"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Sabtu, 17 Juni 2017

Memerahi Penjajahan Pemikiran Kafir Dan Atheis

 
Oleh: Abul A’la Maududi (Tokoh Islam Pakistan)
Lalu dengen menggebu-gebu pula Spencer mengemukakan teori yang mengatakan bahwa alam ini terbentuk tanpa Pencipta, dan kehidupan ini muncul dengan sendirinya. Gelombang pasang yang melabrak sedemikian dahsyatnya ini makin diperhebat dengan munculnya berbagai penemuan ilmiah di bidang Biologi, Fisiologi, Zoologi, dan Geologi, serta makin canggihnya sarana-sarana fisik yang makin menancapkan keyakinan dalam kalbu ummat manusia bahwa alam semesta ini memang terjadi dengan sendirinya tanpa ada siapa pun yang menciptakannya.
Ia berjalan pada porosnya masing-masing berdasarkan hukum-hukum tertentu tanpa adanya kekuatan yang mengaturnya. Alam semesta selamanya mengalami evolusi tanpa campur tangan Dzat yang transendent dalam perubahan-perubahan yang dialaminya. Selain itu, dinyatakan pulan bahwa benda-benda mati itu memperoleh kehidupannya bukanlah melalui perintah Tuhan, melainkan berdasarkan evolusi yang dijalaninya, di mana saat perkembangan evolusi strukturnya telah memungkinkan, di situlah – secara otomatis – ia menemukan “ruh” kehidupannya. Lalu yang namanya pertumbuhan dan gerak perubahan yang muncul dari kehendak, indra, emosi dan pemikiran, semata-mata hanyalah merupakan ciri-ciri khusus yang dimiliki materi-materi yang memang bersifat evolusi. Demikian halnya dengan binatang dan manusia; mereka hanyalah boneka-boneka yang bergerak sesuai dengan hukum alam, sedangkan aktivitas dan perubahan yang mereka miliki adalah muncul sesuai dengan struktur yang memang telah disiapkan oleh organ-organ dan perlengkapan yang ada padanya tanpa adanya usaha yang bersifat dzatiah maupun kehendak yang bebas. Bila sistem yang dimilikinya rusak, dan perlengkapan yang ada padanya telah lenyap, maka kematian dan kiamat tidak mungkin dihindari lagi. Dengan demikian, alam semesta ini bersifat fana, sebab semua peralatan apa pun, manakala telah rusak dan tercerai-berai bagian-bagiannya, pasti lenyap pulalah spesifikasi yang dimilikinya, dan tak ada kemungkinan barang sedikitpun untuk menghimpun serta mengulang susunannya sampai kapanpun.
Selanjutnya, teori evolusi Darwin memainkan peranan amat besar dalam memantapkan materialisme ini dan menempatkannya sebagai teori ilmiah yang sistematis yang dibangun atas dalil dan bukti, sehingga bukunya yang berjudul The Origin of Species yang terbit untuk pertama kalinya pada tahun 1859 itu dianggap sebagai buku yang amat revolusioner dan  luar biasa sekali. Melalui metodologi yang selama ini dianggap paling kuat oleh kalangan cendekiawan abad sembilan belas, Darwin melakukan pembuktian dan menyokong teori yang mengatakan bahwa sistem alam semesta ini dapat bekerja tanpa adanya Tuhan. Sementara itu, fenomenon dan mekanisme alam tidak memiliki acuan apa pun selain hukum-hukum alam yang lahir dengan sendirinya, dan bahwasanya evolusi benda-benda dari perwujudannya yang paling sederhana hingga yang paling tinggi, adalah hasil kerja evolusioner yang sama sekali terbebas dari kekuatan yang bersifat supernatural. Pencipta manusia, dan juga alam semesta ini bukanlah Pencipta Yang Maha Bijaksana, melainkan semuanya ini muncul dari sel melata yang karena berbagai proses dan kondisi lingkungan semisal pertarungan, penyesuaian abadi, dan seleksi alam, akhirnya menjadi manusia yang dapat berpikir, memiliki indra, dan emosi seperti yang ada sekarang ini.
Kedua hal ini lah – filsafat dan sains – yang melahirkan peradaban Barat, yang – sebagaimana pembaca lihat – bercorak sekular dan tidak mengenal Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa, serta tidak pernah mempertimbangkan kemungkinan adanya wahyu, kenabian, ilham, konsepsi kehidupan lain setelah mati, dan perhitungan amal di dunia, di mana seakan-akan manusia ini tidak dituntut tanggungjawab apa pun, dan juga tidak memiliki tujuan yang lebih mulia dan lebih tinggi ketimbang tujuan yang bercorak hewani. Itulah peradaban yang betul-betul materialis murni yang sistemnya sama sekali kosong dari asas yang menjadi pijakan peradaban Islam berupa ketakwaan kepada Allah, cinta kebenaran, memperjuangkan yang hak, menempuh kesucian moral, kebersihan jiwa, amanah, dan bajik, serta merupakan peradaban yang teori-teorinya berlawanan dengan teori-teori Islam dan bahkan jalan yang ditempuhnya sepenuhnya bertentangan dengan Islam. Apa yang ditegakkan Islam berupa sistem moral, kemanusiaan, sehingga mereka bisa mengambil yang benar dan meninggalkan yang salah. Selain itu, mereka pun tidak akan memiliki kemampuan untuk bisa berpikir secara mandiri serta melihat melalui kaca mata mereka sendiri terhadap persoalan-persoalan hidup dengan mempergunakan ijtihad pribadi. Akibat selanjutnya, adalah apa yang telah kita saksikan dewasa ini di mana peradaban Islam telah mulai goyah pilar-pilarnya. Sementara itu pemikiran yang mandiri dan islamis telah terbawa erosi. Sedangkan pemikiran yang telah disiapkan untuk berpikir dengan gaya Barat dan meyakini prinsip-prinsip peradabannya, pasti tidak akan sejalan dengan struktur khusus yang ditetapkan oleh prinsip-prinsip Islam. Dan apabila ia sudah tidak berpijak dalam hal-hal yang prinsip, niscaya makin mudahlah mencampakkan hal-hal yang bersifat parsial dan cabang, lalu makin bercampukaduklah perilaku mereka.
Tidak pelak lagi bahwa mayoritas kaum Muslimin sampai detik inipun tetap meyakini kebenaran ajaran Islam serta masih tetap ingin disebut Muslim. Kendati pun demikian, sebagian besar kaum cendekiawan yang kini sedang tumbuh, masih tetap terpengaruh oleh alam pemikiran Barat dan berpaling dari nilai-nilai utama Islam yang kian hari kian meningkat intensitasnya. Sementara itu kepemimpinan dan keberadaan alam pemikiran dan sains Barat – di samping keunggulan mereka di bidang politik – telah mengisi seluruh atmosfer alam pikiran dunia, serta mengubah opini kaum cerdik pandai, di mana amat sulit bagi mereka untuk bisa berpikir dengan pandangan dan metodologi yang islamis.
Kemelut ini tidak mungkin dapat diretas oleh kaum Muslimin, sepanjang mereka tidak memiliki pemikir-pemikir yang mandiri. Dengan kata lain, Islam dewasa ini sangat membutuhkan kebangkitan baru, pencerahan, (renaisans), dan bahwasannya apa yang telah dihasilkan oleh para pemikir yang telah mendahului kita selama ini, sudah tidak memadai lagi, sebab dunia sudah melangkah demikian pesat, sehingga tidak mungkin lagi mengatasi semua kesulitan yang ada dewasa ini dengan merujuk pada hasil-hasil pemikiran yang masa berlakunya telah lewat sekitar delapan ratus tahun yang lalu. Selain itu, kepemimpinan di medan ilmu pengetahuan dan kehidupan duniawi – tidak diragukan sedikitpun – pasti berada di tangan orang-orang yang berpandangan ke depan, dan tidak untuk mereka yang selalu menoleh ke belakang. Jadi, manakala Islam bermaksud merebut kembali posisi mereka untuk memimpin dunia, maka tidak ada alternatif lain kecuali melahirkan pemikir-pemikir dan peneliti, yang melalui pemikiran, teori, dan kajian mereka itu, kaum Muslimin mampu menantang peradaban Barat. Sesudah itu mereka dapat melakukan pembuktian terhadap fenomena alam dan mendalami penelitian di bawah petunjuk sistem al-Qur’an, lalu dengan semuanya itu mereka membangun sistem filsafat baru yang bersumber dari alam pikiran Islam yang murni, dan membuat kaidah-kaidah ilmu-ilmu kealaman (natural sciences) yang baru diarahkan pada garis-garis yang telah ditetapkan oleh al-Qur’an al-Karim, kemudian menggugurkan teori yang atheistis sampai ke akar-akarnya. Sesudah itu, diletakkan dasar pemikiran dan penelitian berdasar teori Ilahiah, dan seterusnya bergerak maju – dengan gerakan pemikiran dan penelitian baru tersebut – dengan kekuatan dan semangat penuh yang dapat dijadikan jaminan bagi direbutnya kembali kepemimpinan bagi seluruh dunia. Lalu dengan itu pula ditegakkan peradaban Islam yang benar guna menggantikan peradaban Barat yang materialistis itu.
***
Apa yang baru saja saya kemukakan di atas, dapat ditangkap inti dan maksudnya melalui tamsil berikut ini: Dunia ini ibarat kereta api yang ditarik oleh lokomotif berupa alam pemikiran dan kajian, sedangkan kemudian kereta api ini berada di tangan para pemikir, pengkaji dan peneliti. Kereta ini terus berjalan ke mana ia diarahkan. Sementara itu, orang-orang yang ada di dalamnya – dalam posisi mereka sebagai penumpang – terpaksa, suka atau tidak suka, mengikuti saja ke mana kereta api itu berjalan. Jadi, manakala ada seorang penumpang yang ingin bepergian ke arah yang berbeda dengan tujuan kereta api itu, maka tidak bisa sekedar menggeser duduknya dari menghadap ke Barat menjadi ke Timur, atau pindah dari depan ke belakang, sementara kereta api itu tetap berjalan ke tujuan semula. Tidak diragukan sedikitpun, bahwa dengan cara seperti itu dia tidak akan dapat mengubah arah kereta api tersebut, sebab memang tidak ada cara lain yang bisa mengalihkan tujuan kereta api itu kecuali dengan jalan menguasai kemudi lokomotifnya, lalu dengan cara itu ia baru bisa menjalankan kereta api itu ke arah yang ia kehendaki. Orang-orang yang kini memegang kendali mesin penggerak itu telah berpaling dari Allah dan menjauhi pemikiran Islam. Karena itu, kereta api itupun terus menerus berjalan – berikut para penumpangnya ke arah materialisme, keserbabolehan, dan atheisme. Sementara pada penumpang yang dibawanya serta makin lama makin jauh dari tujuan Islam. Bila dikehendaki agar arah yang dituju itu berupa dan diarahkan ke jalan yang benar, tidak bisa tidak, harus ada pemimpin-pemimpin yang memiliki kemauan kuat dan niat yang melakukan upaya dan ijtihad yang kontinu, sampai saatnya mereka dapat merebut kembali lokomotif kemanusiaan ini dari tangan-tangan atheis. Akan tetapi, jelas pula bahwa manakala semua maksud itu tidak direalisasikan, dan kondisinya tetap tidak berubah dari apa yang ada sekarang, maka tidak syak lagi kereta api itu tetap akan berjalan pada relnya yang salah yang dikemudikan oleh manusia-manusia tak bertuhan, betapa pun berang dan marahnya para penumpang yang ada di dalamnya.!
Share:

Sejarah Penyebaran Islam di Sulawesi Selatan


Oleh: Ilham Kadir (Alumnus Pesantren Darul Huffazh Tuju-tuju Bone, Sulawesi Selatan; Arabic-Islamic College Al Ihsaniah Penang, Malaysia; dan STAI-DDI Makassar)
 Menurut catatan sejarah, hubungan diplomatik antara kerajaan Majapahit di Jawa dengan kerajaan-kerajaan Bantayan alias Bantaeng, Luwu, Uda (pulau Talaud), Makassar, Butun (Buton) dan Salaya (Selayar) di Sulawesi (Celebes) telah terjalin cukup lama. Pada abad ke-16 orang-orang Bugis-Makassar berperan penting dalam peperangan melawan Belanda di Jawa. Selain dikenal mahir berkelahi menggunakan senjata tajam seperti badik, keris, dan sebagainya, mereka juga memiliki kesetiakawanan yang tinggi –sebagaimana digambarkan dalam kisah-kisah wayang di Jawa. Jejak kongkrit pengembaraan mereka masih kita temui di Jogjakarta, Riau, Singapura, Johor, Pahang dan Selangor (Malaysia).[1]   
Awal Masuknya Islam di Sulawesi Selatan
Setelah kerajaan Malaka (kini salah satu negeri bagian di Malaysia) jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511 dan arus niaga di pulau Jawa menurun maka pusat perdagangan Nusantara berpindah tempat ke Makassar di bawah pemerintahan kembar Gowa-Tallo, dan daerah ini pun dijadikan sebagai the Second Malacca.
               Sebagai Bandar niaga terbesar di Nusantara, maka tentu saja ia adalah ibarat gula yang di incar oleh para semut; maka berdatanganlah para pedagang dari berbagai penjuru, mulai dari pebisnis kelas Nusantara maupun kelas luar Nusantara, baik itu India, Persia, Arab, Afrika, Cina, dan Eropa. Para pedagang tersebut masing-masing datang dengan latar belakang yang berbeda- beda budaya, beda bangsa, beda bahasa, beda kepercayaan, dan seterusnya. Yang jelas pada saat itu Makassar sudah termasuk salah satu dari pusat tata niaga kelas dunia yang sangat diperhitungkan.
               Datangnya pedagang yang beragama Islam memiliki cerita tersendiri pada saat itu; diperkirakan para pedagang inilah yang pertama kali memperkenalkan Islam baik dalam skala Nusantara maupun skala lokal di Makassar. Sejarah yang sangat masyhur tentang masuknya Islam di Sulawesi Selatan terdapat dalam Lontara Latoa[2] yang dikenal sebagai priode Galigo. Saat itu masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya suku Bugis dan Makassar, memiliki kepercayaan terhadap dewa yang disebut Dewata Seuwae (Tuhan Yang Maha Esa); sisa-sisa kepercayaan ini masih dapat disaksikan hingga kini pada masyarakat Lotang dan Kajang.
              Disebutkan bahwa awal kedatangan Islam secara terang-terangan di Sulawesi Selatan dibawa oleh tiga da’i yang berasal dari Minangkabau yang terkenal dengan Datu’ Tellue. Meraka adalah: Abdul Qadir Datuk Tunggal dengan julukan Datuk ri Bandang,  Sulung Sulaeman sebagai Datuk Patimang, dan Khatib Bungsu sebagai Datuk ri Tiro.[3]
Ketiga Ulama di atas menggarap lahan yang berbeda. Datuk ri Bandang menggarap kerajaan kembar Gowa-Tallo, Datuk Patimang menjelajah ke kerajaan Luwu sedang yang terakhir, Khatib Bungsu, masuk berdakwah pada masyarakat di daerah Tiro yang kini termasuk daerah Bulukumba dan kemudian hari beliau diberi gelar sebagai Datuk ri Tiro, dalam rangkapengabadian nama tempat beliau awal-awal berdakwah.
                 Ketiga da’i di atas memiliki metode atau cara yang berbeda antara satu sama lain. Mereka berdakwah sesuai situasi, kondisi dan toleransi pada obyeknya. Khatib Bungsu alias Datuk ri Tiro, misalnya, melihat fenomena masyarakat daerah Tiro Bulukumba terdiri dari para penganut faham animisme atau percaya pada hal-hal yang berbau mistik, maka beliau memperkenalkan agama Islam dengan menggunakan metode dan ajaran tasawuf; dengan begitu masyarakat setempat dapat menerima ajaran agama Islam dengan sukarela dan tanpa ada paksaan sedikit pun. Berbeda dengan Abdul Qadir Datuk Tunggal alias Datuk ri Bandang dan Sulung Sulaeman sebagai Datuk Patimang, mereka berdua ini berdakwah melalui jalur birokrasi jika dibahasakan dengan konteks saat ini. Metodenya jelas berbeda dengan berdakwah melalui akar rumput (grass rootkarena untuk menebarkan pengaruh kepada Sang Raja tidaklah semudah yang kita bayangkan.Jangankan dengan Raja, dengan kepala suku saja tidaklah mudah.Sebagaimana kita ketahui bahwa Raja tidaklah berdiri dengan sendirinya; dia punya pengawal, punya dewan penasehat, punya menteri, dan sebagainya.Jadi keberhasilan para da’i ini dalam mempengaruhi para penguasa untuk menerima agama Islam sebagai agama kerajaan dan para masyarakatnya merupakan sebuah keahlian yang tersendiri.
             Raja yang pertama menerima Islam sebagai agamanya adalah Raja Tallo yang bernama I Mallingkang Daeng Mannyonri, Karaeng Tumenanga ri Bontobiraeng. Baginda juga merangkap jabatan sebagai Tumabbicara Butta (Mangkubumi) Kerajaan Gowa. Menurut catatan lontara dan berbagai buku sejarah di Sulawesi Selatan bahwa tanggal resmi penerimaan Islam sebagai agama adalah pada malam Jumat 22 September 1605 atau 9 Jumadil Awal 1014 Hijriah. Setelah resmi masuk agama Islam maka baginda langsung mendapatkan gelar sebagai Sultan dan diberi nama Islam yaitu Sultan Awwalul Islam. Tidak berapa lama kemudian Raja Gowa ke 14 yang bernama I Manngerengi Daeng Manrabia juga turut memeluk Islam dan diberi gelar Sultan Alauddin. Dua tahun kemudian seluruh rakyat Gowa dan Tallo telah selesai di-Islamkan dengan diadakannya shalat Jumat secara berjamaah pertama di Tallo pada tanggal 9 Nopember 1607, bertepatan dengan 19 Rajab 1016 H.
               Setelah Kerajaan kembar Gowa-Tallo menjadi kerajaan Islam dan raja-rajanya memperoleh gelar Sultan, maka secara otomatis kerajaan ini telah menjadi pusat penyebaran Islam di daerah Sulawesi. Raja Gowa sebagai penguasa super power di daerah sulawesi mulai menampakkan pengaruhnya dengan menyerukan kepada seluruh raja-raja yang ada di Sulawesi supaya menerima Islam sebagai agama tunggal. Disamping itu, memang sudah ada semacam konsensus antara raja-raja di Sulawesi Selatan bahwa “Barang siapa yang menemukan jalan yang lebih baik, maka ia berjanji akan memberitahukannya pada raja-raja sekutunya”. Selain itu disebutkan juga bahwa pada tanggal 9 November 1967, Sultan Alauddin secara resmi mengeluarkan dekrit yang isinya menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaan dan masyarakat. Setelah Sulawesi Selatan dapat diislamkan, maka tibalah gilirannya Sultan Alauddin yang juga berprofesi sebagai da’i ini bersama Karaeng Matoaya (Mangkubumi) yang merupakan pamannya sendiri memperluas pengaruh dan wilayah melalui islamisasi pada kerajaan-kerajaan di sebelah Timur dan sebagian sebelah Barat. Bahkan supremasi dan dominasi Kerajaan Makassar meliputi separuh Nusantara, dari Sulawesi, Berau, dan Kutai (Kalimantan Timur), Nusa Tenggara minus Bali karena sebelumnya telah terjadi perjanjian persahabatan antara Makassar, Marege (Australia Utara), dan gugusan pulau Tinibar. Perluasan pengaruh dan dominasi Kerajaan Islam Makassar inilah menjadi cikal bakal munculnya Republik Indonesia yang kekuasaannya mempersatukan Nusantara dari Sabang sampai Marauke, dari Pualu Migas di sebelah Utara dan Sumba di sebelah Selatan.[4]
                   Pada umumnya Islam berkembang di Sulawesi Selatan dengan damai dan apa adanya. Disamping adanya konsensus yang disebutkan di atas, para da’i Muslim juga terhitung cepat beradaptasi dengan kepercayaan ini. Memang terdapat kerajaan yang pada mulanya enggan langsung menerima Islam sebagai agama Istana dan rakyat, namun itu tidak seberapa. Disamping gencarnya dakwah yang dilakukan oleh kerajaan Gowa dan Tallo sebagai pemegang hegemoni politik dan supremasi di daerah Sulawesi pada khusunya dan Nusantara bagian timur pada umumnya, kerajaan ini memiliki pasukan tempur yang tangguh dan tak tertandingi oleh kerajaan mana pun di daerah Sulawesi dan bagian Timur Nusantara. Kerajaan yang memeluk Islam karena kalah dalam peperangan adalah Sidenreng Rappang dan Soppeng pada tahun 1609, menyusul Wajo tahun 1610, dan terakhir adalah Bone pada tahun 1611 M.[5]
                   Selain Datuk Tellue, salah satu ulama dan pahlawan dua Negara (Afrika Selatan dan Indonesia) yang memiliki peran besar dalam dakwah di Sulawesi Selatan adalah Syekh Yusuf al-Makassari; dia hidup dalam pertengahan abad XVII dan termasuk ulama yang sangat dihormati; ia juga termasuk Bangsawan Gowa, kemudian merantau ke Banten dan menikah dengan putri Sultan Ageng. Mendampingi mertuanya melawan Belanda, ia pun kemudian ditawan oleh Belanda dan diasingkan di Sailon pada tahun 1683. Tapi pada saat itu sebahagian murid-muridnya terus berdatangan kepadanya. Inilah yang membuat Belanda makin geram yang akhirnya membuat beliau dibuang ke Tanjung Harapan Afrika Selatan. Karena banyaknya tempat yang di singgahi oleh tokoh ini, muncul kemudian anggapan terkait tentang tempat persemayaman akhir beliau. Sedikitnya ada tiga pandangan. Ada yang mengatakan bahwa ia dikuburkan di Banten; ada juga yang percaya bahwa ia dikebumikan Afrika Selatan, dan yang lain berpendapat kuburannya ada di Gowa, Sulawsi Selatan.[6]

(Baca selengkapnya di Jurnal Islamia, ‘Pembebasan Nusantara: Antara Islamisasi dan Kolonisasi’, Vol.VII, No. 2, 2012).


[1]Ketika Sultan Abdul Jalil putera Sultan Hasanuddin mengawinkan puterinya yang bernama Karaeng Pattukangang dengan Lapatauk Raja Bone, telah diadakan perjanjian bahwa putera pertama yang lahir dari perkawinan itulah yang menggantikan kakeknya sebagai raja Makassar. Namun harapan tersebut pupus karena Belanda berhasil menaklukkan Makassar. Maka ia pun pergi berlayar ke Pahang Malaysia, dimana ia menjadi penguasa. Kelak keturunannya menjadi Perdana menteri Malaysia yaitu Tun Abdul Razak dan kini anaknya Najib Abdul Razak. Lihat H.D. Mangemba, Sultan Hasanuddin Ayam Jantan Dari Benua Timur (Pemda Tingkat II Gowa: 1997), hlm. 18.
[2]Lontara atau kronik merupakan catatan peristiwa yang ditulis di atas daun lontar, penulisannya juga harus melewati beberapa syarat, Salahsatu lontara yang terkenal adalah ditulis pada abad ke XVIII oleh La Sangaji Puanna La Sengseng, ia menyatakan bahwa bahan yang tidak boleh diambil sebagai bahan pertimbangan atau sumber  ilmu  adalah: a) Pau anakanae (pembicaraan anak-anak yang belum akil baligh yang tidak masuk aka); b) Tutu tau jangenge (tutur kata orang yang tidak waras); c) Sadda sanroe (ramalan dukun, paranormal); d) Nippie (mimpi); e) Kapangnge (dugaan, terkaan, prasangka). Syarat-sayarat di atas diambil dari La Taddamparek Puang ri Maggalatung (Arung Matoa Wajo tahun 1491 – 1521 M.) Untuk selanjutnya silakan lihat Abu Hamid, et. al., dalam Siri’ & Pesse’ Harga Diri Manusia Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. (Cet. II; Makassar: Refleksi, 2007), hal. 12.

[3]Cerita awal kedatangan Islam juga dikisahkan bahwa seorang ulama dari Minangkabau Tengah, Sumatera Barat, bernama Abdul Makmur Khatib Tunggal, tiba dipelabuhan Tallo dalam tahun 1605, dengan menumpang sebuah kapal perahu, setibanya di pantai ia melakukan shalat yang mengherankan rakyat. Ia menyatakan keinginannya untuk menghadap Raja. Raja Tallo yang mendengar berita itu langsung bergegas ke pantai untuk menemui orang yang berbuat aneh itu. Ditengah perjalanan ke pantai, di pintu gerbang halaman istana Tallo, baginda bertemu dengan seorang tua yang menanyakan tentang tujuan perjalanan baginda. Orang tua itu menulis sesuatu di atas kuku ibu-jari baginda dan mengirim salam pada orang berbuat ajaib yang ada di pantai itu. Sewaktu Khatib Tunggal diberitahu tentang pertemuan Raja dengan orang tua itu, ia melihat bahwa yang tertulis di atas kuku ibu-jari Raja Tallo itu ialah surah al fatihah. Khatib Tunggal menyatakan bahwa orang tua itu yang menjumpai Baginda adalah penjelmaan Nabi Muhammad SAW. Seterusnya orang makassar  menamakan penjelmaan Nabi Muhammad itu “Makassar Nabi Muhamad” sebagian orang Makassar mengartikan kalimat itu sebagai asal mula nama “Makassar”.  Keterangan lebih sempurna baca juga, A. Mattulada dalam karyanya, Sejarah Masyarakat dan Kebudayaan Sulawesi Selatan, (Makassar: Hasanuddin University Press, 1998), hal. 150.
  
[4]H.D. Mangemba, Sultan Hasanuddin Ayam Jantan Dari Benua Timur (Pemda Tingkat II Gowa: 1997), hal.  4.
[5]Tiga kerajaan ini yaitu Bone, Soppeng, dan Wajo disebut juga tiga kerajaan aliansi tellumpoccoe. Untuk lebih jelasnya lihat: Ahmad M. Sewang, Islamisasi Kerajaan Gowa. Abad XVI sampai Abad XVII, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2003), hal. 2-3.
[6]Di daerah Sulawesi Selatan, ulama memiliki keistemewaan tersendiri dalam strata sosial, sebagaimana kita ketahui bahwa susunan fungsional masyarakat bugis sebagai berikut: a) Ade’ tomapparenta (pemimpin pemerintah yang diangkat dari anakarung dipercayai (baca: mitos) keturunan to manurung yang berasal dari dunia luar); b) To Panrita, (ulama atau pimpinan kerohanian); c) To Acca, (kaum intelektual atau cerdik pandai); d), To Sugi, (pengusaha atau orang kaya); e) To Warani, (pemberani atau jawara). lihat A. Mattulada, op. cit., h. 28.
Share:

Mengenal 4 Unsur Sifat Dalam Diri Manusia

Peneliti Insists Henri Salahuddin menjelaskan bahwa agar mencapai kebahagiaan, manusia mesti memenej  unsur-unsur untuk mencapai kebahagiaan itu. “Imam al Ghazali menyatakan bahwa partikel-partikel dalam diri manusia yang dimenej untuk mencapai kebahagiaan itu adalah: mengenal diri, mengenal Allah, mengenal hakikat dunia dan mengenal hakikat akherat. Insya Allah kebahagiaan akan diraih bila mengenal empat ini,”paparnya.

Imam Ghazali membahas masalah ini, pada kitabnya Kimiya as Sa’adah (Kimia Kebahagiaan). Karya ini adalah karya ke 45 sang Imam. “Sedang Ihya’ Ulumuddin adalah karya Imam Ghazali yang ke-28,”terang Henri dihadapan puluhan peserta dua mingguan Insist pada Sabtu lalu (1/12).  Dalam Kimia as Sa’adah ini diterangkan bagaimana mendidik diri dengan cara menjauhi hal-hal yang buruk dan mencapai keutamaan dengan menghiasi diri melakukan amal-amal yang shaleh. Dalam kitab ini, menurut Henri, manusia ditanya: Anda siapa? Anda datang ke sini dari mana? Anda diciptakan untuk apa? Anda bahagia karena apa dan Anda sengsara karena apa?

Kemudian Imam Ghazali menjelaskan bahwa manusia mempunyai empat sifat. Pertama sifat binatang ternak, yang bahagia dengan makan, minum dan menyalurkan hasrat seksualnya. Kedua, sifat binatang buas yang bahagia bila berantem atau bertengkar. Ketiga sifat Iblis dan keempat sifat malaikat.
“Bersungguh-sungguhlah untuk mengetahui usul Anda, sehingga Anda kenal jalan menuju Tuhan. Sehingga Anda bisa menggapai kebahagiaan dan mencegah kekangan hawa nafsu syahwat dan marah. Barangsiapa mementingkan apa yang masuk dalam perut, maka nilainya sma dengan apa yag dikeluarkan,”jelas penulis buku ‘Al Qur’an Dihujat’ ini.
Kemudian Henri menjelaskan bahwa manusia ibarat sultan dalam kerajaan.  Akherat sebagai negeri tempat tinggalnya. Dunia ini ibarat rumah. Jiwa adalah kendaraan, syahwat adalah pegawai, dua tangan dan kaki adalah pelayan, amarah adalah polisi, quwwatul khayal adalah pejabat tinggi yang mengumpulkan informasi dari mata-mata, quwwatul hifz adalah tempat pengumpul yang dihasilkan pejabat tinggi dan akal adalah menterinya. “Ini semua tujuan akhirnya adalah mengenal Allah (beribadah) dan qalbu adalah kunci untuk mengenal Allah,”terangnya. Karena itu jangan sampai syahwat mengalahkan akal atau qalbu.

Di sini Henri mengritik keras pendapat Freud yang menyatakan bahwa manusia tidak lepas kebutuhannya dari bawah perut (seks).” Karena ada tingkatan kebutuhan atau kebahagiaan manusia yang lebih tinggi yaitu kebahagiaan karena mempunyai ilmu dan sifat-sifat yang terpuji (nafsiyah),”paparnya. Memang tidak dipungkiri, adanya kebahagiaan yang sifatnya badaniyah (atau sifat binatang ternak) seperti kebutuhan makan, seks, kesehatan dan sebagainya,. Di samping juga kebahagiaan yang sifatnya ‘kharijiyah’ seperti manusia gembira karena kekayaannya.
Imam Ghazali menasehatkan agar manusia tidak menuruti nafsu ammarah bis su’ (nafsukeburukan/ kejahatan). Seperti perbuatan seks bebas atau seks sesama jenis (homoseksual/Lesbian), yang menjadikan manusia kedudukannya lebih rendah dari binatang. “Dan kita mesti menjauhi dari sifat-sifat tercela dan menghiasi diri kita dengan sifat-sifat terpuji seperti: iffah, sajaah, hikmah dan adalah, taubah, sabar, syukur, raja’, khauf, tauhid, tawakal dan mahabbah,”papar Henri. Di sinilah Imam Ghazali menekankan pentingnya jihadul akbar, jihad melawan hawa nafsu itu.

Masalah pentingnya ilmu, ditekankan dalam diskusi Insists itu. “Ilmu dapat menimbulkan jiwa yang sakinah, dapat mengenal Allah (ma’rifatullah) dan akhirnya dapat sampai pada nafsu muthmainnah,”jelasnya.  Menurut Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Uluumuddin,  manusia itu ada tiga golongan, temanilah yang dua dan tinggalkanlah yang satu. Pertama, orang yang lebih pandai darimu, maka bertemanlah dengannya niscaya engkau mendapat ilmu. Kedua, orang yang lebih bodoh darimu, temanilah ia dan ajarkanlah ilmu padanya dan ketiga orang yang sombong maka jauhilah ia.

Share:

Jumat, 16 Juni 2017

Iseng, dapet gambar meme gila











Share:

Nur, Gadis Indonesia Kena php ISIS di Suriah, Janjikan Kebahagiaan Tapi Akhirnya...


 Negara sesat isis kembali membuat heboh dengan pemberitaan baru dari perempuan asal indoneisa. Katanya
Suriah adalah tanah yang dijajikan oleh Khalifah (dajjal) Abu Bakr Al-Baghdadi sebagai surga untuk orang-orang yang berbaiat kepadanya. Tapi ternyata, janji tersebut tak lebih dari “ansor” atau “angin sorga” alias penipuan bahasa gaulnya php. Ribuan jadi korban, termasuk Nur, gadis berusia 19 tahun asal Indonesia. Nur, begitulah gadis itu memperkenalkan dirinya kepada wartawan Agence France-Presse, Ayhem Al-Mohammad, yang menemuinya di kamp pengungsian Ain Issa, Suriah, Rabu (14/6/2017).

 Ia mengakui berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan kekhalifahan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), bersama sang ayah dan saudara lelakinya, tahun 2015 silam. Saat kehidupan Nur dan keluarganya terhimpit beban ekonomi di tanah air, mereka seakan mendapat ilham untuk “hijrah” ke Suriah setelah melihat foto dan video kedigdayaan serta kenikmatan hidup di wilayah ISIS. “Melalui internet, Daesh (ISIS) mengajak hijrah ke Raqa, Suriah, untuk hidup sejahtera di bawah kepemimpinan khalifah. Ayah dan saudara lelakiku tertarik, karena mereka dijanjikan pekerjaan tetap yang bergaji besar,” tutur Nur. Namun, ketika mereka menjejakkan kaki di Raqa, segala kemalangan menimpa mereka. ”Mereka semua pembohong. Saat kami sampai di sini (Suriah) baru diketahui apa yang mereka perlihatkan di internet ternyata berbeda,” tutur Nur, menyesal. Nasib tragis yang dialami Nur dan keluarganya di wilayah ISIS Suriah adalah, ayah dan saudara lelakinya dipenjarakan oleh ISIS. ”Ayah dan saudaraku dulu berpikir akan diberikan ISIS pekerjaan tetap dan gaji besar. Tapi ternyata, sesampainya di Raqa, mereka berdua dipaksa menjadi milisi ISIS. Mereka tak mau, sehingga dipenjarakan,” bebernya.

 Nur sendiri tak bebas dari teror ISIS. Ia mengakui harus terus bersembunyi karena banyak gerombolan ISIS yang mayoritas lelaki memburunya untuk dijadikan istri. Ketika sang ayah belum dipenjara, setiap hari ada saja tentara ISIS yang bertandang ke rumah dan tanpa ba-bi-bu mengatakan ingin menjadikan dirinya istri. “Umur pernikahan tentara ISIS rata-rata hanya dua bulan atau bahkan dua minggu. Setelahnya mereka bercerai dan mencari istri baru. Mereka datang ke rumah dan meminta kepada ayah agar bisa mengambilku,” ungkapnya. Saudara lelakinya, juga sebelum dipenjara, kerapkali dihujani pertanyaan dari tentara ISIS: ”apakah kau punya suadara perempuan yang bisa kuperistri?” "Benar, mereka (ISIS) setiap hari hanya membicarakan soal perempuan, perempuan, perempuan,” tukas Nur. Penderitaan Nur di tanah yang dijanjikan khalifah akhirnya berakir ketika tentara Suriah menggempur Raqa. Ia bersama ribuan warga Raqa lainnya mengungsi di kamp Ain Issa. Kekinian, nasibnya juga belum jelas.(suara.com)
Share:

Sabtu, 10 Juni 2017

hACKED

Alien Head
-------------------- Team MARZ -----------------
Website Has Been Hacked By > TikusWer0x <
===========================================
Hello Everyone !



Aliens will come to destroy our earth !!!
Special Thanks To : - AlieN MarZ - M4nT0ing
Share:

Penipuan Lowongan Kerja, Modus Penipuan Investasi Ala PT Solid Gold Berjangka




Perusahaan ini sama saja cara kerjanya gak jelas modus investasi hanya untuk nyolong duit nasabahnya klo di jogja saya mengenal PT KONTAK PERKASA FUTURE, kurang lebih modusnya sama hanya nama PT nya yang berbeda kemudian jika yang satu ini PT Solid Gold Berjangka adalah Modus penipuan udah basi tapi masih aja berjalan hingga sekarang karena PT penipuan ini berbadan hukum alias PT nya bukan abal abal tapi usahanya yang abal abal.

Memang nyari kerja jaman sekarang susah lebih susah lagi ketika dapat kerjaan iming-iming jadi marketing perusahaan investasi bernama solid gold, anda akan disuruh cari nasabah sebanyak banyaknya tapi resikonya juga anda bisa hanya jadi tameng bos anda sebagai penipu nasabahnya, anda yang masih ragu untuk masuk ke PT solid Gold jadi tenaga marketing setelah baca ini semoga keraguan anda hilang dan berubah kemantapan untuk menjauhi PT bejat itu. belum lama ini ada berita ramai dari tribunnews,


 Berikut ini beritanya ,
 PENIPUAN PT SOLID GOLD MELARIKAN UANG JUTAAN DARI NASABAHNYA
Modus penipuan berkedok investasi emas dengan iming-iming keuntungan yang besar kembali terjadi. Beberapa orang nasabah PT Solid Gold Berjangka Makassar merasa tertipu hingga ratusan juta. Dengan menyetorkan uang sebesar Rp 100 juta, nasabah PT Solid Gold Berjangka dijanjikan akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1 juta per hari.Seluruh transaksi nasabah dilakukan seorang wakil pialang. Nasabah hanya diminta menandatangani Buku Perjanjian PT Solid Gold Berjangka yang tidak dijelaskan isi perjanjiannya. "Kami hanya disuruh tanda tangan, tidak dikasih penjelasan, dan tidak dikasih waktu untuk membaca baik-baik isi dari surat perjanjian tersebut," kata salah seorang korban, Hj Hasmiah, saat bertandang ke Tribun,  Rabu (28/11/2012).

Nasabah lainnya, Zainuddin mengungkapkan mereka merasa terhipnotis dengan semua perkataan-perkataan dari marketing-marketing PT Solid Gold Berjangka. Ia bersama sejumlah korban lainnya didampingi  Tim Kuasa korban penipuan PT Solid Gold Berjangka Irwan Muin dan Moh Arpat Rasyid dari Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia. Calon nasabah diperintahkan untuk membuat dua buah rekening di salah satu Bank. Saat membuka rekening, calon nasabah didampingi wakil pialang untuk menyetorkan uang investasi mereka sebesar Rp 100 juta untuk salah satu rekening yang mereka buka.

Sementra rekening lain hanya sebesar Rp 500 ribu yang nantinya akan dijadikan rekening penerimaan keuntungan. "Saya merasa aneh diawal karna kami disuruh membuka rekening dua tapi kami hanya menerima satu buku rekening dan selembar surat keterangan yang berisi pernyataan telah menyetorkan uang sebesar Rp 100," lanjut Hasmiah. Namun, setelah lima hari sejak penyetoran uang tersebut, Hasmiah dan teman-temannya mengaku uang dalam rekening mereka hilang. Saat itu, barulah mereka sadar uang senilai Rp 100 juta tersebut tidak dibuatkan rekening, melainkan ditransfer langsung ke rekening atas nama PT Solid Berjangka.

Tim Kuasa Hukum Korban penipuan PT Solid Berjangka, Irwan Muin berharap agar PT solid berjangka menindaklajuti semua keluhan nasabah. "Kalau mereka tidak menanggapi, kami akan mengadukan ke Pengadilan," katanya. Ia juga menghimbau ke masyarakat yang merasa telah menjadi  korban harap mengadukan ke posko pengaduan yang dibentuk oleh timnya bersam korban lainnya di Griya Talasalapan atau melaporkan ke nomor telepon 082187286555 atau 085299557746. Saat Tribun mengkonfirmasi hal tersebut ke kantor PT Solid Gold Berjangka di Jalan Ratulangi, pimpinan dan karyawan PT Solid Gold Berjangka enggan untuk memberikan keterangan.
 PT SOLID GOLD TAK MAMPU BAYAR PENGEMBALIAN DANA NASABAH
Keinginan nasabah PT Solid Gold Berjangka yang meminta pengembalian dana investasi karena merasa telah ditipu perusahaan sepertinya akan menjadi harapan semu semata. Hal tersebut terungkap dalam jumpa pers yang digelar Polrestabes Makassar dan PT Solid Gold Berjangka (PT SGB), terkait laporan pidana penipuan dan penggelapan yang dilayangkan beberapa nasabah PT SGB, di Aula Mapolrestabes Makassar, Kamis (6/12) kemarin.
Pimpinan Cabang PT SGB Cabang Makassar, Pingkan D, menjelaskan, pihaknya tidak bisa memenuhi tuntutan nasabah untuk mengembalikan dana secara utuh, yang berkisar senilai Rp100 juta sampai Rp150 juta. Karena, pihaknya hanya berlaku sebagai fasilitator saja. “Semua uang yang disimpan nasabah tidak menjadi aset perusahaan,” katanya.
Dana nasabah, lanjutnya, disimpan di bank yang ditunjuk Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti), sesuai prosedur yang berlaku. “Perusahaan hanya mendapat untung dari transaksi nasabah berupa fee. Karena itu, tanggungjawab dana terkait untung ruginya adalah resiko nasabah,” jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya akan tetap menangani permasalahan nasabah. “Semua komplain nasabah tetap kami tangani serius, sebagai bentuk tanggung jawab dan kepercayaan terhadap perusahaan kami,” janjinya.
Sementara, Wakil Kepala Satreskrim Polrestabes Makassar, Kompol Anwar Hasan, yang didampingi Kabid Humas Polda Sulsel AKBP Endi Sutendi, mengungkapkan, terkait laporan nasabah, pihaknya masih mendalami dugaan tindak pidana dalam usaha yang ditawarkan PT Solid Gold Berjangka.
Anwar mengatakan, kepolisian terkendala aturan untuk mengusut lebih jauh kasus itu. Pasalnya, penanganan perkara komiditi berjangka sesuai aturan didelegasikan PNS Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komiditi di Jakarta. “Ada peraturan khusus atau lex spesialis dan itulah yang diutamakan. Yang pasti, bukan hanya sanksi administratif, tapi juga pidana sudah termaktub dalam Undang-undang Nomor 10 tahun 2011 tentang perdagangan berjangka komoditi,” jelasnya.
Secara aturan, dalam kasus tersebut, Bappeti berkewenangan untuk menyidik. “Kami tetap akan mempelajari kasus ini. Jika memang ada celah untuk menangani kasus ini, pasti akan kami proses,” pungkasnya.
Diketahui, saat ini sudah empat nasabah yang melaporkan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan PT SGB. Terakhir, pelapornya bernama Waode Hamni (54) dengan nomor laporan : 2745/K/XII/2012 pertanggal 5 Desember 2012. Terlapor bernama Rachmat (35), karyawan PT SGB. Dalam laporan, Hamni menyetor uang Rp 100 juta dan dijanjikan keuntungan berlipat. Nyatanya, bukan untung yang diraup, melainkan buntung, lantaran uangnya ludes dan tidak dikembalikan.
- See more at: http://rakyatsulsel.com/pt-solid-gold-tak-mampu-kembalikan-dana-nasabah.html#sthash.18Qnn2GB.dpuf
Keinginan nasabah PT Solid Gold Berjangka yang meminta pengembalian dana investasi karena merasa telah ditipu perusahaan sepertinya akan menjadi harapan semu semata. Hal tersebut terungkap dalam jumpa pers yang digelar Polrestabes Makassar dan PT Solid Gold Berjangka (PT SGB), terkait laporan pidana penipuan dan penggelapan yang dilayangkan beberapa nasabah PT SGB, di Aula Mapolrestabes Makassar, Kamis (6/12) kemarin.Pimpinan Cabang PT SGB Cabang Makassar, Pingkan D, menjelaskan, pihaknya tidak bisa memenuhi tuntutan nasabah untuk mengembalikan dana secara utuh, yang berkisar senilai Rp100 juta sampai Rp150 juta. Karena, pihaknya hanya berlaku sebagai fasilitator saja. “Semua uang yang disimpan nasabah tidak menjadi aset perusahaan,” katanya.

Dana nasabah, lanjutnya, disimpan di bank yang ditunjuk Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti), sesuai prosedur yang berlaku. “Perusahaan hanya mendapat untung dari transaksi nasabah berupa fee. Karena itu, tanggungjawab dana terkait untung ruginya adalah resiko nasabah,” jelasnya.Kendati demikian, pihaknya akan tetap menangani permasalahan nasabah. “Semua komplain nasabah tetap kami tangani serius, sebagai bentuk tanggung jawab dan kepercayaan terhadap perusahaan kami,” janjinya.

Sementara, Wakil Kepala Satreskrim Polrestabes Makassar, Kompol Anwar Hasan, yang didampingi Kabid Humas Polda Sulsel AKBP Endi Sutendi, mengungkapkan, terkait laporan nasabah, pihaknya masih mendalami dugaan tindak pidana dalam usaha yang ditawarkan PT Solid Gold Berjangka.Anwar mengatakan, kepolisian terkendala aturan untuk mengusut lebih jauh kasus itu. Pasalnya, penanganan perkara komiditi berjangka sesuai aturan didelegasikan PNS Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komiditi di Jakarta. “Ada peraturan khusus atau lex spesialis dan itulah yang diutamakan. Yang pasti, bukan hanya sanksi administratif, tapi juga pidana sudah termaktub dalam Undang-undang Nomor 10 tahun 2011 tentang perdagangan berjangka komoditi,” jelasnya.

Secara aturan, dalam kasus tersebut, Bappeti berkewenangan untuk menyidik. “Kami tetap akan mempelajari kasus ini. Jika memang ada celah untuk menangani kasus ini, pasti akan kami proses,” pungkasnya.Diketahui, saat ini sudah empat nasabah yang melaporkan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan PT SGB. Terakhir, pelapornya bernama Waode Hamni (54) dengan nomor laporan : 2745/K/XII/2012 pertanggal 5 Desember 2012. Terlapor bernama Rachmat (35), karyawan PT SGB. Dalam laporan, Hamni menyetor uang Rp 100 juta dan dijanjikan keuntungan berlipat. Nyatanya, bukan untung yang diraup, melainkan buntung, lantaran uangnya ludes dan tidak dikembalikan.


JUGA SUMBER BERITA LAINNYA TENTANG

 MEWASPADAI INFO LOWONGAN PEKERJAAN DARI PT SOLID GOLD 


 Sumber berita 1



Saya punya teman yang bekerja sebagai merketing di solid gold Makassar (sudah resign setelah kerja 5 bulan), dari awal dia masuk sudah saya ingatkan beliau karena cara proses rekruitmennya saja sudah “aneh” :
1. Waktu pemanggilan untuk interview ditanya perusahaannya bidang apa, tetapi tidak mau dijelaskan, alias GA JELAS.
2. Waktu interview sampai 2 hari , juga tidak dijelaskan bidang apa
3. Tidak jelas apa dasar untuk penentuan diterima atau tidak
4. Tidak ada gaji sama sekali
5. Pada saat training hanya dibekali pengetahuan 3 hari, sementara basic pendidikan bukan perbankan
6. PT Solid Gold cari-cari  marketing khusus wanita cendrung dijadikan “umpan” untuk menarik investor oleh Pialang
7. Ketika ada investor yang masukkan dana, petugas marketing bisa langsung dapat 5% dari dana tersebut, jika mengikut norma bisnis , bagaimana bisa memberi 5% kepada tenaga marketing jika pengelolaan uang yang cendrung “nggak jelas”
8.Staf senior yang ada sangat tidak bermoral, karena sering melakukan pelecehan sexual kepada pegawai wanita junior.
Akhirnya teman saya memutuskan untuk keluar dari perusahaan yg menggunakan gedung mewah tapi bobrok moral tersebut.Mohon pihak yang terkait dapat memeriksa kebenaran perusahaan tersebut
Sumber berita 2
Mengenai iklan yang di sebarkan PT Pialang kacangan kayak gini harusnya waspada entah itu di internet atau koran harian sebagaimana kata blogger yang pernah ketipu, kayaknya itu orang yang bikin iklan nggak punya ti**t alias nggak punya (ke)malu(an). Hati-hati bagi para pencari kerja, apalagi yang datang jauh-jauh dari daerah lain, jangan sampai tertipu dengan modus-modus sperti itu.Iklan-iklan kayak gitu harus ekstra diwaspadai karena kalau kita sampai diundang untuk interview (-menurut Kamus Besar Bahasa Bajingan=masuk perangkap) karena kita bakal kehilangan waktu yang cukup banyak untuk digunakan ke hal yang lebih bermanfaat ketimbang menerima tawaran dari perusahaan (sinting) yang ngaku-ngaku punya kerjasama dengan bank(rut). Anda akan diundang interview dan wawancara hanya untuk menginvestasi tipuan atau mencari orang yang mau dibodohi mereka.

Ini ada salah satu bukti kasus yang saya ambil dari berbagai sumber

Surabaya-RoL– Perwira menengah (pamen) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur Kompol Penny Handayani (50), Jumat, melapor ke Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Jatim bahwa dirinya “tertipu” Rp50 juta.“Uang itu sebenarnya untuk rencana naik haji, tapi karena marketing PT Solid Gold Berjangka di lantai 11 BRI Tower Surabaya menyampaikan keuntungan besar jika uang itu digunakan valas lebih dulu, saya pun tertarik,” katanya.Namun, kata staf Propam Polda Jatim itu, saat menyertakan Rp50 juta pada 22 Agustus 2005 sempat diiming-iming mendapatkan fee Rp2,8 juta pada 5 September 2005, namun pada 22 September 2005 justru sudah tersisa Rp37 juta.

“Karena saya hanya sekedar ingin memberi komisi kepada marketing PT Solid Gold, maka saya bermaksud menarik setelah satu bulan, meski hanya tersisa Rp37juta, tapi marketing PT Solid Gold itu menunda satu bulan,” katanya.Atas tawaran itu, katanya, dirinya menolak, tapi marketing PT Solid Gold bermana Hariyani Nora Farida itu tetap memintanya untuk menunda hingga 20 Oktober 2005, tapi pada tanggal itu justru hanya tersisa Rp8 juta.“Apa nggak gila itu, lha wong uang Rp50juta kok dikembalikan Rp8 juta. Itu berarti PT Solid Gold itu tidak punya pialang yang handal, karena itu saya melapor ke polisi, meski saya sendiri polisi,” katanya.

Menurut dia, laporan ke SPK Polda Jatim dengan nomer laporan LP/636/X/2005/Biro Ops - 21 Oktober 2005 itu dimaksudkan agar tidak banyak lagi orang yang menjadi korban seperti dirinya.“Saya berharap tidak ada lagi masyarakat yang tertipu janji manis para karyawan dan pialang dari PT Solid Gold Berjangka di BRI Tower Surabaya itu. Kalau saya, biar polisi yang membuktikan siapa yang benar,” katanya.Dalam laporan polisi itu, Kompol Penny melaporkan Hariyana Nora Farida (marketing), Dedy Ari W (wakil pialang), dan Bambang (staf PT Solid Gold Berjangka) dengan tuduhan penipuan/penggelapan pasal 378 dan 372 KUHP.
 JUGA SUMBER BERITA LAINNYA DARI NASABAH YANG MERASA TERTIPU :


Pada awalnya dijanjikan akan memperoleh keuntungan dan investasi yang aman. Tetapi kenyataannya jauh dari yang dijanjikan tersebut, malahan uang $20.000 habis begitu saja dalam waktu kurang dari 3 bulan!!!. Dan setelah uang kita habis “ditinggal” begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban apapun. Apakah itu yang namanya bisnis..? Menurut saya, itu hanyalah bentuk lain dari “penipuan” yang dibungkus dengan istilah bisnis. Jadi bagi siapapun anda yang berinvestasi di PT SOLIDGOLD BERJANGKA (apalagi pemain baru) tariklah seluruh investasi anda SEKARANG JUGA, sebelum terlambat!!! Sebelum semua uang anda terkuras habis, karena perusahaan itu tidak menjamin uang anda, dan jika uang anda habis, mereka hanya bilang .. “ini kan bisnis...” (penipuan)

Kronologis saya join di PT Solidgold Berjangka (cerita pengalaman ini ditulis apa adanya, sehingga bisa dijadikan pelajaran dan masukan bagi yang membutuhkan)

1. Pada akhir bulan Februari 2008, saya mendapat telpon dari seorang Marketing dari PT Solidgold Berjangka yaitu Laura, dia menelpon atas rekomendasi dari teman saya yang bernama Lutfi. Dari percakapan telepon tersebut, Laura berkeinginan untuk bertemu dengan tujuan untuk mensosialisasikan alternatif bisnis perdagangan baru.

2. Sesuai dengan kesepakatan pertemuan dilakukan di kantor saya, Laura datang bersama dengan atasannya/wakil pialang yang bernama Ibu Nia Sri Nurlela. Dalam penjelasannya Ibu Nia mengatakan ada alternatif bisnis perdagangan berjangka baru dalam ini bursa berjangka hangseng, dimana perdagangan tersebut mempunyai potensi keuntungan yang cukup bagus, dengan memanfaatkan gap yang cukup besar dalam index bursa saham hangseng (400 s.d 700 poin) setiap harinya. Yaach bisa buat nambah-nambah uang jajanlah begitu katanya. Kemudian saya tanya bagaimana dengan tingkat resikonya? Ibu Nia menjawab bahwa untuk menahan resiko perusahaannya punya instrumen yang cukup bagus, diantaranya averaging, switching, hold, cut loss dan 30% - 70% opportunities. Katanya dengan instrumen tersebut dan pengalaman dia sebagai pialang yang sudah 7 tahun, bisnis ini cukup aman. Kemudian saya tanya lagi, bagimana dengan investasi teman saya, Ibu Nia menjawab cukup bagus/profit. Dengan cara penyajian yang menarik yang hampir semuanya positif (keunggulan, profit dan aman), saya mulai tertarik.

3. Pada kedatangan mereka yang kedua, pada tanggal 27 Februari 2008, mereka langsung menyodorkan agreement, dan terus mengatakan tentang peluang yang bagus, profit dan aman; sambil menyuruh saya memaraf dan menandatangani agreement tersebut, dengan penjelasan yang seadanya tentang isinya. Selain memaraf dan menandatangani agreement saya juga disodori beberapa berkas yang harus diparaf dan ditandatangani (udah paraf/tandatangani aja katanya...). Seingat saya salah satu berkas tersebut adalah saya sudah paham terhadap isi agreement dan persyaratan lainnya. (Padahal ketemu baru 2 kali, hanya sebentar dengan penjelasan sekedarnya, bagaimana bisa paham isinya..).

4. Akhirnya karena terlanjur percaya (menurut saya, dalam bisnis “trust” itu paling penting), akhirnya keesokan harinya yaitu pada tanggal 28 Februari 2008, mereka menjemput saya lagi untuk membantu mentransfer uang ke PT Solidgold Berjangka, sebesar US$10.000. Pada kesempatan tersebut saya juga mengatakan bahwa dana saya terbatas tolong hati-hati dan dana ini sebenarnya untuk membeli rumah, jawab mereka beres, siap.. (jawabannya selalu menyenangkan).

5. Dan resmilah saya menjadi nasabah PT Solidgold Berjangka dengan nomor account UFB.20222. Dan transaksi pertama dilakukan keesokan harinya (data terlampir).

6. Dalam perjalanannya ternyata bukan keuntungan yang saya dapat, pada tanggal 2 April 2008 saya ditelpon Sdri. Laura yang katanya harus ketemu hari itu juga. Mereka kemudian menjemput saya dari kantor menuju ke Starbuck Pasaraya Grande, disitu dijelaskan bahwa account saya tidak dapat ditransaksikan lagi dan mereka bilang jika tetap mau jalan dan modal mau kembali harus top-up (tambah modal lagi). Setelah dihitung-hitung, saya harus top-up sebesar US$ 10.000 lagi jika modal saya mau kembali (plus keuntungan tentu saja..). Oleh karena keinginan saya dan janji mereka, modal saya bisa kembali maka saya akhirnya menyetujui untuk top-up lagi sebesar yang diminta. Namun pada kesempatan itu dan tidak bosan-bosannya saya bilang tolong hati-hati dan ini top-up terakhir karena hanya segitu tabungan/kekayaan saya. Seperti biasa mereka bilang siap.., dan menyakinkan saya bahwa bisnis akan bagus lagi.

7. Pada kesempatan itu pula, karena saya tahu saya sudah tidak punya apa-apa (dan mereka juga tahu karena saya terbuka masalah keuangan saya), saya meminta kepada mereka untuk mengurangi resiko jika nanti ada kesempatan modal kembali tolong dilakukan split account.

8. Pada kesempatan kedua ini pula bukan keuntungan yang saya peroleh, dari awal sampai akhir saya belum pernah disenangkan dengan mendapatkan profit dari bisnis ini. Posisi account saya selalu floating (transasksi terbuka), semakin lama floating-nya semakin besar, sampai pada akhirnya saya bertanya-tanya ada apa ini, aneh sekali, kenapa setiap ada transaksi terbuka tidak segera diselesaikan, ditambah saya tidak tahu planning apa yang akan dijalankan. Dan account saya semakin kritis, dalam kondisi kritis pun komunikasi dengan pialang tidak terjalin dengan baik karena pialang sering keluar kantor. Sehingga, lama-kelamaan saya juga semakin kesal dan kecewa, akhirnya saya buat janji bertemu dengan pialang melalui Sdri. Laura.

9. Pada pertemuan tersebut, saya mengungkapkan kekecewaan dan kekesalan saya, namun dengan tangkas Ibu Nia menjawab secara teknis yang kurang saya pahami, dan dia mengatakan “Nggak mungkin saya membiarkan account nasabah, bisa digorok saya sama nasabah..”(tapi itu yang saya rasakan sebenarnya, account saya terkesan tidak ditangani dengan baik). Pertemuan tersebut, masih mengecewakan saya, hingga kemudian saya meminta kepada Ibu Nia (lewat sms) untuk dibuatkan planning dan minta tolong difaks ke kantor. Namun keesokan harinya, Ibu Nia telpon mengatakan tidak bisa memenuhi permintaan saya itu karena market selalu bergerak fluktuatif. (ya iyalah...).

10. Sejak kejadian itu komunikasi tambah sulit dengan pialang, dan saya hanya berhubungan dengan marketing Sdri. Laura, menumpahkan segala keluhan dan kekecewaan saya pada Sdri. Laura. Sdri Laura juga terlihat bingung dan berjanji untuk membantu, mencari tahu dan menyelidiki keanehan yang saya rasakan. Tapi tidak terselesaikan juga

11. Hingga pada akhirnya tanggal 21 Mei 2008, saya mendapat telpon dari Sdri Laura, yang mengatakan bahwa account saya sudah tidak dapat bergerak lagi. Dan sekali lagi, jika mau menyelamatkan modal/posisi, saya harus top-up sebesar US$20.000 !!! atau stop sama sekali...


Hal-hal yang dipertanyakan :

a. Telah terjadi ketidakterbukaan dan ketidakjujuran tentang resiko yang sebenarnya, instrumen dan pengalaman 7 tahun yang mereka nyatakan pada kenyataannya telah menghabiskan uang/harta/tabungan yang sudah saya kumpulkan selama 9 tahun hanya dalam waktu 3 bulan. Habis sama sekali hanya sisa US$ 1.286 tidak ada 30 % dari modal. (janji palsu)

b. Saya tidak pernah disenangkan dengan mendapatkan keuntungan, karena posisi account dari awal hingga akhir selalu floating. (janji palsu)

c. Patut diduga ada kesengajaan menahan posisi floating, agar nasabah tidak cepat menarik dana.

d. Perlakuan kepada nasabah yang tidak memuaskan, karena investasi sebesar hampir 200 juta diperlakukan layaknya investasi Rp. 20.000 saja.

e. Pialang tidak peka terhadap kondisi keuangan nasabah, dan patut dicurigai tidak menjalankan keinginan nasabah dalam langkah mengurangi resiko, seperti tidak melakukan split account walaupun ada kesempatan, tidak melakukan pengamanan transaksi dengan baik pada saat modal mencukupi. (baru dilakukan pada saat ditegur dan dalam kondisi modal yang kecil/riskan).

Kerugian-kerugian

Materi : uang sebesar US$ 20.000
Non materi :
Harus menanggung beban emosi yang berat, karena stress, menghilangkan konsentrasi kerja di kantor dan mempengaruhi kualitas interaksi yang kurang baik dengan teman-teman, harus tetap menanggung beban hutang di bank karena sebagian uang hasil pinjaman bank, dan beban psikologis lainnya yang tidak bisa diungkapkan di sini.


Untuk Ibu Nia Sri Nurlela (Wakil Pialang PT SOLIDGOLD BERJANGKA), walaupun uang/investasi saya di perusahaan anda sudah habis, tapi bagi saya urusan kita belum selesai, karena apa yang anda janjikan kepada saya belum anda penuhi sedangkan saya sudah memberikan kewajiban saya yaitu investasi sebesar US$20.000. Karena janji anda belum anda berikan ke saya maka saya anggap anda masih berhutang kepada saya. Selama anda belum membayar hutang anda kepada saya selama itu pula urusan kita belum selesai, bahkan sampai ajal menjemput anda sekalipun jika hutang belum dibayar urusan kita belum selesai.

Jadi saya masih menunggu iktikad baik anda untuk menyelesaikan masalah ini. Apakah anda mau menyelesaikan masalah dunia ini semasa anda masih hidup sehingga anda bisa hidup tenang di akhirat nanti..? Atau anda lebih memilih untuk mengabaikan masalah ini, dengan perasaan menang, senang dan bahkan bangga bisa lepas tanggung jawab, namun kehidupan akhirat anda yang kekal akan menyengsarakan anda karena anda masih meninggalkan hutang di dunia, dengan perbuatan dzalim anda yang menyebabkan hidup orang lain susah..?

Pikirkanlah dengan hati anda...

 NAH DEMIKIANLAH SEMOGA ANDA TIDAK MUDAH TERTIPU DENGAN PERUSAHAAN YANG NGAKU NGAKU PIALANG ATAU MAKELAR INVESTASI EMAS DAN SEBAGAINYA DI INDONESIA ADA BANYAK JENISNYA PT PT PENIPU SEPERTI INI DAN BANYAK PULA NAMANYA
Share:

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive