"Ungkapan pemikiran sederhana untuk pembenahan diri"

Sabtu, 25 Juni 2016

Segerakan beramal


Oleh Imam Nawawi

Dalam kitab Ihya' Ulumuddin, Imam Ghazali menukil ungkapan Al-Mandzir, "Aku mendengar Malik bin Dinar berkata kepada dirinya, 'Celakalah kamu. Bersegeralah sebelum urusan datang kepadamu. Celakalah kamu. Bersegeralah sebelum urusan datang kepadamu.' Sehingga, ia mengulangi yang demikian itu sampai 60 kali yang aku dengarnya dan ia tidak melihatku."
Tindakan Malik bin Dinar tentu didorong oleh pemahaman yang kuat terhadap perintah Allah Ta'ala agar bersegera dalam beramal (QS Ali Imran: 133-134 dan QS al-Hadid: 21). Kata "segera" berarti tidak bisa dipisahkan dari waktu.  

Ibn Al-Jauzi dalam bukunya Shaid Al-Khatir mengatakan, "Seorang manusia mesti mengetahui nilai dan kedudukan waktu agar ia tak menyia-nyiakan sesaat pun darinya untuk sesuatu yang tak bisa mendekatkan diri kepada Allah." 

Pemahaman mendalam terhadap nilai dan kedudukan waktu menjadikan ulama terdahulu amat selektif dalam memanfaatkan nikmat yang menurut Rasulullah kebanyakan manusia tertipu, yakni waktu. Fudhail bin Iyadh berkata, "Aku kenal orang yang menghitung perkataannya dari minggu ke minggu." 

Kemudian ada Dawud al-Tha'i, meski sedang membuat adonan roti, lisannya tak pernah kering dari ayat-ayat Alquran. "Antara membuat adonan dan makan roti aku telah berhasil membaca 50 ayat."

Suatu hari seseorang berkata kepada Amir bin Abd Qais (55 H), murid dari Abu Musa al-Asy'ari, "Berhentilah, aku ingin berbicara kepada Anda!" Amir bin Abd Qais pun menjawab, "Coba hentikan matahari."

Sikap Amir bin Abd Qais itu menunjukkan bahwa dirinya telah menetapkan beragam amal di setiap pergantian waktu sehingga menjadi tidak mungkin dirinya meluangkan waktu kepada orang yang secara tiba-tiba memintanya untuk berhenti tanpa niat dan tujuan yang jelas.

(Republika)

Share:

Jumat, 24 Juni 2016

syair islam : hidup murah yang mahal itu gengsinya




hidup ini murah, yang mahal gengsinya
anda makan direstoran mahal
orang lain makan di warung pinggir jalan
rasanya sama, makanannya pun sama
nasi yang ada lauk pauknya
keluarnya juga sama
jadi kotoran yang tidak enak baunya
jadi kenapa anda merasa lebih nyaman direstoran
yang mahal harganya
yang kaya raya pemiliknya
apakah semua itu timbul dari rasa gengsi diri
yang tidak peka kehidupan sosialisasi
andai anda membeli makan diwarung pinggir jalan
itu sama saja anda bersedekah kepada orang kecil
yang belum tentu kehidupannya seenak anda
yang hidupnya pas-pasan
yang berjuang untuk keluarga demi sesuap nasi
untuk biaya pendidikan anaknya
demi masa depan nanti

anda beli baju di mall
orang lain beli baju dipinggir jalan
bahannya sama kain, dipakai rasanya juga sama
merknya kadang juga sama
tapi berbeda soal harga
anda mungkin lebih baik menyumbang untuk klongo merat
daripada membeli dagangan orang melarat
yang nasib hidupnya hampir sekarat
berjuang demi keluarga
berjuang mencari harta
agar bisa hidup normal
seperti manusia lainnya

anda tamasya keluar negri
dan berhaji berkali-kali
supaya terkesan mewah bergensi
tapi anda tak pernah berpikir
banyak anak jalanan yang berjuang
antara hidup dan mati
demi sesuap nasi
demi mempertahankan hidup
yang sementara ini

banyak pula anak yatim piatu
yang sudah tak punya orang tua
untuk menanggung hidup mereka
terkadang banyak pula diantaranya,
jadi pengemis dan gelandangan

mampukah anda orang kaya melihat sekitarnya
dapatkah anda orang kaya menyadari
hidup anda selalu diatas mereka
dan bisakah anda orang  kaya
mensyukuri keadaan anda
dengan mendermakan sebagian rezeki
demi senyuman kecil diwajah mereka

lebih baik punya satu kendaraan tapi bermanfaat
untuk menemani aktivitas sehari-hari
daripada punya banyak mobil ferrari
harga miliaran tak terhitung lagi
tapi hanya terparkir digarasi
apakah orang seperti ini
cuman sekedar menuruti gengsi
atau cuman jadi budak nafsu duniawi

apakah ia tidak pernah berfikir
segala yang ia punya bakal binasa
kenapa tidak pernah berfikir
kelebihan harta untuk investasi ahirat saja
ia gunakan untuk menyantuni anak yatim
dan membantu fakir miskin
itu justru akan membuat ia lebih bahagia
didunia dan ahiratnya
sementara keadaan ia sebaliknya
semakin kaya semakin dibudak dunia
semakin kaya ia hamburkan hartanya
tapi kenapa ia merasa
hidup ia tak pernah bahagia
merasa sendiri dan selalu merana
seakan akan dikejar kejar musuh
itulah dunia semakin dituruti
semakin menuntut orangnya
sehingga ia stress lupa diri
tidak jarang orang kaya
ahir kematiannya bunuh diri
sungguh kita berlindung kepada Allah
kepada yang demikian
supaya selamat diahirat nanti


BY : M.A Samaaun
(pembina dan admin Ashabul Muslimin)
Share:

syair islam : hidup murah yang mahal itu gengsinya




hidup ini murah, yang mahal gengsinya
anda makan direstoran mahal
orang lain makan di warung pinggir jalan
rasanya sama, makanannya pun sama
nasi yang ada lauk pauknya
keluarnya juga sama
jadi kotoran yang tidak enak baunya
jadi kenapa anda merasa lebih nyaman direstoran
yang mahal harganya
yang kaya raya pemiliknya
apakah semua itu timbul dari rasa gengsi diri
yang tidak peka kehidupan sosialisasi
andai anda membeli makan diwarung pinggir jalan
itu sama saja anda bersedekah kepada orang kecil
yang belum tentu kehidupannya seenak anda
yang hidupnya pas-pasan
yang berjuang untuk keluarga demi sesuap nasi
untuk biaya pendidikan anaknya
demi masa depan nanti

anda beli baju di mall
orang lain beli baju dipinggir jalan
bahannya sama kain, dipakai rasanya juga sama
merknya kadang juga sama
tapi berbeda soal harga
anda mungkin lebih baik menyumbang untuk klongo merat
daripada membeli dagangan orang melarat
yang nasib hidupnya hampir sekarat
berjuang demi keluarga
berjuang mencari harta
agar bisa hidup normal
seperti manusia lainnya

anda tamasya keluar negri
dan berhaji berkali-kali
supaya terkesan mewah bergensi
tapi anda tak pernah berpikir
banyak anak jalanan yang berjuang
antara hidup dan mati
demi sesuap nasi
demi mempertahankan hidup
yang sementara ini

banyak pula anak yatim piatu
yang sudah tak punya orang tua
untuk menanggung hidup mereka
terkadang banyak pula diantaranya,
jadi pengemis dan gelandangan

mampukah anda orang kaya melihat sekitarnya
dapatkah anda orang kaya menyadari
hidup anda selalu diatas mereka
dan bisakah anda orang  kaya
mensyukuri keadaan anda
dengan mendermakan sebagian rezeki
demi senyuman kecil diwajah mereka

lebih baik punya satu kendaraan tapi bermanfaat
untuk menemani aktivitas sehari-hari
daripada punya banyak mobil ferrari
harga miliaran tak terhitung lagi
tapi hanya terparkir digarasi
apakah orang seperti ini
cuman sekedar menuruti gengsi
atau cuman jadi budak nafsu duniawi

apakah ia tidak pernah berfikir
segala yang ia punya bakal binasa
kenapa tidak pernah berfikir
kelebihan harta untuk investasi ahirat saja
ia gunakan untuk menyantuni anak yatim
dan membantu fakir miskin
itu justru akan membuat ia lebih bahagia
didunia dan ahiratnya
sementara keadaan ia sebaliknya
semakin kaya semakin dibudak dunia
semakin kaya ia hamburkan hartanya
tapi kenapa ia merasa
hidup ia tak pernah bahagia
merasa sendiri dan selalu merana
seakan akan dikejar kejar musuh
itulah dunia semakin dituruti
semakin menuntut orangnya
sehingga ia stress lupa diri
tidak jarang orang kaya
ahir kematiannya bunuh diri
sungguh kita berlindung kepada Allah
kepada yang demikian
supaya selamat diahirat nanti


BY : M.A Samaaun
(pembina dan admin Ashabul Muslimin)
Share:

SEBUAH KETELADANAN ZUHUD DARI RASULULLAH SAW


SEBUAH KETELADANAN ZUHUD DARI RASULULLAH SAW




Oleh : M.A. Samaaun


Ternyata problem rumah tangga tidak hanya dihadapi orang awam pada umumnya saja, karena Rasulullah saw juga merasakan yang sama dengan kita yang kadang berselisih dengan istri kita.  Suatu ketika karena ada suatu permasalahan, Nabi Muhammad SAW telah bersumpah akan berpisah dengan istri-istrinya selama satu bulan sebagai peringatan bagi mereka. Selama sebulan beliau tinggal seorang diri dalam sebuah kamar sederhana yang letaknya agak tinggi.


Hal ini kemudian tersebar kepada kalangan sahabat nabi saw dan muncul desas desus Nabi saw telah menceraikan semua istrinya padahal hanya ingin menjauhi mereka selama sebulan saja. Ketika Umar bin Khathab mendengar kabar ini, segera ia berlari ke masjid. Setiba di sana, dia melihat para sahabat sedang duduk termenung, mereka juga bersedih dan menangis. Kaum wanita juga menangis di rumah-rumah mereka. Kemudian, Umar pergi menemui putrinya, Hafsah yang telah dinikahi Nabi. Umar mendapati Hafsah sedang menangis di kamarnya.


Ia bertanya kepada anaknya yang bernama Hafsah, salah satu istri Rasulullah saw "Mengapa engkau menangis? Bukankah selama ini saya telah melarangmu agar jangan melakukan sesuatu yang dapat menyinggung perasaan Nabi?" Hafsah tak menjawab apa-apa, ia terus menangis. Umar kembali ke masjid. Terlihat olehnya beberapa orang sahabat sedang menangis di mimbar. Kemudian, ia duduk bersama para sahabat, lalu ia berjalan ke arah kamar Nabi Muhammad yang terletak di tingkat atas masjid.


Umar kemudian bertemu Rabah dan dia minta izin untuk menemui Nabi. Rabah menghampiri Nabi dan memberitahukan bahwa dia telah menyampaikan pesan Umar apakah bisa menemuia beliau. Tapi, Nabi hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya. Permintaan untuk menjumpai Nabi diulang. Baru setelah permintaan yang ketiga kalinya, Nabi Muhammad mengizinkan Umar naik ke atas. Ketika Umar masuk, dia menjumpai Nabi sedang berbaring di atas sehelai tikar yang terbuat dari pelepah daun kurma. Terlihat jelas bekas daun kurma pada badan Nabi yang putih bersih. Di tempat kepala beliau ada sebuah bantal yang terbuat dari kulit binatang yang dipenuhi oleh daun dan kulit pohon kurma.


Selepas mengucapkan salam kepada beliau, Umar bertanya, "Apakah engkau telah menceraikan istri-istri engkau, ya Rasulullah?" Nabi menjawab, "Tidak." Umar sedikit lega, sambil bercanda untuk menghibur Nabi saw  ia mengatakan, "Ya Rasulullah, kita adalah kaum Quraisy yang selamanya telah membuat patuh wanita-wanita kita. Tetapi, setelah hijrah ke Madinah, keadaannya sungguh berbeda dengan orang Anshar. Mereka telah justru dikuasai kehendaknya oleh  wanita-wanita mereka, sehingga wanita-wanita kita terpengaruh dengan kebiasaan mereka."


Nabi SAW tersenyum mendengar perkataan Umar. Umar lalu memperhatikan keadaan kamar Nabi. Terlihat tiga lembar kulit binatang yang telah disamak dan sedikit gandum di sudut kamar itu, selain itu tidak terdapat apa pun. Umar menangis sampai senggukan melihat keadaan Nabi yang seperti itu. Tiba-tiba Rasulullah bertanya kepada Umar, "Mengapa engkau menangis?"


"Bagaimana saya tidak menangis, ya Rasululah. Saya sedih melihat bekas tanda tikar yang engkau tiduri di badan engkau yang mulia dan saya prihatin melihat keadaan kamar ini. Semoga Allah mengkaruniakan kepada engkau  bekal yang lebih banyak," jawab Umar. Ia mengatakan, orang-orang Persia dan Romawi yang tidak beragama dan tidak menyembah Allah, raja mereka hidup mewah. Mereka hidup dikelilingi taman yang di tengahnya mengalir sungai, sedangkan Rasul, hidup dalam keadaan sangat miskin.


Mendengar jawaban Umar, Rasulullah berkata, "Wahai Umar, sepertinya engkau masih ragu mengenai hal ini. Dengarlah, kenikmatan di alam akhirat tentu akan lebih baik daripada kesenangan hidup dan kemewahan di dunia ini."


Beliau menambahkan, jika orang-orang kafir itu dapat hidup mewah di dunia ini, umat Islam pun akan memperoleh segala kenikmatan tersebut di akhirat nanti. Di sana, kita akan mendapatkan segala-galanya. Mendengar sabda Nabi, Umar menyesal. Lalu, ia berkata, "Ya Rasulullah, memohonlah ampun kepada Allah SWT untuk saya. Saya telah bersalah dalam hal ini."



Amanat / Hikmah dari kisah Rasulullah saw



- Zuhud adalah salah satu akhlaq terpuji yang patut kita contoh dalam kehidupan kita karena dengan sifat zuhud kita mampu membersihkan diri kita dari kotoran duniawi yang melenakan hati dari mengingat datangnya mati.



- Begitulah wujud kecintaan para sahabat Nabi saw, ketika nabi saw mengalami suatu masalah mereka pun ikut bersedih, seakan-akan merasakan apa yang Rasulullah saw rasakan, dalam suatu hadits pernah disebutkan, kecintaan kepada Allah dan RasulNya bisa memasukkan kedalam surga walau amal tak seberapa, karena sabda nabi saw sesungguhnya seseorang bersama orang yang dicintainya diahirat nanti?.



- Dan sekedar amanat dan nasehat untuk kita tentang zuhud kepada dunia sangat penting, bayangkan kita semua pasti ingin bergelimang harta bukan? dan hidup mewah dan enak didunia tanpa merasa menderita dan ahiratpun ingin masuk surga? siapa pun pasti juga mau yang seperti ini tapi apakah kita tidak berfikir? Rasulullah saw saja yang PASTI masuk surga kehidupannya sedemikian sederhana apa adanya, tidak pernah membanggakan harta, semua hartanya kadang ia sedekahkan. Lihatlah tempat alas tidur rasul saw dari pelepah daun kurma dan dedaunan kering? sementara kita beralas tidur mewah spring bed, tidur sampai ngiler lupa waktu sholat. memanglah kenikmatan dunia selalu membuat orang lupa



- kita patut menangisi kenaifan diri kita yang terlalu berharap masuk surga sementara kita sendiri masih mencintai dunia, padahal semakin manusia cinta dunia semakin ia lupa ahirat, hidup manusia kalau sudah cinta dunia ia hanya ingin hidup serba mewah bak raja segala kehidupannya terpenuhi apa yang ia inginkan tercapai tapi manusia akan tertutup mata hatinya ia akan menjadi sombong, angkuh dan semakin kaya semakin pelit, itulah rumus kehidupan dunia "semakin manusia kaya, semakin tumbuh sifat pelit dalam dirinya, karena semakin ia banyak harta semakin manusia mencintainya tak ingin sedikitpun kehilangan hartanya,"



- Hidup Manusia yang bergelimang harta, segala kehidupannya terpenuhi lahir dari keluarga terpandang, dikaruniai fisik yang sempurna terkadang membuat ia lupa diri, bangga diri dan tidak peka terhadap orang lain yang kehidupannya jauh lebih buruk daripada dia, yang hidupnya terlunta-lunta, terkadang untuk makan sehari-hari pun belum tentu ada. sehingga manusia macam ini jika tidak mempunyai ilmu agama yang cukup adalah semakin kaya semakin tidak bersyukur, semakin tidak peduli keadaan sosial, semakin angkuh, bangga diri lupa mati, tidak mau sedekah apalagi berzakat, akibatnya semua hartanya hanya akan jadi timah panas yang membakarnya dineraka.



- mungkin sebagai gambaran contoh kecil saja adalah kehidupan artis sinetron yang mengajarkan kehidupan glamour, berumah mewah bermobil mewah, punya istri cantik, kerjanya enak ngantor duduk pakai dasi, gaji gede, itulah yang diajarkan panutan sesat televisi jaman sekarang mengilusi penontonnya sehingga jadi pendamba dunia, dikibuli oleh angan-angan kosong, sehingga lupa bahwa hidup ini sementara, padahal kita harus memperjuangkan hidup ini mati-matian dengan cara yang halal dan pasti penuh rintangan onad duri ujian dan cobaan, jika ingin sukses dunia dan ahirat.



- Kemudian ada yang bertanya dan beranggapan salah, apakah kalau begitu umat islam itu tidak boleh kaya? tentu saja sangat boleh, karena sahabat Nabi saw yang bernama abdurrohman bin auf adalah salah satu contohnya, kaya tapi beriman ia gunakan sebagian besar kekayaannya untuk berjuang dijalan Allah SWT, bukan untuk bermegah-megahan didunia sambil membanggakan diri menghina orang miskin, gemar mencari pujian dan penghormatan dan sebagainya.



- Seperti kata ulama terkenal "Zuhud bukan berarti kita tidak memiliki apa-apa, tapi zuhud adalah kita tidak dikuasai oleh apa yang kita punya". maksudnya adalah kita boleh memiliki banyak harta tetapi jangan sampai kita dibuat lupa olehnya sehingga lalai akan aturan agama, hidup didunia ini sementara, seperti orang berteduh di perjalanan jauh, cuman singgah saja, kalaupun mati semua yang kita punya, Istri, anak, harta kekayaan, pangkat jabatan semuanya tak ada yang menemani perjalanan kita menuju alam barzah yang sangat gelap dan dingin, yang menemani adalah amal perbuatan kita selama hidup didunia.



 Kebanyakan orang sukses adalah yang masa mudanya prihatin, orang lain sibuk hura-hura ia sibuk belajar, orang lain sibuk menikmati masa muda masa yaitu masa paling indah untuk pacaran, nongkrong, dan perbuatan mudorot lainnya ia gunakan untuk belajar agama , orang lain sibuk dengan mainan mereka chatingan lewat hape android pake bbm dan sebagainya ia sibukkkan diri membantu pekerjaan orang tua. wahai saudaraku para remaja, sukses itu tidak hanya berarti kita bergelimang harta, tapi sukses itu bisa diartikan juga kita menjadi pribadi yang dewasa dan punya sifat kemandirian yang dewasa, mampu menyikapi segala hal dengan akal yang berwawasan luas. sehingga segala sesuatu akan ia serahkan kepada Allah sang pemiliki solusi dan masalah. berbeda dengan orang yang belum pernah belajar zuhud sejak masa muda ketika masalah rumah tangga melanda ia melarikan diri kepada miras, main perempuan, berjudi, hura-hura,narkoba dan sebagainya yang semua itu akan membinasakan dia diahir kehidupannya.



Terahir nasihat kepada para pemuda supaya berlatih zuhud sedari sekarang supaya masa tua nanti kita jadi orang yang punya bekal untuk menamengi diri dari godaan dunia, belajarlah dengan tekun, jangan ikutan gengsi teman-temanmu yang bersekolah harus naik motor atau diantar pakai mobil lebih baik jalan kaki dan bersepeda selain sehat juga melatih mental kita menumbuhkan rasa prihatin sejak dini. berlatih menabung, hemat tidak boros-borosan dalam membelanjakan uang saku juga termasuk perilaku menumbuhkan sifat zuhud. seorang pelajar yang tidak punya rasa zuhud sedikitpun dalam hatinya ia tidak akan mampu mensyukuri apa yang ia beri dari orang tua, semisal minta tambahan uang saku, menuntut beli ini beli itu dan sebagainya. kasihan orang tua kita apalagi jika orang tua kita termasuk keluarga tidak mampu apakah itu tidak sama saja dengan mencekik leher orang tuamu? bayangkanlah ketika kamu nanti jadi orang tua dan anakmu bukan anak yang pandai bersyukur dan suka menuntut apakah itu tidak menyakiti hati orang tuamu?


Refrensi : Koran Republika

Share:

Kamis, 16 Juni 2016

Tentang kalimat, "Dunia itu kebun akhirat".

Apakah kalimat ini hadits?
الدنيا مزرعة الاخرة

Jawaban:
ونقل عن السخاوي أنه قال: لم أقف عليه. وذكر الملا علي القاري أن معناه صحيح يقتبس من قوله تعالى: مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ {الشورى:20}.

diriwayatkan bahwa Imam as-Sakhawi berkata:
"Saya tidak menemukannya (sebagai hadits)".
Imam al-Mulla 'Ali al-Qari berkata:
"Maknanya shahih. Terinspirasi dari firman Allah Swt, "Siapa yang menginginkan kebun akhirat, maka Kami tambah kebunnya". (Qs. as-Syura: 20).
Share:

Siswi kelas 3 sd hamil dicabuli bapaknya.. Kelas 3 sd brooo

Polsek Seputihmataram, Lampung Tengah, menangkap Jaswadi (38), warga Kecamatan Bandarmataram, karena mencabuli anak kandungnyasendiri (sebut saja bunga) yang masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD). Akibat perbuatan bejat Jaswadi, anak kandungnya itu kini hamil lima bulan.Kapolsek Seputihmataram AKP Edi Qorinas, SH menjelaskan, pencabulan tersebut dilakukan oleh pelaku pada September 2015 lalu di kediamannya. Tepatnya pada pukul 21.00 WIB, pelaku menyetubuhi anaknya di kamarnya sendiri.Lalu, kedua hingga ke empat kalinyadi semak-semak kebun singkong di dekat rumah. Untuk kesekian kalinyapelaku terus mencabuli anaknya di rumahnya saat istri dan anaknya yang kecil tidak berada di rumah. Pelaku juga mengancam korban agar tidak melapor kepada ibunya atau orang lain atas perbuatan bejatnya itu"Terungkapnya pencabulan itu setelah sang anak mengeluh sakit perut kepada gurunya di sekolah. Setelah itu ia diantar berobat ke rumah bidan terdekat. Namun setelah diperiksa ternyata anak itu hamil lima bulan," ujar Kapolsek Edi kepada jejamo.com, Rabu, 3/2/2016.Ia melanjutkan, mendengar anak didiknya yang masih bocah hamil, guru tersebut kaget dan menyerahkan bunga ke keluarganya. Namun, ayah kandung siswa itu Jaswadi, justru marah  mendengar kabar anaknya hamil. Ia bahkan kalap dan mengambil senjata tajam jenis keris untuk menusuk anaknya.Beruntung saat Jaswadi hendak menghujamkan keris ke anak kandungnya itu ada saudara yang menarik korban ke belakang. Keris tersebut justru menusuk Jaswadi sendiri pada bagian perutnya.  Jaswadi kemudian di bawa ke RSU Demang Sepulau Raya, Gunung Sugih, dengan penjagaan ketat dari aparat Polsek Seputihmataram."Akibat perbuatan bejatnya pelaku dijerat Pasal 81 dan 82 UU RI Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002. Pelaku diancam 15 tahun penjara," tegasnya.(*)Laporan Raeza Handani,

Share:

Jumat, 10 Juni 2016

Shalat Witir 2 : 1, adakah dalilnya?




عن ابن عمر رضي الله عنهما أنه كان يفصل بين شفعه ووتره بتسليمة ، وأخبر أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يفعل ذلك . قال الحافظ في الفتح (2/482) : إسناده قوي .
Abdullah ibn Umar memisahkan antara 2 rakaat (syaf’) dan 1 rakaat witir, masing-masing satu salam. Abdulah ibn Umar memberitahukan bahwa Rasulullah Saw melakukan seperti itu.
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata,  “Sanadnya kuat”.
Syaikh  Muhammad Shalih al-Munajjid berkata,
وهذا الحديث يدل على أن المراد بالشفع الركعتان قبل ركعة الوتر .
Hadits ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan syaf’ adalah shalat 2 rakaat sebelum shalat witir 1 rakaat.

Adapun shalat witir 3 rakaat 1 salam:
ما رواه الحاكم من حديث عائشة أنه كان - صلى الله عليه وسلم - يوتر بثلاث لا يقعد إلا في آخرهن . وروى النسائي من حديث أبي بن كعب نحوه ، ولفظه يوتر بسبح اسم ربك الأعلى وقل يا أيها الكافرون وقل هو الله أحد ولا يسلم إلا في آخرهن
Rasulullah Saw shalat witir 3 rakaat, beliau duduk tasyahud hanya di akhir saja”.
Riwayat al-Hakim dari Aisyah.
Rasulullah Saw shalat Witir 3 rakaat. Rakaat pertama membaca surat al-A’la. Rakaat kedua membaca al-Kafirun. Rakaat ketiga membaca al-Ikhlas.
Salam pada rakaat terakhir saja (satu kali tasyahud)
Share:

Arsip Situs

Online now

Show Post

Blog Archive