"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Jumat, 08 Januari 2016

Kisah Islam - Ketika orang musyrik memakan 'tuhan'nya sendiri

 by Nurul Fatin
Edit by Ashabul-Muslimin.tk

Memang kita sebagai orang beriman patut heran melihat kenyataan para musyrikin penyembah berhala yang sungguh diluar nalar, mereka membuat patung itu sendiri kemudian mereka sembah padahal bergerak sedikitpun tidak mampu, apalagi berbicara dan menciptakan sesuatu, itulah keanehan para penyembah berhala padahal mereka yang buat sendiri mereka pula yang menyembah benda terkutuk buatannya sendiri, naudzubillah.

Ada cerita menarik terkait perilaku jahiliyah bangsa Arab kuno. Suatu hari, Sa’ib bin Abdullah sedang sibuk memahat patung berhala yang akan disembahnya. Tidak beberapa lama, patung itu terbentuk. Wujudnya mirip manusia. Ada kepala, mata, hidung, mulut, tangan, kaki, dll. Sa’ib dengan seksama memerhatikan hasil karyanya tersebut. Lalu ia ambil bejana berisi susu kental. Ia arahkan bejana ke lubang hidung patung dengan maksud agar susu tersebut dihirup. Sang patung tentu saja tak akan pernah menghirup karena tak bernyawa. Kemudian Sa’ib menyiramkan air susu ke tubuh patung. Byurr.. byurr.. byur... patung basah kuyup.
Selang beberapa saat, datang seekor anjing ,menghampiri patung. Hidungnya mengendus endus seluruh bagian tubuh patung, lidahnya dijulurkan. Dan apa yang terjadi?  Anjing tersebut kemudian menjilati seluruh bagian patung. Setelah puas, anjung tersebut mengangkat satu kakinya dan mengencingi patung yang dijadikan tuhan oleh Sa’ib.sungguh luar biasa kebodohan orang-orang musyrik paganisme (penyembah berhala) jaman dulu masak tuhan mereka kok lebih buruk daripada anjing, karena dijilatin dan bahkan dikencingi anjingpun berhala mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


Lain lagi dengan kaum bani Hanifah. Patung yang mereka buat bukan dari kayu atau batu, melainkan tepung terigu. Tradisi ini telah berlangsung berabad-abad. Sampailah saat kaum ini diterpa bencana kelaparan. Panen gagal, tak ada lagi pangan yang dapat dimakan. Yang tersisa hanya tepung terigu yang telah berwujud patung. Karena perut tak bisa diajak kompromi, mereka pun beramai-ramai memakan patung tersebut. Tak ada rotan akar pun jadi. Tak ada makanan, tuhan pun jadi .he.he.he. Mungkin begitulah yang ada pada benak mereka saat itu. sungguh memang otak orang musyrik lebih buruk daripada binatang jalang sekalipun semoga kita tidak termasuk mereka yang dibinasakan dineraka jahanam, Naudzubillahi min dzalik


Refrensi : buku "The Great Story of Muhammad”
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive