"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Minggu, 17 Maret 2013

Nasehat Islam : Peraturan bukan untuk mengekang

"Peraturan yang didasari kekakuan dan bersifat mutlak hanya tidak akan membuat baik keadaan manusia, justru menjadikan manusia segan untuk melanggarnya karena peraturan seperti ini sama saja dengan penjara. Setiap orang terpenjara ingin keluar daripadanya. Peraturan yang didasari kesadaran dan kepedulian dan tidak kaku akan menjadikan manusia segan untuk menaatinya bahkan mereka dengan sendirinya akan taat peraturan tersebut tanpa disuruh. Peraturan dibangun hanya untuk memperbaiki keadaan bukan membelenggu orang. Prinsip peraturan haruslah didasari ajaran agama murni dan hati nurani".

(Syair Ashabul Muslimin)

Share:

Kamis, 07 Maret 2013

Islam Memang Mengajarkan Kerukunan dan Menghargai orang lain

Oleh : Azhari Akmal Tarigan

(Penulis Koordinator Tim Penulis Tafsir Al-Qur'an UTS dan  Dosen Fak. Syari'ah IAIN.SU Medan)
Saya yakin, kerukunan antar umat beragama tidak akan pernah terwujud secara harmonis dan langgeng sepanjang tidak ada penghargaan antar sesama. Penghargaan yang saya maksud adalah penghargaan minoritas (apakah Kristen yang menjadi minoritas ataukah Islam menjadi minoritas) terhadap kelompok mayoritas. Disparitas minoritas-mayoritas tidak perlu ditutup-tutupi karena realitasnya demikian. Tidak juga salah jika minoritas – mayoritas dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan termasuk dalam pendirian rumah ibadah.

 
Sebelum lebih jauh saya mendiskusikan tema di atas, saya ingin bercerita tentang pengalaman peribadi saya terlebih dahulu. Antara tahun 2003-2004 saya dan keluarga tinggal di Jln.****** pinggiran Kota Medan.  Di depan rumah kontrakan saya terdapat sebuah Geraja yang besar dan cukup ramai. Tidak saja pada hari minggu tetapi juga pada hari-hari lainnya. Jika hari minggu, sejak pagi sampai siang hari, gereja penuh sesak dikunjungi jama'atnya. Biasanya, anak-anak jadwalnya lebih pagi dan orang dewasa jadwal ibadahnya pada siang hari. Mereka melakukan ritual dan menyanyikan lagu-lagu rohani. Sangat jelas terdengar oleh saya lagu-lagu rohani yang menembus dinding rumah saya.

Apakah saya merasa terganggu ? Pada mulanya ia. Saya dan keluarga tertanggu. Anak saya yang masih berada di TK hampir hapal "lagu rohani" tersebut, setidaknya iramanya.. Bahkan beberapa kali saya menyaksikan ia bermain-main di halaman gereja bersama teman-temannya yang Muslim dan Kristen. Saya mengaku terganggu karena seumur-umur, saya tidak pernah tinggal dekat gereja. Jadi saya tidak pernah tahu bagaimana orang Kristen beribadah. Saya juga tidak pernah mendengar mereka bernyanyi. Tapi sewaktu tinggal di jln. P, saya menyaksikannya setiap minggu. Perlahan namun pasti  saya akhirnya dapat "menikmati" ibadah mereka. Mendengarkan lagu-lagu pujian yang bagi saya, itulah tasbih dan zikir mereka. Saya percaya, mereka sedang beribadah yang menurut mereka itulah yang benar. Apakah saya harus protes ! Haruskah saya mengekspresikan rasa tidak senang saya ! Tentu saja tidak. Saya sadar bahwa keyakinan tidak bisa dipaksanakan, tidak juga bisa disamakan. Sama sadarnya saya, bahwa kami adalah pendatang. Tambahan lagi, jumlah muslim di daerah tersebut sedikit. Wajarlah, kendati di belakang rumah saya ada mushalla, tetapi saya tidak pernah mendengar suara Toa berdering pada waktu shubuh. Paling-paling hanya azan. Mengapa orang Islam tidak memaksakan dirinya untuk menghidupkan Toa. Jawabnya karena kita menghargai mereka yang mayoritas. Kita tidak ingin menggangu mereka.

Menariknya, kehidupan di tempat tersebut cukup harmonis. Saya yang pendatang dan secara kolektif menjadi minoritas di tempat itu harus menghormati dan menghargai masyarakat sekitarnya. Inilah sunnatullahnya. Tidak ada konflik. Saya yang kerap pulang malam sehabis dakwah di tempat yang jauh tidak pernah di ganggu. Saudara-saudara saya yang Kristen begitu sangat bersahabat. Hampir satu tahun saya tinggal di tempat tersebut. Saya tidak pernah menghadapi masalah. Bahkan ketika saya pindah ke rumah yang permanent, mereka membantu saya. Pengalaman tersebut mengajarkan kepada saya, kerukunan antar pemeluk agama hanya dapat dibangun, jika ada saling menghargai dan menghormati; antara pendatang dengan penduduk asli, kelompok minoritas dengan mayoritas. Bukankah tidak ada manfaatnya membenturkan keyakinan dan kepercayaan yang sifatnya sangat ruhani tersebut.

Hemat saya, konflik yang terjadi antara Islam dan Kristen di Indonesia salah satu sebabnya adalah karena kelompok pendatang dan minoritas kerap memaksakan kehendaknya. Hubungan Islam dan Kristen dalam sejarahnya, termasuk di Indonesia, diwarnai rasa "marah" bahkan dalam tingkat tertentu rasa bermusuhan kendati dalam sunyi. Hal ini semakin dipicu, karena kedua agama tersebut merupakan agama risalah, yang memiliki dan mengakui klaim keselamatan hanya ada pada agamanya. Suasana yang seperti ini, jika tidak disikapi dengan jujur dan terbuka, akan melahirkan konflik horizontal.

Bagi saya, salah satu wujud keterbukaan dan keberterusterangan itu adalah, adanya keharusan bagi kelompok minoritas dan pendatang untuk menghargai kelompok asli dan menjadi mayoritas. Bagi umat Islam di Bali atau di daerah Batak, ketika menjadi minoritas, harus menghargai saudaranya yang mayoritas atau penduduk asli di daerah tersebut. Adalah sikap yang tidak bijaksana jika mereka yang minoritas memaksakan dirinya untuk mendirikan masjid. Harus dibedakan larangan beribadah dengan larangan mendirikan rumah ibadah. Selama ini kita kerap menyamakan antara beribadah dengan mendirikan rumah ibadah. Sesungguhnya mendirikan rumah ibadah tidak wajib. Ajaran Islam menegaskan bahwa seluruh bumi Allah ini dapat dijadikan masjid dalam makna "tempat sujud" bukan dalam arti bangunan yang memiliki kubah. Muslim yang minoritas tidak perlu untuk menggunakan Toa yang voltasenya maksimal ketika azan, baca Qur'an atau tabligh. Kita harus menenggang rasa terhadap mereka yang mayoritas. Itulah cermin kedewasaan beragama.

Demikian pulalah halnya jika umat Kristen menjadi pendatang dan minoritas di daerah tertentu. Adalah tidak bijaksana jika ekspresi keberagamaannya didemontrasikan sedemikian rupa. Wajar saja di sebuah kampung yang penduduknya mayoritas muslim merasa tersinggung, jika kelompok minoritasnya memaksakan diri untuk mendirikan rumah ibadah. Lebih-lebih jika aturan-aturan hukum dicoba untuk "diutak-atik". Tidak tepat juga jika kita menggunakan alasan Hak Asasi Manusia. Bagi saya yang menjadi hak asasi adalah beribadah bukan mendirikan rumah ibadah.

Saya terkadang heran saja, jika ada pihak yang mencoba menafikan logika mayoritas-minoritas.  Faktanya ada pemeluk agama yang menjadi mayoritas tetapi juga ada yang minoritas. Ini adalah realitas yang tidak dapat dibantah dan merupakan kenyataan sosial yang terdapat di mana-mana. Dalam konteks etnik realitasnya juga demikian; ada etnik asli, ada pula etnik pendatang. Di Indonesia Islam menjadi mayoritas secara totalitas penduduk negeri ini. Tetapi di daerah-daerah tertentu, Islam menjadi minoritas. Lihatlah di Karo juga di daerah Tapanuli atau di Nias. Lihat pula di Bali, Irian Jaya, Nusa Tenggara Timur, dan beberapa bagian Indonesia Timur lainnya. Tanyalah umat Islam di sana. Bagaimana mereka diperlakukan. Sudahkan adil dan bermartabat. Bagi saya, sepanjang hak-hak dasar, beragama (beribadah), keselamatan jiwa, keturunan, harta dan akal  (al-dauiriyat al-khamsah) kelompok minoritas tidak terganggu, maka tidak ada yang perlu di desakkan dan dipaksakan.

Saya teringat kejadian tahun 1967 ketika terjadi konflik agama di Indonesia. yaitu pengrusakan geraja di Meulaboh, Aceh (Juni 1967), perusakan gereja di Ujung Pandang, Makasar (Oktober 1967) dan beberapa kasus lainnya. Sewaktu M. Natsir pulang dari lawatannya ke luar negeri, ia diminta berkomentar tentang hubungan Islam – Kristen di Indonesia. Pokok pemikiran yang disampaikan Natsir adalah, apa yang terjadi itu sesungguhnya dampak-ekses dari satu peristiwa atau fenomena yang dirasakan tidak adil. Apakah masih sesuai dengan Pancasila jika pemeluk agama tertentu dengan berbagai caranya memaksakan orang-orang yang telah beragma untuk berpindah agama. Apakah sesuai dengan Pancasila, jika di daerah yang hampir tidak dijumpai pemeluk agama tertentu berdiri rumah ibadah yang cukup megah ! Akhirnya, M. Natsir menawarkan perlunya etika dalam dakwah. Tidak ada boleh pemaksaan dalam hal keyakinan beragama. Dakwah harus disampaikan dengan penuh kejujuran dan ketulusan. Dakwah memerlukan kearifan, kebijaksanaan, bukan provokasi apa lagi menghasut dan menjelekkan agama tertentu dengan tujuan untuk merubah dan menggeser keyakinan orang lain. Jika orang harus berpindah agama, sejatinya perpindahan itu didasarkan pada pencarian dan penemuan kebenaran itu sendiri.

Bagi saya salah satu bentuk perwujudan dari etika tersebut adalah saling menghargai dan menghormati kelompok minoritas terhadap kelompok mayoritas. Jika ini terwujud, maka efeknya akan muncul saling  menghargai antar sesama. Pada gilirannya, yang mayoritas menjadi pelindung bagi minoritas. Sejarah Islam menunjukkan, ketika Islam menjadi mayoritas dan non muslim menjadi minoritas, yang tercipta adalah kedamaian dan ketenteraman. Jika ada yang ragu, marilah kita kembali menolah sejarah dan membacanya dengan jujur.

Mungkin apa yang ditawarkan ini bagi sebagian orang terasa naïf. Namun semangat yang ingin dikemukakan adalah dalam membangun kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia, kita perlu terbuka, apa adanya, jujur dan tanpa perasangka. Saya khawatir, pemerintah kerap menyatakan tidak ada konflik agama, tetapi masyarakat merasakannya. Saatnya pemerintah, pejabat, tokoh organisasi agama (bukan tokoh agama) berhenti berbicara dan tanyalah umat beragama, apa sesungguhnya yang mereka rasakan. Selanjutnya apa yang mereka inginkan. Jangan-jangan, apa yang dinyatakan pemeluk agama dengan apa yang diinginkan tokohnya tidak sama.(sumber : koran waspada)

 


 




Share:

Jumat, 15 Februari 2013

Syair Islam : Hari Kemungkaran, Valentine Day

Hari Kemungkaran, Valentine Day



hari itu ....

hari yang ditunggu

para remaja dan muda mudi

yang terbudak cinta buta

yang mata hatinya

tertutupi hawa nafsunya

berharap hari itu..

mereka bisa mencurahkan kasih sayangnya

terhadap pacar atau orang terdekatnya

Dengan ungkapan seribu kata cinta

atau seribu bunga merah merekah

atau seribu kotak coklat

tetapi ujung-ujungnya perzinaan terlaknat

begitulah produk peradaban barat

modern katanya maksiat ujungnya





14 februari

valentine day katanya

begitulah orang kafir menyebutnya

pantaskah orang muslim menyebutnya

padahal dia tahu, hari itu adalah perayaan mereka

perayaan para manusia tidak kenal Tuhannya

perayaan para manusia yang menyembah hawa nafsunya

Perayaan para manusia yang tidak peduli nasib akhiratnya

ramai-ramai hari itu orang menungkapkan kata sayang

namun kata sayang ternyata menjadi "sayang sekali"

karena kata kasih sayang hanya ada dalam ungkapan

kata kasih sayang hanya bualan belaka

hanya topeng penipu pemulus kemaksiatan

kata kasih sayang hanya sebagai pemuas nafsu keji







Hari itu ramai orang mengagungkan kata kasing sayang

Hari itu ramai orang meluapkan kegembiraan

Hari itu menjadi legalnya perzinaan

Hari itu menjadi legalnya kekejian

hari berikutnya

ramai orang melakukan perceraian

hari berikutnya

ramai orang merasakan penderitaan

hari berikutnya

ramai bayi tidak berdosa dibunuh dan dibuang-buang

apakah artinya kata kasih sayang

jika ujung-ujungnya penderitaan

apakah artinya kata cinta

jika ujung-ujungnya zina

apa artinya perayaan valentine

jika ujung-ujungnya pengguguran janin

Sungguh valentine day artinya kesesatan yang nyata

Percuma kata sayang dan kata cinta

Jika Tuhan Semesta Alam membenci mereka



dengarkan nasehat agama

jika kau ingin bahagia

jangan bantah agama

jika tidak ingin sengsara

apa yang diharamkan Allah

pasti jelek bagimu

apa yang dihalalkan Allah

pasti baik bagimu

saudaraku dunia ini sementara

akhirat kekal slamanya

jangan sampai terpedaya

oleh kesenangan dunia

yang hakikatnya tipu daya

manis diluarnya, pahit didalamnya

senang didunia sesaat namun percuma

jika ujungnya masuk neraka selamanya

lebih baik kita ikut ajaran agama

katakan kami dengar dan kami taat

supaya diakhirat mendapatkan selamat

amiien
Share:

Jumat, 08 Februari 2013

DAMPAK KERUSAKAN ZAMAN, ANAK SEKARANG PUBER LEBIH AWAL

Oleh : M. Ashabus Samaa'un

Dari sahabat Abdullah bin Mas?ud ra. Beliau menceritakan dalam sebuah hadits mauquf

"Bagaimana dengan kalian bila kalian diselimuti fitnah (ujian). Anak kecil tumbuh menjadi dewasa di dalam fitnah itu (puber lebih awal) . Orang tua pun menjadi pikun di dalamnya (mudah lupa dan lalai). Dan fitnah itu dijadikan tuntunan. Jika suatu hari fitnah (kejadian)  itu dirubah (oleh seseorang pandai alim),

dikatakan: ?Ini orang (yang berusaha memperbaiki keadaan) keluar dari kebiasaan (baca: nyeleneh, karena tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat waktu itu). Kapan hal itu terjadi? Yaitu ketika orang-orang yang dapat dipercaya di antara kalian menjadi sedikit. Pejabat-pejabat menjadi banyak. Orang-orang yang mendalam ilmunya menjadi sedikit. Suatu ilmu diperdalam tidak untuk (kepentingan) agama. Dan ketika dunia dicari dengan menggunakan amal akhirat.

(H.R. Abdurrazzaq)

Dari mukadimah hadits yang asing dan jarang dibahas dalam kajian-kajian agama umumnya ini. Ternyata memuat pelajaran dan hal-hal yang terjadi dengan jaman sekarang ini. Hadits ini adalah salah satu hadits yang menggambarkan tanda-tanda kiamat kecil. Yaitu pada saat itu kerusakan moral (fitnah) meraja lela, anak-anak dewasa lebih awal dalam fitnah itu, kemudian orang tuapun cepat menua rambutnya cepat memutih dan pikun atau mudah lupa dan lalai akan tanggung jawabnya sebagai orang tua. Kemudian kerusakan moral itu menjadi tren alias kebiasaan masyarakat umumnya. Jika ada seseorang alim yang berusaha mengubah keadaan itu, maka orang alim itu akan dicemooh dan dibilang nyeleneh karena dianggap sebagai hal diluar kewajaran manusia umumnya yang mungkin telah terlanjur gelap pikirannya sehingga tak mampu membedakan yang benar dan salah. Pada saat fitnah (kerusakan-kerusakan) itu terjadi akan dijumpai sedikitnya orang yang amanah terhadap jabatannya, pejabat-pejabt politik banyak sekali namun tak ada yang mumpuni mengurusi masalah rakyat kecil, dan orang-orang alim yang pandai agama semakin sedikit kemudian banyak orang mengkaji ilmu tapi masa bodoh dengan urusan agama islam, kemudian juga ketika fitnah itu terjadi banyak orang yang menjual agamanya untuk harta dunia yang sedikit. Sungguh wahai saudaraku, hadits ini adalah 'menyindir' tentang keadaan kita jaman sekarang. Naudzubillah.

Namun dalam pembahasan kali ini adalah kita akan membahas kajian yang ada kaitannya dengan kerusakan yang terjadi pada dunia anak-anak yaitu ketika anak-anak tumbuh menjadi dewasa dalam fitnah itu seperti tercantum dalam sebagian kalimat hadits diatas. Bisa diartikan bahwa anak-anak menjadi puber lebih awal, fisik mereka cepat besar namun kosong ilmunya kosong pikirannya mudah melanggar aturan dan gampang dipermainkan setan. Naudzubillah.

Berawal dari membaca sebuah berita kesehatan dari sebuah media diinternet, kemudian saya terinspirasi untuk menulis sesuatu yang mengganjal dalam pikiran saya. Berikut kutipan beritanya.

FAKTA BERITA, ANAK SEKARANG PUBER USIA DINI

Banyak Gadis 8 Tahun Sudah Puber

DARI KOMPAS.com — Dibandingkan dengan anak-anak generasi tahun 1990-an, anak-anak perempuan yang lahir di era tahun 2000 kini mengalami masa puber lebih cepat, yakni di usia 7-8 tahun, yang ditandai dengan pembesaran payudara. Hal tersebut paling nyata terlihat pada anak-anak perempuan di Amerika Serikat.

Para ahli menduga, hal itu berkaitan dengan meningkatnya tren obesitas yang memang berhubungan erat dengan perkembangan seksual yang lebih dini. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics. Dalam penelitian terhadap 1.200 anak perempuan usia 6-8 tahun di beberapa kota di AS itu, ditemukan para gadis cilik itu mengalami perkembangan payudara yang lebih cepat dibanding bocah seusianya dari generasi tahun 1990-an. Pemeriksaan dilakukan antara tahun 2004 dan 2006 oleh dokter anak perempuan atau para perawat. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dalam membedakan jaringan payudara dan jaringan lemak.

Hasil penelitian juga menemukan, anak perempuan kulit hitam (23,4 persen) dan Hispanic (15 persen) mengalami masa puber yang lebih dini dibanding anak kulit putih (10,4 persen) pada usia 7 tahun. Sedangkan di usia 8 tahun, hampir 43 persen anak kulit hitam dan 31 persen anak Hispanic sudah mengalami masa puber dibanding anak kulit putih yang hanya 18,3 persen.

Masa puber yang lebih cepat, baik yang ditandai oleh perkembangan payudara maupun masa haid, di kalangan anak-anak ini mendapat perhatian para ahli karena meningkatkan risiko kanker payudara.

Selain itu, perkembangan payudara yang terlalu dini bisa menyebabkan tekanan sosial dan psikologis pada anak-anak, selain juga mungkin gangguan dari teman sebayanya yang pria dan lebih tua.

"Anak-anak mungkin akan terlihat lebih dewasa, namun secara mental mereka tetap sama dengan anak berusia 7-8 tahun. Bahkan banyak yang mengalami kebingungan dengan perubahan seksual yang dialaminya," kata Herman Giddens, ketua penelitian.

Para ahli menyebutkan, perkembangan payudara lebih dini kebanyakan ditemui pada anak-anak yang kegemukan. Namun, para ahli juga meneliti contoh urine anak-anak itu untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh bahan-bahan kimia yang hasilnya belum diketahui sampai saat ini.

Meski ada kecurigaan pengaruh bahan kimia, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan kaitan erat antara pertambahan berat badan dan masa pubertas yang lebih dini. Karena itu, para orangtua disarankan untuk mewaspadai jika anak mereka memiliki tanda-tanda pubertas dini. "Orangtua dan dokter anak bisa bekerja sama untuk melakukan program nutrisi dan olahraga agar berat badan anak tetap terkontrol," kata Giddens.

KEMUDIAN BERITA KEDUA

Masa Pubertas Anak Laki-laki Sekarang Terjadi Pada Usia 6 Tahun

Posted: 29/01/2013

 

Dari Liputan6.com, Jakarta : Jika Anda selaku orangtua khawatir karena anak Anda bakal mengalami pubertas lebih awal, sepertinya hal seperti itu akan terjadi pada Anda.

Menurut sebuah penelitian, sekarang ini anak laki-laki mengalami pubertas lebih cepat dua tahun daripada anak laki-laki di masa lalu. Bahkan beberapa tanda-tanda mulai ditunjukkan bahwa anak berusia enam tahun akan mengalami pubertas lebih awal.

Para peneliti mengumpulkan data 4.000 anak laki-laki di seluruh AS dan mengungkapkan bahwa rata-rata anak laki-laki yang berkulit putih atau hispanik (kulit anak keturunan Spanyol) mengalami pubertas pada usia 10 tahun. Sedangkan untuk anak laki-laki berkulit hitam mengalami pubertas pada usia 9 tahun.

Peneliti yang berkerja di American Academy of Paediatrics mengatakan bahwa kecenderungan yang sama telah melihat kasus yang sama di negara lain, termasuk Inggris.

Sebesar sembilan persen dari anak laki-laki berkulit putih menunjukkan beberapa mengalami pubertas awal pada usia 6 tahun. Hal demikian juga terjadi pada sebanyak 20 persen anak laki-laki berkulit hitam dan 7 persen anak laki-laki Hispanik.

Secara keseluruhan, rata-rata usia masa pubertas anak laki-laki lebih awal 18 bulan dari pada anak laki-laki yang tumbuh dan berkembang di tahun-tahun silam.

Hal ini membuat para orangtua harus cepat menyadari kalau anak-anaknya mengalami pubertas lebih awal sehingga para orangtua dapat membantu anak-anak secara emosional untuk mempersiapkan perubahan yang datang pada masa awal pubertas.

Dokter menganggap umumnya pubertas dini dimulai pada usia 8 tahun untuk anak perempuan dan usia 9 tahun untuk anak laki-laki.

Masalah-masalah seperti kelainan tiroid dan tumor otak telah dikaitkan dengan pubertas dini. Tapi, anak laki-laki dengan kondisi medis yang cukup kronis atau yang menggunakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi pubertas dikeluarkan dari penelitian.

Sedangkan untuk anak perempuan yang mengalami pubertas dini telah dikaitkan dengan peningkatan untuk mengembangkan kanker payudara.

"Jika memang benar bahwa anak laki-laki mulai mengalami pubertas lebih awal, masih belum jelas apakah hal-hal negatif dapat terjadi atau memiliki implikasi jangka panjang," kata Adelman, seorang anggota komite American Academy of Pediatrics, seperti dikutip Dailymail, Selasa (29/1/2013)

Pembesaran testis terlihat pada 9 persen anak laki-laki berkulit putih yang mengalami pubertas dini pada usia 6 tahun serta 20 persen pada anak laki-laki berkulit hitam dan 7 persen pada anak-anak laki Hispanik.

Selain itu, pertumbuhan rambutan kemaluan merupakan satu tanda awal terjadinya pubertas dini yang dimulai sekitar satu tahun setelah terjadinya pemebsaran testis pada semua kelompok anak-anak laki.

Sedangkan untuk anak perempuan, pertumbuhan payudara adalah tanda awal yang terjadi pada 10 persen anak perempuan kulit putih berusia 7 tahun serta 23 persen pada anak perempuan berkulit hitam dan 15 persen pada anak perempuan Hispanik.

Menurut ahli endokrinologi pediatrik dari University of Chicago, Dr Dianne Deplewski mengatakan kalau penelitian tersebut masih belum sempurna. Tapi, pihaknya masih terus mencari hasil yang terbaik sampai saat ini. (Adt/Igw)

KEMUDIAN BERITA KETIGA

Masa Puber Anak Perempuan Kini Dimulai pada Usia 6

Pubertas pada anak laki-laki juga maju dua tahun.

Anda Nurlaila

Kamis, 1 November 2012, 10:35 WIB

Kelebihan berat badan pada anak juga disebut pemicu pubertas dini.  

 

Dari VIVAlife - Dengan rambut kuncir kuda dan berpakaian seragam, Atlanta Carson adalah gadis kecil yang terlihat gembira menuju ke sekolah. Hobi gadis kecil berusia delapan tahun ini juga sangat biasa, bermain boneka, rumah-rumahan dan lompat tali.

Tapi siapa sangka dia telah mengalami tanda-tanda pubertas. Rambut-rambut halus mulai tumbuh di bawah lengan dan kelaminnya. Pada saat anak seusianya berpelukan saat bermain dengan sang ibu, Atlanta memeluk ibunya dengan alasan lain: mengalami kecemasan pra menstruasi. Dia juga mengalami anemia, jerawat dan perubahan suasana hati menjelang menstruasi tanpa paham apa yang terjadi pada tubuhnya.

Sang ibu, Emma, 32 tahun dari Stockport, mengatakan, "Atlanta baru berumur delapan tahun saat saya memandikannya dan melihat ada rambut kemaluan. Dan sebulan setelah itu Atlanta mendapat menstruasi pertamanya.

"Saat pertama kali menstruasi, emosinya belum siap, Atlanta berkata, 'Saya tidak suka, Bu. Kapan ini berhenti'. Ucapannya membuat saya patah hati," katanya seperti dikutip Daily Mail.

Studi di seluruh dunia menunjukkan waktu pubertas anak perempuan semakin cepat. Sekarang dokter mengatakan harus merevisi kata "normal". Sebab kini, tanda-tanda pubertas pada anak perempuan sudah dimulai sejak usia enam tahun. Antara lain pertumbuhan rambut kemaluan dan di bawah lengan serta pertumbuhan payudara.

Meski tak dapat sepenuhnya dijelaskan, satu teori menyebutkan paparan bahan kimia di lingkungan, makanan olahan dan plastik yang meniru efek dari hormon yang memicu pubertas dini. Pubertas dini juga berhubungan dengan kenaikan berat badan akibat semakin membaiknya gizi. Sementara studi lain menemukan hubungan paparan cahaya buatan dari layar televisi dan komputer terhadap pubertas.

Pubertas dini tak hanya terjadi pada anak perempuan. Sebuah studi lanjutan menemukan anak laki-laki saat ini mengalami masa puber dua tahun lebih awal, sekitar usia 9 dan 10 tahun.

Tabitha Randell, juru bicara Masyarakat Pediatri Endokrinologi dan Diabetes Inggris, pubertas pada anak laki-laki dan perempuan saat ini terjadi lebih cepat dua tahun. Pubertas di masa kanak-kanak menjadi masa remaja yang drastis lebih rentan memukul psikologis anak. Pubertas dini, menurut Randell lebih banyak dipengaruhi hormon leptin akibat timbunan lemak dalam tubuh.

"Anak-anak yang gemuk memiliki leptin lebih banyak daripada yang lain. Leptin tampaknya berperan dalam beralih pada pubertas lebih cepat," ucapnya kepada Health.

Psikolog anak Emma Citron menyatakan sekolah harus memfasilitasi perubahan yang terjadi pada anak seperti menyediakan sanitasi khusus hingga perlakuan yang tetap disesuaikan dengan usia anak.
"Bahkan jika pubertas dini berarti penampilan anak terlihat lebih tua, seperti anak usia 9 tahun yang tampak seperti 11 tahun batas-batas yang sama harus tetap berlaku."

Studi pada Jurnal Obestetri dan Ginekologi terbaru juga menyebutkan anak yang mengalami pubertas dini lebih rentan terhadap kejahatan seksual. (umi)

 

 

SEDIKIT TANGGAPAN DARI PENULIS

Mungkinkah hal ini adalah sebuah tanda kiamat. Namun banyak orang tak menyadarinya. Umur manusia semakin pendek. Dunia semakin mendekati kehancurannya. Bayangkan, Ditengah zaman globalisasi ini ternyata tidak hanya teknogi dan komunikasi yang berkembang amat cepat. Ternyata umur manusiapun semakin cepat, sehingga anak-anak kecil mengalami masa dewasa / masa puber  lebih awal. Hal itu dibuktikan bahwa anak-anak kecil generasi saya sekitar 80 - 90 an paling tidak mengalami masa awal dewasa / puber adalah rata-rata umur 14-16 Tahun, dengan ditandai dengan mimpi basah untuk laki-laki dan menstruasi untuk perempuan. Jika dibandingkan dengan anak-anak yang lahir diabad 21 ini maka sungguh anda akan melihat perbedaan yang mencolok dan mengherankan. Ada sebuah penelitian ilmiah dari sebuah lembaga kesehatan dan sosial mengatakan bahwa anak sekarang telah mengalami masa puber lebih awal yaitu umur 6 tahun - 8 tahun sudah mengalami puber. Sungguh mengherankan sekali, jika memang begitu maka hal itu telah mengalahkan masa puber orang arab kuno dahulu yaitu rata-rata umur 9 tahun. Hal itu wajar karena memang fisik orang arab kuno kuat-kuat dan bergairah seks yang besar jika dibandingkan dengan suku-suku lainnya. Tetapi manusia sekarang hidup dijaman modern yang  serba instan telah memecahkan rekor melampui masa puber orang arab dahulu, sungguh hal yang luar biasa namun memprihatinkan. Gerangan apakah yang menyebabkan perubahan yang luar biasa tersebut (meski sebagian orang itu menganggapnya hal biasa).

Saya menganggap hal itu luar biasa dan butuh sekali perhatian masyarakat adalah karena itu erat sekali kaitannya dengan kelangsungan hidup anak cucu kita dimasa depan. Mungkin jika anda yang masih bisa hidup 30 -40 tahun kemudian akan melihat bahwa umur manusia akan sangat pendek, karena masa kecilnya singkat tentu saja manusia cepat menua dan cepat mati. barangkali kalau jaman penjajahan ada yang bisa hidup sampai umur 70 - 90 tahun namun sekarang hal itu jarang ditemukan.

Mungkin faktornya adalah barangkali karena dampak kemajuan zaman dan teknologi sehingga arus informasi berputar sangat cepat, segala perubahan aspek sosial dan peradaban manusia juga berubah sangat cepat pula. Sehingga mau tak mau pola pikir dan budaya hidup masyarakat juga akan berubah dengan cepat tanpa masyarakat menyadarinya. Jika mengambil contoh kecil dahulu sebelum jaman teknologi, yang punya televisi aja masih jarang apalagi punya gadget macam-macam semacam handphone blacbery, ipad, android phone dsb tentu saja mustahil ada yang punya karena benda-benda canggih itu baru ditemukan diabad 21 ini, apalagi ada yang sudah bisa Online sama chating, dan tebar status difacebook tentu saja hal itu tidak mungkin ditemukan dalam gaya hidup orang dahulu sekitar generasi 90-an kebawah, karena sekali lagi facebook dan jejaring internet baru ditemukan dan berkembang pesat diera modern ini.

Hasil temuan-temuan teknologi tersebut ternyata berdampak pada peradaban sosial dan gaya hidup masyarakat. Dahulu sebelum teknologi berkembang pesat dan pengguna internet hanya orang elit saja, apalagi facebook-an, tentu saja mustahil ada. Waktu itu anak-anak kecil (jaman saya contohnya) masih merdeka dengan dunianya, dunia anak-anak belum dirusak peradaban modern, mereka terlihat berlari-lari dipematang sawah bermain layangan, ada yang bermain kelereng, adapula yang bermain petak umpet, lalu tidak ketinggalan bermain ketapel karena saya dulu sering main ketapel..hehe, main boneka, main tebak-tebakan, main mobil-mobilan dari kayu, main lompat tali, main bola kasti,  dan seribu satu permainan tradisional lainnya yang saya tidak bisa jelaskan disini. Tetapi sangat berbeda dengan gaya hidup dan pola pikir anak kecil jaman sekarang. Dunia hari ini telah berubah 180 derajat dari lintasan waktu, dunia anak yang dulu ceria telah punah bak cerita sejarah yang hanya bisa menjadi dongeng. Padahal baru sekitar 20-30 tahun berlalu, namun banyak sekali peradaban sosial dan dunia anak kecil telah sirna. misalnya mana ada anak sekarang yang main layangan, kelereng dan sebagainya yang ada adalah habis pulang sekolah langsung nongkrong diwarnet main game online, ataupun update status facebook, yang lebih mengherankan lagi anak umur 7 - 8 tahun sudah bisa berGALAU ria difacebook, aizz.. mengerikan sekali. Mana ada sekarang anak-anak yang bermain kesana kesini main petak umpet, yang putri pegang boneka, yang laki-laki pegang ketapel, yang ada hanyalah anak remaja bahkan anak usia 3 SD sudah bisa memegang hape blekberi sambil SMS Galaw.. . Anda pasti tahu makna galaw dalam dunia modern ini artinya apa? kata "GALAU" dalam dunia sekarang bermakna beda dengan dunia dahulu, kalau dulu bermakna orang dewasa yang sedang gelisah menghadapi masalah hidup, kalau sekarang Galau bermakna anak-anak muda yang memendam perasaan sedih karena cinta, pacaran-pacaran dan kemudian putus cinta dsb.. aizz gak banget deh. Emang hidup cuman untuk gitu-gituan mulu ! pantesan anak sekarang jadi dewasa lebih awal karena mainnya gitu-gituan mulu akibatnya adalah berpengaruh terhadap perkembangan fisik dan mental yang berdampak pada abnormalnya perkembangan dan pertumbuhan bilogis mereka.

Dari faktor makanan juga barangkali mempengaruhi misalnya kalau anak dulu makan ubi anak sekarang makan ayam kenthaki. makanan-minuman anak pun semacam snack dan jajanan anak sudah tidak layak dikonsumsi lagi karena berbahaya, mengandung bahan pengawet dan mengandung bahan-bahan kimia beracun sehingga bila dikonsumsi akan menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh yang tentu saja akan mengakibatkan abnormalnya pertumbuhan anak-anak jaman sekarang. Cobalah perhatikan fisik anak jaman sekarang, siswi usia kelas 5 SD saja bodinya sudah membentuk orang dewasa, kemudian mereka cepat tinggi dan besar, sehingga tidak jarang banyak anak-anak SD sekarang tingginya sudah melampui gurunya, alias bongsor. tidak seperti normalnya anak jaman dahulu, berkembang dan tumbuh sesuai umur.

Dampak lainnya adalah yang buruk adalah merembet kemasalah moral, karena kita saksikan sekarang ini mayoritas yang melakukan tindakan seks bebas dan aborsi adalah 95 persen remaja. Bahkan anak usia 5 SD hamil akibat seks bebas kemudian dikeluarkan dari sekolah, masa depan mereka otomatis suram. Bagaimanakah mereka menggapai cita-citanya kalau baru usia dini udah putus sekolah gara-gara masalah kriminal begituan, sungguh memprihatinkan. Sangat berbeda sekali dengan anak jaman dahulu putus sekolah memang karena tidak mampu biaya. Nasib anak jaman dahulu masih beruntung, tidak sekolah kemudian mereka belajar berdagang atau menjadi petani. Bagaimana keadaannya anak jaman sekarang? tentu saja putus sekolah otomatis "suram" alias masa depannya sudah tidak bisa diharapkan kecuali mencari solusi pendidikan lain. Dijaman serba kompetitif sekarang ini sarjana saja banyak yang menganggur karena kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan apalagi yang putus sekolah SD, mau jadi apa?? naudzubilah. Hal itu tidak lain penyebab utamanya adalah dampak kemajuan teknologi, karena kita lihat acara televise dan media internet kebanyakan mengajari anak berbuat cabul !.

Seks bebas semakin marak dan semakin liar tidak seperti jaman dahulu masih mendingan. hal itu adalah salah satu faktornya adalah anak-anak tidak bisa mengontrol nafsu syahwat yang membara karena umurnya masih belia tapi badannya orang dewasa karena akal pikirannya belum dewasa sehingga tidak mampu memikirkan sebab akibat yang mereka perbuat. Akibatnnya seks bebas dianggap sebagai hal yang wajar dan layaknya anak jaman dahulu main layangan, bebas bermain asal suka, naudzubillah. Apalagi jaman sekarang ini makin sulit anak-anak mendapatkan ilmu agama karena maklum jaman sekarang ini ilmu agama ditelantarkan ilmu ekonomi diagung-agungkan disekolahan, makanya pada pinter tapi ngawur, kalau sudah jadi pejabat dan pemimpin rakyat jadinya korupsi, karena ilmu duniawi tidak diimbangi ilmu agama yang cukup.

 

Sungguh ternyata tanda kiamat yang Rasulullah saw sabdakan telah terjadi beliau nabi Muhammad Saw pernah bersabda "Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, merebaknya perzinaan" (HR. Bukhari dan Muslim). Ternyata hadits ini menyindir masalah kenakalan remaja, karena siapa lagi pelaku utamanya mabuk-mabukan dan perzinaan sekarang ini, kalau bukan sebagian besar yang masih ABG atau remaja?

 

Saudaraku, kita tidak bisa menjelaskan panjang lebar disini karena hal ini adalah masalah kompleks yang memerlukan kajian lebih serius. tapi kita yang penting berdo'a supaya dihindarkan dari kerusakan jaman dan kerusakan moral dan lakukan semampu kita untuk perbaikan umat islam. semoga bermanfaat

 

Wassalam

 

 

Share:

DAMPAK KERUSAKAN ZAMAN, ANAK SEKARANG PUBER LEBIH AWAL

Oleh : M. Ashabus Samaa'un

Dari sahabat Abdullah bin Mas?ud ra. Beliau menceritakan dalam sebuah hadits mauquf

"Bagaimana dengan kalian bila kalian diselimuti fitnah (ujian). Anak kecil tumbuh menjadi dewasa di dalam fitnah itu (puber lebih awal) . Orang tua pun menjadi pikun di dalamnya (mudah lupa dan lalai). Dan fitnah itu dijadikan tuntunan. Jika suatu hari fitnah (kejadian)  itu dirubah (oleh seseorang pandai alim),

dikatakan: ?Ini orang (yang berusaha memperbaiki keadaan) keluar dari kebiasaan (baca: nyeleneh, karena tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat waktu itu). Kapan hal itu terjadi? Yaitu ketika orang-orang yang dapat dipercaya di antara kalian menjadi sedikit. Pejabat-pejabat menjadi banyak. Orang-orang yang mendalam ilmunya menjadi sedikit. Suatu ilmu diperdalam tidak untuk (kepentingan) agama. Dan ketika dunia dicari dengan menggunakan amal akhirat.

(H.R. Abdurrazzaq)

Dari mukadimah hadits yang asing dan jarang dibahas dalam kajian-kajian agama umumnya ini. Ternyata memuat pelajaran dan hal-hal yang terjadi dengan jaman sekarang ini. Hadits ini adalah salah satu hadits yang menggambarkan tanda-tanda kiamat kecil. Yaitu pada saat itu kerusakan moral (fitnah) meraja lela, anak-anak dewasa lebih awal dalam fitnah itu, kemudian orang tuapun cepat menua rambutnya cepat memutih dan pikun atau mudah lupa dan lalai akan tanggung jawabnya sebagai orang tua. Kemudian kerusakan moral itu menjadi tren alias kebiasaan masyarakat umumnya. Jika ada seseorang alim yang berusaha mengubah keadaan itu, maka orang alim itu akan dicemooh dan dibilang nyeleneh karena dianggap sebagai hal diluar kewajaran manusia umumnya yang mungkin telah terlanjur gelap pikirannya sehingga tak mampu membedakan yang benar dan salah. Pada saat fitnah (kerusakan-kerusakan) itu terjadi akan dijumpai sedikitnya orang yang amanah terhadap jabatannya, pejabat-pejabt politik banyak sekali namun tak ada yang mumpuni mengurusi masalah rakyat kecil, dan orang-orang alim yang pandai agama semakin sedikit kemudian banyak orang mengkaji ilmu tapi masa bodoh dengan urusan agama islam, kemudian juga ketika fitnah itu terjadi banyak orang yang menjual agamanya untuk harta dunia yang sedikit. Sungguh wahai saudaraku, hadits ini adalah 'menyindir' tentang keadaan kita jaman sekarang. Naudzubillah.

Namun dalam pembahasan kali ini adalah kita akan membahas kajian yang ada kaitannya dengan kerusakan yang terjadi pada dunia anak-anak yaitu ketika anak-anak tumbuh menjadi dewasa dalam fitnah itu seperti tercantum dalam sebagian kalimat hadits diatas. Bisa diartikan bahwa anak-anak menjadi puber lebih awal, fisik mereka cepat besar namun kosong ilmunya kosong pikirannya mudah melanggar aturan dan gampang dipermainkan setan. Naudzubillah.

Berawal dari membaca sebuah berita kesehatan dari sebuah media diinternet, kemudian saya terinspirasi untuk menulis sesuatu yang mengganjal dalam pikiran saya. Berikut kutipan beritanya.

FAKTA BERITA, ANAK SEKARANG PUBER USIA DINI

Banyak Gadis 8 Tahun Sudah Puber

DARI KOMPAS.com — Dibandingkan dengan anak-anak generasi tahun 1990-an, anak-anak perempuan yang lahir di era tahun 2000 kini mengalami masa puber lebih cepat, yakni di usia 7-8 tahun, yang ditandai dengan pembesaran payudara. Hal tersebut paling nyata terlihat pada anak-anak perempuan di Amerika Serikat.

Para ahli menduga, hal itu berkaitan dengan meningkatnya tren obesitas yang memang berhubungan erat dengan perkembangan seksual yang lebih dini. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics. Dalam penelitian terhadap 1.200 anak perempuan usia 6-8 tahun di beberapa kota di AS itu, ditemukan para gadis cilik itu mengalami perkembangan payudara yang lebih cepat dibanding bocah seusianya dari generasi tahun 1990-an. Pemeriksaan dilakukan antara tahun 2004 dan 2006 oleh dokter anak perempuan atau para perawat. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dalam membedakan jaringan payudara dan jaringan lemak.

Hasil penelitian juga menemukan, anak perempuan kulit hitam (23,4 persen) dan Hispanic (15 persen) mengalami masa puber yang lebih dini dibanding anak kulit putih (10,4 persen) pada usia 7 tahun. Sedangkan di usia 8 tahun, hampir 43 persen anak kulit hitam dan 31 persen anak Hispanic sudah mengalami masa puber dibanding anak kulit putih yang hanya 18,3 persen.

Masa puber yang lebih cepat, baik yang ditandai oleh perkembangan payudara maupun masa haid, di kalangan anak-anak ini mendapat perhatian para ahli karena meningkatkan risiko kanker payudara.

Selain itu, perkembangan payudara yang terlalu dini bisa menyebabkan tekanan sosial dan psikologis pada anak-anak, selain juga mungkin gangguan dari teman sebayanya yang pria dan lebih tua.

"Anak-anak mungkin akan terlihat lebih dewasa, namun secara mental mereka tetap sama dengan anak berusia 7-8 tahun. Bahkan banyak yang mengalami kebingungan dengan perubahan seksual yang dialaminya," kata Herman Giddens, ketua penelitian.

Para ahli menyebutkan, perkembangan payudara lebih dini kebanyakan ditemui pada anak-anak yang kegemukan. Namun, para ahli juga meneliti contoh urine anak-anak itu untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh bahan-bahan kimia yang hasilnya belum diketahui sampai saat ini.

Meski ada kecurigaan pengaruh bahan kimia, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan kaitan erat antara pertambahan berat badan dan masa pubertas yang lebih dini. Karena itu, para orangtua disarankan untuk mewaspadai jika anak mereka memiliki tanda-tanda pubertas dini. "Orangtua dan dokter anak bisa bekerja sama untuk melakukan program nutrisi dan olahraga agar berat badan anak tetap terkontrol," kata Giddens.

KEMUDIAN BERITA KEDUA

Masa Pubertas Anak Laki-laki Sekarang Terjadi Pada Usia 6 Tahun

Posted: 29/01/2013

 

Dari Liputan6.com, Jakarta : Jika Anda selaku orangtua khawatir karena anak Anda bakal mengalami pubertas lebih awal, sepertinya hal seperti itu akan terjadi pada Anda.

Menurut sebuah penelitian, sekarang ini anak laki-laki mengalami pubertas lebih cepat dua tahun daripada anak laki-laki di masa lalu. Bahkan beberapa tanda-tanda mulai ditunjukkan bahwa anak berusia enam tahun akan mengalami pubertas lebih awal.

Para peneliti mengumpulkan data 4.000 anak laki-laki di seluruh AS dan mengungkapkan bahwa rata-rata anak laki-laki yang berkulit putih atau hispanik (kulit anak keturunan Spanyol) mengalami pubertas pada usia 10 tahun. Sedangkan untuk anak laki-laki berkulit hitam mengalami pubertas pada usia 9 tahun.

Peneliti yang berkerja di American Academy of Paediatrics mengatakan bahwa kecenderungan yang sama telah melihat kasus yang sama di negara lain, termasuk Inggris.

Sebesar sembilan persen dari anak laki-laki berkulit putih menunjukkan beberapa mengalami pubertas awal pada usia 6 tahun. Hal demikian juga terjadi pada sebanyak 20 persen anak laki-laki berkulit hitam dan 7 persen anak laki-laki Hispanik.

Secara keseluruhan, rata-rata usia masa pubertas anak laki-laki lebih awal 18 bulan dari pada anak laki-laki yang tumbuh dan berkembang di tahun-tahun silam.

Hal ini membuat para orangtua harus cepat menyadari kalau anak-anaknya mengalami pubertas lebih awal sehingga para orangtua dapat membantu anak-anak secara emosional untuk mempersiapkan perubahan yang datang pada masa awal pubertas.

Dokter menganggap umumnya pubertas dini dimulai pada usia 8 tahun untuk anak perempuan dan usia 9 tahun untuk anak laki-laki.

Masalah-masalah seperti kelainan tiroid dan tumor otak telah dikaitkan dengan pubertas dini. Tapi, anak laki-laki dengan kondisi medis yang cukup kronis atau yang menggunakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi pubertas dikeluarkan dari penelitian.

Sedangkan untuk anak perempuan yang mengalami pubertas dini telah dikaitkan dengan peningkatan untuk mengembangkan kanker payudara.

"Jika memang benar bahwa anak laki-laki mulai mengalami pubertas lebih awal, masih belum jelas apakah hal-hal negatif dapat terjadi atau memiliki implikasi jangka panjang," kata Adelman, seorang anggota komite American Academy of Pediatrics, seperti dikutip Dailymail, Selasa (29/1/2013)

Pembesaran testis terlihat pada 9 persen anak laki-laki berkulit putih yang mengalami pubertas dini pada usia 6 tahun serta 20 persen pada anak laki-laki berkulit hitam dan 7 persen pada anak-anak laki Hispanik.

Selain itu, pertumbuhan rambutan kemaluan merupakan satu tanda awal terjadinya pubertas dini yang dimulai sekitar satu tahun setelah terjadinya pemebsaran testis pada semua kelompok anak-anak laki.

Sedangkan untuk anak perempuan, pertumbuhan payudara adalah tanda awal yang terjadi pada 10 persen anak perempuan kulit putih berusia 7 tahun serta 23 persen pada anak perempuan berkulit hitam dan 15 persen pada anak perempuan Hispanik.

Menurut ahli endokrinologi pediatrik dari University of Chicago, Dr Dianne Deplewski mengatakan kalau penelitian tersebut masih belum sempurna. Tapi, pihaknya masih terus mencari hasil yang terbaik sampai saat ini. (Adt/Igw)

KEMUDIAN BERITA KETIGA

Masa Puber Anak Perempuan Kini Dimulai pada Usia 6

Pubertas pada anak laki-laki juga maju dua tahun.

Anda Nurlaila

Kamis, 1 November 2012, 10:35 WIB

Kelebihan berat badan pada anak juga disebut pemicu pubertas dini.  

 

Dari VIVAlife - Dengan rambut kuncir kuda dan berpakaian seragam, Atlanta Carson adalah gadis kecil yang terlihat gembira menuju ke sekolah. Hobi gadis kecil berusia delapan tahun ini juga sangat biasa, bermain boneka, rumah-rumahan dan lompat tali.

Tapi siapa sangka dia telah mengalami tanda-tanda pubertas. Rambut-rambut halus mulai tumbuh di bawah lengan dan kelaminnya. Pada saat anak seusianya berpelukan saat bermain dengan sang ibu, Atlanta memeluk ibunya dengan alasan lain: mengalami kecemasan pra menstruasi. Dia juga mengalami anemia, jerawat dan perubahan suasana hati menjelang menstruasi tanpa paham apa yang terjadi pada tubuhnya.

Sang ibu, Emma, 32 tahun dari Stockport, mengatakan, "Atlanta baru berumur delapan tahun saat saya memandikannya dan melihat ada rambut kemaluan. Dan sebulan setelah itu Atlanta mendapat menstruasi pertamanya.

"Saat pertama kali menstruasi, emosinya belum siap, Atlanta berkata, 'Saya tidak suka, Bu. Kapan ini berhenti'. Ucapannya membuat saya patah hati," katanya seperti dikutip Daily Mail.

Studi di seluruh dunia menunjukkan waktu pubertas anak perempuan semakin cepat. Sekarang dokter mengatakan harus merevisi kata "normal". Sebab kini, tanda-tanda pubertas pada anak perempuan sudah dimulai sejak usia enam tahun. Antara lain pertumbuhan rambut kemaluan dan di bawah lengan serta pertumbuhan payudara.

Meski tak dapat sepenuhnya dijelaskan, satu teori menyebutkan paparan bahan kimia di lingkungan, makanan olahan dan plastik yang meniru efek dari hormon yang memicu pubertas dini. Pubertas dini juga berhubungan dengan kenaikan berat badan akibat semakin membaiknya gizi. Sementara studi lain menemukan hubungan paparan cahaya buatan dari layar televisi dan komputer terhadap pubertas.

Pubertas dini tak hanya terjadi pada anak perempuan. Sebuah studi lanjutan menemukan anak laki-laki saat ini mengalami masa puber dua tahun lebih awal, sekitar usia 9 dan 10 tahun.

Tabitha Randell, juru bicara Masyarakat Pediatri Endokrinologi dan Diabetes Inggris, pubertas pada anak laki-laki dan perempuan saat ini terjadi lebih cepat dua tahun. Pubertas di masa kanak-kanak menjadi masa remaja yang drastis lebih rentan memukul psikologis anak. Pubertas dini, menurut Randell lebih banyak dipengaruhi hormon leptin akibat timbunan lemak dalam tubuh.

"Anak-anak yang gemuk memiliki leptin lebih banyak daripada yang lain. Leptin tampaknya berperan dalam beralih pada pubertas lebih cepat," ucapnya kepada Health.

Psikolog anak Emma Citron menyatakan sekolah harus memfasilitasi perubahan yang terjadi pada anak seperti menyediakan sanitasi khusus hingga perlakuan yang tetap disesuaikan dengan usia anak.
"Bahkan jika pubertas dini berarti penampilan anak terlihat lebih tua, seperti anak usia 9 tahun yang tampak seperti 11 tahun batas-batas yang sama harus tetap berlaku."

Studi pada Jurnal Obestetri dan Ginekologi terbaru juga menyebutkan anak yang mengalami pubertas dini lebih rentan terhadap kejahatan seksual. (umi)

 

 

SEDIKIT TANGGAPAN DARI PENULIS

Mungkinkah hal ini adalah sebuah tanda kiamat. Namun banyak orang tak menyadarinya. Umur manusia semakin pendek. Dunia semakin mendekati kehancurannya. Bayangkan, Ditengah zaman globalisasi ini ternyata tidak hanya teknogi dan komunikasi yang berkembang amat cepat. Ternyata umur manusiapun semakin cepat, sehingga anak-anak kecil mengalami masa dewasa / masa puber  lebih awal. Hal itu dibuktikan bahwa anak-anak kecil generasi saya sekitar 80 - 90 an paling tidak mengalami masa awal dewasa / puber adalah rata-rata umur 14-16 Tahun, dengan ditandai dengan mimpi basah untuk laki-laki dan menstruasi untuk perempuan. Jika dibandingkan dengan anak-anak yang lahir diabad 21 ini maka sungguh anda akan melihat perbedaan yang mencolok dan mengherankan. Ada sebuah penelitian ilmiah dari sebuah lembaga kesehatan dan sosial mengatakan bahwa anak sekarang telah mengalami masa puber lebih awal yaitu umur 6 tahun - 8 tahun sudah mengalami puber. Sungguh mengherankan sekali, jika memang begitu maka hal itu telah mengalahkan masa puber orang arab kuno dahulu yaitu rata-rata umur 9 tahun. Hal itu wajar karena memang fisik orang arab kuno kuat-kuat dan bergairah seks yang besar jika dibandingkan dengan suku-suku lainnya. Tetapi manusia sekarang hidup dijaman modern yang  serba instan telah memecahkan rekor melampui masa puber orang arab dahulu, sungguh hal yang luar biasa namun memprihatinkan. Gerangan apakah yang menyebabkan perubahan yang luar biasa tersebut (meski sebagian orang itu menganggapnya hal biasa).

Saya menganggap hal itu luar biasa dan butuh sekali perhatian masyarakat adalah karena itu erat sekali kaitannya dengan kelangsungan hidup anak cucu kita dimasa depan. Mungkin jika anda yang masih bisa hidup 30 -40 tahun kemudian akan melihat bahwa umur manusia akan sangat pendek, karena masa kecilnya singkat tentu saja manusia cepat menua dan cepat mati. barangkali kalau jaman penjajahan ada yang bisa hidup sampai umur 70 - 90 tahun namun sekarang hal itu jarang ditemukan.

Mungkin faktornya adalah barangkali karena dampak kemajuan zaman dan teknologi sehingga arus informasi berputar sangat cepat, segala perubahan aspek sosial dan peradaban manusia juga berubah sangat cepat pula. Sehingga mau tak mau pola pikir dan budaya hidup masyarakat juga akan berubah dengan cepat tanpa masyarakat menyadarinya. Jika mengambil contoh kecil dahulu sebelum jaman teknologi, yang punya televisi aja masih jarang apalagi punya gadget macam-macam semacam handphone blacbery, ipad, android phone dsb tentu saja mustahil ada yang punya karena benda-benda canggih itu baru ditemukan diabad 21 ini, apalagi ada yang sudah bisa Online sama chating, dan tebar status difacebook tentu saja hal itu tidak mungkin ditemukan dalam gaya hidup orang dahulu sekitar generasi 90-an kebawah, karena sekali lagi facebook dan jejaring internet baru ditemukan dan berkembang pesat diera modern ini.

Hasil temuan-temuan teknologi tersebut ternyata berdampak pada peradaban sosial dan gaya hidup masyarakat. Dahulu sebelum teknologi berkembang pesat dan pengguna internet hanya orang elit saja, apalagi facebook-an, tentu saja mustahil ada. Waktu itu anak-anak kecil (jaman saya contohnya) masih merdeka dengan dunianya, dunia anak-anak belum dirusak peradaban modern, mereka terlihat berlari-lari dipematang sawah bermain layangan, ada yang bermain kelereng, adapula yang bermain petak umpet, lalu tidak ketinggalan bermain ketapel karena saya dulu sering main ketapel..hehe, main boneka, main tebak-tebakan, main mobil-mobilan dari kayu, main lompat tali, main bola kasti,  dan seribu satu permainan tradisional lainnya yang saya tidak bisa jelaskan disini. Tetapi sangat berbeda dengan gaya hidup dan pola pikir anak kecil jaman sekarang. Dunia hari ini telah berubah 180 derajat dari lintasan waktu, dunia anak yang dulu ceria telah punah bak cerita sejarah yang hanya bisa menjadi dongeng. Padahal baru sekitar 20-30 tahun berlalu, namun banyak sekali peradaban sosial dan dunia anak kecil telah sirna. misalnya mana ada anak sekarang yang main layangan, kelereng dan sebagainya yang ada adalah habis pulang sekolah langsung nongkrong diwarnet main game online, ataupun update status facebook, yang lebih mengherankan lagi anak umur 7 - 8 tahun sudah bisa berGALAU ria difacebook, aizz.. mengerikan sekali. Mana ada sekarang anak-anak yang bermain kesana kesini main petak umpet, yang putri pegang boneka, yang laki-laki pegang ketapel, yang ada hanyalah anak remaja bahkan anak usia 3 SD sudah bisa memegang hape blekberi sambil SMS Galaw.. . Anda pasti tahu makna galaw dalam dunia modern ini artinya apa? kata "GALAU" dalam dunia sekarang bermakna beda dengan dunia dahulu, kalau dulu bermakna orang dewasa yang sedang gelisah menghadapi masalah hidup, kalau sekarang Galau bermakna anak-anak muda yang memendam perasaan sedih karena cinta, pacaran-pacaran dan kemudian putus cinta dsb.. aizz gak banget deh. Emang hidup cuman untuk gitu-gituan mulu ! pantesan anak sekarang jadi dewasa lebih awal karena mainnya gitu-gituan mulu akibatnya adalah berpengaruh terhadap perkembangan fisik dan mental yang berdampak pada abnormalnya perkembangan dan pertumbuhan bilogis mereka.

Dari faktor makanan juga barangkali mempengaruhi misalnya kalau anak dulu makan ubi anak sekarang makan ayam kenthaki. makanan-minuman anak pun semacam snack dan jajanan anak sudah tidak layak dikonsumsi lagi karena berbahaya, mengandung bahan pengawet dan mengandung bahan-bahan kimia beracun sehingga bila dikonsumsi akan menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh yang tentu saja akan mengakibatkan abnormalnya pertumbuhan anak-anak jaman sekarang. Cobalah perhatikan fisik anak jaman sekarang, siswi usia kelas 5 SD saja bodinya sudah membentuk orang dewasa, kemudian mereka cepat tinggi dan besar, sehingga tidak jarang banyak anak-anak SD sekarang tingginya sudah melampui gurunya, alias bongsor. tidak seperti normalnya anak jaman dahulu, berkembang dan tumbuh sesuai umur.

Dampak lainnya adalah yang buruk adalah merembet kemasalah moral, karena kita saksikan sekarang ini mayoritas yang melakukan tindakan seks bebas dan aborsi adalah 95 persen remaja. Bahkan anak usia 5 SD hamil akibat seks bebas kemudian dikeluarkan dari sekolah, masa depan mereka otomatis suram. Bagaimanakah mereka menggapai cita-citanya kalau baru usia dini udah putus sekolah gara-gara masalah kriminal begituan, sungguh memprihatinkan. Sangat berbeda sekali dengan anak jaman dahulu putus sekolah memang karena tidak mampu biaya. Nasib anak jaman dahulu masih beruntung, tidak sekolah kemudian mereka belajar berdagang atau menjadi petani. Bagaimana keadaannya anak jaman sekarang? tentu saja putus sekolah otomatis "suram" alias masa depannya sudah tidak bisa diharapkan kecuali mencari solusi pendidikan lain. Dijaman serba kompetitif sekarang ini sarjana saja banyak yang menganggur karena kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan apalagi yang putus sekolah SD, mau jadi apa?? naudzubilah. Hal itu tidak lain penyebab utamanya adalah dampak kemajuan teknologi, karena kita lihat acara televise dan media internet kebanyakan mengajari anak berbuat cabul !.

Seks bebas semakin marak dan semakin liar tidak seperti jaman dahulu masih mendingan. hal itu adalah salah satu faktornya adalah anak-anak tidak bisa mengontrol nafsu syahwat yang membara karena umurnya masih belia tapi badannya orang dewasa karena akal pikirannya belum dewasa sehingga tidak mampu memikirkan sebab akibat yang mereka perbuat. Akibatnnya seks bebas dianggap sebagai hal yang wajar dan layaknya anak jaman dahulu main layangan, bebas bermain asal suka, naudzubillah. Apalagi jaman sekarang ini makin sulit anak-anak mendapatkan ilmu agama karena maklum jaman sekarang ini ilmu agama ditelantarkan ilmu ekonomi diagung-agungkan disekolahan, makanya pada pinter tapi ngawur, kalau sudah jadi pejabat dan pemimpin rakyat jadinya korupsi, karena ilmu duniawi tidak diimbangi ilmu agama yang cukup.

 

Sungguh ternyata tanda kiamat yang Rasulullah saw sabdakan telah terjadi beliau nabi Muhammad Saw pernah bersabda "Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, merebaknya perzinaan" (HR. Bukhari dan Muslim). Ternyata hadits ini menyindir masalah kenakalan remaja, karena siapa lagi pelaku utamanya mabuk-mabukan dan perzinaan sekarang ini, kalau bukan sebagian besar yang masih ABG atau remaja?

 

Saudaraku, kita tidak bisa menjelaskan panjang lebar disini karena hal ini adalah masalah kompleks yang memerlukan kajian lebih serius. tapi kita yang penting berdo'a supaya dihindarkan dari kerusakan jaman dan kerusakan moral dan lakukan semampu kita untuk perbaikan umat islam. semoga bermanfaat

 

Wassalam

 

 

Share:

Minggu, 27 Januari 2013

Belajar dari Pendidikan Moral di Jepang


Kamis, 21 Juni 2012, 13:31 WIB
Belajar dari Pendidikan Moral di Jepang
Murid sekolah di Jepang (ilustrasi)

"Sebenarnya apa sih landasan pendidikan moral di Jepang?" Pertanyaan itu terlontar begitu saja saat zemi1) setahun yang lalu.

Hening sejenak. Tampaknya saya melontarkan pertanyaan yang cukup sulit untuk orang Jepang. 

Akhirnya senior saya menanggapi. Landasan moral di sekolah-sekolah jepang diambil dari intisari berbagai macam agama dan etika yang ada di dunia ini.

Saya sempat dua kali melakukan observasi pelajaran moral di dua sekolah yang berbeda. Di Jepang, selain khusus ada jam pelajaran tentang moral (doutoku), pesan-pesan moral juga terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran di Jepang.

Dua tema yang sempat saya saksikan di kelas satu sekolah jepang adalah, pelajaran tentang berbohong, dan giliran piket bersih-bersih di kelas. Dalam dua sesi yang berbeda itu, pendekatan yang dilakukan oleh guru jepang relatif mirip. Tidak dengan mendoktrin tentang pentingnya untuk berlaku jujur atau menjalani tugas piket. Namun, dengan mengajak anak-anak berdiskusi tentang akibat-akibat berbohong atau ketika mereka tidak menjalani tugas piket.

Diskusi interaktif itu menggiring anak-anak untuk berpikir tentang pentingnya melaksanakan nilai-nilai moral yang akan diajarkan (proses kognitif-sikou ryoku). Tidak ada proses menghafal, juga tidak ada tes tertulis untuk pelajaran moral ini. 

Untuk mengecek pemahaman anak-anak tentang pelajaran moral yang diajarkan, mereka diminta untuk membuat karangan, atau menuliskan apa yang mereka pikirkan tentang tema moral tertentu (proses menilai-handan ryoku). Kadang mereka juga diputarkan film yang memiliki muatan moral yang akan diajarkan, dan diajak untuk berdiskusi isi dari film itu.

Malam itu di kuliah integrated learning, kami belajar pemikiran John Dewey tentang moral. John Dewey merupakan salah satu tokoh yang membawa pengaruh besar di bidang pendidikan di Amerika serta negara-negara Eropa. Dewey juga merupakan tokoh kunci yang menelorkan gagasan tentang pentingnya dibuat hubungan yang erat, antara pelajaran yang diajarkan di sekolah dengan kehidupan di masyarakat.

Konsep-konsep pemikiran Dewey banyak dipakai di "seikatsu-ka (living environmental study)" dan "sougou gakusyuu (integrated learning)" di Jepang. Dua hal yang menjadi inti pendidikan ala Dewey adalah pendidikan yang berfokus pada minat anak-anak dan pentingnya belajar melalui pengalaman langsung.

Dalam kuliah itu, yang menjadi ajang diskusi para mahasiswa, bukannya konsep moral menurut Dewey, namun lebih kepada kebingungan para mahasiswa jepang tentang definisi moral. Di Jepang sendiri, meskipun ada pelajaran moral (doutoku) dan ada kurikulumnya secara spesifik apa yang harus diajarkan, namun apa definisi moral, baik-buruk, benar-salah, sama sekali tidak ada batasannya. Penekanannya lebih kepada nilai-nilai yang dianggap baik secara universal, seperti nilai-nilai kejujuran, kerja keras, menghormati hak orang lain, disiplin, rasa malu ketika tidak memenuhi kewajiban, dan sebagainya.

Hubungan antara moral dengan agama juga sempat dibahas, tapi untuk hal ini menimbulkan pro dan kontra. Guru-guru di Jepang memang sangat berhati-hati dalam hal ini. Karena urusan agama adalah urusan individu, jadi tidak berhak diajarkan oleh guru-guru di sekolah. Di Jepang sendiri, dengan kualitas guru-guru yang sangat baik, pendidikan moral yang didukung dengan sistem pendidikan, serta undang-undang yang fokus pada pembentukan karakter di sekolah dasar dan menengah, bisa sukses menanamkan nilai-nilai yang diajarkan tadi.

Namun, saya merasakan kerapuhan fondasi yang mendasari pelaksanaan moral di Jepang. Dengan melihat kebingungan anak-anak muda Jepang ketika membahas tentang moral, saya menjadi sadar. Meskipun sejak kecil mereka dibiasakan untuk melakukan disiplin, kerja keras, dan kebaikan-kebaikan yang lainnya, namun untuk apa mereka melakukan itu? Sejauh mana suatu perbuatan dikategorikan baik? Serta tujuan-tujuan yang lebih dalam ketika melakukan suatu kebaikan, masih menjadi tanda tanya besar dalam kepala mereka.

Kalau dalam Islam, maka pertanyaan-pertanyaan itu sangat mudah untuk dijawab. Tinggal mempelajari Alquran saja, kita bisa tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Ada konsekuensi yang jelas ketika kita melakukan kebaikan ataupun keburukan.

Dalam masyarakat liberal, nilai-nilai kebaikan dan keburukan akan sangat mudah sekali bergeser. Tergantung pihak mana yang kuat, dan siapa yang bisa membangun opini di masyarakat.

Karena itu, nilai-nilai yang dulu dianggap buruk, seperti seks bebas, bisa saja bergeser karena pengaruh media yang mencitrakan keindahan dalam pergaulan bebas. Padahal, akibat seks bebas yang berujung pada kerusakan nasab anak, penyakit-penyakit kelamin, dan kerusakan sistem sosial di masyarakat tidaklah hilang hanya dengan penggambaran yang indah itu saja.

Saya sendiri tidak menilai bahwa pendidikan moral di Indonesia lebih baik dari Jepang. Indonesia memiliki konsep tentang moral yang kaya. Setiap pemeluk agama bebas untuk mengajarkan konsep moral kepada pemeluknya. Namun, kekurangannya ada dalam teknik mengajarkan moral kepada anak-anak. Bagaimana agar pendidikan moral tidak hanya masuk ke tataran kognitif saja, tapi sampai menjadi kebiasaan, dan akhirnya menjadi karakter yang melekat kuat dalam diri anak. PR besar dalam sistem pendidikan di negeri tercinta ini.


Hifizah Nur
Mahasiswa program master di Aichi University of Education

1) Zemi : sebutan untuk seminar, kegiatan berkumpul bersama teman-teman satu lab, untuk melaporkan kemajuan penelitian masing-masing.
Share:

Seribu Tahun Lagi Penduduk Jepang Punah


Selasa, 15 Mei 2012, 20:57 WIB
Seribu Tahun Lagi Penduduk Jepang Punah

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Penduduk Jepang diramalkan bakal punah dalam seribu tahun ke depan. Prediksi itu lantaran populasi anak-anak hingga usai 14 tahun di Jepang yang kini mencapai 16,6 juta jiwa, terus menyusut dan berkurang satu orang tiap 100 detik.

"Jika angka kelahiran terus menurun, perlahan-lahan Hari Anak pada 5 Mei 3011 mendatang hanya akan dirayakan seorang anak saja. Seratus detik kemudian, tidak akan ada lagi anak yang tersisa," kata Hiroshi Yoshida, profesor ekonomi di Universitas Tohoku, seperti disitat dari Daily Mail, Senin (14/5) kemarin.

Yoshida mengatakan, sejak medio 1975, angka kelahiran di Negeri Matahari Terbit itu terus anjok. Saat itu, tingkat kesuburan penduduk Negeri Sakura merosot hingga di bawah dua per wanita.

Pemerintah Jepang memproyeksikan, jika dalam 50 tahun ke depan angka kelahiran di Jepang bakal menjadi 1,35 anak per wanita, atau berada di bawah standar kesehatan normal. Jika jumlah anak berkurang, jumlah lansia akan bertambah.

Dan ledakan lansia itu bakal membuat Pemerintah Jepang pusing tujuh keliling. Pasalnya, Pemerintah Jepang harus menyiapkan dana pensiun dalam jumlah besar, sementara jumlah usia produktif terus berkurang.

Ledakan lansia itu bisa diukur dari jumlah penjualan popok dewasa yang sejak 1987, terus melejit melampaui jumlah penjualan popok bayi. Hal itu diungkapkan Produsen popok Unicharm yang sudah menjual popok sejak 1981.

Teori dalam studi itu diperkuat dengan angka harapan hidup di Asia Timur itu merupakan yang tertinggi di dunia. Saat ini, lebih dari 20 persen orang Jepang berusia 65 tahun. Angka itu menjadikan Jepang sebagai negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia. Harapan hidup di Jepang meningkat dari 86,39 tahun pada 2010 menjadi 90,93 tahun pada 2060 untuk wanita, dan 79,64 tahun menjadi 84,19 tahun untuk pria.

Kaum imigran ke Jepang juga sangat sedikit. Apalagi banyak tentangan dari para pemuda Jepang yang menolak masuknya imigran usia produktif.

Redaktur: Karta Raharja Ucu
Sumber: Yahoo/Daily Mail
Share:

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive