"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Kamis, 13 Juni 2013

BAGAIMANAKAH KITA BERSYUKUR ?

Oleh : Muhammad Ashabus Samaaun


Sesungguhnya segala nikmat yang yang Allah SWT yang karuniakan kepada manusia tak ada batasnya, kemudian bisakah kita membalas-Nya. Tentu saja tidak, tapi ada satu hal yang dapat membuat Allah SWT senang kepada kita dan kita akan dapat pahala yaitu bersyukur. Syukur hampir sama dengan berterima kasih dengan pemberian orang, namun bedanya syukur adalah hanya dikhususkan kepada Tuhan dan tentu saja ada  aturan dan konsekuensinya.

Syukur merupakan salah satu sifat mahmudah yang harus dimiliki seorang muslim. Syukur tidaklah sekedar ungkapan  rasa terimakasih seorang hamba kepada Allah swt, tetapi juga merupakan upaya besar pendekatan diri kepada Allah swt. Marilah pada kesempatan ini kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan diri dan keluarga kita dengan melakukan berbagai amal kebaikan yang dapat memperbanyak pahala. Diantaranya dengan memenuhi perintah-Nya bersyukur atas segala nikmat dan rahmat yang diberikan oleh-Nya kepada kita semua.

Pada dasarnya syukur merupakan salah satu sifat mahmudah yang harus dimiliki seorang muslim. Dalil tentang perintah bersyukur sangatlah jelas diterangkan dalam al-Baqarah ayat 152

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku"

Seringkali orang memahami bahwa syukur merupakan ungkapan manusia atas nikmat yang diberikan oleh Allah swt kepada mereka, sehingga syukur terkesan hanya sebagai  'reaksi' seorang hamba kepada Tuhannya, Allah swt. Padahal sesungguhnya tidaklah sesederhana itu. Karena sesungguhnya syukur merupakan salah satu wasilah (perantara)  seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. Syukur merupakan perilaku ibadah tersendiri yang apabila dikelola dengan benar oleh hamba akan mempermudahkan perjalanan mendekatkan diri kepada Yang Maha Agung.

Begitulah kiranya, Allah swt menaruh kata syukur berdekatan dengan kata dzikir dalam ayat diatas. Tidak lain karena, posisi syukur sama pentingnya dengan dzikir kepadaNya. Keduanya (dzikir dan syukur) sama-sama akan menghantarkan kita kepada-Nya. Apabila diperhatikan secara seksama, potongan pertama ayat yang berbunyi 'fadzkuruni adzkurkum' mengandung pemahaman bahwa barang siapa mengingat Allah swt maka Allah swt juga  akan mengingatnya. Artinya barang siapa berdzikir kepada-Nya, maka Allah swt akan selalu dekat dengannya.

Mengenai hal ini Rasulullah saw pernah berkata kepada para sahabatnya "maukah kalian aku tunjukkan amal yang paling bagus, yang paling bersih (di sisi-Nya) dan lebih berharga dari pada infaq emas perak, juga lebih bernilai dibandingkan jika kalian memenggal leher musuh dan kemudian musuh itu memenggal lehermu (mati syahid di medan perang)". Para sahabat kemudian menjawab  "mau ya Rasul" lalu nabi membalas "itulah dzikir kepada Allah swt".

Pada kesempatan lain dalam hadits qudsi juga diterangkan "ana ma'a abdi idza dzkaroni,

Aku akan selalu menyertai hamabaku, selama hambaku ingat kepadaku dan kedua bibirnya selalu bergerak-gerak (berdzikir).

Kedua hadits di atas menunjukkan betapa dzikir itu sungguh berharga di sisi-Nya. Karena dzikir merupakan wahana mendekatkan diri kepadaNya. Dan begitupula dengan syukur yang tidak kalah berharganya dengan dzikir, sebagaimana keduanya diperintahakn oleh Allah dalam al-Baqarah ayat 152dengan redaksi 'fadzkuruni dan wasykuruli '.

3 UNSUR SYUKUR

Pertanyaannya kemudian, syukur seperti apakah yang berharga senilai dengan dzikir? Syukur seperti apakah yang dapat menghantarkan kita mendekat kepada Nya? yaitu syukur yang mengandung tiga hal sekaligus pertama, syukur billisan, syukur bil janan dan syukur bil arkan

Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, jika ketiganya tidak terkumpul dalam satu tindakan, maka syukur itu tidak akan mampu mendorong diri manusia mendekat kepadaNya.

Pertama, Syukur dengan mulut (Syukur bil lisan). Yaitu menggunakan lisan sebagai media representasi rasa terimakasih kepada Tuhan (Allah SWT) dengan mengucapkan kalimat 'alhamdulillah'. Kalimat yang hanya terdiri dari dua kata ini jika terucap dari mulut seorang hamba, maka sejatinya hamba itu telah mengakui keagungan dan kemewahan rahmat Allah swt atas segala yang telah ditakdirkan dan diberlakukan kepadanya. Sebagaimana tersimpan dalam huruf 'al' dalam al-hamdu yang bermakna 'lil istighraq'. Artinya segala macam puja dan puji hanya kepada-Nya. Ini sekaligus juga menepis adanya pengakuan lain selain Allah swt. membersihkan dari dari rasa syirik yang mungkin menempel dalam hati kecil manusia.

Oleh karena itu Allah swt menggaransi/menjamin siapapun yang mengucapkan Alhamdulillah dengan ridha-Nya. Maka dari itu marilah kita bersama-sama melatih diri membiasakan mengucap Alhamdulillah dalam laku kita. baik setelah makan, setelah minum, setelah berpakaian, setelah shalat dan lain sebagainya. Karena jikalau Allah swt telah meridhai kita, rasanya Allah tidak akan membiarkan makanan yang telah masuk ke dalam perut kita sebagai penyakit. Jika Allah telah meridhai kita maka kehidupan kita akan berjalan di atas ketentuan-Nya.

Demikian keterangan hadits Rasulullah saw;

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنْ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا. رواه مسلم 

Bahwa Rasulullah saw pernah bersabda sesungguhnya Allah swt (pasti) meridhai seorang hamba yang makan makanan kemudian bersyukur (mengucap alhamdulillah) atau meminum minuman kemudian bersyukur (mengucap alhamdulillah) . (HR. Muslim)

Yang kedua adalah Syukur dalam hati (syukur bil janan). Namun, tidak hanya berhenti sekedar ucapan alhamdulillah saja.Tetapi harus disertai dengan tambahnya rasa dalam hati (biljanan)akan rasa cinta kepada Allah swt sebagai Sang Pemberi rizki. Itulah perasaan yang diutamakan. Baru menyusul kemudian rasa senang dan gembira akan rizki yang diberikan kepadanya.

Disinilah  yang perlu kita garis bawahi bahwa yang utama adalah menambahkan rasa cinta kepada Allah Sang Pemberi nikmat, lalu setelah baru rasa senang dan gembira atas rizki yang diberikan oleh-Nya.

Yang ketiga dan terakhir, adalah menyertai ucapan dan perasaan itu dengan tindakan konkrit (bilarkan). Berupa berbagai macam kewajiban syariat yaitu zakat dan kewajiban lainnya seperti sedekah, infaq dsb. Bila memang sudah memenuhi syaratnya. Artinya, nikmat yang diberikan Allah kepadanya harus digunakan sebagai alat mendekatkan diri kepada Allah swt. Jangan sampai rizki pemberian dari-Nya menemuhi salah sasaran dipergunakan selain kepentingan ilahiyah. Apalagi sampai digunakan untuk hal-hal yang madhorot tentu saja membuat syukur kita tidak diterima Allah SWT.

Jika memang ketiga hal ini dirangkai dalam satu tindakan syukur, maka Allah akan menjamin kehidupan hamba itu dan meridhainya. Hal ini pulalah yang akan menghantarkan kita memahami ayat special untuk syukur yang berbunyi

لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيد

Bahwa Allah pasti akan menambahkan kepada mereka yang bersyukur dan menyiksa mereka yang kufur.

Demikianlah  semoga bermanfaat bagi kita semua, amin.

Refrensi Artikel (www.NU.or.id)
Share:

SIAPAKAH MUSUHMU SEBENARNYA ?

Oleh  : Muhammad Ashabus Samaaun


Anda mungkin berpikir bahwa musuh kita adalah orang kafir harbi (penyerang) atau mungkin setan dan iblis laknatullah. Kalau itu sudah jelas-jelas kelihatan dan terpapar. Namun sebenarnya musuh besar kita ada didalam diri kita sendiri. Jika kita belum bisa mengalahkannnya maka mustahil bisa mencapai kemenangan melawan musuh diluar kita. ada 2 musuh besar dalam diri manusia, musuh itu bernama ….

 

Syahwat Perut

Dalam bab ke dua puluh tiga ringkasan ihya' ulumuddin (penjelasan ''menghancurkan syahwat''), Al imam ghozali menerangkan bahwa ada dua macam syahwat, yakni Syahwat perut dan syahwat kemaluan. Begitu bahayanya syahwat, sehingga harus dihancurkan karena jika salah satu atau bahkan keduanya menguasai hati manusia maka akan membuat manusia itu binasa. Jalan menuju Allah akan tertutup karena ia disibukkan untuk memenuhi syahwat tersebut.

Al kisah Nabi adam a.s. dan ibunda hawa yang di usir dari surga karena mereka tidak mampu mengendalikan syahwat perut (makan buah khuldi). Dalam sebuah hadits disebutkan

''sesungguhnya setan itu berjalan pada tubuh manusia melalui aliran darah, maka sempitkanlah jalan darah melalui lapar dan dahaga''.

 Nabi Muhammad saw juga sering memberi nasehat kepada Istri beliau yang mulia Siti Aisyah r.a. untuk mematahkan syahwat dengan berpuasa karena ada banyak hikmah dibalik puasa. Demikian terangkum dalam sub bab ''menghancurkan syahwat perut'' yang mudah-mudahan bisa meng-istiqomahkan kita untuk menjalankan ibadah puasa, sunnah maupun wajib.


Syahwat kemaluan


Dalam sebuah hadits menyebutkan, Rosulullah saw pernah bersabda:

 ''wanita-wanita adalah tali syetan. Jika pada wanita tidak ada nafsu syahwat, tentu wanita tidak mempunyai kekuasaan terhadap para lelaki.''.

 

Na'udzubillah,semoga kita tidak termasuk bala tentara syetan yang selalu siap menjadi utusan untuk melemahkan iman kaum adam. Wanita-wanita yang dimaksud hadits tersebut tentu saja wanita yang rusak akhlaqnya tidak bisa menjaga diri dan kemaluannya dan senantiasa mengumbar auratnya.

Kita harus menjaga pergaulan dengan lawan jenis. Karena ketika pergaulan tidak terjaga lagi alias sebebas bebasnya maka syahwat akan membesar dan takkan terbendung lagi oleh sekuat apapun akal kalian. Ketahuilah bahwa keinginan yang paling kuat adalah ketika nafsu syahwat yang berkobar dan menguasai akal pikiran. Ketika nafsu syahwat sudah melebihi batas, maka akal tidak lagi terkendali, sehingga yang ada di hati hanyalah mengejar kesenangan biologis bersama wanita. Namun,bagi orang-orang yang mukmin akan mampu mencegah gelora nafsu syahwat karena ia takut dosa dan takut kepada azab Allah diakhirat kelak.

Semoga kita menjadi salah satu diantara tujuh golongan yang mendapat perlindungan Allah SWT di hari kiamat, dalam lindungan arsy-Nya ketika tidak ada satupun perlindungan kecuali naungan-Nya. amiin. wallahua'lam.

Refrensi tulisan
Share:

KALIMAT TASBIH YANG LUAR BIASA PAHALANYA


KEUTAMAAN KALIMAT-KALIMAT TASBIH YANG LUAR BIASA PAHALANYA

Oleh : M. Ashabus Samaa'un

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

 

 Gambaran Logika Tentang Pahala Kalimat Tasbih

Saudaraku kaum muslimin yang berbahagia. Pernahkah anda beramal atau bersedekah sebesar 1 miliar rupiah atau lebih?. Tentu saja jarang yang bisa melakukan hal tersebut.  Berdzikir adalah sebuah ibadah yang amat ringan namun kita tidak akan menyangka jika kalimat-kalimat dzikir itu berpahala sangat besar sehingga melebihi pahala sedekah seorang kaya yang bermiliar-miliar rupiah atau bahkan bertriliun-triliun rupiah. Misalnya dalam sebuah hadits disebutkan bahwa jika kita berdzikir Subhanallah wa bihamdihi (Maha Suci Allah dengan puji-Nya), maka ditanamkan sebatang pohon kurma di surga. Berapakah harga pohon kurma surga? Tentu saja tak ada yang menjualnya kalaupun ada maka seluruh penduduk bumi akan berusaha memperebutkannya. Semua orang terkaya didunia akan berlomba-lomba menawarnya dengan harga setinggi-tingginya, namun tak ada yang bisa memperolehnya karena harganya tidak akan ada yang mampu membelinya karena barangkali hanya bisa ditukar emas sebesar bola bumi itupun barangkali belum cukup. Lagipula mustahil ada emas permata sebesar bola bumi. Jika diperhitungkan matematika kalau misalnya satu gram emas hargai 200.000 kemudian berat emas sebesar bumi itu sama dengan berat bumi atau sekitar   10 30 gram (sepuluh pangkat 30). Maka nilainya sekitar Rp. 2 x 10 35 (dua kali sepuluh pangkat tiga puluh lima atau dua ratus miliar triliun triliun rupiah). . Kemudian pertanyaannya mana ada orang punya uang sebanyak itu. Kemudian siapa yang memiliki otomatis jadi manusia terkaya diseluruh alam semesta dong. Hebat yah, klo seandainya kita punya pohon kurma dari surga. Begitulah jika kita kalkulasi pakai logika. Namun harga semustahil itupun barangkali memang belum cukup untuk membeli sebatang kurma surga. Kenapa ?

 

Jika ada seorang memilikinya maka dia akan mempunyai kekuatan yang besar untuk menguasai seluruh dunia dan isinya. Dia akan menjadi raja diatas raja didunia karena sebab berkah yang didatangkan pohon surga itu. Karena kita tidak tahu wujudnya seperti apa sifat pohon kurma surga. Satu pohon kurma surga saja hidup didunia maka seluruh dunia akan takjub kepadanya melebihi takjubnya kepada keindahan benda-benda termewah atau bahkan mengalahkan takjubnya kepada wanita tercantik didunia ini. Mungkin orang yang melihatnya akan jadi lupa diri, lupa anak istri lupa segalanya karena saking indahnya. Seandainya , Satu pohon surga saja tertanam didunia maka wanginya akan memenuhi bumi sehingga penjual parfum tidak akan laku, kasian dong. Seandainya , satu pohon kurma didunia ini tertanam didunia maka seluruh anak cucu adam tidak akan kelaparan karena setiap dipetik buahnya langsung numbuh lagi. Jika dimakan buahnya mengenyangkan dan menyehatkan sehingga tak ada orang penyakitan. Seandainya , Satu orang makan satu buah surga akan kenyang seumur hidup dan akan berumur panjang. Seandainya , Satu orang memakan buah surga maka dia akan menjadi orang yang cerdas, tambah cakep, dan awet muda. Apalagi orang yang sakit parah akan langsung sembuh. Pohon surga adalah pohon abadi sehingga tidak akan hancur sampai hari kiamat. Dan sejuta manfaat lain yang tidak bisa kita jelaskan disini. Begitulah kira-kira sifat makhluk surga, begitu sangat hebat keutamaannya sehingga tidak akan bisa ternilai harganya meskipun ditukar emas sebesar bumi tetap tidak akan cukup. Lagipula siapakah manusia yang punya emas sebesar bumi? Begitulah keutamaan pohon surga jika kita gambarkan logika kita yang amat terbatas ini.  Wallahu'alam.

 

Namun apakah hikmah pohon surga tidak diciptakan didunia? Allah lebih Maha Tahu daripada kita. Jika kita bayangkan, tentu saja akan banyak kejadian aneh dan huru-hara yang terjadi didunia ini. Coba saja pohon surga satu saja tertanam dibumi maka dia akan dijadikan tuhan/sesembahan orang-orang yang pendek akalnya. Karena kita lihat bahwa sudah terlalu banyak manusia-manusia jaman dahulu maupun sekarang memang terlalu cepat kagum terhadap sesuatu yang indah dan mempunyai kekuatan yang luar biasa sehingga sampai kebablasan mengagumi benda itu sampai-sampai kepada keyakinan bahwa benda hebat dan luar biasa itu tuhannya, seperti kaum bani israil misalnya yang menyembah patung sapi buatan samiri hanya karena patung itu bisa bicara. Apalagi jika ada pohon surga tertanam dibumi yang begitu hebat dan luar biasa manfaatnya maka banyak orang akan mengagungkannya bahkan mengira itu adalah jelmaan tuhan, dewa atau dewi atau jelmaan malaikat dan sebagainya sehingga ramai-ramai orang berbondong-bondong menyembahnya untuk meminta berkah, memohon kekayaan dsb (Seperti yang dilakukan orang-orang musyrik jaman kita yang ngalap berkah dikuburan untuk memperoleh harta duniawi ). Karena memang kenyataan makhluk surga satu saja mendiam dibumi akan mendatangkan berkah yang sangat banyak kepada semua penduduk bumi, misalnya saja hajar aswad (batu hitam dika'bah) dengan ijin Allah sejak jaman Nabi Ibrahim sampai sekarang telah mendatangkan banyak kebaikan bagi kaum muslimin karena setiap hari batu tidak pernah berhenti mendo'akan kebaikan bagi kaum muslimin terlebih bagi yang sedang haji. Dan do'a batu itu pasti dikabulkan oleh Allah. Mereka yang berhaji diwajibkan mengucapkan salam dan mencium hajar aswad sebagai bentuk penghormatan  (bukan berarti menyembah). Begitulah meski cuman berbentuk batu akan tapi memiliki kemuliaan yang besar, karena hajar aswad adalah batu dari surga. Untuk lebih jelas lagi anda bisa membaca lagi kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail waktu membangun ka'bah kemudian datanglah seorang malaikat jibril yang memberikan batu itu untuk dijadikan salah satu bagian dari ka'bah.

 

Masihkan kita bisa membandingkan kekayaan dunia dengan balasan kekayaan akhirat? Tentu saja tidak bisa. ? Apalagi kekayaan dunia itu bersifat sementara sedangkan kekayaan akhirat itu kekal selama-lamanya. Hanya orang bodoh yang menjual akhirat untuk dunia. Karena satu kalimat dzikir lebih berharga daripada dunia dan isinya. Subhanallahu'Allahu Akbar.

 Maukah anda dikasih Allah Pohon Kurma surga?. Caranya cukup mudah. Perbanyaklah dzikir dan tasbih. Begitulah keutamaan zikir ia akan mendapatkan yang besar, ditanamkan pohon kurma disurga misalnya. Akan tetapi semua itu ada syaratnya . Yaitu kita harus berdzikir dengan khusuk dan hati yang ikhlas, kemudian merealisasikan kalimat dzikir itu dalam kehidupan sehari-hari, misalnya kita selalu merasa diawasi oleh Allah dalam segala gerak gerik kita sehingga kita akan mengekang diri kita dari maksiat. Itulah salah satu contoh makna realisasi dzikir yang dimaksud. Misalnya jika kita telah mampu dan hafal serta istiqomah dalam mengucapkan kalimat subhanallah (Maha Suci Allah) maka contoh realisasinya adalah kita wajib meyakini bahwa Allah itu Maha Suci dari segala salah dan dosa karena salah dan dosa adalah sifat makhluk dan Tuhan tidak mungkin melakukan kesalahan, Kemudian meyakini bahwa Dia Maha Suci dari penyerupaan terhadap makhluk-Nya, Dia Maha Suci dari perkataan-perkataan kafir semacam perkataan orang nasrani yang mengatakan Allah mengangkat anak atau orang-orang paganisme (penyembah berhala) yang mengatakan Tuhan itu banyak dan memiliki tandingan semacam dewa api, dewa air, dewa bulan, dewa matahari dsb. Kita harus meyakini bahwa Allah Maha Suci dari semua keyakinan-keyakinan kafir tersebut. Itulah yang dimaksud realisasi terhadap kalimat subhanallah, tetapi tidak terbatas pada ini saja. Mengingat kalimat ini sepele diucapkan namun memiliki makna tak terbatas. Itulah keutamaan kalimat dzikir.

 

KEUTAMAAN KALIMAT TASBIH

 

Salah satu kalimat kalimat dzikir yang sangat besar pahalanya disisi Allah adalah kalimat tasbih (kalimat meagungkan dan mensucikan Tuhan, Allah SWT). Berikut beberapa keutamaan kalimat tasbih yang dapat kami sampaikan dalam kajian ini.


1.Pertama, Mendapatkan ampunan  semua dosa, baik yang telah lewat maupun yang baru saja terjadi, dan bahkan dapat memberatkan timbangan amal baik nanti dihadapan Allah ta'ala. Rasulullah Saw. Bersabda:

 "Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah tetapi sangat memberatkan timbangan (amal) dan sangat disukai Allah adalah Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil adziim (Artinya "Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung")

(Hadits ini Diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahihnya)




Kedua. Dapat menghapus atau menghilangkan dosa-dosa orang yang biasa mengucapkan. Nabi Saw. Bersabda: "Apakah salah seorang tidak sanggup untuk mengusahakan seribu kebaikan setiap hari?" Maka ditanyakan kepada beliau: "Bagaimana hal itu dapat diusahakan ya Rasulullah"? Berliau Berkata; "Yaitu bertasbih kepada Allah 100 kali, dengan tasbih tersebut dicatatat 1.000 kebaikan untuknya dan dihapuskan dari padanya 100 keburukan (dosa)". (H.R. Muslim)

Ketiga. Tasbih adalah salah satu ucapan yang paling disukai Allah: Perkataan yang paling disukai Allah ada empat, yaitu: Subhanallah (Maha Suci Allah), wallhamdulillah (segala puji bagi Allah), dan Laaila ha illallahu wallahu akbar (tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar). (H.R. Muslim)

Keempat. Allah Swt menjanjikan balasan surga bagi orang yang membiasakan diri mengucapkan tasbih. "Barangsiapa yang mengucapkan Subhanallah wa bihamdihi (Maha Suci Allah dengan puji-Nya), maka ditanamkan sebatang pohon kurma di surga" (H.R. Tarmidzi)

Kelima. Ucapan tasbih dapat menjadi salah satu alat bukti (kesaksian) bagi perbuatan seseorang pada hari kiamat.

 

 "Hendaklah kamu sekalian membaca tasbih, tahlil, dan taqdis (penyucian), maka janganlah kamu lalai dan ikatan dengan jari-jari, karena sesungguhnya bacaan-bacaan itu dijadikan mampu untuk berbicara (memberikan kesaksian pada hari kiamat)" (H.R. Abu Daud, at-Tarmidzi dan al-Hakim).

 

 tasbih merupakan kalimat yang ringan dan mudah untuk diucapkan, tetapi mendapat pahala yang sangat besar di sisi Allah Swt.

 

 "Ada dua kalimat yang ringan atas lidah, tetapi berat di atas timbangan dan dicintai oleh Allah Yang Maha Pemurah, yaitu Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil adzim (Maha Suci Allah Yang Maha Agung)". (H.R. al-Bukhari dan Muslim)

 

Begitulah keutamaan dzikir. Sangat banyak dan sangat utama manfaatnya. Oleh karena itu dimanapun dan kapanpun kita diharuskan berdzikir kepada-Nya supaya hati tenang dan tentram dan menghindarkan kita dari semua bentuk kemaksiatan yang menyengsarakan. Sebaik-baik perkataan adalah perkataan dzikir seburuk buruk perkataan adalah perkataan musyrik dan maksiat. Maka seorang mukmin tidak akan menyibukkan dirinya untuk mengucapkan kata-kata sia-sia seperti mencela, mengumpat, berbohong, berkata-kata kotor dsb. Mengingat jatah hidup didunia ini terbatas dan perkataan jelek itu besar dosanya. Kemudian lebih menyibukkan diri kepada kalimat dzikir yang sangat besar manfaatnya.

 

Wallahu'alam

 

Refrensi : Auliacendekia.com


Share:

Rabu, 05 Juni 2013

Sisi Lain Sejarah : Aksara Jawa dan Surat Maklumat umat Islam

ada yang tahu kapan aksara jawa itu di buat ?
saya pribadi tak pernah tahu kapan waktu persisnya aksara jawa itu di buat. Benarkah "Aji Soko" itu ada, atau hanya sekedar cerita ? saya juga tidak tahu . . . tapi saya dengan mantap akan menyebutkan bahwa sebenarnya yang selama ini kita sebut sebagai "Aksara Jawa" itu sebenarnya surat maklumat berbahasa arab. mengapa demikian ?
Berikut saya salin "Aksara Jawa" dari wikipedia *1.
"....... aksara Jawa diurutkan menggunakan urutan ha-na-ca-ra-ka yang disusun untuk mempermudah penghapalan dan pengingatannya dengan cara yang kreatif yaitu dengan menyusun dalam suatu fragmen pendek yang menarik yang dikaitkan dengan mitos Ajisaka. Fragmen tersebut terdiri dari 4 baris masing‐masing terdiri dari 5 aksara, menyerupai metrum atau puisi
  1. hana caraka (ana utusan)
  2. data (sabanjuré) sawala (= suwala –kêrêngan)
  3. pada jayanya (babag kekuwatané)
  4. maga (ma‐ang‐ga) batanga (bangké) = mangawak bangké = palastra ! . . . . "

pada kaliamat di atas disebutkan bahwa
 " . . . Fragmen tersebut terdiri dari 4 baris masing‐masing terdiri dari 5 aksara, menyerupai metrum atau puisi . . ." 
benarkah puisi jawa sudah ada pada zaman itu ? (nek aku ra yakin :) _red) yang jelas di arab pada masa itu sastra dan syair sudah sangat berkembang. bahkan menjadi trend sehari-hari. coba simak, "Aksara Jawa" itu jika dijadikan bahasa arab maka akan menjadi

'Aji Shaka (Surat Maklumat / Pengakuan Kemenangan)

1. Hana tjaraka = Disana, rendahkanlah dirimu (hatimu)
2. Dzata Syawala = Pada dzat yang Maha tinggi / suci
3. Fadda Jaya'a = Maka Serukanlah / akuilah / keraskanlah suara pada kemenangan
4. Mahabbata danga = yang mengajak pada kasih / saling mengasihi / menyayangi /

bukankah surat seperti ini juga yang di bawa ke Harits Al-Himyari (Raja Yaman) dan kepada Najasi, penguasa Abesinia (Ethiopia). ketika umat muslim hendak mengajak mereka masuk Islam.

jika benar ini "surat berbahasa" arab. maka hal ini berarti itu awal penyebaran islam di indonesia. Semakin tua "Aksara Jawa" itu maka semakin lama pula islam telah berada di jawa . . . wallahua'lam.


refransi :
*1. http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Jawa
Share:

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive