"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Rabu, 20 Juni 2012

Hikmah menikah, cepat kaya





Sebagian pemuda begitu khawatir untuk menikah, karena khawatir dalam hal rizki. Padahal saat ini ia telah berpenghasilan cukup, sudah bisa ditakar ia dapat menghidupi seorang istri. Namun begitulah, kekhawatiran demi kekhawatiran terus menghantuinya sehingga ia pun mengulur waktu untuk segera menikah. Padahal janji Allah itu pasti, Dia akan mencukupi kita jika kita miskin. Karena kita harus yakin bahwa Allah-lah pemberi rizki setelah kita melakukan usaha. 

Ayat yang bisa menjadi renungan adalah firman Allah Ta’ala, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32).

Di antara tafsiran Surat An Nur ayat 32 di atas adalah: jika kalian itu miskin maka Allah yang akan mencukupi rizki kalian. Boleh jadi Allah mencukupinya dengan memberi sifat qona’ah (selalu merasa cukup) dan boleh jadi pula Allah mengumpulkan dua rizki sekaligus (Lihat An Nukat wal ‘Uyun). Jika miskin saja, Allah akan cukupi rizkinya, bagaimana lagi jika yang bujang sudah berkecukupan dan kaya?
Dari ayat di atas, Ibnu Mas’ud ra berkata; “Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim mengenai tafsir ayat di atas). Lihatlah pemahaman cemerlang dari seorang Ibnu Mas’ud karena yakin akan janji Allah.

Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah akan senantiasa menolong orang yang ingin menjaga kesucian dirinya lewat menikah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah saw bersabda tentang tiga golongan yang pasti mendapat pertolongan Allah. Di antaranya; “… seorang yang menikah karena ingin menjaga kesuciannya.” (HR. An Nasai no. 3218, At Tirmidzi no. 1655. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Ahmad bin Syu’aib Al Khurasani An Nasai membawakan hadits tersebut dalam Bab “Pertolongan Allah bagi orang yang nikah yang ingin menjaga kesucian dirinya”. Jika Allah telah menjanjikan demikian, itu berarti pasti. Maka mengapa mesti ragu?

Allah memberi rizki tanpa ada kesulitan dan sama sekali tidak terbebani. Ath Thohawi rahimahullah dalam matan kitab aqidahnya berkata, “Allah itu Maha Pemberi Rizki dan sama sekali tidak terbebani.” Seandainya semua makhluk meminta pada Allah, Dia akan memberikan pada mereka dan itu sama sekali tidak akan mengurangi kerajaan-Nya sedikit pun juga. Dalam hadits qudsi disebutkan, Allah Ta’ala berfirman; “Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta semua jin dan manusia berdiri di atas bukit untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku penuh permintaannya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang menyerap air ketika dimasukkan ke dalam lautan.” (HR. Muslim no. 2577, dari Abu Dzar Al Ghifari). Mengenai hadits ini, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Hadits ini memotivasi setiap makhluk untuk meminta pada Allah dan meminta segala kebutuhan pada-Nya.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 48)

Dalam hadits dikatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ; “Allah Ta’ala berfirman padaku, ‘Berinfaklah kamu, niscaya Aku akan berinfak (memberikan ganti) kepadamu.’ Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Pemberian Allah selalu cukup, dan tidak pernah berkurang walaupun mengalir siang dan malam. Adakah terpikir olehmu, sudah berapa banyakkah yang diberikan Allah sejak terciptanya langit dan bumi? Sesungguhnya apa yang ada di Tangan Allah tidak pernah berkurang karenanya." (HR. Bukhari no. 4684 dan Muslim no. 993).

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata, “Allah sungguh Maha Kaya. Allah yang memegang setiap rizki yang tak terhingga, yakni melebihi apa yang diketahui setiap makhluk-Nya.” (Fathul Bari, 13: 395)
Dengan merenungkan hal ini, semoga Allah memberi taufik pada Anda yang masih ragu untuk menikah untuk segera menuju pelaminan. Berusahalah dalam mengais rizki dan tawakkal pada Allah, niscaya akan selalu ada jalan keluar. Barangkali di awal nikah atau ingin beranjak, Anda akan penuh rasa khawatir atau merasa berat dalam hidup. Namun jika Anda yakin terhadap hal di atas, niscaya kekhawatiran akan beralih menjadi percaya dan rizki pun akan datang dengan mudah, asalkan berusaha dan terus bekerja demi menghidupi keluarga. 

 Dan memang sebagian besar orang sekarang ini memandang kaya dari banyak hartanya. Padahal hakikat sebenarnya kaya itu adalah identik dengan hati. Banyak orang kaya harta namun tidak pernah merasa
 bahagia karena tidak bahagia karena tidak dikaruniai kebahagiaan hati. Namun tak jarang orang tidak punya tetapi hidupnya senang banyak saudara, punya istri yang baik dan anak-anak yang sholih dan selalu bersyukur dengan  apa yang ada. Jika kita tinjau kaya dari segi harta maka hal itu mudah dicari yang penting kuncinya tekun, mau belajar, pantang menyerah dan  mau bekerja keras. Karena jika kita memang mau dan kita gunakan seluruh kemampuan kita untuk bekerja keras mencari rejeki dan mau bertawakal kepada Allah maka tak ada yang sulit dengan Dia untuk menghendaki sesuatu seperti apa yang kita minta, tanpa menunggu menikah dulu kita bisa. Namun jika kita meninjau dari kekayaan hati atau kebahagiaan tidak cukup dengan harta tetapi menikah adalah salah jalan diantara keduanya yaitu jalan kaya harta jika mau sungguh berusaha karena tak ada kaya tanpa usaha dan yang yang kedua yaitu jalan kekayaan yang sebenarnya yaitu kekayaan hati. 


Jika kita mau mencerminkan hal itu dijaman kita, sekarang ini banyak kaum kaya sukses yang muda-muda namun belum menikah tentu saja mereka merasa ada kekayaan yang hilang yaitu kebahagiaan hati. Lalu mereka berpikir jika saya begini (hidup membujang tapi banyak harta) namun saya tidak merasa bahagia akan tetapi jika saya menikah lalu waktu saya akan tersita sebagiannya untuk mewujudkan kesuksesannya. Pemikiran yang salah kaprah seperti itu yang sering melanda diantara kaum muslimin padahal dengan menikah maka bekerja pun akan lebih semangat karena mendapatkan motivasi dari anak istri sehingga hasil lebih maksimal. Itulah yang dimaksud "jika ingin kaya dan cepat kaya maka menikahlah" karena dengan menikah jiwa manusia akan merasa tenang entah itu berharta atau tidak. Dan akan sangat jarang dijaman modern ini orang kaya yang mempunyai jiwa yang tenang hidupnya tentram justru banyak diantara mereka yang bunuh diri karena tidak kuat disibukkan oleh dunia atau kekayaannya sendiri.


Jika kita mau merujuk al-Qur;an maka telah dijelaskan bahwa dengan menikah hidup kita akan menjadi lebih tenang dan bahagia. Firman Allah di dalam Al-Qur’an surat al-Rum 21 dinyatakan :

“dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikann-Nya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kamu yang mau berfikir”


( Ref : www.malang-pos.com)


isi Kajian (hapus ini jika ingin Posting artikel, tapi jangan Hapus Tulisan "Kirimkan ke teman anda sebagai file .Pdf)
Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive