"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Senin, 11 Juni 2012

Hikmah Penciptaan Adam Alaihissalam

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ (30) وَعَلَّمَ آَدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (31) قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (32) قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُون (33)


“ Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada Kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana." Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman, "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (QS. Al-Baqarah: 30-33)

A. Isi Kisah

Setelah Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya dan juga para malaikat, Allah ingin menciptakan khalifah di muka bumi ini, maka Allah berkata kepada para malaikat, “Wahai para malaikat Aku ingin menciptakan khalifah di muka bumi ini”. Mendengar berita dari Allah seperti itu para malaikat lalu bertanya, “Wahai Tuhan kami apakah Engkau mau menciptakan makhluk yang akan merusak bumi, padahal kami selalu memuji-Mu dan mensucikan-Mu”.
Mengapa para malaikat bertanya seperti itu? Karena menurut riwayat dari Abdullah bin Amr bahwa dua ribu tahun sebelum Allah menciptakan Adam, Allah telah menciptakan jin-jin tapi ternyata para jin itu malah membuat kerusakan di muka bumi ini dan saling bunuh-membunuh. Akhirnya Allah mengutus sepasukan malaikat untuk mengusir mereka sampai ke daerah pesisir lautan.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan pertanyaan yang dilontarkan oleh para malaikat bukanlah pertanyan yang sifatnya memprotes Allah akan tetapi pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui hikmah apa yang berada di balik keinginan Allah ini.  Lalu Allah menjawab, “Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang kalian tidak ketahui”. (Yakni: dalam penciptaan ini ada hikmahnya, dan nantinya kalian akan mengetahui).


Lalu Allah menciptakan Adam dengan tangan-Nya pada hari Jumat setelah ashar sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Muslim. Allah menciptakan Adam dari sari pati tanah liat. Setelah sempurna dengan bentuk yang paling bagus maka Allah meniupkan ruh kepadanya sehingga Adam menjadi makhluk yang hidup sempurna. Setelah itu Adam bersin dan malaikat mengatakan kepadanya, "Ucapkanlah alhamdulillah” maka Adam mengucapkan alhamdulillah. Allah menjawab:" yarhamukallah" . Lalu Allah mengajarkan kepadanya al-asma’ yakni semua nama-nama benda sehingga Adam tahu semuanya.  Setelah itu Allah memerintahkan kepada semua yamg hadir untuk bersujud kepadanya, dan sujud ini bukanlah sujud ibadah akan tetapi sujud penghormatan saja. Lalu semua malaikat sujud kecuali iblis dan iblis itu bukan dari golongan malaikat, dia berasal dari golongan jin. Hanya dia saja yang tidak mau sujud kepada Adam .

B. Hikmah dan pelajaran dalam kisah


Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dalam kisah ini
Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah adalah Adam. Dialah bapak moyang manusia. Maka tidak benar teori Darwin yang menyatkan bahwa manusia berasal dari kera. Oleh karena itu Allah memanggil manusia dalam al-Qur’an dengan ya bani adam: wahai anak keturunan Adam.


Malaikat adalah makhluk Allah mulia (kiram), selalu membaca tasbih dan mensucikaan Allah, tidak pernah mendurhakai-Nya dan selalu menjalankan perintah-Nya. Inilah yang ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Coba kita renungkan firman Allah dalam surat Al-Anbiya’ ayat 26-27: “Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya” .



Dalam surat at-Tahrim ayat 6 Allah berfirman mengenai neraka ,“Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. maka sungguh keliru orang yang menyatakan malaikat itu suka ngeyel. Pertanyaan malaikat di atas yaitu “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" i ini adalah pertanyaan mencari hikmah (istirsyad) sebagaimana ditegaskan oleh para ahli tafsir. Allah memulyakan ilmu dan memulyakan hambanya yang berilmu. Hal ini bisa kita lihat bagaimana Allah menyuruh seluruh malaikat untuk menghormat kepada Adam karena ilmu yang diajarkan kepada Adam dan belum diketahui oleh para malaikat.


Sumber rujukan : Tafsir al-Qur’an al-Adhim karya Ismail bin Umar bin Katsir (Tafsir ibnu Katsir)

refrensi : majalah al-Ibar
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive