"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Senin, 02 Maret 2015

Lulusan UGM ini konyol megatakan prabowo titisan allah.

Prabowo Titisan Allah, Langsung Banjir Komentar

Padahal perempuan ini jelas muslimah krn terlihat memakai hijab. Tapi yang dikatakan nya itu menyerupai kaum budhisme atau kristusme bahwa tuhan menjelma menjadi manusia dan berbaur dengan masyarakat. Tapi setelah dikritik dengan alasan enteng mengatakan lidahnya kepleset.kepleset pisang bu? Hhhahaa.

Prabowo titisan Allahmerupakan salah satu ungkapan yang dilontarkan oleh Nurcahya Tandang saat berpidato di rumah Polonia pada 3 Agustus 2014 lalu dalam acara Halal Bihalal Prabowo-Hatta. Video yang diunggah beberapa hari lalu ini terus menuai kontroversi hingga sekarang. Nurcahya Tandang merupakan peserta Pileg 2014 untuk Dapil Banten III dari Partai Gerindra, yakni untuk daerah kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Perempuan berkerudung cokelat dan memakai baju putih ini saat ini menjabat sebagai ketua DPN Srikandi Gerindra.
Dalam pidato atau lebih tepatnya orasi yang diunggah di youtube oleh akun relawan Prajanusa, wanita tersebut melontarkan kata yang sangat kontroversial dan mendapatkan protes dari berbagai pihak.

Petikan Orasi Nurcahya Tandang
Dalam video tersebut, Nurcahya Tandang terlihat sangat menggebu-gebu dalam menyampaikan dukungannya kepada Prabowo-Hatta. Perempuan asal Makassar ini bahkan menyebut bahwa dukungannya tersebut atas dasar ingin menegakkan kejujuran, kebenaran, pancasila dan UUD 1945. Berikut penggalan dan sedikit orasi Nurcahya Tandang tentang Prabowoyang dianggap Titisan Allah.
Nurcahya Tandang tidak hanya jihad nasionalisme, tidak hanya mendukung calon presiden RI, tapi visi besar yang diusung oleh Prabowo Subianto selaku titisan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga perjuangannya tidak hanya mengusung Prabowo Subianto, tetapi juga mengusung kebenaran, kejujuran, UUD ’45 dan Pancasila serta menegakkan demokrasi di Indonesia.

Saat mengungkapkan hal tersebut, Nurcahya terdengar sangat bersemangat sekali. Kalimat yang intinya mirip di atas diungkapkan oleh wanita tersebut di menit ke 3 lebih 48 detik dengan total waktu keseluruhan adalah 6 menit 41 detik. Ungkapan dari Nurcahya ini diamini oleh orang yang hadir di rumah polonia.
Siapakah Nurcahya Tandang
Wanita yang saat ini terkenal di dunia maya, Nurcahya Tandang ini adalah seorang perempuan kelahiran Pare-pare pada tanggal 6 April 1964. Nurcahya gagal mengikuti pileg 2014 kemarin dan menjabat sebagai timsesnas atau Tim Sukses Nasional Pemenangan Prabowo-Hatta. Perempuan berjilbab yang berusia 50 tahun ini mengambil gelar doktor di S3 Universitas Gadjah Mada atau UGM dengan jurusan Ilmu Politik. Dia tercatat sebagai dosen BIN selama 5 tahun, dari tahun 2007.
Simak lowongan kerja CPNS 2014dan berita marshanda dipasung.
Pengakuan dan Permintaan Maaf
Pernyataanberaninya mengundang protes dan komentar dari berbagai kalangan di dunia maya, nama Nurcahya Tandang mendadak naik daun dan sedang banyak diperbincangkan. Ungkapan ini dinilai terlalu berani karena menyebut manusia sebagai titisan Allah. Sementara dalam surat Al-Ikhlas sudah dijelaskan dengan detail. Demi menunjukkan rasa menyesalnya, dalam sebuah portal berita dia mengaku telah keseleo lidah saat mengungkapkan hal tersebut. Niatnya yang sebenarnya adalah bilang titipan Allah untuk membawa kepada kesejahteraan rakyat Indonesia. Dirinya juga menyadari bahwa dalam islam tidak ada anak Tuhan dan titisan Tuhan serta menegaskan bahwa ungkapannya tentang Prabowo Titisan Allahitu hanya keseleo lidah saja.

Share:

Itu namanya pake jilbab cman buat topeng, mbak!

Ingin Tahu Alasan Kenapa Mahasiswi Ini Berjilbab Tapi Berpakaian Seksi?
Minggu, 22/2/2015

Jilbab gaul menjadi istilah untuk menggambarkan kaum hawa yang berjilbab, namun gemar berpakaian ketat untuk memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Tren wanita berjilbab di lingkungan Kampus sudah menggema sejak belasan tahun silam. Namun, dalam satu dekade belakangan, tren wanita berjilbab mulai menunjukkan anomali. Penyebabnya, mereka yang berjilbab tak jarang justru menampakkan lekuk dan kemolekan tubuhnya.

Seorang mahasiswi dari salah satu kampus di Kota Ponorogo, Jatim, mengaku memiliki sejumlah alasan ketika banyak perempuan mengenakan jilbab dengan balutan pakaian seksi. Menurut mahasiswi yang gemar berbandan seksi ini, jilbab sebagai bagian dari busana, sudah semestinya bisa mengikuti mode dan terus melakukan inovasi.

“Di pandangan saya, berhijab tidak harus memakai pakaian lebar, tetapi kita bisa berinovasi menggabungkan hijab dengan gaya atau style yang kita inginkan,” ujar mahasiswi ini saat diwawancarai Madiunpos.com di kampusnya, Sabtu (21/02/2015).

Meski demikian, mahasiswi yang enggan disebutkan namanya ini tak menampik ada banyak mata kaum lekaki yang melotot karena memandang wanita berjilbab dengan pakaian seksi. Terkait hal ini, mahasiswi ini rupanya mengaku risih dan tak mau disalahkan.

“Saya kira, penglihatan para laki-laki tersebut tergantung cara berfikir mereka. Jika laki-laki tersebut berpikiran ngeres, ya seperti itulah,” argumennya.

Menurutnya, komentar seseorang tentang dandanan seksi saat berjilbab adalah sah-sah saja. Sebab, setiap orang memang berhak menyampaikan pendapat. Namun, menurutnya kunci kenyaman dalam berdandan ialah ketika seseorang memiliki kepercayan diri.

”Kepercayaan diri itu bisa membuat pakaian yang saya kenakan menjadi lebih nyaman,” ujarnya.

Kepercayan itu, lanjutnya, juga dapat memotivasi dan meningkatkan karakter diri sendiri. Ketika berpakaian seperti itu, ia akan selalu berusaha memunculkan karakter yang diinginkannya.

“Berpakaian itu seperti dapat memotivasi diri sehingga muncul karakter diri sendiri,” paparnya.

Share:

Ciee, bicara keperawanan, kalian aja uda ga perawan kan?

Para Mahasiswi Ini Bicara Soal Keperawanan Mereka


Keperawanan dan pergaulan bebas adalah fenomena di kalangan anak muda-mudi saat ini. Inilah tanggapan sejumlah mahasiswi ketika ditanya soal keperawanan.

Madiunpos.com, PONOROGGO – Sejumlah mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Jawa Timur secara tegas mengatakan bahwa keperawanan masih menjadi sesuatu yang sakral bagi mereka. Keperawanan, menurut mereka, adalah hal suci yang dimiliki perempuan dan hanya bisa diserahkan kepada lelaki yang sah melalui jalinan perkawinan.

Tika Rahayuning Tyas, 19, salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi, mengakui menjaga keperawanan ketika sedang menjalani masa pacaran adalah perkara yang tak gampang. Pasalnya, saat pacaran godaan untuk melakukan perbuatan tak senonoh hingga lepas kendali sangat terbuka lebar.

Untuk itulah, imbuhnya, seorang perempuan yang tengah di mabuk asmara, harus mampu menjaga diri sebaik-baiknya. Kaum perempuan, lanjutnya, tak boleh begitu mudahnya menyerahkan keperawanannya kepada seseorang, tak terkecuali kepada pacarnya sendiri. Sebab, tegasnya, jati diri dan kehormatan seorang perempuan itu diukur dari keperawannya.

“Pacaran sih boleh-boleh saja, asal yang sehat, misalnya berbagi motivasi, sharing, dan saling belajar,” kata dia saat diwawancarai Madiunpos.com, Senin (23/2/2015).

Hal senada juga diungkapkan Khotimah Zumrotul Munfaati, mahasiswi lainnya dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Menurutnya, pacaran itu boleh dilakukan selama masih dalam batas kewajaran.

Meski demikian, mahasiswi Ilmu Komunikasi ini tak menampik fenomena pacaran yang lebih menjurus pada pergaulan bebas. Muda-mudi yang merasa sudah punya kekasih, kata dia, seolah bebas melakukan apa saja, termasuk melakukan hubungan intim layaknya pasangan suami istri.

“Di dalam Agama Islam, hal itu sangat menyalahi aturan. Kesucian itu perlu dijaga sebelum tiba waktunya,” katanya.

Dia menegaskan, keperawanan adalah kunci menghargai diri sendiri. Seorang perempuan yang begitu mudahnya menyerahkan keperawanannya kepada pacarnya, sama saja tak menghargai diri sendiri.

Terkait itulah, ia percaya salah satu cara untuk menjaga keperawanan adalah dengan jalan memperkuat keyakinan agama. Tujuannya, agar perempuan tak mudah terpengaruh bisikan setan selama berpacaran. “Berpacaran harus sewajarnya saja,” ujarnya.

Begitu pula yang diungkapkan Widy Sekaryanti, mahasiswi Ilmu Komunikasi di Kampus yang sama.  Ia menilai, keperawanan adalah identitas diri seorang perempuan. “Itu harus dijaga. Keperawanan itu simbol perempuan yang belum menikah,” ujarnya. (Rio Wicaksono/JIBI/Solopos)

Tanggapan ;

Katanya pacaran boleh boleh saja, kata mahasiswi . Padahal itu penyebab utama perzinaan. Oalah piye to mbak, pinter kok keblinger

Share:

Kalau galau jangan lebay ya mbak

Mahasiswi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana Tewas Gantung Diri

Rabu, 18 Februari 2015

Rekan-rekan Md Ayoni dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana menangis mengetahui Md Ayoni yang ditemukan tewas tergantung di Daerah Bukit, Jimbaran.

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Dita (22) menangis di depan Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Rabu (18/2/2015) sore.
Keberadaannya bersama 8 rekan lainnya dari FTP (Fakuktas Teknologi) Pertanian Universitas Udayana terkait meninggalnya Md Ayoni (22), yang ditemukan tewas tergantung di Kos Md Ayuni di Daerah Bukit, Jimbaran.

"Saya tidak tahu kenapa Ayoni nekat bunuh diri, karena dia sangat tertutup dan jarang cerita dengan teman-temannya kalau ada masalah, termasuk dengan saya sahabatnya," ujar Dita.
Jenazah Ni Made Ayoni (22), mahasiswi Fakultas Teknologi Pertanian tiba di instalasi forensik RSUP Sanglah, Rabu
(18/2/2015) pukul 11.55 Wita.
Setibanya di Forensik RSUP Sanglah, Tim kedokteran langsung melakukan pemeriksaan terhadap jenazah wanita yang tengah duduk di semester 10 ini.

"Dari hasil pemeriksaan luar, ini murni gantung diri. Karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, hanya ditemukan luka jeratan tali dengan simpul ke kanan dari leher," ujar Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Ida Bagus Putu Alit, DMF, sp.F.

Share:

Sungguh sadisnya moral intelek sekarang

Pembuangan bayi di Boyolali yang melibatkan mahasiswi asal Klego Boyolali

Solopos.com, BOYOLALI — Tersangka pembuangan bayi di Desa Sumberagung RT 030/RW 005, Klego, Siti Lailatun Ni’mah (SLN), 20, saat ini dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Boyolali.

Menurut Kapolres Boyolali, AKBP Budi Sartono, melalui Kasatreskrim AKP Budiarto, beberapa hari setelah ditetapkan menjadi tersangka, SLN diputuskan untuk dipindah dari ruang tahanan Polres Boyolali ke Rutan Boyolali. Meskipun secara umum kondisi SLN cukup baik, tetapi dengan pertimbangan psikologis SLN harus dititipkan ke Rutan Boyolali.

“Pertimbangannya agar yang bersangkutan punya teman perempuan, dan bisa kembali bersosialisasi. Kami khawatir jika terlalu lama mendekam di sel tahanan Polres, dampaknya menjadi tidak baik bagi psikologis atau stres,” kata Kasatreskrim, Solopos.com, Sabtu (28/2/2015), saat pelaksanaan autopsi bayi yang dibuang SLN di kolong jembatan Sungai Sumberagung pada 12 Februari lalu.

Sementara itu, penyidik Polres Boyolali akhirnya menjalankan rencana pembongkaran makam bayi untuk keperluan autopsi, dengan melibatkan 11 petugas forensik dari RSUD Moewardi Solo. Autopsi dimulai sekitar pukul 09.15 WIB dan selesai sekitar pukul 10.30 WIB. Proses autopsi dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Desa Sumberagung. Namun, dari keluarga tersangka tidak ada yang terlihat hadir dalam autopsi tersebut.

“Autopsi ini untuk memperkuat sangkaan,” kata Kasatreskrim. Seperti diketahui, SLN dikenakan pasal 341 KUHP dan atau pasal 342 KUHP tentang upaya menghilangkan nyawa anaknya ketika dilahirkan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun.

Dokter Forensik RSUD Moewardi, DR.Dr.Hari Wujoso Sp.KFL.MM., menyampaikan tim telah memeriksa seluruh bagian tubuh bayi. Selain untuk mengetahui apakah bayi lahir sudah cukup umur, juga untuk mengetahui penyebab kematian bayi.

Hari menyampaikan ada beberapa hal yang perlu dipahami masyarakat dan kepolisian mengenai proses autopsi. Mengautopsi mayat yang sudah mulai membusuk, tim forensik bisa mengalami kekacauan informasi. Semua peristiwa pembusukan, kata dia, akan memusnahkan barang bukti yang dicari.

“Barang bukti yang diharapkan seperti luka, memar, sobekan, dan lain sebagainya, kalau sudah mulai ada pembusukan maka akan sulit dibedakan, dan informasi yang kami lihat berpotensi kacau,” kata dia.

Oleh karena itu, dia menyarankan kepada masyarakat atau aparat yang sejak awal mencurigai adanya tindakan kriminal yang menyebabkan kematian, jangan menunda upaya autopsi. “Kalau bisa sebelum 24 jam. Untuk bayi ini sudah lebih dari dua pekan. Tetapi tetap kami teliti dan hasilnya akan kami sampaikan maksimal tujuh hari.”

Seperti diketahui, pada 12 Februari, mayat bayi ditemukan di kolong jembatan Kali Sumberagung, Desa Sumberagung. Bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Selanjutnya, pada 14 Februari kepolisian berhasil mengungkap pelaku pembuangan bayi yang tak lain adalah ibunya sendiri SLN warga setempat.

Kuasa hukum tersangka, Budi Sularyono, menyampaikan SLN tidak pernah berusaha membunuh anaknya. “Berdasar pengakuan kepada kami, bayi itu lahir dalam kondisi tidak ada nadi yang berdenyut dan sudah tidak menangis,” kata Budi, yang ditunjuk Polres Boyolali dan keluarga menjadi kuasa hukum SNL.

Share:

Niat sekolah atau mesum sih mbak?


Mahasiswi UIN Dipecat Gara-gara Foto Syur 

RABU, 11 FEBRUARI 2015

Dailyglow.com
TEMPO.CO,Bandung - Rektorat Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung mengeluarkan RA, mahasiswi kampus itu yang ketahuan memasang foto setengah bugil di media sosial Facebook.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Bandung M. Ali Ramdhani mengatakan, saat disidang di depan jajaran rektorat kampus, RA mengaku sebagai orang di dalam foto tersebut dan mengunggahnya dalam keadaan sadar. "Saat ketahuan, yang bersangkutan langsung dipanggil. Dia mengaku foto tersebut dirinya. Berdasarkan hasil rapim (rapat pimpinan), kita langsung men-dropout yang bersangkutan," ujar Ali saat dihubungi Tempo, 11 Februari 2015.

Menurut dia, kelakuan RA telah melanggar norma dan kode etik yang telah dibuat kampus. Keputusan mengeluarkan RA pun berlandaskan aturan tersebut. "Kami memegang tiga aturan, yakni dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, dan aturan yang dibuat kampus. Kelakuan yang bersangkutan tersebut sudah jelas melanggar ketiga aturan tersebut," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, RA sempat tercatat sebagai mahasiswi di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung. Sebelum di-DO, mahasiswi tersebut duduk di semester VI. Saat Tempo�menelusuri keberadaan foto-foto seronok RA, akun Facebook yang sempat menyimpan foto tersebut sudah lenyap. Namun, salinan unggahan di akun Facebook RA yang memuat foto setengah bugil itu masih beredar di kalangan mahasiswa UIN Bandung.


Dalam salinan yang diterima Tempo, RA mengunggah empat foto seronok dengan mencantumkan keterangan yang bernada provokatif. Keterangan tersebut berbunyi: "Cantikan yang mana menurut bapa? Kasih nilai dong.., kayak ujian UAS kemarin ya pa;)?

Share:

Bukan rahasia lagi, mahasiswi gitu loh

Bandung Dihebohkan Peredaran Video Mesum Diduga Mahasiswi

By Okan Firdaus on 26 Feb 2015

(Liputan6.com)
Liputan6.com, Bandung - Pengguna dunia maya dan masyarakat Kota Bandung dihebohkan dengan beredarnya video mesum dengan judul yang menyebut pemerannya adalah mahasiswa perguruan tinggi di Bandung.

Video berdurasi 2 menit 46 detik tersebut berisi adegan mesum layaknya pasangan suami istri. Dalam video, pemeran pria tidak terlihat. Hanya pemeran wanita yang tampak jelas.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan Liputan6.com, video tersebut diunggah sejak Rabu 4 Februari 2015 lalu di situs sangxxxxxxxlah.com.

Tidak ada keterangan lebih lanjut dari admin situs tersebut yang membenarkan bahwa pemeran adegan 'panas' itu benar dilakukan oleh mahasiswa kampus yang disebut.

Sementara, dalam video pun tidak ada kata-kata yang keluar dari pemeran wanita ataupun pria yang mengaitkan mereka dengan kampus tertentu.

Share:

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive