"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Minggu, 17 Juni 2012

Fenomena demam booming Boyband / Girlband / Korea pop / K-pop




Dalam kajian kali ini kami akan menyajikan sebuah kajian tentang realitas umat islam yang sungguh memprihatinkan yang semakin membuat nasib umat islam tambah terjajah dan terpuruk khususnya terkait dengan generasi muda penerus bangsa dan agama. Yaitu permasalahan demam korean pop atau band musik pop dari negara mancanegara tepatnya korea. Bukan musiknya yang bahaya tapi karena yang lebih membuat heran adalah tiket konser korea seharga berjuta-juta (kira-kira 700 ribu - 2,5 juta) habis ludes disikat para fans fanatik korea. bahkan yang lebih aneh lagi mereka yang tidak kebagian tiket / kehabisan mereka menangis histeris, sungguh aneh gagal membuang duit kok malah menangis. Bukankah itu salah satu perilaku saudara setan yaitu BOROS. 

Belum lagi para fans fanatik korea pada waktu mereka melihat idolanya (baca:berhala) konser mereka menangis histeris seakan-akan melihat tuhan. Hal itu bagi kita sebagai seorang muslim haruslah menganggap hal itu tidak wajar karena mereka telah lebih mencintai artis-artis kafir dari negara korea daripada nabi panutan umat (nabi Muhammad saw) dan sahabatnya.

Selain itu barangkali hal seperti itu sudah mencapai tingkatan syirik karena mencintai manusia melebihi cintanya kepada Allah Sang Maha Pencipta. Terbukti ada yang mengantri tiket konser dari sebelum subuh sampai rela menunggu jam 09 pagi tidak capek demi mendapatkan sebuah tiket konser (baca: tiket neraka) sudah pasti banyak diantara mereka yang sebagian besar remaja muslim meninggalkan sholat subuh hanya untuk mendapatkan tiket yang harganya minta ampun itu. Kenapa mereka tidak berpikir hal itu boros, merasakan susahnya orang tua mencari uang, siang malam banting tulang untuk mencari nafkah untuk anak isteri tetapi ternyata digunakan anaknya untuk hal yang amat sangat sia-sia.

Dan juga mereka yang seperti itu kebanyakan orang yang tidak mau bersyukur dan suka gengsi. Karena mereka berpikir yang penting senang dan ikut-ikutan hura-hura dengan menghamburkan uang berjuta-juta untuk hal yang sia-sia dan mereka mungkin tidak pernah berpikir saudara-saudara muslim lain yang tidak mampu lebih membutuhkan uang karena barangkali banyak para fakir yang makan sehari cuman sekali atau bahkan 3 hari sekali karena tidak mampu membeli makanan.

Belum lagi mereka boyband itu dikabarkan adalah seorang homo dan lebih terbukti dari pakaian kostum mereka saat konser menggunakan kostum wanita, sungguh jika anda waras maka anda akan lebih mengatakan mereka orang gila daripada seorang pemusik. Dan belum lagi yang girlband / anak band perempuan dari korea, terkenal dengan gaya pakaian seronok dan pengumbar aurot, pakai rock mini dan serba mengumbar syahwat yang menimbulkan fitnah / bahaya  bagi laki-laki yang memandangnya.

Oleh karena dampaknya yang luar biasa itu bagi akidah dan moral umat islam maka semoga kajian singkat ini tentang fenomena demam korea pop musik dan dampak buruk dari korea pop itu. mari kita simak

Apa itu Korea Pop / musik pop korea


K-pop, kepanjangannya Korean Pop ("Musik Pop Korea"), adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara. Kegandrungan akan musik K-Pop merupakan bagian yang tak terpisahkan daripada Demam Korea (Korean Wave) di berbagai negara.(wikipedia)


Kalau menurut saya kpop itu adalah sering disebut boyband (anak band laki-laki) dan girl band (anak band perempuan) yang berasal dari negara "ginseng" atau korea. ciri -ciri mereka adalah pada waktu main musik atau lewat video klip mereka tak ada yang main instrument musik tapi hanya gerak badan diiringi musik dari pemutar kaset berbeda dengan konser band umumnya yang menggunakan isntrumental musik, jumlah anggotanya banyak sekitar 7-15 orang. mereka semua dominan pada vocal dan gerak badan. Dan lebih mirip senam olahraga  diriingi musik pengiring dari pemutar kaset daripada sebuah band musik.

Kalau menurut saya sih musik mereka lebih mirip ke disco dan nge-dance. Dan barangkali mereka terkenal karena modal wajah ganteng, cantik dan imut. Dan secara nada musik menurut kami tidak terlalu bagus tapi barangkali banyak yang nge-fans karena ketampanan rupa bukan faktor suka pada musiknya.

 dan karena kepopuleran mereka maka banyak artis-artis indo meniru gaya dan penampilan mereka supaya kontraknya laku. itulah sedikit contoh keadaan dunia entertainment saat ini. Lebih bersifat hura-hura daripada unsur pendidikan. dan bahkan lebih dominan unsur perusak moral yang kita dapatkan dari mengkonsumsi hiburan dari dunia entertainement sekarang ini. kita memang patut waspada dengan hal tersebut.

Fenomena demam Korea


Jika Anda penggemar music saat ini, khususnya dari band pop indonesua tentu nama Sm*sh, 7 Icon, Max 5, Cherry Belle dan Hitz tak asing lagi? Ya demam boys dan girls band sedang melanda dunia musik tanah air. Tak hanya aliran musiknya, namun dandanan yang mereka pakai juga menawarkan sesuatu yang berbeda. Penggambaran gaya Korea itu bisa dilihat dari bagaimana gaya rambut, dandanan, fashion dan pernak-pernik Korea menjadi muatan penting dalam garapan sinetron tersebut. Tidak ketinggalan iklan televisi pun ikut bermain dengan melirik kesan Korea dalam tayangan iklan di televisi.

Memang saat ini Industri musik di Indenesia sedang dilanda demam K-Pop (Korean Pop). Genre music korea sekarang sekarang digandrungi kau muda. Maka, tak heran sekarang banyak bermunculan group band baru. Bak jamur dimusi penghujan. Kemunculannya menghentak dan membangkitkan asa bagi kalangan mudan untuk berdandan ala korea. Standar pergaulan saat ini yang ukurannya adalah style korea.

Tentu ini membawa implikasi luar biasa. Terutama bagi duni hiburan. Banyak acara yang dikemas untuk memenuhi hasrat penggila K–Pop itu. Sebut saja misalnya, kontes yang diadakan oleha sebuah stasiun televisi swasta tanah air, Boys and Girls Band. Ajang pencari bakat tersebut kebanjiran peminat. Mirip dengan acara serupa beberapa tahun silam. Macam AFI, Indonesian Idol dan lainnya.

K-Pop sendiri adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah menembus batas dalam negeri dan populer di manca negara. Kegandrungan akan musik K-Pop merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Demam Korea (Korean Wave) di berbagai negara.

Sejarah K-Pop sendiri ditandai dengan adanya musik pop Korea pra-modern pertama kali muncul pada tahun dekade 1930-an akibat masuknya musik pop Jepang yang juga turut memengaruhi unsur-unsur awal musik pop di Korea. Pengaruh penjajahan Jepang atas Korea juga membuat genre musik Korea tidak bisa berkembang dan hanya mengikuti perkembangan budaya pop Jepang pada saat itu. Penjajahan atas Negara diikuti oleh penjajahan atas warna musik.

Kemudian pada tahun 1950-an dan 1960-an, pengaruh musik pop barat mulai masuk dengan banyaknya pertunjukkan musik yang diadakan oleh serdadu militer Amerika Serikat di pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan. Musik Pop Korea awalnya terbagi menjadi genre yang berbeda-beda, pertama adalah genre “oldies” yang dipengaruhi musik barat dan populer di era 60-an. Pada tahun 1970-an, musik rock diperkenalkan dengan pionirnya adalah Cho Yong-pil. Genre lain yang cukup digemari adalah musik Trot yang dipengaruhi gaya musik enka dari Jepang.

Debut penampilan kelompok Seo Taiji and Boys di tahun 1992 menandakan awal mula musik pop moderen di Korea yang memberi warna baru dengan aliran musik rap, rock, techno Amerika. Suksesnya grup Seo Taiji and Boys diikuti grup musik lain seperti Panic, dan Deux. Tren musik ini turut melahirkan banyak grup musik dan musisi berkualitas lain hingga sekarang. Musik pop dekade 90-an cenderung beraliran dance dan hip hop. Pasar utamanya adalah remaja sehingga dekade ini muncul banyak grup “teen idol” yang sangat digilai seperti CLON, H.O.T, Sechs Kies, S.E.S, dan g.o.d. Kebanyakan dari kelompok musik ini sudah bubar dan anggotanya bersolo-karier.

Pada tahun 2000-an pendatang-pendatang baru yang berbakat mulai bermunculan. Aliran musik R&B serta Hip-Hop yang berkiblat ke Amerika mencetak artis-artis semacam MC Mong, 1TYM, Rain, Big Bang yang cukup sukses di Korea dan luar negeri. Beberapa artis underground seperti Drunken Tiger, Tasha (Yoon Mi-rae) juga memopulerkan warna musik kulit hitam tersebut.

Musik rock masih tetap digemari di Korea ditambah dengan kembalinya Seo Taiji yang bersolo karier menjadi musisi rock serta Yoon Do Hyun Band yang sering menyanyikan lagu-lagu tentang nasionalisme dan kecintaan terhadap negara. Musik techno memberi nuansa moderen yang tidak hanya disukai di Korea saja, penyanyi Lee Jung-hyun dan Kim Hyun-joong bahkan mendapat pengakuan di Cina dan Jepang.

Berbagai artis Korea menangguk kesuksesan di dunia internasional seperti BoA yang menembus Jepang dan digemari di banyak negara. Kemudian artis-artis lain seperti Rain, Se7en, Shinhwa, Ryu Shi-won, dan sebagainya berlomba-lomba untuk menaklukkan pasar musik di Jepang.


Bagaimana K-POP Booming / membuat demam banyak orang

Semua berawal pada tahun 2002-an. Ketika itu ada beberapa stasiun televise swasta yang menayangkan Korean Drama (Drama Korea). Drama seri berjudul ‘Autumn in My Heart’ atau ‘Autumn Tale’ yang lebih popular dengan judul ‘Endless Love’. Setalah itu tak kurang dari 50 korean drama (K-Drama) yang membanjiri industri hiburan di tanah air.

Kepopuleran K-Drama di Indonesia tersebut membuat hiburan yang berbau korea sangat diminati. Bahkan belakangan tidak hanya pada drama, namun beralih juga pada musik. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa pemeran drama Korea juga berprofesi sebagai penyanyi, sehingga menjadi idola baru bagi masyarakat Indonesia. Contohnya drama Korea berjudul “Full House” menjadikan Rain yang juga sebagai penyanyi, memperkenalkan musik Korea di Indonesia. Sehingga membuat musik Korea marak menjajal Indonesia. Korean pop atau K-pop mulai menggurita di kancah musik Indonesia.

Terlebih lagi pada tanggal 4 Juni 2011 Indonesia dihebohkan dengan sebuah festival bernama ‘KIMCHI K-POP’ (Korean Idols Music Concert Hosted in Indonesia). Bertempat di Istora Senayan Jakarta Super Junior (Suju) tampil yang juga menghadirkan bintang tamu lain dari Korea yaitu Park Jung Min, The Boss, Girl’s Day dan X-5. Terinspirasi dengan boys band dan girls band Korea tersebut, kini lahir banyak boys band dan girls band Indonesia. (sudahtahu.com)

Waspada Virus Perusak Akidah Pada Acara K-POP


Sebagai seorang muslim kita patut waspada dengan yang ada disekitar kita, kita jangan asal ikut-ikutan senang tapi ternyata dampaknya membayakan akidah sendiri. hadirnya artis Korea (K-POP) dalam blantika hiburan, rupanya benar-benar telah membius dan menghipnotis sebagaian besar masyarakat Indonesia, terutama para remaja. Mulai dari sinetron, lagu, bahkan pakian dengan aksisorisnya menjadi kiblat bagi mereka yang mengidolakan. Hampir semua remaja kini menggandrungi dan cenderung mengikuti trend artis Korea. Mulai potongan rambut disasak tanpa aturan, mode busana ala K-Pop Boy and Girl Band, sampai bahasa-pun, kian digandrungi. Bahkan yang ironis, karena saking inginnya untuk perfect dalam berbahasa Korea, seorang gadis fans berat Korean Style dari Inggris benama Rhiannon Brooksbank-Jones mengoprasi lidahnya. 

Tidak saja di Indonesia, ternyata virus demam artis korea dengan K-Pop-nya telah menjalar ke Negara Eropa. Sebuah media baru-baru ini memuat kesuksesan artis Korea terlebih dalam dunia tarik suara, tidak saja membooming di Asia, namun sudah menembus di Eropa. Hal ini terbukti dengan suksesnya konser lima band asal Korea Selatan di Le Zenith de Paris Concert Hall, Paris, Prancis yang digelar 10 Juni lalu.

Bicara tentang keberhasilan dunia intertainment Korea, tentunya yang dimaksud adalah Korea selatan yang pro dengan gaya hidup Barat (Amerika). Tentulah tidak mengherankan jika yang mencuat, dan sedang naik daun dalam dunia intertainment adalah Korea Selatan, bukan Korea Utara. Karena media Barat sangat berjasa dalam memboomingkan artis-artis Negeri Ginseng tersebut. Bukan tanpa maksud para awak media Barat dengan kroni-kroninya menskenario popularitas artis Korea dengan K-Pop, sinetron dan fashionnya. Tidak ada makan siang geratis bagi Barat dalam setiap memberikan bantuan jasa kepada negara lain. Ada misi tertentu yang bisa menghasilkan keuntungan bagi peradaban Barat dan Amerika pada khususnya. Penulis tidak bermaksud membahas keuntungan apa yang diperoleh Barat terhadap Gelombang Korean Style, namun lebih menfokuskan kepada bahaya apa yang dibawa fenomena idolasisasi ini.

K-POP adalah Produk Hegemoni (invasi Budaya) Barat

Dr Adian Husaini, peneliti pemikiran dari INSIST, mengatakan, maraknya idolasisasi terhadap hiburan inport (dalam hal ini Korea), merupakan sebuah bukti bahwa betapa kuat arus globalisasi dalam bidang hiburan, yang mana globalisasi mengarah pada “imperialisme Budaya” Barat terhadap budaya lain. Inilah yang kemudian disebut dengan hegemoni Barat. Hegemoni adalah mengendalikan negara bawahannya melalui imperialisme budaya, misalnya bahasa (lingua franca penguasa) dan birokrasi (sosial, ekonomi, pendidikan, pemerintahan), untuk memformalkan dominasinya. Hal ini membuat kekuasaan tidak bergantung pada seseorang, melainkan pada aturan tindakan. 

Menurut Antonio Gramsci bahwa dominasi Barat terhadap budaya di negara-negara berkembang, bertujuan untuk memaksa negara berkembang agar terpaksa mengadopsi budaya Barat. Sedangkan bagi Dr Adian, salah satu misi dari hegemoni Barat terutama Amerika ialah mengekspor moderintas dan memprogandakan konsumerisme. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan hegemoni Barat terhadap bangsa lain adalah untuk melanggenkan dominasi peradabannya.

K-POP Berbaya bagi Aqidah Umat

Demam Korean style (K-Pop) merupakan bahaya laten bagi umat Islam. Hal ini disebabkan Korean style, selain mencemari tradisi budaya Indonesia yang terkenal santun, juga merusak sendi-sendi akhlak dan mendonstruksi prinsip-prinsip dalam Agama. Korean style sebagai produk globalisasi dalam bidang Fun atau hiburan, telah mengikis akhlak umat Islam. Kehidupan borjuistis ala musik K-Pop, semangat hidonis dan matrealistis dalam alur cerita sinetronnya, serta pakian minim dalam model busananya, menggeser polapikir para penikmatnya. Hal itu kemudian menjadi gelombang trend besar-besaran seluruh masyarakat. 

Tengok saja remaja muslim sekarang, dari penampilan sampai mindset, pelan tapi pasti telah berubah ala Korean style. Seolah tersihir dengan performance artis Korea, setiap hal baru yang datang dari mereka dianggap positif dan selalu diup -date. Bahkan Minuman Wine (bir) beras khas Korea yang jelas-jelas haram, dikatakan baik dan menyehatkan meski agak memabukkan. Jika dikaji dalam perspektif hukum Islam, gelombang Korean Style tidak saja bisa mengikis akhlak umat Islam, tapi juga akan mendekonstruksi keimanan. Hal ini disebabkan karena adanya tasabbuh (meniru-niru) dengan menjadikannya sebagai artis ideola, padahal semua tindak-tanduk, kepribadian dan perilaku sehari-harinya menyebabkan seorang muslim menjadi munafik atau keluar dari akhlak Islam. 

Sebuah peringatan keras dalam al-Qur’an bagi mereka yang menjadikan idola selain orang Islam akan dibangsakan sebagai orang munafik. Firman Allah An Nisaa Ayat 138 – 140:
 Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”

Menurut Ibn Katsir dalam tafsirnya, yang dimaksud dengan lafadz “auliya’” itu bermakna penolong, kekasih, teman akrab, pemimpin dan idola. Adanya rasa simpatik dan empatik dalam hati karena menjadikan penolong, kekasih, teman akrab, pemimpin dan idola ghairul muslim, bisa menyebabkan lunturnya iman seseorang dan bisa mengkonversi dari mukmin menjadi munafiq. Kelompok munafik adalah sejelek-jeleknya umat. Mereka lebih hina daripada orang kafir. Siksaan bagi munafikin-pun lebih pedih, bahkan mereka ditaruh di dasar neraka (inna al-munaafiqina fi al-darki al-asfal mi al-naar). 

Oleh karenanya dalam QS. an-Nisaa’ 144, Allah melarang orang-orang beriman untuk mengidolakan orang-orang kafir. Karena hal itu sama saja dengan mengundang kemurkaan Allah yang siap dengan siksaan-Nya. Firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُواْ لِلّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَاناً مُّبِيناً

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu).” (QS: Al-Nisaa’. 144).

Kesimpulan 

Ternyata virus gelombang Korean style bukan permasalahan sepele, sebatas gandrung menikmati musik dan sinetronya semata tetapi ternyata dibalik itu ternyata banyak penyimpangan-penyimpangan dan prilaku yang menunjukan pertentangan dengan ajaran syari'at. Disamping korean pop adalah produk hegemoni Barat, lebih dari itu, gelombang Korean style telah membawah problem yang serius bagi umat Islam, problem yang menyebabkan dekadensi akhlak dan dekonstruksi aqidah alias rusaknya akidah. Karenanya, segenap kaum Muslimin, mari kita rapatkan barisan, guna membentengi umat dari serangan virus yang lahir dari globalisasi-modernisasi Barat. Yang tanpa sadar, keberedaannya dapat menghapus nilai-nilai ajaran agama. Serta memalingkan pengikutnya dan tidak akan kembali. Bak anak panah, ia terlepar dari gendewanya. Wallahu ‘a’lam bi shawwab.*(hidayatullah.com)

Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to
Share:

2 komentar:

  1. jaman edan. orang bencong (boyband) jadi panutan. kyai dan ustadz diabaikan. hidup hanya untuk boros-borosan. tidak mengenal aturan Tuhan. tinggal menunggu kehancuran !!

    BalasHapus
  2. Sangat memprihatikan melihat remaja skarang yang sangat menggilai K-pop, padahal mereka sangat,sangat, sangat tidak pantas kita idolakan,..

    BalasHapus

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive