"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Senin, 23 Maret 2015

Solusi Dampak Negatif Arus Globalisasi

Judul  : Mari Waspadai Efek negatif Globalisasi dengan Banyak Belajar Agama.

oleh : muhammad abdulrahman al muslim a.k.a (Ali Marzen)

Profil penulis : alumni majelis dakwah sekolah al-ijtihad SMK N 2 Temanggung, Jawa Tengah, lulusan 2010. juga sebagai editor dan publisher aktif di majelis www.ashabul-muslimin.tk sejak berdiri 2009 - sekarang.

MUKADIMAH

BISMILLAHIRROHMANIOHIM,

Sudah 6 tahun saya sebagai aktivis blogger muslim dengan berbagai pengalaman suka dan duka saya kembali menengok arsip tulisan lama saya, barangkali sudah basi kalau itu makanan, kalau kertas sudah usang, tapi tidak ada kata basi atau kadaluarsa bagi ilmu pengetahuan.

Artikel ini sebenarnya adalah artikel daur ulang. eits tapi bukan daur ulang rongsokan loh. apa maksudnya?

Tulisan ini adalah tulisan pertamaku dulu ketika mulai aktif di majelis dakwah. tepatnya pertengahan tahun 2010. waktu itu aku belum lancar menulis dan susunan paragrafnya belepotan, dengan sedikit edit kami sajikan tulisan artikel ini kembali untuk anda. memang menulis itu adalah sulit bagi sebagian orang tapi kalau sudah terbiasa lama-lama dan tulisan kita terorganisir rapi dan mudah dimengerti. tulisan ini diharapkan menjadi nasehat bagi kaum muslimin dan sebagai motivasi bahwa setiap orang bisa jadi penulis tanpa copy paste karya orang lain. tulisan ini teks aslinya adalah ; http://dulrohman.blogspot.com/2011/02/mewaspadai-perkembangan-zaman-melaui.html mari kita simak, tema tentang globalisasi dan kerusakan moral remaja.

MENENGOK KEADAAN GENERASI MUDA HARI INI.

sejenak mari kita tengok dunia kita yang sudah serba berantakan, anak muda semuanya gemar facebook dan  media sosial. bahkan tiap harinya ia habiskan untuk facebook, menurut penulis itu merupakan hal yang sia-sia. karena disamping kita rugi waktu kita juga berpotensi mengarah ke hal-hal yang tidak baik jika kita sudah kecanduan barang satu ini.

Sebagai umat islam, maka kita jangan sampai dibodohi oleh kaum kafir khususnya orang barat, apa buktinya? kita kecanduan facebook, sms tidak manfaat seperti pacaran dalam HP, main PS, game online, kecanduan siaran sinetron dan sebagainya yang mana mudhorot / kejelekannya sangat banyak untuk di bicarakan daripada kebaikannya. manfaat dari semua teknologi ini memang ada akan tetapi kita juga harus mengerti kalau mungkin manfaat nya itu lebih sedikit dibandingkan efek negatifnya.

jika kita tidak pandai-pandai menggunakan semua fasilitas teknologi di zaman globalisasi ini, disabdakan oleh rasululloh itu termasuk orang yang merugi, kenapa? karena waktu yang seharusnya kita gunakan untuk beramal salih malah kita gunakan untuk hal-hal yang tidak perlu dan bahkan merugikan diri kita.

seperti dalam hadits (nasehat nabi Muhammad SAW) dijelaskan

“Dari Abu Huroiroh beliau mengatakan, Rosululloh r bersabda : “Diantara tanda baiknya keimanan seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya”.

Ket Hadits :

(Hadits ini di keluarkan oleh -Imam Turmudzi ,
- Ibnu Majah ,
-al-Baihaqi,
-Ibnu Hibban, 
-al-Baihaqi
- di hasankan oleh Imam Nawawi, dan shohihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Misykatul Masobih No. 4839.)

Ibnu Daqiq al-‘Ied mengatakan : “Hadits ini merupakan ungkapan yang mencakup banyak makna yang agung pada lafadz yang sedikit”.

maka kita pun dapat mengartikan bahwa melakukan kesia-siaan juga berarti tanda buruknya keimanan seseorang. Dari hal tersebut maka kita harus berpikir dua kali jika kita mau menghabiskan waktu kita untuk hal-hal yang merugikan itu. sekarang cobalah kita tengok diri kita dan lingkungan kita.

Apakah semuanya baik-baik saja atau sebaliknya, bahkan justru yang penulis lihat hampir semua lingkungan tempat anak-anak generasi penerus bangsa ini selalu disuguhi oleh tontonan negaif dan fasilitas yang canggih namun merusak seperti TV, HP, Internet dan sebagainya yang mungkin digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna dan mencontohkan sikap cinta duniawi.

TANGGUNG JAWAB ORANG TUA KEPADA ANAK

oleh karena itu kita sebagai orang tua jika tidak memperhatikan apa dan bagaimana anak tersebut menggunakan berbagai fasilitas tersebut maka orang tualah yang akan merugi. karena tanpa kontrol dari orang tua maka seperti yang terjadi kebanyakan yaitu akan membahayakan anak tersebut untuk menuju hal-hal yang negatif.

Kita perhatikan di tv, majalah , internet dan media lain banyak kasus-kasus pelanggaran oleh remaja-remaja termasuk juga yang masih anak anak dari pencurian, perampokan perjudian, pemerkosaan,  tawuran antar pelajar dan sebagainya, itu tidak lain tidak bukan adalah akibat negatif dari perkembangan zaman yang serba canggih tetapi tanpa kontrol orang tua sehingga ketika anak tersebut telah dewasa bingung mau jadi apakah anak tersebut.

apakah hanya akan main nongkrong dipinggir jalanan sambil merokok sambil main Gitar atau mungkin malah sampai mabuk-mabukan menjadi perampok atau begal?.

Hal itu sungguh ironis karena hal itu terjadi banyak sekali di Indonesia , tanah Air Kita yang sebagian penduduknya adalah Muslim, apa yang telah kita perbuat pada anak-anak kita sehingga Generasi kita ini rusak berat. Tidak lain adalah ulah kita yang acuh tak acuh terhadap anak apalagi ditambah pengetahuan agama yang sangat kurang sehingga tak salah jika banyak terjadi Demoralitas/kemorosotan moral.

Kalau kita hanya mengandalkan sekolah saja untuk mendidik anak kita, tetapi kita pontang -panting bekerja tanpa waktu luang untuk keluarga tanpa perhatian khusus untuk anak-anak kita maka berakibat pada rusaknya hubungan antar keluarga. apalagi dizaman akhir sekarang ini, cobaan tentu saja semakin berat maka kita harus waspada dan selalu meningkatkan Ilmu Agama kita.

Umumnya disekolah formal yang bukan pesantren atau berasaskan Keislaman, maka berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah adalah saya mengalami sendiri waktu sekolah pelajaran moral dan agama seminggu hanya satu setengah jam, itu saja Gurunya sering Kosong dan malas mengajar. jadi apa yang kita kita harapkan dari anak setelah mereka lulus? 

Lulus sekolah bukannya anak tersebut membantu meringankan beban orang tua tapi mungkin justru akan merepotkan orang tua karena kenakalan yang amat sangat pada anak tersebut. Disisi lain dampak Negatif teknologi tentunya sangat lebih banyak dibanding dampak posistifnya, karena Setan yang dilaknat Allah tentunya sudah membuat perangkap yang sedemikian banyaknya sehingga semua kebenaran tampak semu, antara hal yang baik dan yang buruk sampai-sampai hampir tidak terlihat perbedaannya, tentunya segala perangkap setan itu tentunya adalah hal-hal yang disenangi, seperti dari game, TV, internet, gadget dsb. segalanya memang menyenangkan akan tetapi akibatnya menjadikan anak jadi malas belajar, akhirnya membolos setelah itu terlibat pergaulan bebas akhirnya keluar sekolah ditengah jalan, naudzubillah.

sehingga dari sinilah kita belajar untuk mendidik anak sejak Dini sampai ia dewasa dan kita harus selalu menaruh perhatian yang besar kepada anak sehingga Generasi kita menjadi generasi yang sholeh yang akan membangun negri ini dengan adil dan bijak.

Selaku orang tua, untuk membentuk anak sholeh maka jika kita kurang mampu dalam mendidik ilmu agama kita bisa menitipkan anak-anak kita dipondok pesantren, akan tetapi tak lepas kewajiban kita sebagai orang tua dan guru dirumah maka kita juga harus selalu senantiasa memperhatikan dan menasehati anak, karena sesungguhnya dari lingkungan keluargalah yang menetukan sukses tidaknya pendidikan diluar rumah seperti di Sekolah atau Pesantren.

MARI KITA KAJI MANFAAT IPTEK UNTUK BERDAKWAH

Ilmu agama merupakan erat kaitannya dengan Ilmu pengetahuan dan teknologi supaya segalanya menjadi terarah menuju hal yang bermanfaat. maka kita sebagai umat islam dituntut untuk menuntut ilmu setinggi mungkin untuk mengembangkan Iptek supaya segala sesuatu itu lebih maslahat terhadap Umat Islam Khususnya dan Bagi seluruh manusia di Dunia Umumnya.

Adapun kaitannya dengan tema tadi yaitu hubungan ilmu agama dengan Iptek maka tidak salah jika penulis mengajak kepada seluruh pembaca khususnya dan Seluruh Umat Islam untuk selalu menambah ilmu pengetahuan Agama dan juga tidak meninggalkan Ilmu Duniawi seperti Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan pesat seperti zaman sekarang ini. kemudian kita manfaatkan untuk kepentingan agama. demi kemajuan bangsa dan umat islam.

Disini Penulis berupaya supaya sekelumit materi yang amat sedikit ini bisa memotivasi umat Muslim untuk selalu mengembangkan semua Ilmu pengetahuan dijalan yang diridhoi Oleh Allah. kita sebagai Umat islam wajib menuntut ilmu tanpa mengenal batasan umur.

Jika kita sudah mengerti cara memanfaatkan Ilmu tersebut maka kita dituntut untuk meneruskannya kepada generasi setelah kita sehingga ilmu tersebut tidak hilang. Dari kajian ini untuk masalah Iptek yang sedang tren di zaman ini adalah Internet, gadget, dan Hp, dll dari situ kita bisa memperoleh gambaran tentang pergaulan didunia maya sangat berpengaruh dengan kehidupan kita sehari-hari, seperti facebook contohnya, banyak anak-anak sekarang yang menggunakan facebook dan media sosial hanya sekedar untuk menghabiskan waktu luang, untuk ngobrol yang tidak-tidak atau menggosip, bahkan juga yang lebih buruk untuk berpacaran secara online.

Maka dengan diimbangi ilmu agama maka hal buruk tersebut harusnya berkurang dan kita manfaatkan internet untuk berdakwah karena potensinya sangat besar.

PENUTUP

Alangkah baiknya jika internet tersebut kita kaji sehingga bisa menghadirkan manfaat seperti kita membuat website untuk Forum diskusi Umat muslim, radio dakwah internet, facebook yang mengarah pada forum Islam dan sebagainya. Penulis melihat sebenarnya sudah banyak yang telah mendirikan forum dakwah online tersebut.

akan tetapi masalahnya banyak anak muda yang lebih menyenangi hal-hal yang sekiranya menyenangkan tapi menjerumuskan seperti pergaulan yang tidak terkontrol dalam baik dikenyataan maupun media sosial, sehingga penulis bisa memeperoleh gambaran akan sepinya majelis-majelis Islam baik didunia nyata maupun Internet.

sebenarnya ada yang mengkaji, tetapi kebanyakan dari kalangan orang dewasa, dan anak kecil yang belajar iqro,  hal ini sungguh ironis karena generasi mudalah yang berpotensi besar mengembangkn ilmu agama ini. oleh karenanya kita dituntut untuk memiliki sikap tanggung jawab yang besar kepada anak-anak kita untuk mendidik pengetahuan agama yang lebih banyak kepada anak dirumah, kita dituntut bisa membentuk anak kita yang sholeh dan mampu berbakti kepada kedua orang tua.

sebagai penutup penulis ingin menyampaikan supaya 'KAJILAH' Ilmu walau hanya seberapa, tapi manfaatnya jauh lebih besar dari yang kita bayangkan, contohnya seperti membuat sebuah website Islami yang didalamnya berisi pengembangan-pengembangan ilmu pengetahuan dan agama supaya pengunjung web tersebut bisa menambah ilmunya, semoga kita mendapatkan rahmat-Nya sehingga hal itu bisa kita wujudkan bersama Amien.

Wallahu 'alam.

sumber refrensi : tulisan web ini paling jadul bersamaan dengan berdirinya www.ashabul-muslimin.tk dan berbagai ubahan dan penyempurnaan.

Share:

Solusi Dampak Negatif Arus Globalisasi

Judul  : Mari Waspadai Efek negatif Globalisasi dengan Banyak Belajar Agama.

oleh : muhammad abdulrahman al muslim a.k.a (Ali Marzen)

Profil penulis : alumni majelis dakwah sekolah al-ijtihad SMK N 2 Temanggung, Jawa Tengah, lulusan 2010. juga sebagai editor dan publisher aktif di majelis www.ashabul-muslimin.tk sejak berdiri 2009 - sekarang.

MUKADIMAH

BISMILLAHIRROHMANIOHIM,

Sudah 6 tahun saya sebagai aktivis blogger muslim dengan berbagai pengalaman suka dan duka saya kembali menengok arsip tulisan lama saya, barangkali sudah basi kalau itu makanan, kalau kertas sudah usang, tapi tidak ada kata basi atau kadaluarsa bagi ilmu pengetahuan.

Artikel ini sebenarnya adalah artikel daur ulang. eits tapi bukan daur ulang rongsokan loh. apa maksudnya?

Tulisan ini adalah tulisan pertamaku dulu ketika mulai aktif di majelis dakwah. tepatnya pertengahan tahun 2010. waktu itu aku belum lancar menulis dan susunan paragrafnya belepotan, dengan sedikit edit kami sajikan tulisan artikel ini kembali untuk anda. memang menulis itu adalah sulit bagi sebagian orang tapi kalau sudah terbiasa lama-lama dan tulisan kita terorganisir rapi dan mudah dimengerti. tulisan ini diharapkan menjadi nasehat bagi kaum muslimin dan sebagai motivasi bahwa setiap orang bisa jadi penulis tanpa copy paste karya orang lain. tulisan ini teks aslinya adalah ; http://dulrohman.blogspot.com/2011/02/mewaspadai-perkembangan-zaman-melaui.html mari kita simak, tema tentang globalisasi dan kerusakan moral remaja.

MENENGOK KEADAAN GENERASI MUDA HARI INI.

sejenak mari kita tengok dunia kita yang sudah serba berantakan, anak muda semuanya gemar facebook dan  media sosial. bahkan tiap harinya ia habiskan untuk facebook, menurut penulis itu merupakan hal yang sia-sia. karena disamping kita rugi waktu kita juga berpotensi mengarah ke hal-hal yang tidak baik jika kita sudah kecanduan barang satu ini.

Sebagai umat islam, maka kita jangan sampai dibodohi oleh kaum kafir khususnya orang barat, apa buktinya? kita kecanduan facebook, sms tidak manfaat seperti pacaran dalam HP, main PS, game online, kecanduan siaran sinetron dan sebagainya yang mana mudhorot / kejelekannya sangat banyak untuk di bicarakan daripada kebaikannya. manfaat dari semua teknologi ini memang ada akan tetapi kita juga harus mengerti kalau mungkin manfaat nya itu lebih sedikit dibandingkan efek negatifnya.

jika kita tidak pandai-pandai menggunakan semua fasilitas teknologi di zaman globalisasi ini, disabdakan oleh rasululloh itu termasuk orang yang merugi, kenapa? karena waktu yang seharusnya kita gunakan untuk beramal salih malah kita gunakan untuk hal-hal yang tidak perlu dan bahkan merugikan diri kita.

seperti dalam hadits (nasehat nabi Muhammad SAW) dijelaskan

“Dari Abu Huroiroh beliau mengatakan, Rosululloh r bersabda : “Diantara tanda baiknya keimanan seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya”.

Ket Hadits :

(Hadits ini di keluarkan oleh -Imam Turmudzi ,
- Ibnu Majah ,
-al-Baihaqi,
-Ibnu Hibban, 
-al-Baihaqi
- di hasankan oleh Imam Nawawi, dan shohihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Misykatul Masobih No. 4839.)

Ibnu Daqiq al-‘Ied mengatakan : “Hadits ini merupakan ungkapan yang mencakup banyak makna yang agung pada lafadz yang sedikit”.

maka kita pun dapat mengartikan bahwa melakukan kesia-siaan juga berarti tanda buruknya keimanan seseorang. Dari hal tersebut maka kita harus berpikir dua kali jika kita mau menghabiskan waktu kita untuk hal-hal yang merugikan itu. sekarang cobalah kita tengok diri kita dan lingkungan kita.

Apakah semuanya baik-baik saja atau sebaliknya, bahkan justru yang penulis lihat hampir semua lingkungan tempat anak-anak generasi penerus bangsa ini selalu disuguhi oleh tontonan negaif dan fasilitas yang canggih namun merusak seperti TV, HP, Internet dan sebagainya yang mungkin digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna dan mencontohkan sikap cinta duniawi.

TANGGUNG JAWAB ORANG TUA KEPADA ANAK

oleh karena itu kita sebagai orang tua jika tidak memperhatikan apa dan bagaimana anak tersebut menggunakan berbagai fasilitas tersebut maka orang tualah yang akan merugi. karena tanpa kontrol dari orang tua maka seperti yang terjadi kebanyakan yaitu akan membahayakan anak tersebut untuk menuju hal-hal yang negatif.

Kita perhatikan di tv, majalah , internet dan media lain banyak kasus-kasus pelanggaran oleh remaja-remaja termasuk juga yang masih anak anak dari pencurian, perampokan perjudian, pemerkosaan,  tawuran antar pelajar dan sebagainya, itu tidak lain tidak bukan adalah akibat negatif dari perkembangan zaman yang serba canggih tetapi tanpa kontrol orang tua sehingga ketika anak tersebut telah dewasa bingung mau jadi apakah anak tersebut.

apakah hanya akan main nongkrong dipinggir jalanan sambil merokok sambil main Gitar atau mungkin malah sampai mabuk-mabukan menjadi perampok atau begal?.

Hal itu sungguh ironis karena hal itu terjadi banyak sekali di Indonesia , tanah Air Kita yang sebagian penduduknya adalah Muslim, apa yang telah kita perbuat pada anak-anak kita sehingga Generasi kita ini rusak berat. Tidak lain adalah ulah kita yang acuh tak acuh terhadap anak apalagi ditambah pengetahuan agama yang sangat kurang sehingga tak salah jika banyak terjadi Demoralitas/kemorosotan moral.

Kalau kita hanya mengandalkan sekolah saja untuk mendidik anak kita, tetapi kita pontang -panting bekerja tanpa waktu luang untuk keluarga tanpa perhatian khusus untuk anak-anak kita maka berakibat pada rusaknya hubungan antar keluarga. apalagi dizaman akhir sekarang ini, cobaan tentu saja semakin berat maka kita harus waspada dan selalu meningkatkan Ilmu Agama kita.

Umumnya disekolah formal yang bukan pesantren atau berasaskan Keislaman, maka berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah adalah saya mengalami sendiri waktu sekolah pelajaran moral dan agama seminggu hanya satu setengah jam, itu saja Gurunya sering Kosong dan malas mengajar. jadi apa yang kita kita harapkan dari anak setelah mereka lulus? 

Lulus sekolah bukannya anak tersebut membantu meringankan beban orang tua tapi mungkin justru akan merepotkan orang tua karena kenakalan yang amat sangat pada anak tersebut. Disisi lain dampak Negatif teknologi tentunya sangat lebih banyak dibanding dampak posistifnya, karena Setan yang dilaknat Allah tentunya sudah membuat perangkap yang sedemikian banyaknya sehingga semua kebenaran tampak semu, antara hal yang baik dan yang buruk sampai-sampai hampir tidak terlihat perbedaannya, tentunya segala perangkap setan itu tentunya adalah hal-hal yang disenangi, seperti dari game, TV, internet, gadget dsb. segalanya memang menyenangkan akan tetapi akibatnya menjadikan anak jadi malas belajar, akhirnya membolos setelah itu terlibat pergaulan bebas akhirnya keluar sekolah ditengah jalan, naudzubillah.

sehingga dari sinilah kita belajar untuk mendidik anak sejak Dini sampai ia dewasa dan kita harus selalu menaruh perhatian yang besar kepada anak sehingga Generasi kita menjadi generasi yang sholeh yang akan membangun negri ini dengan adil dan bijak.

Selaku orang tua, untuk membentuk anak sholeh maka jika kita kurang mampu dalam mendidik ilmu agama kita bisa menitipkan anak-anak kita dipondok pesantren, akan tetapi tak lepas kewajiban kita sebagai orang tua dan guru dirumah maka kita juga harus selalu senantiasa memperhatikan dan menasehati anak, karena sesungguhnya dari lingkungan keluargalah yang menetukan sukses tidaknya pendidikan diluar rumah seperti di Sekolah atau Pesantren.

MARI KITA KAJI MANFAAT IPTEK UNTUK BERDAKWAH

Ilmu agama merupakan erat kaitannya dengan Ilmu pengetahuan dan teknologi supaya segalanya menjadi terarah menuju hal yang bermanfaat. maka kita sebagai umat islam dituntut untuk menuntut ilmu setinggi mungkin untuk mengembangkan Iptek supaya segala sesuatu itu lebih maslahat terhadap Umat Islam Khususnya dan Bagi seluruh manusia di Dunia Umumnya.

Adapun kaitannya dengan tema tadi yaitu hubungan ilmu agama dengan Iptek maka tidak salah jika penulis mengajak kepada seluruh pembaca khususnya dan Seluruh Umat Islam untuk selalu menambah ilmu pengetahuan Agama dan juga tidak meninggalkan Ilmu Duniawi seperti Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan pesat seperti zaman sekarang ini. kemudian kita manfaatkan untuk kepentingan agama. demi kemajuan bangsa dan umat islam.

Disini Penulis berupaya supaya sekelumit materi yang amat sedikit ini bisa memotivasi umat Muslim untuk selalu mengembangkan semua Ilmu pengetahuan dijalan yang diridhoi Oleh Allah. kita sebagai Umat islam wajib menuntut ilmu tanpa mengenal batasan umur.

Jika kita sudah mengerti cara memanfaatkan Ilmu tersebut maka kita dituntut untuk meneruskannya kepada generasi setelah kita sehingga ilmu tersebut tidak hilang. Dari kajian ini untuk masalah Iptek yang sedang tren di zaman ini adalah Internet, gadget, dan Hp, dll dari situ kita bisa memperoleh gambaran tentang pergaulan didunia maya sangat berpengaruh dengan kehidupan kita sehari-hari, seperti facebook contohnya, banyak anak-anak sekarang yang menggunakan facebook dan media sosial hanya sekedar untuk menghabiskan waktu luang, untuk ngobrol yang tidak-tidak atau menggosip, bahkan juga yang lebih buruk untuk berpacaran secara online.

Maka dengan diimbangi ilmu agama maka hal buruk tersebut harusnya berkurang dan kita manfaatkan internet untuk berdakwah karena potensinya sangat besar.

PENUTUP

Alangkah baiknya jika internet tersebut kita kaji sehingga bisa menghadirkan manfaat seperti kita membuat website untuk Forum diskusi Umat muslim, radio dakwah internet, facebook yang mengarah pada forum Islam dan sebagainya. Penulis melihat sebenarnya sudah banyak yang telah mendirikan forum dakwah online tersebut.

akan tetapi masalahnya banyak anak muda yang lebih menyenangi hal-hal yang sekiranya menyenangkan tapi menjerumuskan seperti pergaulan yang tidak terkontrol dalam baik dikenyataan maupun media sosial, sehingga penulis bisa memeperoleh gambaran akan sepinya majelis-majelis Islam baik didunia nyata maupun Internet.

sebenarnya ada yang mengkaji, tetapi kebanyakan dari kalangan orang dewasa, dan anak kecil yang belajar iqro,  hal ini sungguh ironis karena generasi mudalah yang berpotensi besar mengembangkn ilmu agama ini. oleh karenanya kita dituntut untuk memiliki sikap tanggung jawab yang besar kepada anak-anak kita untuk mendidik pengetahuan agama yang lebih banyak kepada anak dirumah, kita dituntut bisa membentuk anak kita yang sholeh dan mampu berbakti kepada kedua orang tua.

sebagai penutup penulis ingin menyampaikan supaya 'KAJILAH' Ilmu walau hanya seberapa, tapi manfaatnya jauh lebih besar dari yang kita bayangkan, contohnya seperti membuat sebuah website Islami yang didalamnya berisi pengembangan-pengembangan ilmu pengetahuan dan agama supaya pengunjung web tersebut bisa menambah ilmunya, semoga kita mendapatkan rahmat-Nya sehingga hal itu bisa kita wujudkan bersama Amien.

Wallahu 'alam.

sumber refrensi : tulisan web ini paling jadul bersamaan dengan berdirinya www.ashabul-muslimin.tk dan berbagai ubahan dan penyempurnaan.

Share:

Cara berpakaian menurut islam


Oleh: Siti Mahmudah

Salah satu misi Islam adalah memuliakan kaum wanita. Bentuk pemuliaan tersebut, di antaranya, melalui perintah menutup aurat, agar terjaga dari pandangan orang lain, sekaligus menghindarkan fitnah.

Allah SWT berfirman, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan, pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS al-A’raf [7]: 26).

Pakaian merupakan salah satu nikmat besar yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya. Salah satu cara mensyukuri nikmat pakaian itu adalah dengan mengenakan pakaian sesuai tuntunan-Nya.

Oleh karena itu, Islam memberikan ketentuan dalam mengenakan pakaian. Pertama, menutupi seluruh badan, kecuali wajah dan telapak tangan. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur (dewasa), maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rasul berkata sambil menunjukkan pada muka dan telapak tangan hingga pergelangannya sendiri.” (HR Abu Dawud).

Kedua, tidak ketat. Memakai pakaian yang ketat akan menampakkan bentuk tubuh yang ditutupinya. Seseorang yang mengenakan pakaian ketat seakan tidak berpakaian alias telanjang. Sehingga, hal itu dapat memancing syahwat dan menjadi sebab timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketiga, tidak tipis. Pakaian yang tipis akan menampakkan warna kulit yang akan semakin memancing syahwat dan melahirkan fitnah.

Keempat, tidak menyerupai pakaian laki-laki dan begitu juga sebaliknya. Sabda Nabi Muhammad SAW, “Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki. Allah juga melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki“ (HR Bukhari).

Kelima, tidak berwarna yang mencolok. Sebab, warna yang mencolok dapat menarik perhatian orang lain. Rasulullah SAW terbiasa mengenakan pakaian warna putih, kadang merah, dan terkadang hijau. (HR Bukhari, Nasai, dan Hakim).

Karena itu, saking pentingnya masalah berpakaian agar tidak menimbulkan fitnah, Rasulullah SAW pun mengajarkan doa yang hendaknya dibaca pada setiap akan mengenakan dan melepas pakaian.

“Allaahumma innii as-aluka min khairihi wa khairi maa huwa lahu, wa a’uudzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahu” (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebajikan pakaian ini dan kebajikan yang disediakan baginya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan sesuatu yang dibuat untuknya)”. (HR Ibnu Sunni).
 
Dengan demikian, jika masing-masing kita berkomitmen menerapkan ajaran agama yang diyakini dalam kehidupan sehari-hari, termasuk komitmen dalam berpakaian, maka tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Wallahu a’lam.

Sumber : koran republika

Share:

Cara berpakaian menurut islam


Oleh: Siti Mahmudah

Salah satu misi Islam adalah memuliakan kaum wanita. Bentuk pemuliaan tersebut, di antaranya, melalui perintah menutup aurat, agar terjaga dari pandangan orang lain, sekaligus menghindarkan fitnah.

Allah SWT berfirman, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan, pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS al-A’raf [7]: 26).

Pakaian merupakan salah satu nikmat besar yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya. Salah satu cara mensyukuri nikmat pakaian itu adalah dengan mengenakan pakaian sesuai tuntunan-Nya.

Oleh karena itu, Islam memberikan ketentuan dalam mengenakan pakaian. Pertama, menutupi seluruh badan, kecuali wajah dan telapak tangan. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur (dewasa), maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rasul berkata sambil menunjukkan pada muka dan telapak tangan hingga pergelangannya sendiri.” (HR Abu Dawud).

Kedua, tidak ketat. Memakai pakaian yang ketat akan menampakkan bentuk tubuh yang ditutupinya. Seseorang yang mengenakan pakaian ketat seakan tidak berpakaian alias telanjang. Sehingga, hal itu dapat memancing syahwat dan menjadi sebab timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketiga, tidak tipis. Pakaian yang tipis akan menampakkan warna kulit yang akan semakin memancing syahwat dan melahirkan fitnah.

Keempat, tidak menyerupai pakaian laki-laki dan begitu juga sebaliknya. Sabda Nabi Muhammad SAW, “Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki. Allah juga melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki“ (HR Bukhari).

Kelima, tidak berwarna yang mencolok. Sebab, warna yang mencolok dapat menarik perhatian orang lain. Rasulullah SAW terbiasa mengenakan pakaian warna putih, kadang merah, dan terkadang hijau. (HR Bukhari, Nasai, dan Hakim).

Karena itu, saking pentingnya masalah berpakaian agar tidak menimbulkan fitnah, Rasulullah SAW pun mengajarkan doa yang hendaknya dibaca pada setiap akan mengenakan dan melepas pakaian.

“Allaahumma innii as-aluka min khairihi wa khairi maa huwa lahu, wa a’uudzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahu” (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebajikan pakaian ini dan kebajikan yang disediakan baginya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan sesuatu yang dibuat untuknya)”. (HR Ibnu Sunni).
 
Dengan demikian, jika masing-masing kita berkomitmen menerapkan ajaran agama yang diyakini dalam kehidupan sehari-hari, termasuk komitmen dalam berpakaian, maka tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Wallahu a’lam.

Sumber : koran republika

Share:

Rabu, 11 Maret 2015

Qonaah (nrimo ing pandum), adalah sifat orang kaya (hatinya)

Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah. Dia-lah yang telah memberikan ampunan kepada setiap pelaku dosa. Dan Allah pula yang telah melipat-gandakan pahala bagi para pelaku kebajikan. Dia melimpahkan berbagai kebaikan dan kenikmatan kepada segenap makhlukNya.

Ketahuilah, pemberian terbaik yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba adalah keimanan dan ketakwaan. Kekayaan dan kecukupan hidup, hendaknya tidak menjadi kendala seseorang untuk bertakwa. Dia juga harus yakin, bahwa iman dan takwa merupakan nikmat dan karunia Allah semata. Oleh karena itu, pemberian yang sedikit, jika disyukuri dan dirasa cukup, itu lebih baik daripada banyak tetapi masih menganggapnya selalu kekurangan. Sehingga tidaklah berfaidah limpahan nikmat dan banyaknya harta bagi orang-orang yang tidak bersyukur kepada Allah.

Ingatlah, kekayaan tidak disebabkan harta yang melimpah. Namun kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan yang terdapat pada jiwa. Yaitu jiwa yang selalu qana'ah dan menerima dengan lapang dada setiap pemberian Allah kepadanya, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ

"Sungguh beruntung orang yang telah berserah diri, diberi kecukupan rizki dan diberi sifat qana'ah terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya". [HR Muslim]

Dengan sifat qana'ah ini, seorang muslim harus bisa menjaga dalam mencari rizki atau mata pencaharian. Ketika bermu'amalah dalam mencari penghidupan, jangan sampai melakukan tindak kezhaliman dengan memakan harta orang lain dengan cara haram. Inilah kaidah mendasar yang harus kita jadikan barometer dalam bermu'amalah. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu…" [an Nisaa/4 : 29].

Wallahu alam

Sumber :
Almanhaj.or.id dan majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun X/1427H/2006M.

Share:

Selasa, 10 Maret 2015

Fiqih Islam : HUKUMAN YANG PANTAS BAGI BEGAL

oleh : Muhammad ashabus samaaun

www.ashabul-muslimin.tk

MUKADIMAH AYAT

Allah Ta'ala berfirman,

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar." (QS. Al Maidah: 33)

DEFINISI BEGAL (HIRABAH)

Hirabah (حرابة‎) adalah istilah yang merujuk pada tindakan sekelompok bersenjata di dalam Daulah Islamiyah (dulu) yang melakukan kekacauan, penumpahan darah, merampas harta, merusak kehormatan, merusak tanaman, merusak ternak, keharmonian agama, akhlaq, dan keamanan masyarakat, baik dari kalangan Muslim, ataupun non-Muslim (zimmi atau harbi).

sedangkan menurut Syaikh Dr. Muhammad Husain 'Abdullah, hirabah adalah tindakaan perampokan dan berbuat kerusakan di muka bumi. Hirabah dibagi menjadi dua; pertama, ahlu bughat (separatis), kedua, quthâ' ath-thuruq (pembegal atau perampok.

Bughat adalah sekelompok orang yang memisahkan diri dari penguasa yang sah (separatis) dan mempersenjatai diri. Dengan kata lain, bughat adalah, orang-orang yang melakukan tindakan separatis, melakukan perlawanan bersenjata, dan mengumumkan perang melawan penguasa yang sah. Quthâ' ath-thuruq adalah sekelompok orang yang merampok harta manusia di jalan-jalan umum dengan menggunakan senjata, dan melakukan teror terhadap korbannya.

LATAR BELAKANG MASALAH

Belakangan ini kita saksikan dimedia maupun realita marak sekali tindak kejahatan pembegalan motor dan penjambretan, bahasa lugunya perampokan. Mereka ternyata tidak hanya melakukan perampokan barang korban, tetapi juga melakukan penganiayaan bahkan pembunuhan kepada korban.

Alangkah semakin buruknya kondisi negri sekuler ini. masalah satu belum selesai muncul lagi masalah baru yang tidak akan selesai, seperti korupsi, kekacauan politik, kekacauan pendidikan, kesenjangan sosial, krisis akhlaq dan sebagainya semakin menambah buruknya situasi negri ini.

Pembegalan ternyata marak dilakukan para pemuda yang malas-malasan tapi maunya dapat uang banyak dengan kerja yang enteng, begitu juga pemuda pengangguran dan putus sekolah maupun yang lulus sekolah tapi pergaulannya bebas rentan sekali masuk kedunia kriminal. nasehat kami diharapkan bisa sedikit menjadi perhatian khususnya umat islam dan umumnya penduduk indonesia supaya mengawasi anak-anak didiknya dan berikan perhatian penuh dari kedua orang tua dan jangan lupakan pendidikan akhlaq dan agama kepada mereka.

begitu sadisnya begal, sampai masyarakat tidak mengenal ampun kepada begal yang ditangkap dniaya dan dibakar rame-rame sampe jadi abu, masyaAlloh, sesungguhnya hukuman bagi perampok bukanlah dibakar hidup-hidup tetapi dipotong tangan dan kakinya supaya jera dan diasingkan, itulah solusi hukuman dari islam, jika main hakim sendiri tentunya ada dosa juga bagi masyarakat karena tidak memenuhi aturan islam, lebih jelasnya tentang hukuman bagi pembegal ita simak pembahasan berikutnya. apalagi cuman diserahkan kepolisi dan di penjarakan, setelah lepas nanti dia belum tentu jera, malah semakin menjadi-jadi.

tidak panjang lebar, mari kita bahas tentang apa hukuman yang pantas bagi pembegal dalam islam.

HUKUMAN BAGI PARA PEMBEGAL

Hirabah atau perampokan termasuk tindak kriminal yang terbesar. Dengan sebab itulah, hukuman dari tindakan ini sangat berat.

Allah berfirman:

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَن يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم مِّنْ خِلَافٍ أَوْ يُنفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang besar." [Al-Maa-idah: 33]

kemudian dalam sebuah hadits nabi saw dijelaskan.

Dari Anas Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam didatangi beberapa orang dari 'Ukal untuk masuk Islam, tetapi mereka alergi dengan udara Madinah, lalu mereka diperintahkan agar mendatangi unta dari hasil zakat lalu meminum air seni dan susunya. Mereka pun melaksanakannya dan sembuh. Namun mereka kembali murtad, membunuh penggembalanya, lalu menggiring unta-unta tersebut. Setelah itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus (beberapa orang) agar mengikuti jejak mereka dan mereka pun tertangkap. Lalu beliau memotong tangan-tangan dan kaki mereka, lalu mencungkil mata mereka dengan besi panas dan  mereka dibiarkan hingga akhir-nya mereka mati.'
(hadits bukhari dan muslim)

penjelasan dari hadits ini adalah setelah kejadian dalam hadits Ibnu 'Abbâs berkata,
"Lalu turunlah ayat ini (Qs. al-Mâ'idah [5]: 33)."

Riwayat-riwayat ini menunjukkan bahwa surat al-Mâ'idah ayat 33 itu bersifat umum, mencakup kaum Muslim maupun orang-orang kafir.

dalam ayat suci alqur'an dan hadits terdapat kesimpulan bahwa hukuman begal adalah ;
pertama , disalib
kedua, dibunuh
ketiga, tangan dan kaki dipotong bersilangan dan
keempat ; dibuang ketempat asing.

dan sesungguhnya pembakaran hidup hidup bukanlah suatu hukuman yang diajarkan dalam islam, masyarakat yang peduli islam silahkan memilih hukuman satu dari empat hukuman itu. dihukum mati,  disalib, atau dipotong tangan dan kakinya dan dibuang ketempat asing. sesuai kadar beratnya perbuatan mereka. jika tidak peduli hukum islam maka termasuk dosa besar juga.

karena pelaku yang dibakar belum tentu dia pernah membunuh yang dirampok, atau bahkan cuman abg yang suka iseng menakut-nakuti orang dijalan kita tidak tahu, maka sebaiknya setelah ditangkap kemudian diintrogasi setelah itu dia mendapatkan hukuman yang layak.

didalam kitab ulama, manhajus salikin, Hukuman pada mereka dirinci sebagai berikut

pertama, Merampok dengan melakukan pembunuhan dan perampasan harta: dibunuh dan disalib.

kedua, Merampok dengan melakukan pembunuhan saja tidak sampai merampas harta : wajib dibunuh. semisal dipancung atau tembak mati.

ketiga, Merampok dengan merampas harta saja: dipotong tangan pada pergelangan tangan kanan dan dipotong kaki pada pergelangan kaki kiri.

Merampok dengan menakuti-nakuti (cuma meneror) orang saja tapi tidak sampai melukai atau membunuh dan belum merampas harta : dibuang dari negeri (tempat kediaman). semisal kalau dinegri kita diasingkan ke nusa kambangan.

( disadur dari Manhajus Salikin)

SOLUSI BAGI BEGAL YANG INGIN SELAMAT

Pertama, Bertaubat Sebelum Aparat Berhasil Menangkap Mereka

Allah berfirman:

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِن قَبْلِ أَن تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ ۖ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [Al-Maa-idah: 34]

sesungguhnya dosa sebesar apapun masih bisa diampuni Allah Swt, karena Dia Maha Pengampun dan sesali perbuatan anda dan tidak pernah mengulangi lagi, selama nafas masih bisa berhembus pintu taubat masih terbuka lebar jangan menunda sampai ajal tiba. insya Allah anda diampuni.

Kedua, Bagi Orang Tua dan Guru
sesungguhnya pendidikan akhlaq dan agama adalah sesuatu yang wajib diajarkan kepada anak didik agar mereka menjadi orang yang baik akhlaqnya tidak menjadi brutal kelakuannya karena siapapun yang jauh dari agama pasti dekat dengan setan yang membujuk manusia melakukan kejahatan dan melalaikan dari hari pembalasan.

wallahu alam

dari berbagai sumber

Share:

Fiqih Islam : HUKUMAN YANG PANTAS BAGI BEGAL

oleh : Muhammad ashabus samaaun

www.ashabul-muslimin.tk

MUKADIMAH AYAT

Allah Ta'ala berfirman,

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar." (QS. Al Maidah: 33)

DEFINISI BEGAL (HIRABAH)

Hirabah (حرابة‎) adalah istilah yang merujuk pada tindakan sekelompok bersenjata di dalam Daulah Islamiyah (dulu) yang melakukan kekacauan, penumpahan darah, merampas harta, merusak kehormatan, merusak tanaman, merusak ternak, keharmonian agama, akhlaq, dan keamanan masyarakat, baik dari kalangan Muslim, ataupun non-Muslim (zimmi atau harbi).

sedangkan menurut Syaikh Dr. Muhammad Husain 'Abdullah, hirabah adalah tindakaan perampokan dan berbuat kerusakan di muka bumi. Hirabah dibagi menjadi dua; pertama, ahlu bughat (separatis), kedua, quthâ' ath-thuruq (pembegal atau perampok.

Bughat adalah sekelompok orang yang memisahkan diri dari penguasa yang sah (separatis) dan mempersenjatai diri. Dengan kata lain, bughat adalah, orang-orang yang melakukan tindakan separatis, melakukan perlawanan bersenjata, dan mengumumkan perang melawan penguasa yang sah. Quthâ' ath-thuruq adalah sekelompok orang yang merampok harta manusia di jalan-jalan umum dengan menggunakan senjata, dan melakukan teror terhadap korbannya.

LATAR BELAKANG MASALAH

Belakangan ini kita saksikan dimedia maupun realita marak sekali tindak kejahatan pembegalan motor dan penjambretan, bahasa lugunya perampokan. Mereka ternyata tidak hanya melakukan perampokan barang korban, tetapi juga melakukan penganiayaan bahkan pembunuhan kepada korban.

Alangkah semakin buruknya kondisi negri sekuler ini. masalah satu belum selesai muncul lagi masalah baru yang tidak akan selesai, seperti korupsi, kekacauan politik, kekacauan pendidikan, kesenjangan sosial, krisis akhlaq dan sebagainya semakin menambah buruknya situasi negri ini.

Pembegalan ternyata marak dilakukan para pemuda yang malas-malasan tapi maunya dapat uang banyak dengan kerja yang enteng, begitu juga pemuda pengangguran dan putus sekolah maupun yang lulus sekolah tapi pergaulannya bebas rentan sekali masuk kedunia kriminal. nasehat kami diharapkan bisa sedikit menjadi perhatian khususnya umat islam dan umumnya penduduk indonesia supaya mengawasi anak-anak didiknya dan berikan perhatian penuh dari kedua orang tua dan jangan lupakan pendidikan akhlaq dan agama kepada mereka.

begitu sadisnya begal, sampai masyarakat tidak mengenal ampun kepada begal yang ditangkap dniaya dan dibakar rame-rame sampe jadi abu, masyaAlloh, sesungguhnya hukuman bagi perampok bukanlah dibakar hidup-hidup tetapi dipotong tangan dan kakinya supaya jera dan diasingkan, itulah solusi hukuman dari islam, jika main hakim sendiri tentunya ada dosa juga bagi masyarakat karena tidak memenuhi aturan islam, lebih jelasnya tentang hukuman bagi pembegal ita simak pembahasan berikutnya. apalagi cuman diserahkan kepolisi dan di penjarakan, setelah lepas nanti dia belum tentu jera, malah semakin menjadi-jadi.

tidak panjang lebar, mari kita bahas tentang apa hukuman yang pantas bagi pembegal dalam islam.

HUKUMAN BAGI PARA PEMBEGAL

Hirabah atau perampokan termasuk tindak kriminal yang terbesar. Dengan sebab itulah, hukuman dari tindakan ini sangat berat.

Allah berfirman:

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَن يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم مِّنْ خِلَافٍ أَوْ يُنفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang besar." [Al-Maa-idah: 33]

kemudian dalam sebuah hadits nabi saw dijelaskan.

Dari Anas Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam didatangi beberapa orang dari 'Ukal untuk masuk Islam, tetapi mereka alergi dengan udara Madinah, lalu mereka diperintahkan agar mendatangi unta dari hasil zakat lalu meminum air seni dan susunya. Mereka pun melaksanakannya dan sembuh. Namun mereka kembali murtad, membunuh penggembalanya, lalu menggiring unta-unta tersebut. Setelah itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus (beberapa orang) agar mengikuti jejak mereka dan mereka pun tertangkap. Lalu beliau memotong tangan-tangan dan kaki mereka, lalu mencungkil mata mereka dengan besi panas dan  mereka dibiarkan hingga akhir-nya mereka mati.'
(hadits bukhari dan muslim)

penjelasan dari hadits ini adalah setelah kejadian dalam hadits Ibnu 'Abbâs berkata,
"Lalu turunlah ayat ini (Qs. al-Mâ'idah [5]: 33)."

Riwayat-riwayat ini menunjukkan bahwa surat al-Mâ'idah ayat 33 itu bersifat umum, mencakup kaum Muslim maupun orang-orang kafir.

dalam ayat suci alqur'an dan hadits terdapat kesimpulan bahwa hukuman begal adalah ;
pertama , disalib
kedua, dibunuh
ketiga, tangan dan kaki dipotong bersilangan dan
keempat ; dibuang ketempat asing.

dan sesungguhnya pembakaran hidup hidup bukanlah suatu hukuman yang diajarkan dalam islam, masyarakat yang peduli islam silahkan memilih hukuman satu dari empat hukuman itu. dihukum mati,  disalib, atau dipotong tangan dan kakinya dan dibuang ketempat asing. sesuai kadar beratnya perbuatan mereka. jika tidak peduli hukum islam maka termasuk dosa besar juga.

karena pelaku yang dibakar belum tentu dia pernah membunuh yang dirampok, atau bahkan cuman abg yang suka iseng menakut-nakuti orang dijalan kita tidak tahu, maka sebaiknya setelah ditangkap kemudian diintrogasi setelah itu dia mendapatkan hukuman yang layak.

didalam kitab ulama, manhajus salikin, Hukuman pada mereka dirinci sebagai berikut

pertama, Merampok dengan melakukan pembunuhan dan perampasan harta: dibunuh dan disalib.

kedua, Merampok dengan melakukan pembunuhan saja tidak sampai merampas harta : wajib dibunuh. semisal dipancung atau tembak mati.

ketiga, Merampok dengan merampas harta saja: dipotong tangan pada pergelangan tangan kanan dan dipotong kaki pada pergelangan kaki kiri.

Merampok dengan menakuti-nakuti (cuma meneror) orang saja tapi tidak sampai melukai atau membunuh dan belum merampas harta : dibuang dari negeri (tempat kediaman). semisal kalau dinegri kita diasingkan ke nusa kambangan.

( disadur dari Manhajus Salikin)

SOLUSI BAGI BEGAL YANG INGIN SELAMAT

Pertama, Bertaubat Sebelum Aparat Berhasil Menangkap Mereka

Allah berfirman:

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِن قَبْلِ أَن تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ ۖ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [Al-Maa-idah: 34]

sesungguhnya dosa sebesar apapun masih bisa diampuni Allah Swt, karena Dia Maha Pengampun dan sesali perbuatan anda dan tidak pernah mengulangi lagi, selama nafas masih bisa berhembus pintu taubat masih terbuka lebar jangan menunda sampai ajal tiba. insya Allah anda diampuni.

Kedua, Bagi Orang Tua dan Guru
sesungguhnya pendidikan akhlaq dan agama adalah sesuatu yang wajib diajarkan kepada anak didik agar mereka menjadi orang yang baik akhlaqnya tidak menjadi brutal kelakuannya karena siapapun yang jauh dari agama pasti dekat dengan setan yang membujuk manusia melakukan kejahatan dan melalaikan dari hari pembalasan.

wallahu alam

dari berbagai sumber

Share:

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive