"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Rabu, 23 November 2016

Tanggapan Warga Sekitar Mengenai Keberadaan Ponpes NII alzaytun

Keberadaan Pondok Pesantren Al Zaytun yang berlokasi di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dalam beberapa pekan terakhir menjadi pembicaraan publik.
Hal itu semakin gencar diberitakan di sejumlah media massa menyusul adanya tuduhan keterikatan Ponpes Al Zaytun serta petingginya dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Seberapa jauh dampak yang ditimbulkan atas isu publik yang cukup hangat tersebut oleh santri-santri Ponpes Al Zaytun.Sejumlah santri ponpes yang ditemui mengaku tidak terpengaruh dengan pemberitaan deras menyudutkan ponpes pimpinan Panji Gumilang yang dikaitkan dengan NII.Taufik Hardiyanto, salah seorang santri Madrasah Aliyah (MA) kelas 10 mengaku mengetahui informasi tentang Al Zaytun dan NII dari internet maupun televisi. Namun, secara pribadi dia tidak terpengaruh terhadap perkembangan yang terjadi di luar.
Taufik mengaku tetap fokus dan berkonsentrasi mengikuti kegiatan belajar mengajar. Terlebih saat ini tengah memasuki ujian akhir sekolah (UAS). “Sepertinya tidak berpengaruh banyak dan santri juga tetap fokus belajar,” ujar remaja 16 tahun ini, Kamis (12/5/2011).Dia mengaku apa yang dituduhkan tersebut tidak benar dan belum pernah dialami olehnya, terutama terkait aktivitas cuci otak.

Keluarganya juga tidak mengkhawatirkan isu yang beredar. “Keluarga percaya dengan Ponpes Al Zaytun. Sejak adanya isu keluarga enggak begitu khawatir,” sambungnya.Hal senada diungkapkan santri lainnya, Syaeful Umam (16). Dia mengaku, munculnya isu tersebut diyakini tidak akan mempengaruhi santri lainnya yang tengah belajar agama dan pendidikan modern di ponpes terbesar di Asia Tenggara tersebut.
“Santri tetap yakin bahwa apa yang dituduhkan adalah tidak benar. Kami tetap yakin dengan sistem pendidikan di sini,” terang Syaeful seraya menambahkan isu itu tidak cukup meyakinkan dirinya untuk meninggalkan Al Zaytun.Sementara itu, Rakidi (49), salah satu warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu yang lokasinya hanya berjarak 1 kilometer dari lokasi pesantren mengaku, keberadaan Al Zaytun menurutnya tidak memberikan manfaat yang cukup berarti bagi masyarakat.
Pasalnya, keberadaan ponpes yang tertutup dengan dunia luar juga membuat warga Desa Mekarjaya tidak dapat bersosialisasi dengan santri ponpes. "Saya tidak pernah tahu apa yang ada dalam Al Zaytun, karena untuk bisa masuk saja tidak bisa,” cetusnya.

Rakidi mengaku, Ponpes yang lokasinya dikelilingi hutan belantara tersebut juga membuat warga tidak dapat memantau setiap perkembangan yang terjadi.Mengenai NII yang dikaitkan dengan Al Zaytun, warga tidak pernah mendapatkan informasi dan didatangi oleh orang-orang Al Zaytun yang membawa embel-embel NII.
“Kami tidak pernah tahu masalah NII dan baru tahu dari informasi di televisi,” katanya.Sementara itu Sekretaris Kecamatan Gantar Asep Machmud mengatakan pihak Kecamatan Gantar mengaku meski lokasi Al Zaytun dekat dengan wilayahnya, namun pihaknya belum mendapatkan laporan dari warga tentang adanya gerakan NII yang masuk ke desa-desa.“Sejauh ini belum ada laporan dari warga. Muspika Kecamatan baik anggota Polsek dan Koramil terus berkonsultasi dengan kami jika menemukan adanya indikasi masuknya NII,” ucapnya

Sumber :Okezone.com

Komentar Tholabun Ilman : Mungkin mereka tidak berani mempengaruhi masyarakat sekitar supaya keberadaan mereka aman tidak terjadi kericuhan, mereka merekrut orang-orang yang jauh adalah strategi cerdik mereka agar makar mereka berjalan mulus. Terbukti dari korban korban nya adalah orang luar daerah situ.

Gallery Kemegahan Ponpes Al-Zaytun

Sungguh hal yang aneh, ditengah padang tandus, ditengah-tengah pemukiman masyarakat yang ekonominya dibawah rata-rata dan tiada bangunan bangunan tinggi berdiri disekitarnya sebuah pesantren zaitun pimpinan panji gumilang yang sangat megah bagaikan kerajaan atau istana,? darimana dana mereka membangun pesantren ini kalau bukan dari antek antek amerika juga hasil menipu mereka dengan kedok amal, zakat, pajak negara dll.













Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive