"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Selasa, 07 Februari 2017

Sebut dayak kafir, Ust. Zulkarnain di Hadang

Sebagaimana diberitakan bogorOnline.com, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menuliskan kejadian penolakan oleh para pemuda Dayak Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terhadapnya di akun Twitter, @UstadTengku. Dia ditolak saat akan turun dari pesawat di Bandar Udara Susilo Sintang.Kejadian ini sendiri sudah dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto.

Dalam cuitannya, Zulkarnain mengatakan dirinya dalam kondisi sehat walafiat. Menurut versinya, sejumlah orang membawa mandau atau golok hingga ke pintu pesawat yang ditumpanginya.“Alhamdulillah Saya Sehat Wal ‘Afiat Tdk Kurang Apapun. Orang2 Bawa Mandau(Golok) ke Run Way Sampai Pintu Pesawat, BUKAN Tanggungjawab saya,” tulisnya, Kamis (12/1/2017).Salah satu masyarakat yang ikut dalam aksi penolakan dengan akun BorneoRainforest atau @borneo_w mengunggah sejumlah foto saat penolakan. Tampak puluhan Pemuda Dayak menghadang Zulkarnain yang akan turun dari pesawat.

Akun ini juga memberikan klarifikasi, bahwa penolakan mereka karena ucapan Zulkarnain yang menyebut bahwa orang Dayat adalah kafir. Ucapan tersebut menyinggung orang Dayak yang selama ini menurutnya bisa hidup berdampingan dengan umat Islam. Bahkan, banyak juga orang Dayak yang beragama Islam.
Berikut klarifikasi selengkapnya.

1. Penolakan yang dilakukan Pemuda Dayak Sintang dan Bala Adat Dayak karena statement oknum intoleran yang menyatakan orang Dayak kafir;

2. Statement Oknum tersebut telah menjadi viral dan telah sampai ke pelosok Borneo dan mengusik kedamaian yang telah ada;

3. Dayak tidak membenci MUI tetapi menolak oknum yang telah melukai perasaan orang Dayak dengan statementDayak kafir;

4. Padahal tanpa dia tahu bahwa Dayak juga banyak yang muslim;

5. Padahal mayoritas Dayak Kabupaten Sintang sudah hidup rukun berdampingan dengan sesama;

6. Dayak juga sangat toleran jika tidak pernah diusik. Buktinya Bupati Sintang orang Jawa bisa mendapat kepercayaan masyarakat Dayak untuk jadi bupati;

7. Dayak selalu menjunjung tinggi toleransi di tanah Borneo dengan semboyannya ‘adil ka’talino bacuhramin ka’saruga basengat ka’jubata;

8. Yang kita tolak adalah oknum yang intoleran dan ormas seperti FPI;

9. Kami masih ingat pesan leluhur kami. Jika harkat martabat kami diinjak cuma hanya ada satu kata “Lawan”;

10. Biarkan kami hidup damai bersama di tanah, hutan Borneo tanpa gangguan kaum intoleran yang tidak cocok di tanah Borneo;

11. Kami hanya ingin hidup berdampingan dan damai di NKRI yang berasaskan Pancasila yang Berbhineka Tunggal Ika dengan konstitusi UUD1945.
Share:

Info penipuan lowongan kerja

Hati hati dengan alamat kantor penyalur abal abal dibawah ini , itu fix cabang PT. Rangga Rengganis yang selalu mencari mangsa melalui lowongan kerja di group FB , Olx , Koran dan media lainnya
1. KLATEN : Jl. Klaten-solo km 5 no 12 (seberang STIKES Duta Gama Klaten)
2. WATES : Jl. Wates-Purworejo km 5 no 12 (300m utara lampu merah Toyan)
3. SLEMAN : Jl. Magelang KM 10 – Ruko Warna Warni no 12 (500m lapangan Denggung)
4. BANTUL : Jl. Brajan no 12 Wonokromo Bantul Yogyakarta (perempatan jejeran ke barat 100 m sebelum sate pak Pong)
Tolong dibantu share di group lain , semoga tidak bermunculan korban korban selanjutnya dari penyalur abal abal tersebut. Terima kasih
Share:

Kamis, 02 Februari 2017

Akibat Hujan Deras Jembatan Bantul Ambrol

Sebagaimana diberitakan dari harianjogja.com, akibat Hujan deras yang mengguyur wilayah Jogjakarta dan sekitarnya satu pekan terakhir berimbas pada infrastruktur. Di Kecamatan Pajangan Bantul akses jalan warga ambrol gara-gara tergerus aliran sungai yang deras.
Polsek Pajangan memasang garis polisi di jembatan Jalan Desa menuju Sendang Ngebel Pajangan yang ambrol. (Foto: Irwan Mangir)
Jembatan yang ambrol tepatnya di Jalan Desa menuju Sendang Ngebel, jaraknya sekitar 1 kilometer dari kelurahan setempat. Akibatnya, warga yang menggunakan roda empat harus berputar arah mencari jalur alternatif supaya dapat sampai tempat tujuannya. Sementara, untuk menghindari korban Polsek Pajangan memasang garis polisi.
“Diketahui ambrol baru Kamis pagi tadi,” kata Kepala Desa Sendangsari Irwan Mangir, Kamis (2/2).
Bupati Bantul Suharsono meninjau jembatan Jalan Desa menuju Sendang Ngebel Pajangan yang ambrol. (Foto: Irwan Mangir)
Mengetahui jembatan di wilayahnya ambrol, Irwan langsung berkomunikasi dengan Pemkab Bantul. Setelah mengetahui ada jembatan abrol, dengan sigap Bupati Bantul Suharsono didampingi Kepala BPBD Bantul Dwi Daryan danto pejabat lain langsung meninjau jembatan tersebut.
Suharsono berjanji akan segera memperbaiki jembatan supaya tidak mengganggu aktivitas warga.


“Harus segera diperbaiki supaya tidak mengganggu aktivitas warga,” kata Suharsono. (Radarjogja)
Share:

Rabu, 01 Februari 2017

Siswi SMA Kencing di Ember dapat hadiah 16,7 Miliar



Seorang siswi SMA di California, Amerika Serikat mendapat kompensasi sebesar USD 1,25 juta (setara Rp 16,7 miliar) usai dipaksa buang air kecil di ember karena tidak diizinkan ke toilet oleh gurunya saat jam pelajaran berlangsung.Siswi tersebut mengajukan tuntutan sebesar USD 25.000 (setara Rp 334,2 juta) ke pengadilan San Diego pada 2012 lalu. Kemudian, hakim memutuskan memberikan kompensasi lima kali lipat lebih banyak dari yang diminta.Dilansir dari laman France 24, Jumat (27/1), saat sidang, siswi yang tidak disebutkan namanya itu memberi kesaksian bahwa dirinya disuruh kencing di ember dan membuang air seninya ke wastafel oleh sang guru karena peraturan sekolah tidak memperbolehkan dia ke toilet.Akibat kejadian itu, dia harus menanggung malu karena mendapat ejekan dari teman-temannya lewat pesan singkat. Dia juga hampir melakukan upaya bunuh diri karena tak tahan dengan gosip yang merebak.

"Saya sudah 20 tahun menangani kasus pribadi dan baru kali ini mendapat kasus paling tidak biasa seperti ini. Perlakuan ini tidak pantas diberikan kepada siswi 14 tahun yang baru saja memulai SMA," kata kuasa hukumnya, Brian Watkins.Watkins menuturkan, kliennya yang saat ini sudah berusia 18 tahun itu masih menjalani terapi akibat trauma. Kendati demikian, Watkins mengaku kliennya puas dengan keputusan tersebut.Sementara itu, pejabat pendidikan distrik setempat mengungkapkan bahwa guru tersebut tidak berniat menyakiti sang siswi dan menganggap dia hanya menjalankan aturan. Kini guru tersebut sudah diberhentikan dari sekolahnya.(merdeka.com)
Share:

Selasa, 31 Januari 2017

121 Ribu Santri Siap Mati Bela Islam dan Ulama, Acara Demo Bela Habib Riziq


Sebagaimana dibeitakan pojokjabar.com, Penetapan Ketua Umum FPI Habib Rizieq sebagai tersangka di Polda Jabar membuat Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Cianjur, murka melihat situasi politik nasional yang menurutnya kian menyudutkan para ulama.FPP beserta asetnya yaitu, 121 ribu santri berencana akan melakukan tindakan, jika situasi tersebut tak kunjung mereda.Pengurus FPP Kabupaten Cianjur, Abdul wahid Al Qudsih menegaskan, umat Islam tidak membenci Pancasila dan NKRI. Hanya saja umat Islam merasa miris dengan penangkapan dan diskriminasi yang dilakukan terhadap para ulama.

“Habib, semuanya cinta Pancasila dan NKRI. Bahkan jika melihat sejarah, seseorang yang menciptakan lambang Garuda juga ulama,” tegasnya.Saat ini seakan-akan ulama dimarginalkan. Semua pengikut dan yang membelanya juga dianggap sama. Padahal, jauh sebelum kemerdekaan diumumkan, umat Islam beserta para ulama berperan besar dalam perjuangannya.“Jangan ada distorsi sejarah. Perlu diketahui bahwa sebelum Indonesia merdeka, tanah air dan bahasa Indonesia juga merah putih sejarah membuktikan ada lapaz hizbullah melawan Jepang. Tulisan syahadat tertera di bendera merah putih, kenapa sekarang ada kriminalisasi,” cetusnya.Abdul menambahkan, jika umat Islam melakukan aksi besar memprotes keanehan tersebut, santri dan umat Islam se Kabupaten Cianjur siap terjun dan rela mati demi membela agama Islam serta para ulama.“Kami semua siap dan rela mati demi membela Islam, serta para ulama,” tandasnya. (pojokjabar.com)
Share:

Usaha Mobil-Mobilan Bisa Untung 1 Juta Perminggu


Sebagaimana diliput dari pojokjabar.com, Berbicara tentang anak kecil maka tidak akan ada habisnya. Permainan yang diciptakan, bisa membuatnya tertawa kegirangan atau justru berbalik menangis ketakutan. Seperti yang dilakukan oleh Biran (22). Pria ramah ini sangat jeli melihat peluang bisnis yang akan memberikannya banyak keuntungan. Usaha yang ia pilih adalah menyewakan jenis mobil-mobilan menggunakan listrik yang berasal dari Accu (Aki) sebagai penggeraknya. Ia pun memilih pusat keramaian sebagai tempat pengaduan nasib. Ini dia liputannya.

 Saat berjalan mengitari salah satu mal terbesar di Kota Sukabumi, wartawan Radar Sukabumi tertarik untuk mengunjungi salah satu stand yang dikerumuni oleh anak kecil yang malu-malu dan manja. Pantas saja, ternyata bisnis mobil aki ini sedang tren di pasaran loh, tidak hanya di kota besar saja. Mainan mobil aki juga sudah banyak digemari anak-anak di Sukabumi. “Saya sudah dua tahun jalanin bisnis ini, respons para orang tua anak pun antusias dan baik,” aku Biran, pengelola stand penyewaan mainan anak-anak yang ditemui Radar Sukabumi di Lantai III Supermall Sukabumi, Selasa (31/1/2017).

Menurutnya, sewa mobil merupakan suatu usaha yang bisa dijalani setiap hari. Sebab, jenis mainan ini tergolong mahal, sehingga masyarakat jarang yang memilikinya secara pribadi. “Sudah dua tahun saya jalanin usaha ini, sehari kalau hari biasa saya bisa dapat Rp300 ribu, beda kalau Sabtu sama Minggu Rp1 juta saya kantongi,” ujarnya. Penampilan mobil listrik yang mungil ini pun ternyata tidak hanya menggoda anak-anak saja, banyak para pria dewasa bahkan ibu-ibu juga menggemarinya. “Banyak dari para orang tua memaksa anaknya buat nyoba naik mobil, meskipun di awal dia nangis eh pas udah jalan malah pengen terus,” ujarnya. Ia menjelaskan, mobil yang dirancang untuk anak itu dijamin sangat canggih dan memiliki banyak manfaat.


Salah satunya selain memberikan kesempatan kepada anak bagaimana rasanya mengendarai mobil, mereka pun dilatih agar tetap berhati-hati dan selalu berpikir sebelum melakukan segala hal. Saat ditanya masalah harga sewa, harga untuk sewa mobil ini pun tergolong murah, cukup dengan membayar Rp10 ribu saja maka buah hati sudah bisa menikmati permainan selama 15 menit. “Pokoknya anak yang bisa naik mobil ini dari usia lima tahun ke bawah, tapi kalau usianya lebih dari segitu juga bisa, tapi badan harus kecil syaratnya,” ungkapnya.

Masih kata Biran, tentang keuntungan, dirinya menjawab relatif tergantung tempat dan lokasi yang dipilih. “Saya pilih tempat ini karena strategis, anak-anak juga banyak yang datang soalnya kan engga hanya satu, apalagi anak kalau banyak permainan pasti semuanya dicoba,” terangnya. Meskipun sewa tempat tergolong mahal, namun ditunjang dengan keuntungan yang diperoleh, maka hal itu bukan masalah besar baginya. Seorang ibu memperhatikan anaknya yang sedang bermain mobil listrik di Lantai III Supermall, Sukabumi, Selasa (31/1/2017).

Pengunjung mal itu kan banyak, diambil contoh ada 200 orang rata-rata per hari pengunjung yang datang, dari sekian banyak pengunjung 10 persennya kita ambil anak-anak berarti sekitar 200 anak yang ada di mal. “Kalau ada anak yang sewa mobil per anaknya itu Rp15 ribu, omzet sudah Rp300 ribu kan per harinya, makanya keuntungannya dipotong sama sewa dan biaya operasional lainnya, yah lumayan,” pungkasnya.

(pojokjabar.com)
Share:

Sekolah SDN Sindangmulya 02, Gedung Mewah Tapi Murid Belajar Lesehan (Ndeprok) Di Lantai





 Ada pemandangan aneh ketika anda memasuki sekolah disalah satu wilayah bekasi ini tepatnya di SDN sindangmulya 02 bagaimana tidak? Sebagaimana telah diberitakan pojokjabar.com, Jika mengunjungi SDN Sindangmulya 02, Kecamatan Cibarusah, yang terbesit di pikiran mungkin kesan mewahnya. Karena sekolah ini memilki bangunan baru yang bertingkat, seperti di sekolah di kota-kota besar.Namun jika sudah masuk ke dalam kelas, siapapun tidak akan menyangka kalau sekolah ini masih banyak kekurangan, khususnya mebeler.Setiap hari, ratusan murid sekolah ini terpaksa belajar di lantai alias deprok. Kondisi itu tidak sebanding dengan bangunan sekolah yang tampak mewah dan megah.Murid-murid di sekolah ini belajarnya di lantai karena belum ada meja dan kursi.Setelah ditelisik, mebeler di sekolah ini ternyata belum dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Alhasil, murid-murid setiap hari belajar deprok.Di SDN Sindangmulya 02 ada enam ruangan dari gedung baru yang tidak memiliki mebeler, lima di antaranya untuk kelas IV A dan B juga klas V A, B, dan C. Sedangkan satu ruangan lagi rencananya digunakan untuk perpustakan dan taman bacaan sekolah.Pihak sekolah mengaku sudah dua kali pengajuan proposal permohonan mebeler ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi pada pertengahan dan akhir 2016. Namun hingga gedung selesai dibangun, permohonan itu tidak juga dikabulkan.Kepala SDN Sindangmulya 02 Cibarusah, En Marhumah, mengatakan sudah sekitar dua bulan murid kelas IV dan V belajar deprok. Pembangunan gedung diserahterimakan sejak awal Januari kemarin.“Memang belum lama murid-murid belajar deprok dari semester dua, karena meja dan bangkunya tidak ada,” kata Marhumah saat ditemui Radar Bekasi, Selasa (31/01/2017). SDN Sindangmulya 02 memiliki 603 murid. Sebelum memiliki gedung baru, sekolah ini menerapkan sistem belajar dua sif, namun kini menjadi satu sif.

“Tapi kita kumpulkan dan sepakati wali murid, karena tidak adanya mebeler mau tidak anaknya sekolah deprok, dan sepakat mau sambil menunggu permintaan mebeler diberikan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Murid-murid di sekolah ini belajarnya di lantai karena belum ada meja dan kursi. Murid-murid di sekolah ini belajarnya di lantai karena belum ada meja dan kursi, Kata Marhumah, banyak muridnya yang mengeluh lantaran belajar di lantai. Murid merasa tidak nyaman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Bahkan terkadang, ada murid yang merasakan dingin karena belajar di lantai.“Kita sih sudah suruh untuk bawa meja belajar yang dilipet supaya tidak tengkurep kalau nulis, tapi kan tidak semua orang tua mau membelinya untuk dibawa ke sekolah, makanya alakadarnya saja,” katanya.

Selain persoalan mebeler, Marhamah juga menyayangkan pihak kontraktor yang mengerjakan gedung baru. Karena tidak semuanya diselesaikan, termasuk pemasangan konblok di depan gedung baru, seperti janji dari kontraktor sebelum pembangunan.“Termasuk kunci pintu juga sudah banyak yang mau rusak padahal baru dua bulan selesai dikerjakan,” katanya.“Dinas Pendidikan juga seharusnya secepatnya memberikan mebeler ke sekolah ini karena kasihan juga banyak anak yang deprok sekolahnya,” lanjutnya. (pojokjabar)
Share:

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive