"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Jumat, 29 Juni 2012

Opini : Pilih sholawat atau musik syahwat ?




Setiap orang memiliki asumsi pribadi dalam memandang fenomena sholawat yang belakangan disebut sebagai budaya populer di kalangan santri. Ada yang berasumsi sebagai keberhasilan tarbiyah karena tertanamnya benih-benih kecintaan kepada Baginda Rasulullah SAW. Ada juga yang berasumsi,fenomena ini tak lebih dari gejala dinamis anak baru gede,yang dikaitkan dengan kaidah fiqh irtikabu akhaffi dlororoin (Mengambil yang paling ringan risikonya-dari pada suka boy band, girl band, dangdut, pop, punk rock, dan sebagainya).

Tetapi memang daripada kita itu denger lagu-lagu seronok. Kayak lagu pop cinta-cintaan, selingkuh-selingkuhan, pacar-pacaran dan sebagainya misalnya judul lagu "kamu ketahuan selingkuh", "aku cinta kamu", "cinta sejuta rasa", "hidup untuk mencintaimu", "benci bilang cinta", "jatuh cinta lagi", "indah cintaku", "kisah cintaku", "asmara hati", "rayuan gombal, "Cinta buta", "aku sayang kamu"  dan bla bla blbaaa sebagainya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu karena saking banyaknya. Lagu-lagu seronok macam itu tentu saja tidak ada manfaat dan nasehat yang diambil dari syairnya tetapi justru memberikan dampak negatif terutama bagi anak-anak. Apalagi jika anda melihat tayangan klip videonya girlband korea misalnya yang pakaiannya serba rock mini dan mengumbar syahwat. Sungguh tidak pantas kita sebagai bangsa indonesia yang mempunyai budaya luhur keislaman melihat sesuatu yang merusak moral seperti itu. Sungguh, banyaknya fenomena anak kecil sudah tahu pacaran dan bahkan berbuat mesum sesungguhnya secara langsung maupun tidak langusng memang tidak terlepas dari pengaruh media-media teknologi yang menyuguhkan acara-acara yang sangat tidak bermanfaat, mengumbar aurot dan mendengungkan nyanyian-nyanyian pembangkit hawa nafsu seperti itu.

Semua bebas berpendapat dengan hujjahnya masing-masing tentang fenomena lagu-lagu jahiliyah ini. Akan tetapi alangkah baiknya jika lagu-lagu yang kita dengar selain sebagai penghilang rasa stress juga bisa memberikan hikmah, nasehat dan pelajaran bagi pendengarnya. Paling tidak bisa memberikan nasehat yang baik, terlebih lagi lagu itu bisa menambah kecintaan kita kepada islam. Misalnya saja musik shalawat, tentu saja ada dampak tersendiri bagi pendengarnya. Seorang muslim tentu saja harus bijak memilih lagu-lagu yang didengarkanya karena hal itu berdampak kepada kepribadian dan tingkah lakunya baik langsung maupun tidak. Dengan mendengarkan shalawat maka paling tidak akan ada timbul rasa kecintaan kepada rasululullah saw, manusia panutan dan teladan sepanjang masa. Memang musik bukanlah hal yang sepele karena jaman modern ini jarang sekali orang hidup tanpa musik. Dimanapun dan kapanpun kita telah melihat seorang memegang radio tape, cd player, mp3 player , Hp  dan sebagainya untuk mendengarkan musik sekedar menghilangkan rasa suntuk dan stress seharian belajar dan ada juga yang bekerja. Tapi walaupun cuman sekedar mendengar, tetapi ternyata juga mempunyai dampak yang signifikan bagi pemikiran dan tingkah laku pendegarnya. Yang suka mendengarkan musik yang penuh dengan nasehat maka akan menemukan inspirasi dalam hidupnya, dan yang suka mendengarkan musik seronokpun maka akan semakin keruh hatinya dan menjadi orang lalai.

Alangkah lebih baiknya juga jika kita mengganti musik dengan bacaan Al-Qur;an jika belum bisa istiqomah minimal bersholawat itu lebih baik daripada mendengarkan lagu jorok yang dampaknya ternyata juga sangat besar kepada akhlaq dan prilaku kita.


Keistimewaan Sholawat

Sayyid Hazim bin Zain al’asyiqin menyampaikan sebuah hadits tentang keistimewaan sholawat dalam kitabnya Miftahus Sa’adah,”Sebagian shohabat bertanya kepada Rosuullah SAW,”Yaa Rosuulullah, Allah bersholawat 10 kali kepada orang yang bersholawat kepada paduka 1 kali. Apakah itu khusus bagi orang yang bersholawat dengan kehadiran hati? Rasulullah menjawab,”tidak! bahkan itu bagi setiap orang yang bersholawat kepadaku dalam keadaan lalai (tidak disertai kehadiran hati), dan selain itu Allah akan memberinya pahala sebanyak gunung-gunung, para malaikatpun akan memohonkan ampunan baginya. Adapun bagi orang yang hatinya hadir dalam bersholawat kepadaku, maka tidak ada yang tahu kadar itu selain Allah.” Imam Ahlussunnah Abad 21, Al Muhaddits Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki dalam karyanya Labbaikallahumma Labbaik, menilai hadits tersebut shohih dalam periwayatannya.

Lebih  lagi tentang keistimewaan sholawat seperti disampaikan Syaikh Yusuf An Nabhani dalam Afdlolush Sholawat ‘ala Sayyidis Saadaat bahwa Imam Asy Syathibi dan As Sanusi memastikan adanya pahala yang diterima si pembaca sholawat meskipun dengan maksud pamer. Lebih serius mengenai keistimewaan sholawat, Syaikh Ahmad Asrori al Ishaqi dalam risalahnya Al Muntakhobat, mengungkapkan mayoritas imam-imam thoriqah yang menjadi panutan menegaskan bahwa menyibukkan jiwa dengan bersholawat kepada Nabi SAW adalah penyebab terbukanya mata hati hamba yang paling besar dan menduduki tempatnya guru pembimbing sehingga,banyak sekali orang yang berma’rifat billah dengan perantara sholawat, padahal mereka tidak mempunyai guru pebimmbing. Hal ini seperti juga diungkapkan al Fasi dalam syarah ad Dalail. Tentunya ini hanya sebagian kecil dari sekian juta fadhilah sholawat, mengingat sangat istimewanya Rasuulullah SAW di hadapan Allah SWT.

Wallahu'alam


isi Kajian (hapus ini jika ingin Posting artikel, tapi jangan Hapus Tulisan "Kirimkan ke teman anda sebagai file .Pdf)
Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive