"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Kamis, 24 November 2016

Ahok Penista Agama bisa bebas, Nenek Dituduh nyuri kayu dipenjara




Palu hakim diketuk, Nenek Asyani langsung mengungkapkan amarahnya. Nenek renta berusia 63 tahun ini tak terima dengan vonis bersalah oleh hakim. Nenek Asyani divonis 1 tahun penjara dengan masa percobaan 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 500 juta subsider 1 hari hukuman percobaan.Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Kamis (23/4/2015), walau putusan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa 1 tahun 18 bulan penjara dan denda Rp 500 juta, Nenek Asyani tidak terima."Saya sudah bersumpah mati tidak ada gunanya. Pasti ada suap. Saya tidak mencuri. Sumpah pocong, Pak," kata Nenek Asyani.


Asyani didakwa mencuri dua batang pohon jati milik perhutani untuk dibuat tempat tidur. Namun Asyani membantah dengan alasan batang pohon jati itu diambil dari lahannya sendiri oleh almarhum suaminya 5 tahun silam. Nenek Asyani divonis 1 tahun penjara dengan masa percobaan 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 500 juta subsider 1 hari hukuman percobaan. (liputan6)


Bisa dikatakan indonesia ini pemimpinnya dan aparatur hukumnya sudah gila, mereka itu robot bukan manusia tak punya perasaan ! asal ketuk palu, saja nenek tua renta dipenjara tanpa mempertimbangkan itu kasus sepele atau tidak. Dengan alasan demi penegakan hukum, hukum apa? hukum tai kucing itu namanya! hanya manusia rendahan tak punya nurani yang bisa berkata seperti itu, mirip orang atheis yang anti agama dan nggeragas harta benda duniawi.

 Inilah hukum rimba diIndonesia, hanya karena dituduh mencuri 2 batang kayu, nenek ini terancam hukuman 1 tahun 3 bulan lebih, naudzubillah begitu bengisnya dunia hukum di Indonesia ini !, sementara ahok sang penista agama yang demo sampai puluhan ribu orang, tapi tetap dibebaskan begitu saja. itu artinya hukum diindonesia itu hukum rimba bukan hukum demokrasi, hukum demokrasi itu terbuka tidak pilih kasih. yang bersalah dihukum yang tidak bersalah dibebaskan. Kenyataannya orang bisa lari dari hukum karena nyogok duit seperti gayus dan juga para petinggi negara adalah orang kebal hukum . 



Sungguh laknat Allah akan menimpa para pemimpin dan hakim yang tidak adil didunia dan diakhirat. Tunggu saja, kalian didunia bisa menghirup udara segar? ya itu tidak lama, udara membakar paru-paru dari neraka juga akan segera kalian hirup nanti !

Share:

Rabu, 23 November 2016

Akhirnya Terungkap, Gafatar adalah Sempalan Aliran Sesat NII

Gafatar Copy Paste NII

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, mengatakan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan “copy-paste” (sama) dari gerakan NII. Bahkan program Gafatar, yakni masyarakat Indonesia membangun, mirip program NII.Setelah NII dibubarkan, muncul Al-Qiyadah al-Islamiyah, barulah Gafatar," ujarnya saat dihubungi, Selasa, 12 Januari 2016.Menurut Ken, Al-Qiyadah al-Islamiyah dulunya dipimpin Ahmad Musadeq. Musadeq dihukum pemerintah selama 2,5 tahun penjara dengan tuduhan menistakan agama. "Setelah bebas, Musadeq kemudian mendirikan Komunitas Milah Abraham," ucapnya.Komunitas Milah Abraham akhirnya juga dilarang Majelis Ulama Indonesia di beberapa daerah karena dianggap sesat. Setelah Komunitas Milah Abraham dinyatakan terlarang, Musadeq kemudian mendirikan Gafatar pada 2011.

"Kegiatan-kegiatan Gafatar positif, sehingga bisa diterima masyarakat," ucapnya.Kegiatan Gafatar antara lain donor darah, khitanan massal, pelatihan pertanian, dan pelatihan peternakan. "Bahkan kegiatan mereka sering menggandeng instansi pemerintah dan militer, seperti Kodim dan polres," katanya.Gafatar ramai diperbincangkan setelah dikaitkan dengan hilangnya dokter Rica Tri Handayani di Yogyakarta sejak 30 Desember 2015. Dokter muda tersebut akhirnya berhasil ditemukan polisi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dan dibawa kembali ke Yogyakarta pada Senin, 11 Januari 2016.Di Surabaya, seorang mahasiswa bernama Eri Indra Kausar juga telah meninggalkan rumahnya di Jalan Suripto, Kenjeran, Surabaya, sejak empat bulan lalu. Dia sempat memberi kabar melalui pesan pendek kepada keluarganya bahwa ia ikut bergabung dengan Gafatar. (Tempo.com)



sumber lainnya,



 Pemberitaan mengenai organisasi Gafatar mulai ramai menjadi perbincangan masyarakat di Indonesia lantaran organisasi ini dihubung-hubungkan dengan menghilangnya seorang dokter bernama Rica Tri Handayani di Yogyakarta sejak 30 Desember 2015 yang lalu.Menurut Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) crisis center, Ken Setiawan mengungkapkan bahwa organisasi bernama Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar ini merupakan suatu bentuk ‘duplikat’ dari Negara Islam Indonesia (NII). Lebih lanjut Ken mengatakan bahwa program yang diusung Gafatar, seperti masyarakat Indonesia Membangun, disinyalir mirip dengan program dari NII. Seperti diberitakan Tempo pada Selasa (12/1).

 Ken mengatakan bahwa selepas dibubarkannya NII, dibentuklah suatu organisias bernama Al-Qiyadah al-Islamiyah dibawah pimpinan Ahmad Musadeq. Beberapa waktu kemudian, Ahmad Musadeq ditahan oleh pihak kepolisian dengan tuduhan telah menistakan agama selama 2,5 tahun. setelah bebasnya Musadeq dari penjara kemudian dirinya kembali mendirikan sebuah komunitas bernama Milah Abraham.Komunitas yang didirkan Ahmad Musadeq selepas terbebas dari penjara tersebut ternyata juga dilarang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) lantaran dianggap sesat dan keluar dari jalur syariah Islam. Tak henti sampai disitu, Musadeq akhirnya membentuk lagi sebuah organisasi bernama Gafatar pada tahun 2011. Kali ini Gafatar banyak diterima oleh masyarakat lantaran beberapa kegiatan yang dilakukan organisasi tersebut dinilai positif.

 Beberapa kegiatan dari Gafatar yang mendapat nilai positif dari masyarakat antara lain seperti donor darah, pelatihan pertanian, pelatihan peternakan, dan khitan Massal. Ken juga menambahkan bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Gafatar kerap mengundang berbagai instasi, seperti pemerintahan dan Militer, seperti Kodim serta Polres.Gafatar di indikasikan sebagai tempat yang dituju dokter Rica selama menghilang, hingga akhirnya pihak kepolisian berhasil menemukan dokter tersebut di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah yang kemudian dibawa kembali ke yogyakarta.Selain dokter Rica, di Surabaya ada seorang mahasiswa yang juga diduga bergabung dengan Gafatar. Mahasiswa yang bernama Eri Indra Kausar tersebut pergi meninggalkan rumahnya di Jalan Suripto, Kenjeren, Surabaya, sejak sekitar empat bulan lalu. Selama menghilang tersebut, Eri sempat memberikan SMS kepada keluarganya bahwa dirinya sudah bergabung dengan organisasi tersebut. (jelasberita.com)


Cara perekrutan

Pola perekrutan yang dilakukan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) juga pernah dilakukan oleh Muhammad Hasanuddin ketika masih menjadi anggota Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW9). Bagaimana caranya mereka terhindar dari aparat?"Selama di NII, saya hanya merekrut tiga orang," kata Hasanuddin saat ditemui detikcom di rumahnya, Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo, pekan lalu.Hasanuddin merupakan mantan anggota NII KW 9. Posisi tertinggi yang pernah disandangnya adalah anggota Ketertiban, Keamanan, dan Kesejahteraan (Tibmara) atau semacam paspampres yang menjaga dan mengawal pimpinan tertinggi NII KW 9 yakni Panji Gumilang. Panji Gumilang sudah divonis penjara karena kasus pemalsuan dokumen kepengurusan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI).

Di NII, kata Hasanuddin, prestasi seorang anggota bisa dinilai dari berapa banyak bisa melakukan perekrutan. Paling tidak, satu anggota harus bisa merekrut satu anggota baru setiap bulannya. Hasanuddin mengakui bahwa merekrut anggota baru adalah hal yang tidak mudah. Bila salah langkah, maka bisa-bisa kedok organisasi bisa tercium aparat."Harus diyakinkan betul apakah benar seseorang itu tertarik pada NII," ujar Hasanuddin.Ketika masa perekrutan awal, yang ada adalah tafsir tentang kenegaraan yang membenarkan tentang NII. Tidak ada doktrin mengenai larang salat, puasa, dan zakat. Untuk doktrin rukun Islam tersebut, nanti akan diajarkan pada tingkat yang lebih lanjut.Hasanuddin mencontohkan dia sendiri yang menjadi korban perekrutan teman karibnya. Setelah teman itu bercerita banyak tentang ayat yang berkaitan dengan NII, giliran teman lainnya yang diajukan. Dan setelah itu atasan temannya itu yang melakukan finishing touch untuk meyakinkan apakah ia benar-benar berniat gabung NII atau tidak.

"Jika perekrutan itu gagal dan tercium aparat, maka dari atasan hingga ke bawahnya harus membubarkan diri," terang Hasanuddin.Atasan itu adalah kuncinya. Karena hanya atasan itu yang boleh berhubungan dengan atasan di atas dia. Sel perekrutan organisasi yang tercium aparat itu akan terputus karena atasan tersebut tak akan membuka mulut baik untuk bawahan dan atasan dia.Bila diperlukan, kata Hasanuddin, orang yang akan masuk NII namun tercium aparat itu akan diselamatkan. Adalah tugas tibmara untuk keperluan itu. Hasanudin pernah 'menyelamatkan' seorang warga Yogyakarta yang tercium aparat saat hendak bergabung dengan NII. Warga Yogyakarta itu dibawanya ke Al Zaytun dan tinggal di sana hingga berkeluarga.Hasanuddin saat menjadi anggota NII (paling kanan)

Ada kasus lain juga yang pernah dilakukan Hasanuddin terkait hal itu. Hasanuddin pernah 'menyelamatkan' istri dan anak pengikut NII yang ketahuan identitasnya. Hasanuddin harus bergerak cepat sebelum polisi menjemput keluarga itu. Mereka dibawa ke Al Zaytun dan tinggal di sana."Sebenarnya anggota Gafatar itu tidak diculik, tetapi mereka sadar diri hendak hijrah. Mereka hanya ditunjukkan jalan oleh yang membawanya. Saya dulu juga ninggalin rumah tanpa pamit, tapi keluarga saya nggak lapor polisi," kata Hasanuddin.Ya, saat menjadi anggota NII dan pergi ke Al Zaytun, Hasanuddin pergi tanpa pamit keluarga. Saat itu Hasanuddin sudah tidak peduli lagi dengan keluarga. Keluarga tentu saja mencari, namun keluarga Hasanuddin yang sederhana saat itu hanya bisa pasrah dengan menghilangnya salah satu anggota keluarganya.

Ternyata Sugemi, istri Hasanuddin, juga melakukan hal yang sama. Ketika Hasanuddin dan istri mengunjungi keluarga istrinya di Kediri, warga sekitar heboh karena Sugemi dikira sudah benar-benar menghilang karena sudah bertahun-tahun tak ada kabar.Aktivitas NII agar tidak terpantau negara juga cukup rapi. Dalam NII, memang tidak ada kewajiban salat. Salat tidak diwajibkan karena anggota NII sudah berhijrah. Salat hanyalah sebuah ritual yang mewakili masa jahiliyah saja. Puasa juga tidak diwajibkan, begitu pula dengan zakat dan haji. Sebenarnya zakat dan haji tetap ada, tetapi aturannya tidak sesuai dengan aturan Islam.

Meski ada aturan semacam itu, namun anggota NII tetap salat dan puasa. Tetapi mereka melakukannya hanya untuk kamuflase saja. Sehingga citra NII yang tidak salat dan puasa tidak terlihat. Di Al Zaytun, kata Hasanuddin, berdiri masjid besar dan megah, dan banyak orang salat di dalamnya."Itu aturan tak tertulis. Kami salat tetapi salat saja, tanpa ada maknanya. Sebagai kamuflase saja. Sehingga banyak orang yang percaya, NII katanya dikatakan tidak salat, tetapi pengikutnya salat kok," ujar Hasanuddin.

Selepas dari NII, Hasanuddin mengaku pernah diajak diskusi agama oleh seseorang. Dan pada akhirnya Hasanuddin tahu jika yang mengajaknya berdiskusi tersebut berakar sama dengan NII. Namun Hasanuddin tak mencari tahu orang dari organisasi atau lembaga apakah itu."Cara saya niteni mudah saja. Saat itu maghrib, tapi dia tidak salat. Saya salat, dia tidak ikut. Salat Isya juga begitu. Ya sudah, diskusi saya hentikan. Ternyata sama saja, sempalan dari NII," ujar Hasanuddin.Hasanuddin sendiri berharap agar masyarakat tidak terbujuk rayu oleh gerakan semacam NII, apapun bentuknya. Gerakan tersebut, kata Hasanuddin, adalah gerakan sesat, yang membawa umat Islam keluar dari akidah. Hasanuddin juga berharap bisa lebih aktif melakukan imbauan kepada masyarakat agar tak terancing gerakan semacam Gafatar dan yang lain sebagainya.

"Tetapi gerakan semacam ini sekarang pintar, mereka mencari landasan dan payung hukum. Tetapi bila tujuannya jelek, maka pasti akan terbongkar juga," tandas Hasanuddin.Mendagri Tjahjo Kumolo sudah memberi penjelasan mengenai ormas Gafatar. Menurut dia, organisasi itu dibentuk Ahmad Musadeq, yang pernah dipidana karena penistaan agama."Proses terbentuknya ormas Gafatar dimulai dari pecahnya antara Ahmad Musadeq dan Panji Gumilang yang keduanya adalah anggota NII. Kemudian Panji Gumilang mendirikan MIM dan Ahmad Musadeq mendirikan Alqiyadah Al-islamiah kemudian berubah menjadi komunitas Millah Abraham (Komar)," jelas Tjahjo.Tjahjo menguraikan, karena Komar ini dinilai oleh MUI sebagai aliran sesat dan menyesatkan sehingga pimpinannya yaitu Ahmad Musadeq pada 2009 dipidana 4 tahun. Selanjutnya untuk menghilangkan jejak akhirnya ganti kulit menjadi ormas Gafatar yang dipimpin Mahful Muis dengan meng-cover kegiatannya bersifat sosial.(detik.com)

 Dilatar Belakangi Perseteruan Antar Elit NII

Pakar Antropologi Politik, Amich Alhumami menjelaskan terbentuknya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) karena adanya persaingan antarelit Negara Islam Indonesia (NII) atau Darul Islam."Akarnya ada di gerakan NII. Kalau kita sebut Ahmad Musadek itu tokoh NII. Ada pertarungan internal religi di NII. Itu lebih cenderung persaingan antarelit," ujar Alhumami dalam diskusi membahas eksistensi Gafatar yang digelar Smart FM bersama Populi Center di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (23/1/2016).Alhumami mengatakan, persaingan itu terlihat dari para tokoh NII yang masih eksis, misalnya Panji Gumilang, pendiri pesantren Al-Zaytun yang pengaplikasian pahamnya dicondongkan ke bidang pendidikan.

Sementara, Ahmad Muzadek mengaplikasikan ajarannya mengedepankan kemapanan di bidang pangan dan ekonomi melalui Gafatar."Ini perebutan karisma, otoritas di kelompok mereka. Ini soal cara mengekspresikan gerakan mereka," kata Alhumami.Terkait hijrahnya kelompok Gafatar ke Kalimantan Barat, menurut Alhumami yakni mereka yakin bahwa di Kalimantan Barat, mereka bisa membangun Daulah Islamiyah yang baru."Itu yang kemudian dimasukkan konsep hijrah itu. Pindah dari satu situasi yang menurut mereka tidak ideal, kemudian pindah di wil lain yang memungkinkan bagi mereka untuk bangun Daulah Islamiyah yang baru," kata Alhumami. (Tempo.co)

 

INILAH KEMEGAHAN NII ZAYTUN







Share:

Terungkap, Gafatar adalah Sempalan Aliran NII

 Gafatar Copy Paste NII

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, mengatakan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan “copy-paste” (sama) dari gerakan NII. Bahkan program Gafatar, yakni masyarakat Indonesia membangun, mirip program NII.Setelah NII dibubarkan, muncul Al-Qiyadah al-Islamiyah, barulah Gafatar," ujarnya saat dihubungi, Selasa, 12 Januari 2016.Menurut Ken, Al-Qiyadah al-Islamiyah dulunya dipimpin Ahmad Musadeq. Musadeq dihukum pemerintah selama 2,5 tahun penjara dengan tuduhan menistakan agama. "Setelah bebas, Musadeq kemudian mendirikan Komunitas Milah Abraham," ucapnya.Komunitas Milah Abraham akhirnya juga dilarang Majelis Ulama Indonesia di beberapa daerah karena dianggap sesat. Setelah Komunitas Milah Abraham dinyatakan terlarang, Musadeq kemudian mendirikan Gafatar pada 2011.

"Kegiatan-kegiatan Gafatar positif, sehingga bisa diterima masyarakat," ucapnya.Kegiatan Gafatar antara lain donor darah, khitanan massal, pelatihan pertanian, dan pelatihan peternakan. "Bahkan kegiatan mereka sering menggandeng instansi pemerintah dan militer, seperti Kodim dan polres," katanya.Gafatar ramai diperbincangkan setelah dikaitkan dengan hilangnya dokter Rica Tri Handayani di Yogyakarta sejak 30 Desember 2015. Dokter muda tersebut akhirnya berhasil ditemukan polisi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dan dibawa kembali ke Yogyakarta pada Senin, 11 Januari 2016.Di Surabaya, seorang mahasiswa bernama Eri Indra Kausar juga telah meninggalkan rumahnya di Jalan Suripto, Kenjeran, Surabaya, sejak empat bulan lalu. Dia sempat memberi kabar melalui pesan pendek kepada keluarganya bahwa ia ikut bergabung dengan Gafatar. (Tempo.com)



sumber lainnya,


 Pemberitaan mengenai organisasi Gafatar mulai ramai menjadi perbincangan masyarakat di Indonesia lantaran organisasi ini dihubung-hubungkan dengan menghilangnya seorang dokter bernama Rica Tri Handayani di Yogyakarta sejak 30 Desember 2015 yang lalu.Menurut Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) crisis center, Ken Setiawan mengungkapkan bahwa organisasi bernama Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar ini merupakan suatu bentuk ‘duplikat’ dari Negara Islam Indonesia (NII). Lebih lanjut Ken mengatakan bahwa program yang diusung Gafatar, seperti masyarakat Indonesia Membangun, disinyalir mirip dengan program dari NII. Seperti diberitakan Tempo pada Selasa (12/1).

 Ken mengatakan bahwa selepas dibubarkannya NII, dibentuklah suatu organisias bernama Al-Qiyadah al-Islamiyah dibawah pimpinan Ahmad Musadeq. Beberapa waktu kemudian, Ahmad Musadeq ditahan oleh pihak kepolisian dengan tuduhan telah menistakan agama selama 2,5 tahun. setelah bebasnya Musadeq dari penjara kemudian dirinya kembali mendirikan sebuah komunitas bernama Milah Abraham.Komunitas yang didirkan Ahmad Musadeq selepas terbebas dari penjara tersebut ternyata juga dilarang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) lantaran dianggap sesat dan keluar dari jalur syariah Islam. Tak henti sampai disitu, Musadeq akhirnya membentuk lagi sebuah organisasi bernama Gafatar pada tahun 2011. Kali ini Gafatar banyak diterima oleh masyarakat lantaran beberapa kegiatan yang dilakukan organisasi tersebut dinilai positif.

 Beberapa kegiatan dari Gafatar yang mendapat nilai positif dari masyarakat antara lain seperti donor darah, pelatihan pertanian, pelatihan peternakan, dan khitan Massal. Ken juga menambahkan bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Gafatar kerap mengundang berbagai instasi, seperti pemerintahan dan Militer, seperti Kodim serta Polres.Gafatar di indikasikan sebagai tempat yang dituju dokter Rica selama menghilang, hingga akhirnya pihak kepolisian berhasil menemukan dokter tersebut di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah yang kemudian dibawa kembali ke yogyakarta.Selain dokter Rica, di Surabaya ada seorang mahasiswa yang juga diduga bergabung dengan Gafatar. Mahasiswa yang bernama Eri Indra Kausar tersebut pergi meninggalkan rumahnya di Jalan Suripto, Kenjeren, Surabaya, sejak sekitar empat bulan lalu. Selama menghilang tersebut, Eri sempat memberikan SMS kepada keluarganya bahwa dirinya sudah bergabung dengan organisasi tersebut. (jelasberita.com)


Cara perekrutan

Pola perekrutan yang dilakukan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) juga pernah dilakukan oleh Muhammad Hasanuddin ketika masih menjadi anggota Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW9). Bagaimana caranya mereka terhindar dari aparat?"Selama di NII, saya hanya merekrut tiga orang," kata Hasanuddin saat ditemui detikcom di rumahnya, Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo, pekan lalu.Hasanuddin merupakan mantan anggota NII KW 9. Posisi tertinggi yang pernah disandangnya adalah anggota Ketertiban, Keamanan, dan Kesejahteraan (Tibmara) atau semacam paspampres yang menjaga dan mengawal pimpinan tertinggi NII KW 9 yakni Panji Gumilang. Panji Gumilang sudah divonis penjara karena kasus pemalsuan dokumen kepengurusan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI).

Di NII, kata Hasanuddin, prestasi seorang anggota bisa dinilai dari berapa banyak bisa melakukan perekrutan. Paling tidak, satu anggota harus bisa merekrut satu anggota baru setiap bulannya. Hasanuddin mengakui bahwa merekrut anggota baru adalah hal yang tidak mudah. Bila salah langkah, maka bisa-bisa kedok organisasi bisa tercium aparat."Harus diyakinkan betul apakah benar seseorang itu tertarik pada NII," ujar Hasanuddin.Ketika masa perekrutan awal, yang ada adalah tafsir tentang kenegaraan yang membenarkan tentang NII. Tidak ada doktrin mengenai larang salat, puasa, dan zakat. Untuk doktrin rukun Islam tersebut, nanti akan diajarkan pada tingkat yang lebih lanjut.Hasanuddin mencontohkan dia sendiri yang menjadi korban perekrutan teman karibnya. Setelah teman itu bercerita banyak tentang ayat yang berkaitan dengan NII, giliran teman lainnya yang diajukan. Dan setelah itu atasan temannya itu yang melakukan finishing touch untuk meyakinkan apakah ia benar-benar berniat gabung NII atau tidak.

"Jika perekrutan itu gagal dan tercium aparat, maka dari atasan hingga ke bawahnya harus membubarkan diri," terang Hasanuddin.Atasan itu adalah kuncinya. Karena hanya atasan itu yang boleh berhubungan dengan atasan di atas dia. Sel perekrutan organisasi yang tercium aparat itu akan terputus karena atasan tersebut tak akan membuka mulut baik untuk bawahan dan atasan dia.Bila diperlukan, kata Hasanuddin, orang yang akan masuk NII namun tercium aparat itu akan diselamatkan. Adalah tugas tibmara untuk keperluan itu. Hasanudin pernah 'menyelamatkan' seorang warga Yogyakarta yang tercium aparat saat hendak bergabung dengan NII. Warga Yogyakarta itu dibawanya ke Al Zaytun dan tinggal di sana hingga berkeluarga.Hasanuddin saat menjadi anggota NII (paling kanan)

Ada kasus lain juga yang pernah dilakukan Hasanuddin terkait hal itu. Hasanuddin pernah 'menyelamatkan' istri dan anak pengikut NII yang ketahuan identitasnya. Hasanuddin harus bergerak cepat sebelum polisi menjemput keluarga itu. Mereka dibawa ke Al Zaytun dan tinggal di sana."Sebenarnya anggota Gafatar itu tidak diculik, tetapi mereka sadar diri hendak hijrah. Mereka hanya ditunjukkan jalan oleh yang membawanya. Saya dulu juga ninggalin rumah tanpa pamit, tapi keluarga saya nggak lapor polisi," kata Hasanuddin.Ya, saat menjadi anggota NII dan pergi ke Al Zaytun, Hasanuddin pergi tanpa pamit keluarga. Saat itu Hasanuddin sudah tidak peduli lagi dengan keluarga. Keluarga tentu saja mencari, namun keluarga Hasanuddin yang sederhana saat itu hanya bisa pasrah dengan menghilangnya salah satu anggota keluarganya.

Ternyata Sugemi, istri Hasanuddin, juga melakukan hal yang sama. Ketika Hasanuddin dan istri mengunjungi keluarga istrinya di Kediri, warga sekitar heboh karena Sugemi dikira sudah benar-benar menghilang karena sudah bertahun-tahun tak ada kabar.Aktivitas NII agar tidak terpantau negara juga cukup rapi. Dalam NII, memang tidak ada kewajiban salat. Salat tidak diwajibkan karena anggota NII sudah berhijrah. Salat hanyalah sebuah ritual yang mewakili masa jahiliyah saja. Puasa juga tidak diwajibkan, begitu pula dengan zakat dan haji. Sebenarnya zakat dan haji tetap ada, tetapi aturannya tidak sesuai dengan aturan Islam.

Meski ada aturan semacam itu, namun anggota NII tetap salat dan puasa. Tetapi mereka melakukannya hanya untuk kamuflase saja. Sehingga citra NII yang tidak salat dan puasa tidak terlihat. Di Al Zaytun, kata Hasanuddin, berdiri masjid besar dan megah, dan banyak orang salat di dalamnya."Itu aturan tak tertulis. Kami salat tetapi salat saja, tanpa ada maknanya. Sebagai kamuflase saja. Sehingga banyak orang yang percaya, NII katanya dikatakan tidak salat, tetapi pengikutnya salat kok," ujar Hasanuddin.

Selepas dari NII, Hasanuddin mengaku pernah diajak diskusi agama oleh seseorang. Dan pada akhirnya Hasanuddin tahu jika yang mengajaknya berdiskusi tersebut berakar sama dengan NII. Namun Hasanuddin tak mencari tahu orang dari organisasi atau lembaga apakah itu."Cara saya niteni mudah saja. Saat itu maghrib, tapi dia tidak salat. Saya salat, dia tidak ikut. Salat Isya juga begitu. Ya sudah, diskusi saya hentikan. Ternyata sama saja, sempalan dari NII," ujar Hasanuddin.Hasanuddin sendiri berharap agar masyarakat tidak terbujuk rayu oleh gerakan semacam NII, apapun bentuknya. Gerakan tersebut, kata Hasanuddin, adalah gerakan sesat, yang membawa umat Islam keluar dari akidah. Hasanuddin juga berharap bisa lebih aktif melakukan imbauan kepada masyarakat agar tak terancing gerakan semacam Gafatar dan yang lain sebagainya.

"Tetapi gerakan semacam ini sekarang pintar, mereka mencari landasan dan payung hukum. Tetapi bila tujuannya jelek, maka pasti akan terbongkar juga," tandas Hasanuddin.Mendagri Tjahjo Kumolo sudah memberi penjelasan mengenai ormas Gafatar. Menurut dia, organisasi itu dibentuk Ahmad Musadeq, yang pernah dipidana karena penistaan agama."Proses terbentuknya ormas Gafatar dimulai dari pecahnya antara Ahmad Musadeq dan Panji Gumilang yang keduanya adalah anggota NII. Kemudian Panji Gumilang mendirikan MIM dan Ahmad Musadeq mendirikan Alqiyadah Al-islamiah kemudian berubah menjadi komunitas Millah Abraham (Komar)," jelas Tjahjo.Tjahjo menguraikan, karena Komar ini dinilai oleh MUI sebagai aliran sesat dan menyesatkan sehingga pimpinannya yaitu Ahmad Musadeq pada 2009 dipidana 4 tahun. Selanjutnya untuk menghilangkan jejak akhirnya ganti kulit menjadi ormas Gafatar yang dipimpin Mahful Muis dengan meng-cover kegiatannya bersifat sosial.(detik.com)

INILAH KEMEGAHAN NII ZAYTUN







 
Share:

Tanggapan Warga Sekitar Mengenai Keberadaan Ponpes NII alzaytun

Keberadaan Pondok Pesantren Al Zaytun yang berlokasi di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dalam beberapa pekan terakhir menjadi pembicaraan publik.
Hal itu semakin gencar diberitakan di sejumlah media massa menyusul adanya tuduhan keterikatan Ponpes Al Zaytun serta petingginya dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Seberapa jauh dampak yang ditimbulkan atas isu publik yang cukup hangat tersebut oleh santri-santri Ponpes Al Zaytun.Sejumlah santri ponpes yang ditemui mengaku tidak terpengaruh dengan pemberitaan deras menyudutkan ponpes pimpinan Panji Gumilang yang dikaitkan dengan NII.Taufik Hardiyanto, salah seorang santri Madrasah Aliyah (MA) kelas 10 mengaku mengetahui informasi tentang Al Zaytun dan NII dari internet maupun televisi. Namun, secara pribadi dia tidak terpengaruh terhadap perkembangan yang terjadi di luar.
Taufik mengaku tetap fokus dan berkonsentrasi mengikuti kegiatan belajar mengajar. Terlebih saat ini tengah memasuki ujian akhir sekolah (UAS). “Sepertinya tidak berpengaruh banyak dan santri juga tetap fokus belajar,” ujar remaja 16 tahun ini, Kamis (12/5/2011).Dia mengaku apa yang dituduhkan tersebut tidak benar dan belum pernah dialami olehnya, terutama terkait aktivitas cuci otak.

Keluarganya juga tidak mengkhawatirkan isu yang beredar. “Keluarga percaya dengan Ponpes Al Zaytun. Sejak adanya isu keluarga enggak begitu khawatir,” sambungnya.Hal senada diungkapkan santri lainnya, Syaeful Umam (16). Dia mengaku, munculnya isu tersebut diyakini tidak akan mempengaruhi santri lainnya yang tengah belajar agama dan pendidikan modern di ponpes terbesar di Asia Tenggara tersebut.
“Santri tetap yakin bahwa apa yang dituduhkan adalah tidak benar. Kami tetap yakin dengan sistem pendidikan di sini,” terang Syaeful seraya menambahkan isu itu tidak cukup meyakinkan dirinya untuk meninggalkan Al Zaytun.Sementara itu, Rakidi (49), salah satu warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu yang lokasinya hanya berjarak 1 kilometer dari lokasi pesantren mengaku, keberadaan Al Zaytun menurutnya tidak memberikan manfaat yang cukup berarti bagi masyarakat.
Pasalnya, keberadaan ponpes yang tertutup dengan dunia luar juga membuat warga Desa Mekarjaya tidak dapat bersosialisasi dengan santri ponpes. "Saya tidak pernah tahu apa yang ada dalam Al Zaytun, karena untuk bisa masuk saja tidak bisa,” cetusnya.

Rakidi mengaku, Ponpes yang lokasinya dikelilingi hutan belantara tersebut juga membuat warga tidak dapat memantau setiap perkembangan yang terjadi.Mengenai NII yang dikaitkan dengan Al Zaytun, warga tidak pernah mendapatkan informasi dan didatangi oleh orang-orang Al Zaytun yang membawa embel-embel NII.
“Kami tidak pernah tahu masalah NII dan baru tahu dari informasi di televisi,” katanya.Sementara itu Sekretaris Kecamatan Gantar Asep Machmud mengatakan pihak Kecamatan Gantar mengaku meski lokasi Al Zaytun dekat dengan wilayahnya, namun pihaknya belum mendapatkan laporan dari warga tentang adanya gerakan NII yang masuk ke desa-desa.“Sejauh ini belum ada laporan dari warga. Muspika Kecamatan baik anggota Polsek dan Koramil terus berkonsultasi dengan kami jika menemukan adanya indikasi masuknya NII,” ucapnya

Sumber :Okezone.com

Komentar Tholabun Ilman : Mungkin mereka tidak berani mempengaruhi masyarakat sekitar supaya keberadaan mereka aman tidak terjadi kericuhan, mereka merekrut orang-orang yang jauh adalah strategi cerdik mereka agar makar mereka berjalan mulus. Terbukti dari korban korban nya adalah orang luar daerah situ.

Gallery Kemegahan Ponpes Al-Zaytun

Sungguh hal yang aneh, ditengah padang tandus, ditengah-tengah pemukiman masyarakat yang ekonominya dibawah rata-rata dan tiada bangunan bangunan tinggi berdiri disekitarnya sebuah pesantren zaitun pimpinan panji gumilang yang sangat megah bagaikan kerajaan atau istana,? darimana dana mereka membangun pesantren ini kalau bukan dari antek antek amerika juga hasil menipu mereka dengan kedok amal, zakat, pajak negara dll.













Share:

Inilah Gaji Pengurus Aliran Sesat Negara Islam Imitasi (NII) al zaytun




Seluruh hasil program Hujumat Tabsyiriyah yang pada prinsipnya hanya sebagai alat atau sarana penggalian (eksplorasi) dana dari anggota yang diberi nama program Tis’atal Mawarid (Sembilan Pos Pendanaan Negara). Setiap struktur territorial dari tingkat yang terendah ( Desa) hingga tingkat Gubernur telah ditargetkan melakukan penyetoran dana hasil program Sembilan Pos Pendanaan tersebut. Untuk struktur tingkat Desa kewajiban penyetoran dana ke struktur tingkat Kecamatan dilaksanakan setiap hari 2 kali, pada waktu pagi dan sore. Demikian halnya penyetoran struktur tingkat Kecamatan ke struktur tingkat Distrik dan tingkat Distrik ke struktur tingkat Daerah dan seterusnya Residen. Namun untuk tingkat Residen kewajiban penyetoran dana untuk negara dijadwalkan hanya satu kali dalam sebulan, yakni pada tanggal 25-27 dalam penanggalan (kalender) Hijriyah pada Bank CIC, atas nama Abu Ma’ariq. Dalam pelaksanaan tersebut para aparat struktur tingkat Daerah atau Residen tidak harus datang sendiri ke kantor Bank CIC dimaksud, terkadang pihak Bank yang melakukan jemput bola atau langsung mendatangi aparat struktur tingkat Daerah tersebut di tempat yang terjamin keamanannya dan ditetapkan sebelumnya.
 
Apabila target penyetoran dana negara mengalami kekurangan atau keterlambatan, maka setiap kekurangan atau keterlambatan tersebut wajib dipenuhi dan ditetapkan sebagai tanggungjawab sebagai hutang. Tetapi bila dana yang diperoleh ternyata berhasil melampaui target setoran, maka kelebihan dana hasil program Tis’atal Mawarid (9 pos pendanaan negara) tersebut dibolehkan menjadi milik struktur teritorial yang bertingkat-tingkat tersebut.
Biasanya surplus dana setoran tersebut sebagian digunakan untuk kepentingan Malja’, sebagian disimpan sebagai jaminan bagi kelancaran setoran bulan selanjutnya. Namun tak jarang terjadi kelebihan dana setoran tersebut dikorupsi oleh para aparat struktur itu sendiri. Karenanya setiap struktur tingkat Distrik maupun Daerah sering mematok (menetapkan) target perolehan setoran yang lebih tinggi kepada struktur yang berada di bawahnya atau tingkat-tingkat struktur yang berada dalam kontrol dan tanggungjawabnya sesuai target yang telah menjadi kesanggupannya, hal ini dilakukan dalam rangka memperoleh kelebihan dan menumpuk kekayaan.

Pengumpulan dana untuk memenuhi kebutuhan program negara yang disentralisir di tingkat Daerah dilaksanakan dengan administrasi yang lengkap dan rapi. Kepala bagian keuangan Daerah, dalam hal ini sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh dalam hal pemenuhan kebutuhan dan alokasi pendanaan. Namun dalam hal penyetoran ke Tingkat Wilayah (melalui Bank) seluruhnya diserahkan kepada Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Selain metode di atas, pengumpulan dana juga ada yang langsung diserahkan kepada Tingkat Wilayah. Metode ini dilaksanakan dalam acara-acara tertentu yang disentralisir di Tingkatan Wilayah, Contoh :
o Program acara Tartib (Pelantikan Aparat Teritorial dan Fungsional)
o Program acara Munakahat (Menikah)
o Program acara Irsyad (Penataran Calon Aparat)
o Program acara Tahkim (Sidang Mahkamah)
Penyetoran akhir yang dilakukan pada akhir bulan Hijriyah dikoordinir oleh beberapa Badan yang telah berjalan di NII, antara lain:
o Departemen Pembangunan Keuangan
Badan ini bertanggung jawab dalam hal pembagian sistem keuangan yang berjalan untuk pembangunan dan Gaji aparat. Dalam Distribusi Gaji aparat yang mulai diturunkan ke setiap Tingkat Daerah pada tanggal 25-27 kalender hijriyah, setiap bulan penyalurannya juga lewat Bank. Tingkat Daerah mengakomodir Gaji tersebut, melengkapinya dengan blanko Gaji NII untuk tiap tingkatan. Dalam distribusi Ihsan (Gaji) seluruhnya sudah diatur dalam PERPU I (Peraturan Pengganti Undang-Undang) yang mengatur tentang pembagian Gaji, NDQ (Nomor Data Qoid/ Nomor Induk pegawai) dan Golongan layaknya pegawai negeri. Distribusi gaji melewati tahapan berjenjang sebelum sampai ke tingkatan masing-masing yang sebelumnya harus dipotong hutang dan kebutuhan lain.

o Setia Usaha Kerja
Badan ini bergerak untuk memenuhi kebutuhan yang diajukan ummat atau Aparat lewat rekomendasi Daerah atau wilayah. Jenis-jenis bantuan (pinjaman) yang diberikan lewat Badan ini, antara lain : Huqnatul Rosmal (Suntikan dana untuk usaha yang telah berjalan), Muqorodoh Malja’ (Bantuan - subsidi untuk memenuhi kebutuhan sewa Malja’),dll.

o Baitul Mal
Adalah wadah sentralisasi dana-dana yang dihasilkan dari sektor ekonomi, seperti: pertanian, perikanan, perkebunan, perhutanan dan industri.

Gaji Mas’ul dan Karyawan.
Sistem penggajian para mas’ul baik aparat Territorial maupun aparat Fungsional, telah ditetapkan sebagai berikut :
o Gaji para Aparat Territorial tingkat Desa (3 orang) sebesar Rp 700.000,-
o Gaji para Aparat Territorial tingkat ODO – Kecamatan (5 orang) sebesar Rp 1.700.000
o Gaji para Aparat Distrik – Kabupaten (7 orang) sebesar Rp 3.500.000,-
o Gaji para Aparat Territorial tingkat Daerah (11orang) sebesar Rp 7.000.000,-
o Gaji para Aparat Teritorial tingkat Wilayah (22 orang) berjumlah sebesar Rp 20.000.000,-
Berdasarkan data Laporan dalam Rencana Anggaran Belanja tahun 2001-2002 akumulasi gaji yang diberikan ke seluruh tingkatan aparat teritorial masing-masing, sebagai berikut:
o Gaji aparat Desa sebanyak 11.120 personil sebesar Rp 1.198.331.505,-
o Gaji aparat Kecamatan sebanyak 2.373 personil sebesar Rp 525.980.838,-
o Gaji aparat Kabupaten sebanyak 884 personil sebesar Rp 384.446.218,-
o Gaji aparat Daerah sebanyak 379 personil sebesar Rp 234.155.747,-
o Gaji aparat aparat Wilayah sebanyak 145 personil (terdiri dari 5 Wil. Besar di Jawa + 3 Wil di luar Jawa) jumlah dana sebesar Rp 167.814.721,-
Sedang jumlah Gaji untuk para aparat Fungsional yang berada di Ma’had Al-Zaytun maupun yang menjadi Korwil dan Korda YPI diluar daerah sebesar Rp 1.193.521.748,- (Copy Data dokumen resmi Laporan keuangan Al Zaytun diperoleh dari faksi Insan Hadid)
Total Gaji yang diberikan kepada seluruh jajaran sudah mencakup beberapa kebutuhan lain yang diberikan oleh negara, antara lain meliputi:

o Gaji Pokok
o Tunjangan Makanah (Jabatan)
o Tunjangan Kesihatan
o Tunjangan Ma’unah
o Tunjangan Ghizaiyah (Paket Gizi berupa beras, gula,minyak goreng, teh, kopi, garam, sabun mandi, sabun cuci, ikan asin dan pasta gigi).
o Syu’unul Malja’ (Bantuan untuk kebutuhan markas)
o Syu’unul Idaroh (Bantuan Operasional)

SISTEM PENGGAJIAN GURU & KARYAWAN MA’HAD AL ZAYTUN

Para guru atau asatidz-asatidzah Ma’had Al Zaytun digaji berdasarkan ketentuan sesuai kebijakan dan perjanjian, seperti yang berlaku dalam kewajiban maliyah (keuangan) yang dibebankan kepada setiap warga NII di manapun. Para asatidz dan asatidzah Ma’had Al Zaytun terdiri dari dua latar belakang, yang berlatar belakang anggota NII berasal dari teritori berjumlah mayoritas atau dalam jumlah prosentase 90 % sedang yang 10 % berlatar belakang umum dengan kontrak kerja selama 1-2 tahun, tetapi kebijakan sistem gaji mereka semua diberlakukan sama.

Para karyawan disebut pasukan hijau dan kuning (Muwadzhof) diberi gaji sangat rendah dalam penerimaan riil setiap bulannya. Bagi mereka yang masa kerjanya masih 3 bulan pertama, gaji yang diterima dan ditetapkan sebesar Rp 60.000,- perbulan, 3 bulan berikutnya dinaikkan menjadi Rp 75.000,- 3 bulan berikutnya dinaikkan menjadi Rp.100.000,- Nilai gaji riil para muwadzhof sebenarnya hanya sebesar Rp 100.000,- tersebut, hakekatnya sebagai sisa gaji yang diterima setelah dipotong negara atas dasar kewajiban yang dibebankan dalam program 9 Pos pendanaan negara yang rata-rata mencapai 75 % dari nilai gaji yang sesungguhnya, atau kelipatan 3 dari nilai nominal riil yang diterima. Artinya, jika seorang karyawan menerima gaji riil sebesar Rp 100.000,- maka gaji asli mereka sebenarnya sebesar Rp 400.000,-
Bagi mereka yang masih berstatus ghairu mutazaawij (belum menikah) tidak diberikan tunjangan apapun sebagaimana yang berhak diperolehnya, sedang bagi karyawan yang berstatus mutazaawij (sudah menikah) akan diberi tunjangan, yang secara tertulis meliputi beberapa item dibawah ini kecuali (tunjangan kesehatan)

o Gaji Pokok
o Tunjangan Makanah (Jabatan)
o Tunjangan Kesihatan
o Tunjangan Ma’unah
o Tunjangan Ghizaiyah (Paket Gizi berupa beras, gula,minyak goreng, teh, kopi, garam, sabun mandi, sabun cuci, ikan asin dan pasta gigi).

(Namun praktek yang direalisasikan oleh pihak Ma’had hanya points ke lima belaka, point yang lain belum bisa terlaksana. Karena itu praktek pelayanan kesehatan hingga hari ini dikenakan biaya)

MEKANISME KERJA KARYAWAN MA’HAD AL-ZAYTUN

Para pekerja pasukan kuning dan hijau Ma’had Al Zaytun berjumlah 3500 orang sebenarnya masyarakat pekerja yang patut dikasihani, dan perlu mendapat perhatian dari LSM seperti PPMI atau menteri ketenaga kerjaan Republik Indonesia. Sebab mekanisme kerja yang diberlakukan Abu Toto AS Panji Gumilang lebih dekat pada system kerja Rodi dan Romusha. Antara lain menerapkan pemberlakuan jam kerja yang tidak umum dan menyalahi peraturan ketenaga kerjaan maupun rasa kemanusiaan dalam hal pemberian upah atau jasa yang minim maupun dalam hal penerapan sistem base camp.

Penerapan jam kerja yang diberlakukan Ma’had Al Zaytun terhadap 3500 tenaga kerja terlatih yang meliputi banyak bidang seperti tenaga kasar terlatih, tukang batu, kayu dan konstruksi besi dan beton maupun pengelasan (perbengkelan) ditetapkan sejak dari pukul 07.00 wib hingga pukul 22.00 wib. Selain pekerja bangunan, tenaga kerja ahli di bidang perkayuan dan besi diorientasikan pada sistem fabrikasi, karena hal itu direncanakan menjadi mesin produksi yang tidak saja diformat untuk memenuhi kebutuhan sendiri tetapi juga untuk kepentingan perdagangan dan atau melayani pesanan.

Seluruh tenaga kerja Ma’had Al Zaytun disediakan base camp (barak penampungan) yang letaknya di pojok sebelah kiri Ma’had tersebut. Para pekerja tersebut wajib menginap dalam base camp tersebut selama 6 hari berturut-turut, pada hari ke tujuh mereka baru mendapat cuti 1 hari untuk mengunjungi keluarga yang juga diwajibkan bermukim secara kontrak didesa-desa sekitar Ma’had. Dari penuturan beberapa mantan pekerja maupun Tibmara serta Garda Ma’had yang telah eksodus menceritakan tentang duka dan penderitaan kehidupan sehari-hari, dimana para muwadzhof yang harus bermukim selama sepekan berada dalam base camp, dan baru bisa berkumpul dengan keluarga cuma satu hari.

Demikianlah hasil investigasi LPDI-SIKAT tentang Ma’had Al Zaytun yang berhasil dibukukan Umar Abduh. Temuan data dan informasi yang meyakinkan tentang keberadaan Ma’had Al-Zaytun dan kaitan gerak aktivitasnya tersebut dapat dipertanggungjawab kan, karena hal itu merupakan hasil investigasi dari banyak pihak, selain dari penyerahan para mantan anggota NII, baik yang berasal dari dalam Ma’had Al Zaytun (aparat dan pekerja Fungsional) maupun yang berada di luar Ma’had Al Zaytun (aparat atau anggota Teritorial NKA-NII) juga pengakuan dari mereka mendatangi lembaga resmi MUI, DEPAG dan aparat Mabes Polri.

Sumber : NII-crisis-center.com
Share:

Aliran Sesat NII KW9, Menjual Agama Demi Uang

Sebuah fenomena yang amat memiriskan belakangan ini, banyak sekali propaganda yang dilakukan para jamaah NIII ALAZYTUN  guna menempuh target futuh atau kemenanganya..para korbannya pun tetap saja para geberasi muda yang punya semangat juang  tinggi akan tegaknya syariat islam di bumi indonesia tercinta ini.
Kini mereka mulai menampakan wujudnya walaupun dengan muka yang berbeda (kedok ), namun anehnya mereka berkonspirasi dengan orang yang dianggap kafir ( RI ). Salah satunya adalah dengan kedok yayasan fakir miskin atau yatim piatu yang tersebar diseluruh nusantara, mereka mencari mangsa di tempat tempat keramaian, misalnya DENGAN PROPOSAL KEINSTANSI PEMERINTAH MAUPUN SWASTA,  MALL MALL, TERMINAL, PASAR, HALTE BUS WAY, SATSIUN KERETA API MAUPUN KRL, TEMPAT PARKIRAN masjid masjid DLL, Biasanya mereka membawa sebundel proposal , ada juga yang dengan sisitem amplop yang sampelnya YAYASAN TERTENTU dengan dibagi bagikan dan ada juga yang langsung menyodorklan kwitansi sumbangan denagn nominal tertentu yang alasanya guna kepentingan pembangunan  sarana sosial. WASPADALAH JIKA ADA PENCARI AMAL DENGAN KRITERIA TERSEBIT, DIJAMIN ITU ADALAH JARINGAN NII ALZAYTUN.
Belakangan ini banyak sekali pengaduan dari korban NII ALZAYTUN, yang mereka rata rata pernah dipekerjakan sebagai team pencari amal yang hasilnya adalah untuk pesantren alzaytun di indramayu jawa barat. Salah satunya adalah YAYASAN FIKRI AKBAR,  yang berpusat di jawa timur, YAYASAN NURUL ULUM , yang berpusat di GODEAN SLEMAN JOGJAKARTA, YAYASAN NURUL JANNAH,  di jakarta, dan yayasan lain  diseluruh nusantara. Namun para anggotanya menyebar ke seluruh penjuru tanah air dalam mencari sumbangan, kini mereka juga merangkul beberapa pihak yang diantaranya adalah tokoh masayarakat dan orang terpandang di sekitarnya. Entah karena alasan tidak tahu atau apa memang sudah ada konspirasi diantara mereka. apa karena propaganda para jamaah NII ALZAYTUN  ini sangat hebat ya sehingga orang orang yang punya pendidikan tinggi dan punya jabatan bergensi itu bisa terlibat dalan jaringan NII AL-ZAYTUN. Memang pada dasarnya mereka tidak dengan  terang terangan mengusung ideologi negara islam indonesia , mereka kemas dalam bentuk acara seminar, klinik, lembaga pendidikan dlll sehingga tak tercium gerakan NII nya, namun klo dilihat dari personil nya adalah mereka semuanya yang ada dalam kepengurusan yayasan fikri akbar adalah para jamaah dan aparat aktif NII ALZAYTUN.Jika dikaji mendalam, ini adalah kasus perdagangan manusia dan perbudakan yang harus dihentikan, para jamaah nii dengan dalih berjuang menegakan syariat islam rela menghabiskan waktunya guna mencari dana dan mencari target rekrutmen anggota NII baru.salah satu contoh propaganda yayasan fikri akbar yang hasilnya kini mencapai angka yang cukup tinggi adalah sebagai berikut :

Yayasan Fikri Akbar merupakan Yayasan yang bergerak dibidang pendidikan dan sosial adapun program-program yang saat ini sedang kami kerjakan antara lain:
1. Pendirian Panti Asuhan FIKRI AKBAR
2. Pendidikan dan pelatihan anak jalanan
3. Bimbingan belajar bagi anak kurang mampu
4. Santunan anak asuh, Lansia dan Dhuafa’
5. Pengobatan dan khitanan massal gratis
6. Klinik murah untuk dhuafa’

Dikantor pusat Yayasan Fikri Akbar yaitu di Jalan S. Parman V 96, Waru, Sidoarjo, kami mengadakan pelayanan praktek pengobatan yang ditangani oleh Dokter Umum dan perawat kesehatan. Jam praktekantara pukul 08.00 - 12.00 dan pukul 17.00 - 20.00. Dibukanya praktek pengobatan ini merupakan upaya kami dalam mempersiapkan berdirinya sebuah Klinik yang kedepannya selain melayani masyarakat umum juga dapat membantu masyarakat yang kurang mampu agar dapat memperolah pelayanan kesehatan yang semestinya. Kami juga akan mengadakan pelayanan kesehatan keliling dalam waktu dekat ini. Semoga saja langkah awal yang talah kami lakukan ini mendapat ridho dari Allah SWT, karena semua itu kami lakukan dalam upaya semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Semoga juga apa yang kami cita-citakan dapat terlaksana dengan segera dengan do’a dan ikhtiar dari para pengurus, relawan, donatur, serta semua pihak yang berkenan serta mendukung apa yang sedang dan akan kami programkan.
Untuklebih jelas silahkan klik http://fikriakbar.wordpress.com
Melihat realitas tersebuat akan kah kiat terus diam membisu melihat saudara se agama kita telah dipolitisir dan dimanfaatkan semangatnya untuk kepentingan panji gumilang dan kelompoknya, apa karena keluarga kita tiodak terkena imbas langsung terjerat gerakan makar NIII  ALZAYTUN  ini sehingga kita ga punya semangat untuk menyelamatkan saudara kita yang sedang terjebak di NII ALZYTUN. Ingat, setiap hari mereka merekrut jamaah baru, mereka seperti mesin penghancur masal yang akan mencari target dan harus berhasil sampai sang target terperangkap dalam komunitas mereka. Jika tidak waspada terget berikutnya barangkali anda atau keluarga anda.

Kini para jamaah NII ALZAYTUN lebih diperas lagi karena mereka lagi punya hajat besar guna men sukseskan 5 caleg yang di usung NII AL-ZAYTUN DI PARTAI REPUBLIKAN yaitu :
1) H. Imam Prawoto. Dapil Banten I (Kabupaten dan Kodya Tanggerang), anak Panji Gumilang.
2) Muhammad Sholeh Aceng, SH. Dapil Banten III (Pandeglang dan Lebak),
3) Drs. Miftah. Dapil Jawa Barat III (Kodya Bogor dan Cianjur), keponakan Panji Gumilang.
4) Dr. Dani Kadarisman. Dapil Jabar X (Kuningan, Banjar dan Ciamis), Dokter AL-ZAYTUN
5) Ir. M. Asrurifak, MT., Caleg DPR-RI Dapil Jatim X Lamongan - Gresik
Salah satunya adalah putra presiden NII ALZAYTUN panji gumilang yaitu IMAM PRAWOTO untuk dapil banten tangerang. Semua jamaah NII ALZAYTUN diwajibkan mencoblos salah satu caleg caleg di partai republikan, bahkan kasus penggelembungan suara seperti di alzaytun bakal terulang kembali, 5 caleg partai republikan yang di usung NII AL-ZAYTUN pasti suaranya bakal meledak di daerah mereka karena para jamaah NII ALZAYTUN  yang berada di luar dapil mulai saat ini sudah mulai datang ke setiap kelurahan masing masing untuk minta surat pindah atau pengantar  untuk mencoblos di daerah dapil yang mereka kehendaki, tentunya tergantung mana yang deket dengan caleg  di dapil mereka.
Mereka terus bergerak untuk meruntuhkan NKRI dengan segala cara, apakah kita akan tinggal diam terus melihat realitas ini ???Marilah kita bersatu berantas kedzoliman ini agar tidak terlalu banyak korban yang berjatuhan

Sumber : NII-krisis-center.com
Share:

Aliran Sesat NII, Bidik Buruh dan Karyawan Buat DiRekrut


kemegahan pesantren NII kw 9

Perekrutan anggota kelompok radikal di Indonesia tidak hanya menyasar kepada kalangan pelajar dan mahasiswa. Namun, juga kaum buruh, bahkan buruh dinilai lebih berpotensi bergabung dari pada kalangan lain."Pasalnya kalau pelajar memiliki waktu yang terbatas, pulang tidak tepat waktu saja dicari orang tua, tapi kalau buruh apalagi yang tinggal jauh dari keluarga, tidak terpantau sehingga jadi target perekrutan," ujar pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan saat Halaqoh Kebangsaan di Gedung Community Center Pintu M1 Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang.

Dalam seminar bertema "Mewaspadai Gerakan Radikalisme dan Terorisme Kontemporer Bagi Karyawan dan Pekerja Formal", Ken menjelaskan dari 4.000 kasus warga yang bergabung ke kelompok radikal yang dia tangani sejak tahun 2011, lebih didominasi buruh.Bergabungnya buruh ke kelompok radikal ini biasanya dikarenakan ketidakadilan yang dilakukan pihak perusahaan. "Dia merasa perusahaan tidak memberikan hak-haknya dan perlu dilawan, lalu bertemu dengan anggota kelompok tersebut dan ternyata sepemahaman, akhirnya dicuci otaknya hingga bergabung dan melakukan tindakan terorisme," jelasnya.Dijelaskan Ken, ciri-ciri orang yang bergabung ke dalam kelompok radikal biasanya sifatnya berubah menjadi pendiam, suka berbohong karena menyimpan rahasia yang hanya boleh diketahui kelompoknya. Untuk karyawan formal, kebanyakan mereka tiba-tiba keluar dari perusahaan tanpa alasan jelas.

"Salah satu kasusnya seorang karyawan perusahaan di Cikarang, sudah jadi karyawan tetap tapi malah keluar. Itu karena mereka harus mengumpulkan dana yang banyak, sehingga tidak ada waktu untuk bekerja, mereka harus fokus dalam negara barunya," tukasnya.Karena itu, kata Ken, pihaknya memberikan pemahaman bahaya radikalisme tersebut kepada para karyawan, pasalnya mereka merupakan bagian dari masyarakat yang bisa saja terkena imbas pelaku radikalisme.

"Saya kebetulan pernah ikut kelompok radikal, saya merasa bersalah dan berdosa, setelah sadar, saya merasa bertanggung jawa untuk mengedukasi masyarakat supaya tidak menjadi korban," tukasnya.
Sementara Dosen Fisip UNIS Hilman mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mencegahan aksi terorisme. Menurutnya, kasus terorisme merupakan permasalahan global yang bisa dilakukan pemerintah sendiri. "Harus ada tindakan juga dari kalangan akademis, organisasi, dan masyarakat," katanya.Dalam kegiatan yang diprakarsai oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) Kota Tangerang dan Yayasan Abdi Bangsa ini diikuti oleh 150 peserta yang merupakan karyawan bandara maupun sekitarnya

SUmber : Okezone.com
Share:

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive