya harga diri. Bangsa yang kehilangan jati diri menjadi bangsa budah negara lain !!. Sadarilah hal ini !!

Uneg-Uneg wong jowo

Dalam hal ini, saya mengambil contoh fenomena budaya jawa, bukan bermaksud kesukuan, tapi saya ambil contoh lingkungan di mana saya tinggal. Yaitu di kota batu jawa timur. Dekat saja, di lingkungan tempat tinggal saya merasa apresiasi masyarakat terhadap budaya jawa sudah mulai luntur. Apakah ini pengaruh dari globalisasi, mungkin salah satunya iya. Terhadap anak - anak kecil, orang tua sudah jarang berbahasa Jawa, tapi Indonesia, atau malah bahasa Inggris.

Mungkin karena mereka menganggap berbahasa Indonesia terkesan lebih terhormat begitu daripada berbahasa Jawa. Orang tua juga sibuk mengajari atau mengkursuskan anaknya bahasa asing sejak dini, bisa bahasa Inggris, Jepang atau malah Mandarin dan Jerman. Bila di tempat saya ada pelajaran muatan lokal yang dinamakan Bahasa Daerah,maka nilai raport di matpel itu akan di lihat belakangan. Menunjukkan betapa kurang pentingnya muatan lokal ini di mata mereka. Untuk orang -orang generasi saya saja ,sudah banyak di antara kami yang tidak bisa membedakan silsilah yang mana bahasa krama inggil,krama madya atau ngoko dan bingung kepada siapa saja kami harus menggunakan itu.

Di salah satu TV lokal, acara dansa nya berdurasi lebih lama daripada acara daerah seperti campur sari atau guyonan ala jawa timur. Anak - anak sekarang lebih kenal Harry Potter daripada cerita pewayangan atau babad tanah jawi. Mereka lebih kenal nyanyian Justin Bieber daripada ilir -ilir atau tembang macapat. Lebih mengenal sejarah berdirinya tembok china karena untuk pertahanan terhadap suku bar bar daripada sejarah keraton Yogyakarta atau keraton Solo. Tentu saja tidak buruk untuk mengenal peradaban dunia, tapi hendaknya sejarah daerah sendiri juga tidak dilupakan.

Sebenarnya sangat disayangkan sekali fenomena seperti ini terjadi, karena siapa lagi yang akan melestarikan budaya ini kalo bukan kita sendiri. Bukankan salah satu pemicu munculnya Bhineka Tunggal Ika itu karena keragaman budaya seperti ini, kalo budaya sudah seragam kan ga ada yang namanya bhineka. Bukankah ini ciri khas, keragaman budaya kan bukan pemecah tapi malah memperkaya Indonesia. Kita sering heboh dan marah kalo budaya kita sudah di klaim negara lain. Oleh karena itu marilah kita kembali ke akar budaya kita, sambil juga belajar budaya dunia. Jangan pernah kita lupa akan kekayaan budaya sendiri.

Saudara-saudara kita yang di Suriname saja melestarikan. Bagaimana mereka begitu menghargai bahasa jawa,sekalipun sebagian besar mereka tidak pernah menginjak tanah jawa karena sudah lahir dan besar di sana. Karena mereka paham, Jawa adalah asal muasal mereka. Di salah satu acara TV, dapat kita lihat bahwa warga suriname terutama yang berasal dari Jawa masih sangat menjunjung budaya Jawa, entah itu melestarikan ludruk (drama jawa timur an),kuda lumping, reog, campur sari,dan beberapa menteri mereka yang keturunan Indonesia masih lancar dan fasih berbahasa Jawa sesuai etika. Padahal di negara mereka, beragam asal penduduknya , di sana orang jawa juga bukan mayoritas, tentu budaya dari banyak negara sangat mungkin membuat mereka lupa budaya asal. Tapi ternyata mereka, saudara - saudara yang berasal dari negara kita mampu mempertahankannya, tentunya jika kita mau, disini , di Indonesia lebih mudah untuk mempertahankan.


Kehidupan ala Barat dan Kerusakan Moral

Melihat kenyataan sekarang ini sungguh memprihatinkan. khususnya terhadap moral dan perilaku generasi penerus bangsa yang mulai gemar bertingkah laku dan perpakaian dan berbahasa gaul ala barat. Akan tetapi malu dengan budaya sendiri hanya karena malu dibilang "norak","kuno" "jadul" dan sebagainya. Inilah zaman modernisasi atau zaman globalisasi. Yang bercirikan cepatnya perubahan sosial dan teknologi informasi. Segalanya berlalu begitu cepat. Yang hari ini muncul dan hari besok sudah dibilang ketinggalan jaman. yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman akan cepat tertinggal peradaban modern. Bisa dibilang orang "gaptek" atau gagap teknologi (tidak tahu menahu seluk beluk teknologi dan informasi modern). Karena anak seusia TK saja barangkali jaman sekarang ini sudah kenal namanya chatting-an atau facebook-an apalagi yang ABG / remaja. Dan yang saya heran orang dewasa bahkan kakek nenekpun ikut-ikutan tren masa kini dengan bergaya ala remaja dengan membawa telepon genggam atau hp sambil chatingan dan sms atau facebookan dengan  teman mereka. Sungguh hal yang agak janggal namun tidak semua orang mau menyadari hal ini. Karena seharusnya yang lebih tua, yang dewasa, apalagi yang tua renta seharusnya menjadi panutan bagi generasi penerusnya supaya jangan sampai terlalu terperosok dalam arus kebudayaan barat namun melupakan jati dirinya sebagai orang indonesia. Bangsa kita adalah sebuah bangsa yang mempunyai perdaban dan budaya, adat istiadat  yang beragam. Namun sebanyak apapun kekayaan budaya yang kita miliki akan sirna ditelan jaman jika tak ada yang mau melestarikan.

Hanya sedikit orang yang mau menyelamatkan "identitas diri" atau "jati diri" ditengah cepatnya perubahan peradaban sosial. Yaitu segelintir diantara kita yang tidak terlalu mempersoalkan gengsi ala barat dan segala tiruannya namun lebih cenderung gemar melestarikan budaya adat istiadat sendiri. Sedangkan budaya asing yang masuk tidak langsung saja dikonsumsi mentah-mentah, melainkan disaring dan dicocokan dengan budaya luhur sendiri. Yang jelek dibuang, yang baik dipakai. dan juga tidak terlalu fanatik dengan budaya sendiri sehingga menjadi anti dengan teknologi akhirnya jadi orang yang gaptek. Orang gaptek dijaman sekarang ini akan mudah sekali tertipu orang lain dalam segala urusan.

Awal punahnya peradaban bangsa kita

Dan segala kerusakan moral para remaja kita sekarang ini sesungguhnya tidak lepas dari pengaruh globalisasi dan invasi budaya barat. Karena bodoh dan kolotnya bangsa kita adalah budaya yang jelek dari barat gemar ditiru namun budaya yang baik misalnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh barat jarang ditiru atau dipelajari. Yang ditiru hanya budaya yang galomur, ngawur dan amburadul. Misalnya budaya konsumtif belanja di Mall-Mall biar dikira orang kaya dan tidak mau belanja dipasar tradisional karena menganggap pasarnya orang miskin, kemudian budaya pacaran, budaya pergaulan bebas atau free sex, narkoba, miras, membuat gank-gank jalanan, tawuran, berpakaian ala rok mini dan sebagainya.

Akhirnya yang terjadi adalah bangsa kita menjadi bangsa yang semakin bodoh namun sombong dengan gengsi ala baratnya. Bangsa yang miskin namun sok kaya dengan kemana-mana nenteng laptop sama Hp padahal cuman untuk facebookan. Bangsa yang kaya akan budaya luhur namun telah menjadi bangsa yang miskin peradaban dan tengah dilanda krisis moral. Bangsa kita ini hakikatnya sedang dijajah habis-habisan dalam hal pemikiran dan budaya kehidupan. Namun banyak yang tidak menyadari bahwa bangsa kita sedang menuju kehancuran. Seperti yang dialami kaum yang punah terdahulu karena berawal dari kerusakan moral yang meraja lela.

Agama sekarang ini hanya menjadi topeng untuk menutupi sebuah kebohongan. Dan banyak ilmu dicari bukan untuk membangun negri namun untuk merusak negri contohnya para koruptor bukankah mereka orang intelek dan terpelajar?. Mereka ramai-ramai berebut kursi jabatan lalu saling menonjok dan menjatuhkan. Mereka ramai-ramai dalam berbisnis tidak peduli caranya halal atau haram. Ditengah krisis moral seperti itu rakyat kecil hanya jadi korban kebuasan penguasa lalu fakir miskin, anak yatim, kaum lemah (dhuafa') dan anak-anak jalanan maupun tuna wisma hanya menjadi sebuah tontonan orang lewat dijalan raya. Tanpa ada sedikitpun segelintir manusia yang masih peduli dengan sesamanya.

Jika ini semua kita biarkan maka tak pelak bangsa yang besar dan beragam ini hanya tinggal cerita masa lalu bagi anak cucu. alias kiamat. seperti kaum-kaum terdahulu yang dibinasakan oleh Allah karena kerusakan moral yang meraja lela dan tak ada sedikitpun manusia yang peduli dengan hal itu. Berpikirlah sejenak dan renungkan apa yang terjadi pada jaman anda sekarang ini. Sungguh sebuah tanda-tanda akhirnnya peradaban bangsa kita semakin mendekat !! Naudzubillah.

Wallahu'alam


Sumber rujukan :
~ Sosial budaya kompasiana
~ Jawaku situs
~ Opini penulis / admin


isi Kajian (hapus ini jika ingin Posting artikel, tapi jangan Hapus Tulisan "Kirimkan ke teman anda sebagai file .Pdf)
Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to
Share:

Jumat, 28 Oktober 2011

Tulisan Iseng : “Makna lagu Balonku Ada Lima”

http://fc04.deviantart.net/fs71/f/2010/355/b/4/balonku_ada_lima_by_makananjugaseni-d35bxit.jpg


Jika kita bicara identitas suatu bangsa maka pasti masing-masing bangsa punya lagu wajib sendiri-sendiri, lalu hubungannya dengan team ashabul muslim gimana kalau kita juga membuat lagu “wajib” sebagai identitas team kita. Gimana kalaui lagu kebangsaan kita (ashabul-muslim) adalah balonku ada lima, setuju gak kawan-kawan. hahhaa.. pasti banyak yang menertawakan dan tidak setuju kenapa team ashabul-muslim yang harusnya berkarakter islami kenapa lagunya tidak lagu nasyed lagu shalawat dsb. tapi tunggu dulu disini kita tidak hanya menyanyikan lagunya akan tetapi kita juga akan menafsirkan lagu itu secara islami dan ternyata lagu "balonku ada lima" ini saya bisa menggagas kalau lagu ini yang kelihatannya lagu 'anak-anak' ternyata mengandung makna ajaran islam juga. mau tahu lebih jelasnya. hhh.. ok lah mari kita nyanyi lagu balonku ada lima dulu baru kita jelaskan makna apa yang terkandung dalam lagu anak-anak yang tidak pernah pudar dimakan masa ini.
liric balonku ada lima :
"balonku ada lima"
Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau kuning kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau DOOOR
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat
Tafsir "balonku ada lima" ^_^ :
Disini saya akan mencoba menafsirkan lagu “balonku ada lima” menurut versi saya, mari kita simak ...
1. Balonku ada lima = rukun islam itu ada lima
2. Rupa-rupa warnanya = masing-masing rukun islam mempunyai tata cara dan aturan ibadah sendiri-sendiri. misalnya kalau sholat kita ibadah dengan lisan (membaca al-Qur'an dan doa) dan dengan gerakan sholat (takbiratul ihram, rukuk, sujud, tasyahud dll) berbeda dengan puasa karena yang ibadah ini kita dituntut untuk menahan hawa nafsu jasmani dan hawa nafsu rohani.
3. hijau, kuning, kelabu, merah muda dan biru = 5 rukun islam (syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji)
4. Meletus balon hijau.. dorr hatiku sangat kacau =Meletus artinya ramai, Hijau artinya haji kita melihat orang ramai menunaikan ibadah haji dibulan zulhijah, hati kita hanya bisa kacau (berharap) supaya kita juga dapat seperti mereka yang bisa melaksanakan rukun islam yang kelima ini.
5. balonku tinggal empat = kita kaum muslimin baru bisa melaksanakan ke-4 rukun islam yang ke-5 belum mampu kecuali yang sudah mampu untuk melaksanakan ibadah haji.
6. balonku tinggal empat kupegang erat-erat = ke-4 rukun islam yang sanggup kita laksanakan harus kita laksanakan dengan istiqomah dan sungguh-sungguh (khusuk dan ikhlas semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT.
gimana temen-temen semua, masih ragu kalau lagu anak-anak yang populer sejak tahun 90-an sampai sekarang ini dapat kita jadikan sebagai lagu "wajib" team ashabul-muslim. karena selain lagu ini lagu yang asyik (lagu anak-anak) ternyata juga mengandung makna yang islami. ok, jika selama ini temen-temen masih ngidolakan lagu-lagu band lebih baik sekarang ini temen-temen nyanyiin balonku ada lima aja. hhh (kayaknya jadi promosi ni). Kita jangan melihat segala sesuatu dari tampilannya saja atau luarnya akan tetapi kita juga harus bisa memandang dalamnya artinya kita harus bisa memandang dari tingkat manfaatnya, coba aja liat bedanya dan liat aja dari segi manfaatnya : misalnya lagu band itu isinya paling lagu-lagu cinta dan romantisme kalau gak ya isinya urakan pokoknya intinya lagu ini hanya akan menimbulkan syahwat sehingga tidak jarang anak-anak kecil saja sekarang udah doyan pacaran karena sering denger lagu-lagu band sehingga tahu apa itu "pacaran" dan cinta monyet. alias anak-anak kecil sekarang dipaksa dewasa lebih awal.
Bicara soal perkembangan mental anak dari generasi ke generasi akan terlihat jelas perbedaannya (hahaha.. berlagak kayak ahli sosiologi ni..) mau liat perbedaannya anak-anak jaman dulu ama jaman sekarang ? mari kita simak sekelumit ulasan berikut, kalau anak jaman dahulu nyanyinya masih sesuai umur seperti balonku ada lima, bintang kecil, naik delman dsb berbeda dengan anak jaman sekarang yang tiap hari santapannya lagu-lagu racun pembangkit syahwat seperti lagu "kamu ketahuan pacaran", "ada apa dengan cinta", "kerinduan", "keagungan cinta", "antara dia dan aku", dan sebagainya saya tidak bisa menyebutkan satu persatu karena jumlah lagu-lagu perusak moral dan mental kaya gini jumlah bukan hanya ribuan bahkan bisa jutaan jika dihitung.Sehingga jika dilihat dari dampaknya yang luar biasa ini maka pantaslah lagu-lagu band yang merusak mental dan membangkitkan syahwat para penikmatnya ini difatwa "HARAM" oleh sebagian ulama.Maka sebagai generasi muslim maka kita bisa memilih antara lagu-lagu sekedar hiburan dan mainan anak atau lagu-lagu maksiat.
Apalagi sekarang ini sudah jarang sekali lagu anak-anak didengar, mungkin hanya biar dibilang "gaul" dan sebagainya sehingga walaupun musiknya gak enak didengar seperti aliran rock dsb. Katanya yang penting gaya modern. masa kanak-kanak anak jaman dulupun tidak dikorting (dipotong) seperti anak-anak jaman sekarang contohnya aja anak kelas 5 SD udah doyan pacaran. bahkan udah bisa sms-an dengan pacarnya dengan bahasa gaul remaja / bahasa xmx.
Anak-anak jaman dahulu pun bermain dengan lawan jenis itu biasa dan sepertinya tak ada perasaan apapun melainkan rasa keceriaan dan indahnya persahabatan masa anak-anak. Akan tetapi berbeda dengan anak jaman sekarang anak-anak se-usia SD saja jika bermain dengan lawan jenis sepertinya sudah mulai "ada rasa yang tidak biasa" hhh. kacau-kacau benar-benar kacau pemikiran dan mental anak sekarang. mereka yang harusnya masih menikmati syurga dunia anak-anak yang indah dan penuh keceriaan harus dewasa lebih dini dan dipaksa berprilaku seperti layaknya orang dewasa padahal umur mereka yang amat belia hal itu disebabkan mulai lunturnya budaya luhur kita dijiwa generasi sekarang karena lebih suka ikut-ikutan budaya barat.
Liat aja tuh, dampaknya dari modernisasi dan globalisasi yang tidak terkendali. Pergaulan bebas meraja lela, banyak gang-gang remaja rusak, bahkan sampai-sampai kasus kehamilan oleh anak seusia sekolah sudah tidak bisa dihitung dengan jari lagi. semuanya itu berawal dari yang kecil ternyata...! yaitu karena kaum muda suka bergaya, gengsi kebablasan, dsb sehingga lebih menyukai budaya barat yang bersifat merusak umat dibandingkan budaya lokal khususnya budaya luhur yang agama Islam yang mengajari adab dan sopan santun dalam kehidupan manusia. Anak-anak jaman sekarang berdua-duan dengan lawan jenis sudah tidak malu lagi, bahkan ditempat umum pun bermesraan layaknya suami istri mereka anggap biasa, saya sering temui anak seusia smp bahkan ada anak seusia SD sudah bisa "bermesraan" ditempat-tempat umum (alun-alun, taman bunga, lapangan dll)
itulah sekelumit tulisan "iseng" saya semoga berguna. amien
Wallahu 'Alam
Share:

Sabtu, 22 Oktober 2011

WAYANG VS NARUTO

 Assalamualaiku . . .
Hai temen2 Ada yang suka cerita wayang . . . ???? . . So pasti ada donk . . Wayang tu budaya kita lo terutama orang jawa . . . Salah satu alat penyebar agama dari dalam, alias membangun dari hati . . . Udah gitu sangat dalam pula artinya . . . Nama2 tokoh wayang di ambil dari bahasa arab yang di otak-atik agar cocok di telinga orang jawa . . . Contohnya :
1. Raden ABIMANYU : berasal dari kata ABI MAYURO yang artinya SAYA MENGIKUTI JEJAK AYAHKU, dalam artian ikut DALAM KEBAIKAN.
2. Raden ANTASENA : berasal dari kata ANTA SONA yang berarti ajakan ayo ENGKAU SEMUA MELAKUKAN SHOLAT SUNAH.
3. Raden BIMA : berasal dari kata yang sama BIMA. yang berati KARENA SEBAB, kita dilahirkan di dunia ini karena sebab untuk BERIBADAH PADA ALLAH SWT.
4. Raden PUNTODEWO : berasal dari kata KUNTU DAMA yang berati ENGKAU (ALLAH) ADA SELAMANYA.
5. Senjata KALIMASADA : Berasal dari kata KALIMAH SYAHADAH yang dimaksud adalah LAAILLAHA ILLALLAH MUHAMMADURROSULULLAH. Senjata utama sekaligus pamungkas.
6. Kuku PONCOWOLO : nah kalo yang ini berasal dari bahasa jawa murni namun yang dimaksud adalah 5 hal yang jika seseorang mempunyainya maka akan terhindar dari bala', apakah itu : jawabanya sudah pasti rukun islam. Yaitu : SYAHADAT, SHOLAT, ZAKAT, PUASA DAN HAJI . . . .
Nah yang lainya menyusul ea, tunggu postingan berikutnya . . .

Intinya jika KITA PUNYA BUDAYA yang ADI LUHUR dan SANGAT DALAM artinya MENGAPA kita MENGAGUNG-AGUNGKAN NARUTO yang tentunya kita tidak tahu apa sebenarnya yang ingin di raih oleh pengarangnya . . . . Selain HANYA HIBURAN semata NAMUN pada kenyataanya KITA akan DIJERUMUSKAN ke lembah kegelapan SECARA TERSELUBUNG . . . .
Mari kita ANGKAT BUDAYA KITA sendiri n JANGAN mudah TERPANCING oleh aneka BUDAYA dari LUAR . . . .
INGAT PENJAJAHAN ABAD INI BUKAN SECARA FISIK MELAINKAN MELALUI TEKNOLOGI DAN BUDAYA . . . 
WALLAHU A'LAM
. wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh . . .
Share:

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive