"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Sabtu, 10 Juni 2017

Raqqa, Kota Maut, Ibu Kota Isis Yang Menyeramkan



 Raqqa, kota di Suriah, identik dengan kelompok militan yang menamakan dirinya Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) setelah mereka menjadikannya sebagai ibu kota kekhalifahan Islam versi ISIS pada awal 2014.Oleh ISIS, Raqqa – kota yang pernah menjadi ibu kota kekhalifahan Abbasiyah – dijadikan sebagai “pusat pemerintahan” dan “pusat kegiatan militer”.Sejak jatuh ke tangan ISIS, tak banyak yang diketahui soal kondisi di sana karena ISIS secara ketat mengontrol arus informasi.Namun, seorang pegiat secara diam-diam merekam suasana kota dan berhasil membawa rekaman ini ke Turki.

Dari rekaman ini terlihat, warga berlalu-lalang di satu bagian kota, sementara di sisi kiri dan kanan jalan terdapat tumpukan kantong pasir.Di atap salah satu gedung, bendera ISIS berwarna hitam berkibar ditiup angin. Di bagian lain, rekaman menunjukkan pasar tradisional yang cukup ramai.Ada kios-kios penjual, sementara beberapa perempuan dengan pakaian berwarna hitam berjalan bergegas.Di jalan, beberapa orang menarik gerobak berisi dagangan. Lagi-lagi, terlihat banyak tumpukan kantong pasir.
“Menyembunyikan” jalan

Yang cukup mencocok, beberapa meter di atas beberapa ruas jalan, dipasang terpal.Para aktivis mengatakan terpal ini sengaja dipasang agar jalan-jalan di Raqqa tak bisa dilihat oleh pesawat-pesawat tempur milik koalisi yang secara rutin menggempur Raqqa."Tak semua warga di Raqqa menerima kehadiran ISIS. Mereka ini tergabung dalam kelompok Ahrar al-Furat," ungkap aktivis yang mengambil video saat berbincang dengan BBC di satu lokasi di Turki.Mereka ini, katanya, melakukan hal-hal yang bisa dianggap sebagai bentuk atau simbol perlawanan terhadap ISIS, meski tindakan itu sepele. Misalnya menulis grafiti di tembok kota.

"Intinya adalah, kami ingin menunjukkan bahwa ISIS tidak diterima di Raqqa."Bagi para aktivis, kesulitan terbesar yang mereka hadapi adalah mengirim informasi keluar."ISIS mengontrol siapa saja, apa saja. Mereka akan melakukan tindakan apa pun untuk memastikan warga kota tidak berkomunikasi dengan dunia luar," kata aktivis tersebut.Ia juga mengatakan suasana waspada sangat terasa, seakan-akan kota harus disiapkan setiap saat untuk menghadapi pertempuran."Rasanya sudah siap perang, siap bertempur di jalan-jalan," katanya.

Kota maut
Hal lain yang juga tampak di video ini adalah sejumlah keluarga mengepak barang dan meninggalkan Raqqa dengan menggunakan mobil atau truk.Di pinggiran Raqqa, puluhan ribu orang terlebih dulu mengungsi seiring dengan makin intensifnya pertempuran."Yang paling berat menanggung penderitaan adalah warga yang terjebak di Raqqa. Mereka dibom. Kondisi mental anak-anak mengenaskan," kata aktivis Raqqa."Ini adalah kota maut, siapa pun bisa mati setiap saat."Koalisi yang memerangi ISIS di Suriah dan Irak meningkatkan serangan udara di sekitar Raqqa dalam beberapa pekan terakhir yang dilaporkan memicu peningkatan jumlah korban di kalangan warga sipil.Pada Senin (5/6/2017), organisasi HAM mengatakan satu serangan udara menewaskan setidaknya 17 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, yang tengah meninggalkan Raqqa dengan menyeberangi Sungai Efrat.

Menurut PBB, 100.000 orang menyelamatkan diri dari Raqqa sejak April untuk menghindari pertempuran.Di dalam kota, harga pangan naik dan pasok air bersih hanya tersedia rata-rata hanya empat jam per hari.Selain itu, Raqqa juga menghadapi kelangkaan tenaga medis dan obat-obatan.Diperkirakan jumlah milisi ISIS di pusat kota Raqqa antara 3.000 hingga 4.000 orang.
Share:

Makna Keperawanan Dalam Pandangan Islam


Kali ini akan membahas masalah 'momok' dalam masyarakat sekarang ini. yaitu tentang kesucian wanita. Pada saat mau menikah hal yang paling sering ditanyakan pihak laki-laki adalah kesucian wanita alias keperawanan. Wanita yang sudah tidak perawan sering dipandang rendah nilainya dimata masyarakat bagi yang belum menikah. lalu bagaimana dalam islam? Dalam sebuah riwayat dikatakan, ketika seorang sahabat yang masih bujangan itu ingin menikah apa yang ditanya Rasulullah padanya? Apakah ia perawan atau janda? Jawab sahabat tersebut "Sudah janda “, Apa jawab Rasulullah ketika itu? Kenapa tidak kamu nikahi yang masih perawan, agar bisa kamu mainkan."

Drs. H. Seproni Hidayat, dosen STAI Yamisa Soreang mengatakan, sesungguhnya banyak hadits Nabi Muhammad saw yang menegaskan pentingnya makna keperawanan bagi seorang gadis hingga Nabi Muhammad mewanti-wanti kaum pria untuk lebih condong memilih perawan.
Anjuran Nabi Muhammad untuk lebih memprioritaskan menikahi gadis perawan meski tidak melarang untuk menikahi janda, menurut Seproni, bisa diartikan sebagai upaya ajaran Islam lebih melindungi kaum wanita dari perbuatan zina. “Selain itu, dengan menikahi gadis yang masih perawan juga timbul gairah bagi pasangannya sekaligus menghilangkan prasangka negatif terhadap perempuan yang menjadi jodohnya,” jelasnya.

Malah, Seproni memaknai pemilihan faktor kecantikan seorang perempuan juga bisa diartikan lahir dan batin termasuk faktor keperawanannya. “Jadi, salah apabila wanita atau kaum pria tidak lagi memandang penting arti sebuah keperawanan. Entah apa jadinya apabila gadis di Indonesia seperti gadis AS yang merasa lebih bangga apabila tidak lagi menjadi seorang perawan. Bukankah bangga tidak perawan lagi berarti hubungan di luar nikah atau zina juga merebak di masyarakat?” ujarnya. Padahal, ajaran Islam dengan tegas-tegas menyatakan “walaa taqrabuzzinaa” (jangan mendekati zina) yang bermakna luas bukan hanya sebatas melakukan hubungan di luar nikah, melainkan juga berdekatan antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya (ada hubungan keluarga yang tak boleh dinikahi). “Dengan demikian ajaran Islam lebih banyak mencegah terjadinya sebuah perbuatan atau preventif. Mendekati zina saja tidak boleh, apalagi melakukannya,” tegasnya.

Pada dasarnya, keperawanan dengan keutuhan selaput dara memang tidak harus selalu berkaitan. Ketidak utuhan tersebut tidak hanya dikarenakan hubungan badan saja, tetapi bisa dikarenakan kecelakanaan, terjatuh, gerak fisik yang berlebihan seperti olah raga, berkuda, bersepeda dan sebagainya.Keperawanan merupakan hal yang sangat penting bagi perempuan karena disitulah letak kesucian akhlak dan kesempurnaan iman. Namun demikian, mari lihatlah bagaimana kenyataan hari ini di mana tidak sedikit perempuan yang menggumbar auratnya yang berharga. Pakaian yang semestinya dipakai anak usia lima tahun semakin digandrungi oleh gadis remaja dan lucunya ibu-ibu pun beramai-ramai menegenakan hal serupa. Bahkan yang paling mengkhawatirkan, tidak sedikit para wanita menyerahkan kepada laki-laki yang bukan suaminya. Mereka tidak akan lagi merasa malu ketika selaput daranya sudah terkoyak sebelum waktunya. Apalagi saat ini telah beredar selaput dara palsu, tentunya mereka akan dengan mudah mengganti dan mengelabui siapapun. Apalagi dengan obat pencegah kehamilan yang kian marak dimasyarakat, tak pelak lagi akan memepermudah jalan menuju kemaksiatan.

Perempuan adalah makhluk istimewa. Allah SWT telah menciptakan wanita dengan selaput dara yang dimilikinya tidaklah bernilai cuma-cuma dan percuma. Keberadaanya adalah bukti keseriusan wanita dalam menjaga dan memelihara kesucian iman dan kegadisan. Organ itu juga menjadi saksi bahwa dirinya tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah sebagaimana telah menjadi hukum Allah.Namun ketika hal itu terkoyak sebelum waktunya (kecuali alasan pemerkosaan, atau kecelakaan) patut kita pertanyakan dimana rasa malu yang merupakan cerminan perempuan. Di manakah keimanan yang akan membuat akhlaknya semakin menawan dan dimanakah harga dirinya sebagai manusia yang diistimewakan. Maka wajarlah jika terdapat perempuan yang tidak menjaga harga diri dan keperawanannya dianggap tidak punya iman.

sumber fimadani.com,

Share:

Selasa, 06 Juni 2017

Pahala Sholat Dhuha Setara Dengan Sedekah Seharian

 
 Dalam sebuah hadits disebutkan
“Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan memiliki 360 persendian.” (HR. Muslim no. 2377)
 
 “Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedekah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
 
sedekah adalah hal terpenting dalam kehidupan seorang mukmin karena dengan sedekahlah bekal kita sesudah mati, bagaimana kalau kita merasa kesulitan bersedekah sekalipun hanya dengan melakukan kebaikan-kebaikan untuk orang lain?Ada satu amalan yang mencukupi sedekah 360 persendian kita, oleh sebab itu perlu untuk kita rutinkan setiap harinya, yakni dengan shalat Dhuha minimal 2 rakaat:
 
“Setiap persendian salah seorang di antara kalian ada sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan sudah mencukupi hal itu dua rakaat dhuha yang dilaksanakannya,” (HR. Muslim dari Abu Dzarr RA)
 
 
Oleh karena itu jangan sampai kenikmatan setiap persendian yang Allah anugerahkan pada kita, yang membuat kita mampu berjalan, menggenggam, memasak, mencuci, mengunyah, tidak kita syukuri dengan selayaknya. Mari lakukan shalat Dhuha rutin setiap harinya, semoga kita tercatat sebagai hamba Allah yang bersyukur.
 
Sumber Majalah Ummi
 
Share:

Sabtu, 03 Juni 2017

Makna Istilah Akidah Dan Iman



Secara literal, ‘aqidah berasal dari kata ‘aqada yang bermakna al-habl, al-bai’, al-‘ahd(tali, jual beli, dan perjanjian).[1] 
Menurut istilah, kata I’tiqad (keyakinan) bermakna, tashdiiq al-jaazim al-muthaabiq li al-waaqi’ ‘an al-daliil (pembenaran pasti yang sesuai dengan kenyataan dan ditunjang dengan bukti).[2] 
Kata al-‘aqiidah, al-‘ilm, al-yaqiin, dan al-iiman bermakna sama.  Menurut bahasa, al-yaqiin bermakna al-‘ilmu.[3]   Menurut istilah, yaqiin memiliki arti, “menyakini sesuatu dengan keyakinan bahwa sesuatu yang diyakininya itu tidak mungkin berbeda dengan keyakinannya.  Sebab, keyakinannya sesuai dengan kenyataan yang tidak mungkin berubah.”[4]
Imam Ibnu Mandzur menyatakan, "Tokoh ahli bahasa Azujaj, mendefinisikan iman dengan, “Sikap ketundukan, kepatuhan, dan kesediaan untuk menerima syari'at Islâm.” Sikap ini harus terefleksi pula dalam menerima apa-apa yang disampaikan Rasulullah saw (sunnah). Sunnah harus diyakini dan dibenarkan di dalam hati. Siapa saja yang bersikap seperti itu, dan menyakini bahwa melaksanakan suatu kewajiban itu merupakan keharusan tanpa ragu-ragu lagi, maka hakekatnya ia adalah seorang mukmin dan muslim yang keimanannya tidak ragu-ragu lagi. Allah swt berfirman, "....dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami..."[5]
Makna iman adalah tashdiq (pembenaran). Dalam kitab al-Tahdzib, disebutkan bahwa iman berasal dari kata amana - yu'minu- îmânan, yang artinya membenarkan. Ahli bahasa sepakat bahwa iman berarti tashdiq (pembenaran).  
Lawan dari yaqin, ‘ilmu, dan iiman adalah dzan.[6]  Menurut bahasa, dzan bermakna tahammuh (prasangka/dugaan).[7] 
Imam Zamakhsyariy berkata, “bi’r dzannuun: la yutsaaq bi maa’iha.[Sumur yang meragukan adalah sumur yang airnya tidak bisa dipercaya]; rajul dzannuun: la yutsaaq bi khabarihi [laki-laki yang meragukan adalah laki-laki yang beritanya tidak bisa dipercaya].”[8]

Iman Dalam Tinjauan Istilah

Imam al-Nasafiy, berpendapat, "ÃŽman adalah pembenaran hati sampai pada tingkat kepastian dan ketundukan."[9]
Imam Ibnu Katsir menjelaskan,"ÃŽman yang telah ditentukan oleh syara' dan diserukan kepada kaum muslimîn adalah berupa i’tiqâd (keyakinan), ucapan, dan perbuatan. Inilah pendapat sebagian besar Imam-imam madzhab. Bahkan, Imam Syafi'iy, Ahmad bin Hanbal,dan Abu Ubaidah menyatakan, pengertian ini sudah menjadi suatu ijma'. (kesepakatan)".[10]
Imam Nawawi, menyatakan, "Ahli Sunnah dari kalangan ahli hadits, para fuqaha, dan ahli kalam, telah sepakat bahwa seseorang dikategorikan muslim apabila orang tersebut tergolong sebagai ahli kiblat (melakukan sholat). Ia tidak kekal di dalam neraka. Ini tidak akan didapati kecuali setelah orang itu mengimani dienul Islâm di dalamnya hatinya, secara pasti tanpa keraguan sedikitpun, dan ia mengucapkan dua kalimat syahadat."[11]
Imam al-Ghazali, menyatakan,"ÃŽman adalah pembenaran pasti yang tidak ada keraguan maupun perasaan bersalah yang dirasakan oleh pemeluknya."[12]
Keimanan harus ditetapkan dengan dalil yang bersifat qath’iy (pasti) baik tsubut (sumber)  maupun dilalahnya (penunjukkannya).   Sebab, keimanan yang dituntut oleh Syaari’ adalah keimanan yang menyakinkan dan tidak disusupi keraguan. 


[1]  Mohammad Ibnu Abiy Bakar al-Raaziy, Mukhtaar al-Shihaah, Daar al-Fikr, 1401 H/1971  M, hal.444.  Bila dikatakan I’taqada fulaan al-amr (seseorang telah beri’tiqad terhadap suatu perkara), maknanya adalah, shadaqahu, wa ‘aqada ‘alaihi qalbuhu, wa dlamiiruhu, (seseorang itu telah membenarkan perkara tersebut, hatinya telah menyakininya, dan ia telah bersandar kepada perkara tersebut).  Lihat al-Mu’jam al-Wasith, jilid I, bab ‘aqada.
[2]  Fathi Salim, al-Istidlaal bi al-Dzan fi al-‘Aqidah, ed. II, Daar al-Bayaariq, 1414 H/199 M , hal. 22.
[3]   Al-Raaziy, Mukhtaar al-Shihaah, hal. 743
[4]   Al-Jurjaniy, al-Ta’riifaat, hal. 113
[5]   Al-Quran, Yusuf:17.
[6]   Al-Raghib al-Isfahaaniy, Mufradaat al-Faadz al-Quran, hal.327
[7]   Dalam kamus Mukhtaar al-Shihaah, disebutkan, bahwa kata dzan kadang digunakan dengan makna al-‘ilmu (yaqiin) [lihat juga Imam al-Amidiy, al-Ihkaam fi Ushuul al-Ahkaam, hal 218]. Fathi Mohammad Salim menyatakan, bahwa kata dzann adalah keyakinan kuat yang masih mengandung makna yang berlawanan. Al-Raaziy, Mukhtaar al-Shihaah, hal. 406.  Kata dzan kadang-kadang digunakan dengan makna yaqiin dan syakk (keraguan). [lihat Fathi Salim, al-Istidlaal bi al-Dzan fi al-‘Aqidah, ed. II, Daar al-Bayaariq, 1414 H/199 M , hal. 20]. 
[8]   Asaas al-Balaaghah, hal. 303
[9]   Imam al-Nasafiy, Al-'Aqâid al-Nasafiyyah, hal. 27-43
[10] Ibnu Katsîr, Tafsir Ibnu Katsîr, jilid.I, hal. 40
[11] Imam Nawawi, Syarah Shahih Muslim, jilid I, hal. 49
[12] Imam Al-Ghazali, Iljâm al-'Awam 'an 'Ilm al-Kalâm, hal. 112
Share:

Kamis, 01 Juni 2017

Masalah "Ketidak Perawanan" Dalam Pandangan Islam

Kali ini akan membahas masalah 'momok' dalam masyarakat sekarang ini. yaitu tentang kesucian wanita. Pada saat mau menikah hal yang paling sering ditanyakan pihak laki-laki adalah kesucian wanita alias keperawanan. Wanita yang sudah tidak perawan sering dipandang rendah nilainya dimata masyarakat bagi yang belum menikah. lalu bagaimana dalam islam? Dalam sebuah riwayat dikatakan, ketika seorang sahabat yang masih bujangan itu ingin menikah apa yang ditanya Rasulullah padanya? Apakah ia perawan atau janda? Jawab sahabat tersebut "Sudah janda “, Apa jawab Rasulullah ketika itu? Kenapa tidak kamu nikahi yang masih perawan, agar bisa kamu mainkan."

Drs. H. Seproni Hidayat, dosen STAI Yamisa Soreang mengatakan, sesungguhnya banyak hadits Nabi Muhammad saw yang menegaskan pentingnya makna keperawanan bagi seorang gadis hingga Nabi Muhammad mewanti-wanti kaum pria untuk lebih condong memilih perawan.Anjuran Nabi Muhammad untuk lebih memprioritaskan menikahi gadis perawan meski tidak melarang untuk menikahi janda, menurut Seproni, bisa diartikan sebagai upaya ajaran Islam lebih melindungi kaum wanita dari perbuatan zina. “Selain itu, dengan menikahi gadis yang masih perawan juga timbul gairah bagi pasangannya sekaligus menghilangkan prasangka negatif terhadap perempuan yang menjadi jodohnya,” jelasnya.

Malah, Seproni memaknai pemilihan faktor kecantikan seorang perempuan juga bisa diartikan lahir dan batin termasuk faktor keperawanannya. “Jadi, salah apabila wanita atau kaum pria tidak lagi memandang penting arti sebuah keperawanan. Entah apa jadinya apabila gadis di Indonesia seperti gadis AS yang merasa lebih bangga apabila tidak lagi menjadi seorang perawan. Bukankah bangga tidak perawan lagi berarti hubungan di luar nikah atau zina juga merebak di masyarakat?” ujarnya. Padahal, ajaran Islam dengan tegas-tegas menyatakan “walaa taqrabuzzinaa” (jangan mendekati zina) yang bermakna luas bukan hanya sebatas melakukan hubungan di luar nikah, melainkan juga berdekatan antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya (ada hubungan keluarga yang tak boleh dinikahi). “Dengan demikian ajaran Islam lebih banyak mencegah terjadinya sebuah perbuatan atau preventif. Mendekati zina saja tidak boleh, apalagi melakukannya,” tegasnya.

Pada dasarnya, keperawanan dengan keutuhan selaput dara memang tidak harus selalu berkaitan. Ketidak utuhan tersebut tidak hanya dikarenakan hubungan badan saja, tetapi bisa dikarenakan kecelakanaan, terjatuh, gerak fisik yang berlebihan seperti olah raga, berkuda, bersepeda dan sebagainya.Keperawanan merupakan hal yang sangat penting bagi perempuan karena disitulah letak kesucian akhlak dan kesempurnaan iman. Namun demikian, mari lihatlah bagaimana kenyataan hari ini di mana tidak sedikit perempuan yang menggumbar auratnya yang berharga. Pakaian yang semestinya dipakai anak usia lima tahun semakin digandrungi oleh gadis remaja dan lucunya ibu-ibu pun beramai-ramai menegenakan hal serupa. Bahkan yang paling mengkhawatirkan, tidak sedikit para wanita menyerahkan kepada laki-laki yang bukan suaminya. Mereka tidak akan lagi merasa malu ketika selaput daranya sudah terkoyak sebelum waktunya. Apalagi saat ini telah beredar selaput dara palsu, tentunya mereka akan dengan mudah mengganti dan mengelabui siapapun. Apalagi dengan obat pencegah kehamilan yang kian marak dimasyarakat, tak pelak lagi akan memepermudah jalan menuju kemaksiatan.

Perempuan adalah makhluk istimewa. Allah SWT telah menciptakan wanita dengan selaput dara yang dimilikinya tidaklah bernilai cuma-cuma dan percuma. Keberadaanya adalah bukti keseriusan wanita dalam menjaga dan memelihara kesucian iman dan kegadisan. Organ itu juga menjadi saksi bahwa dirinya tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah sebagaimana telah menjadi hukum Allah.Namun ketika hal itu terkoyak sebelum waktunya (kecuali alasan pemerkosaan, atau kecelakaan) patut kita pertanyakan dimana rasa malu yang merupakan cerminan perempuan. Di manakah keimanan yang akan membuat akhlaknya semakin menawan dan dimanakah harga dirinya sebagai manusia yang diistimewakan. Maka wajarlah jika terdapat perempuan yang tidak menjaga harga diri dan keperawanannya dianggap tidak punya iman.

Lalu bagaimana dengan laki-laki yang membuat perempuan tidak perawan lagi. Harga diri mereka sama rendahnya karena melanggar larangan agama. Lelaki yang pernah berzina jika menginginkan istri yang perawan maka idealismenya terlalu tinggi. Lelaki pezina harusnya berjodoh dengan pezina pula. 

sumber fimadani.com,


Share:

Minggu, 28 Mei 2017

Hari Pertama Puasa Satpol PP Palangkaraya Grebek 3 Pasangan Mesum



dari prokal.co melaporkan Meski memasuki bulan puasa Ramadan, ternyata tak menghentikan segelintir orang untuk berbuat asusila. Mungkin karena bodoh agamanya sehingga tak takut dosa atau kurang perhatian orang tua sehingga perilaku mahasiswi ini rusak. Buktinya, dalam razia gabungan yang digelar Sabtu dinihari (27/8/17), tiga pasangan ilegal berhasil dijaring.Enam orang atau tiga pasangan tanpa ikatan resmi itu dijaring aparat gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya, Polri dan TNI dari sejumlah penginapan di Kota Cantik. Di antaranya juga ternyata masih bertatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.Tak hanya tiga pasangan tanpa ikatan resmi, sebagai barang bukti, aparat juga mengamankan beberapa alat kontrasepsi.

Selain itu, dari salah satu kamar wisma yang saat razia kebetulan sedang ditinggal penghuninya, aparat menemukan beberapa pil Zenith (Carnophen)."Ini kegitan rutin kita. Dan yang kedua kalinya menjelang serta memasuki bulan Ramadan. Sasarannya khusus penindakan di tempat penginapan," kata Kabid Trantib Satpol PP Kota Palangka Raya, Walter kepada Palangka Ekspress (Kalteng Pos Group) usai razia.
Dalam razia yang digelar sejak tengah malam hingga menjelang dinihari itu, aparat gabungan melakukan pemeriksaan di tujuh penginapan, yakni Hotel Marimar dan Hotel Global di Jalan Tjilik Riwut, Wisma Pisces dan Hotel Aman di Galaxy. Kemudian Wisma Menteng, Tilung Guest House dan Wisma Tulip di kawasan Jalan Temanggung Tilung.
Share:

Senin, 15 Mei 2017

Ketahuan tidak perawan, Istri Dilempar dari gedung Lantai 4


Ini adalah gambaran kecil bagi anda yang mau membangun rumah tangga anda harus pandai pandai memilih calon istri anda, jika calon istri anda tidak jujur sejak perkenalan maka itu bukanlah hal yang bagus untuk melanjutkan ke jenjang rumah tangga. Anda sebagai perempuan harus jujur agar tidak menyesal dibelakang malam pertama anda hancur atau rumah tangga anda retak dan bercerai karena ketidak jujuran anda lebih baik diawal jujur kepada calon suami anda mau menerima anda atau  tidak jika tidak maka anda harus memaklumi keadaan diri anda dan bersabar. Jika diterima anda harus bersyukur punya calon suami yang sangat tulus. Jika ia menceraikan anda saat menikah artinya suami adalah yang bersalah karena sejak awal ia menerima kenapa saat menikah jadi tidak terima. berikut ini adalah berita tentang ketidak jujuran pihak wanita sehingga suaminya marah saat baru menikah hingga dilempar dari lantai atas naudzubillah ada ada saja.
 
 Sebagaimana diberitakan dari tribunnews.com, Jika seorang pria menikahi wanita yang bisa dikatakan tidak suci lagi apakah di akan Marah? Kecewa? Menyesal?  Mungkin dirasakan para pria setelah mengetahui hal itu.Hal seperti ini dialami oleh seorang pria asal Kairo, Mesir.Ia tak segan-segan melempar wanita yang baru satu hari menjadi istrinya dari lantai empat setelah mengetahui bahwa istrinya sudah tidak perawan, kejadian ini berlangsung di apartemennya.

Kejadian ini belum bisa diketahui pasti asal mula permasalahannya, apakah sang istri yang tidak jujur atau sang suami yang sebelumnya bertanya dahulu, dilansir laman Emirates 247.Apa yang dilakukan oleh sang suami nyaris membuat nyawa sang istri melayang ditangannya.Dari sejumlah laporan mengatakan tindakan tidak manusiawi ini bermula ketika pengantin baru ini ingin melakukan malam pertamanya di apartemen.

Saat itulah sang suami baru mengetahui bahwa istrinya sudah tidak perawan lagi.Kecewa akan hal ini keesokan harinya ia langsung mengangkat istrinya yang masih tertidur kemudian melemparnya dari lantai empat hingga ke bawah.Dalam kejadian ini ternyata banyak saksi yang melihat, akhirnya warga di sekitar apartemen langsung melaporkan aksi kejam ini ke polisi.Tak butuh waktu yang lama polisi langsung menangkap pria tersebut.

Semoga jadi gambaran bahwa ketidak jujuran anda menyebabkan masalah besar pada akhirnya, jangan takut tidak diterima suami mending anda jujur jika ia menerima anda bersyukur jika tidak anda harus bersabar menunggu laki2 lain yang mau menerima.
Share:

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive