Rabu, 11 Februari 2015
AGAMA BAHA'I, mengapa?
Senin, 09 Februari 2015
Daftar PT perusahaan penipu pencari kerja
Jaman sekarang modus perampokan halus lewat info lowongan kerja sedang marak. Berikut Daftar 158 Perusahaan Modus Penipuan Kerja yg harus diwaspadai;
1. PT Mitra Utama Global
2. PT PERSONAL PRATAMA
3. PT PERSONAL DEVELOPMENT
4. PT TRINANDA BAYO PERKASA
5. PT MULTI STRADA DEVELOPMENT
6. PT MANAGEMENT TRAINING
7.-PT UTAMA PERSONAL DEVELOPMENT
8. PT UTAMA INTERNATIONAL
9. PT HIGH TECH CENTER
10. PT AMITEX KARYA UTAMA
11. PT MITRA PERMATA INDONESIA
12. PT MITRA INDO BANDUNG
13. PT GLOBAL DEVELOPMENT
14. PT GLOBAL SEMESTA MANDIRI
15. PT ASIA INDO DEVELOPMENT
16. PT ASIA INDO PERSONAL
17. PT MANAGEMENT TRAINING SYSTEM INC
18. PT MITRA COMPANY
19. PT GLOBAL GROUP
20. PT LEGAL GROUP
21. PT UTAMA MITRA COMPANY
22. PT MITRAMA INDO
23. PT CIRCLE INDO TAMA
24. PT MITUGO ASIA
25. PT MULTI FINANCE
26. PT MITRAGO ASIA
27. PT PRADIPTA CIPTA
28. PT GLOBAL
29. PT CENTRAMA INDO
30. PT MITRA ASIA
31. PT PERSONAL DEVELOPMENT
32. PT INTI GLOBAL WIJAYA
33. PT LINTAS KOMPUTER
34. PT MITRA TECHNOLOGI
35. PT MULTI DEVELOPMENT INDONESIA
36. PT PANSIGA
37. PT BOLINDO P U
38. PT TRAMALINDO
39. PT MITRA INDO PERSONAL
40. PT PRATAMA DEVELOPMENT
41. PT BUMI PRIMA
42. PT ASIA MITRA
43. PT CIPTA DAYA INDO
44. PT KRIDA CIPTA
45. PT MULTI SENTRA TECHNOLOGI
46. PT MITRA COMPANY
47. PT PERSONAL DEVELOPMENT ASIA
48. PT GLOBAL TRADE COMPANY
49. PT UTAMA MITRA COMPANY
50. PT MARSA INDO
51. PT INTI TAMA KARSA
52. PT DEVELOPMENT ASIA BANDUNG
53. PT GLOBAL PERSONAL DEVELOPMENT
54. PT MITRA INDO PERSONAL
55. PT SENTOSA JAYA GROUP
56. PT SENTRA TEHNOLOGI
57. PT LINUX SENTRAL TAMA
58. PT CAHYA AMATARA
59. PT INDOTAMA PRAKARSA
60. PT UTAMA GLOBAL PERSONAL
61. PT BIMA PERRKASA
62. PT DEVELOPMENT PERSONAL ASIA
63. PT HRD STAFF
64. PT KARYA KARTIKA
65. PT TOOLKIT STAR DEVELOPMENT
65. PT GRAHA GROUP INDONESIA
66. PT ERA WISMA GROUP
67. PT TIRTA ASIA
68. PT PRISMA DEVELOPMENT
69. PT APRINDO BOYOLALI
70. PT PELINDO UTAMA DEVELOPMENT
71. PT GRATAMA INDONESIA
72. PT GRENDA JAYA UTAMA
73. PT MEGA CIPTA KARYA
74. PT GAMATECH INDONESIA
75. PT GARMAINT MAN
76. PT NIAGA ORION VOCK
77. PT UNITED SOLUSINDO CENTRE
78. PT MU COMPANY
79. PT INDO GOLDEN STAR
80. PT MTS INC DEVELOPMENT
81. PT NATAR MITRA DEVELOPMENT
82. PT CYBER FUTURE
83. PT GMX LOGISTIC
84. PT BPF (BEST PROFIT FUTURES)
85. PT SABINA TIRTA
86. PT NETWAY UTAMA INDONESIA
87. PT MUTIARA DWIMITRA
88. PT MU TRADE COMPANIES
89. PT PRIMATAMA
90. PT MARCSA GROUP
91. PT PRIEST TUNGGAL KARSA
92. PT INTAKA JAYA COMPANY
93. PT CENTRATAMA INDONESIA
94. PT ABDI KARYA MANDIRI
95. PT KARYA RASA
96. PT I’ SUPPORT PERSONAL DEVELOPMENT
97. PT INTI MULTI TRADING
98. PT DIGI TAMA
99. PT DEVELOPMENT KOTA
100. PT TECHIE PERSADA
102. PT CIPTA ANUGRAH KENCANA
103. PT INTAKA JAYA
104. PT MITRA INDO BANDUNG
105. PT DREAM INC
106. PT CENTRALINDO DEVELOPMENT
107. PT DARINDO MULYATAMA
108. PT CAKRA BUANA SENTOSA
109. PT LABOR SERVICE COMULEINDO
110. PT MAHATMA KARYA PERKASA
111. PT GRAHA CITRA MANDIRI
112. PT CHEVRO ASIA PRATAMA
113. PT TECHNICAL DEVELOPMENT
114. PT TIRTA SURYA AGUNG
115. PT VIONA UTAMA
116. PT TEKHNIK HUANTEX UTAMA
117. PT PRODUCTION STELL INDOTAMA
118. PT ORICHALCOS
119. PT CIPTA PERKASA MANDIRI
120. PT MILLENIUM PUZZLE
121. PT INDO ARFANA
122. CV GAVINO JAYA UTAMA
123. PT UTAMA ELEKTRONIKA
124. PT NAMET INNOCENT GROUP
125. PT RFB
126. PT BANTARA TRINANDA
127. PT MULTI KARYA
128. PT SENTRATAMA GLOBAL SOLUSINDO
129. CENTRAMA INTI INDONESIA
130. PT YANSEN UTAMA
134. PT MAHKOTA INDORAYA
135. PT TIRTA PERSONAL
136. PT BARA RESOURCES INDONESIA
139. PT CENDANA ENGINEERING EXCAVATOR (CEE)/span>
140. PT LOGISTIC SERVICE CEMULEINDO
145. PT BUDI SENTOSA GEMILANG
146. PT SURYA MEGATAMA PERSADA
147. PT SENTOSA BINA PERKASA
148. PT INDAH PERMATA KARYA
149. PT PERSONAL ASIA
150. PT TIRTA ASIA INSTRUMENTS
151. PT PRIMA FAJAR
152. PT INDORIMA SENTOSA
153. PT HUTAMA INDONESIA
154. PT CCS
155. PT INTI GROUP INDONESIA
156. PT SPD
157. PT HDN, mengelem benang teh celup
158. PT RENGGANIS PRATAMA
Sumber : detikjob.blokdetikcom
Rabu, 04 Februari 2015
Tanda Kiamat : maraknya pemimpin elit politik pengumbar janji palsu
Mukadimah hadits :
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Sebaik-baik umatku adalah mereka yang hidup pada masaku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya lagi."
– Kata 'Imran: "Aku tak ingat lagi, apakah beliau menyebutkan setelah masa beliau itu dua atau tiga kali." –
"Kemudian akan ada sesudah kamu sekalian orang-orang yang suka memberikan kesaksian tanpa diminta bersaksi, mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya, mereka bernadzar tetapi tidak memenuhi nadzarnya..." (HR Bukhari dan Muslim)
Latar belakang :
BANYAK kalimat yang tidak asing di telinga masyarakat, karena setiap kampanye selalu banyak janji yang diumbar. Tapi kenyataannya, janji-janji itu bagai ikan jauh dari panggang.
Rakyat tidak lagi buta. Matanya tetap terbuka menyaksikan kesejahteraan hanya dinikmati elit-elit politik dan pejabat negara saja. Diskriminasi masih saja terjadi, dan rakyat miskin selalu menjadi korbannya. Belum lagi persoalan negara yang belum tuntas, seperti krisis energi listrik, krisis BBM, gas, pengangguran, penegakan hukum, dan lainnya. Dilain pihak, yang kaya semakin kaya, si miskin semakin miskin, dan "orang kuat" kebal hukum.
Apakah di tengah berbagai persoalan dan kriris kepercayaan yang melanda masyarakat, elit politik akan tetap hadir menyodorkan berbagai harapan yang belum pasti mampu diwujudkan? Mengerahkan massa hanya untuk mendengarkan program-program politik yang hanya manis dibibir?
Para elit politik harus menyadari, saat ini banyak masyarakat yang sudah apatis terhadap para Caleg dan Parpol. Sudah bosan dengan janji-janji politik yang selalu diumbar setiap kampanye. Apalagi dengan sikap sebahagian anggota dewan yang hanya ingat rakyat dan mau turun ke bawah hanya pada masa kampanye saja. Tapi, ketika sudah duduk dan menjadi wakil rakyat lupa dan susah ditemui. Rakyat sudah jenuh dengan janji-janji manis. Rakyat butuh bukti bukan janji. Karenanya, jangan salahkan kalau ada masyarakat memilih "golput" saat pemilu.
Kondisi sosial masyarakat secara umum saat ini sangat miris. Banyak masalah yang dihadapi dan minim perhatian pemerintah. Pendidikan belum adil bagi seluruh rakyat, kesehatan masih diskriminasi, dan berbagai persoalan lainnya. Inilah salah satu persoalan yang harus dipahami para caleg. Beri pendidikan politik dan pemahaman pemilu legislatif sebenarnya. Jangan berikan janji-janji, tapi sulit ditepati. Para caleg juga harus jujur menjelaskan sejauh mana kewenangan tugas-tugas anggota dewan dalam menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Bukan menunjukkan dirinya seolah-olah dewa yang mampu menyelesaikan semua persoalan masyarakat.
Pimpinan Parpol juga harus memaparkan visi dan misi partainya dalam bernegara. Sehingga masyarakat dapat menentukan pilihan politiknya sendiri tanpa dirayu dengan janji-janji. Ada kejujuran antara pimpinan Parpol dan caleg. Sehingga kelak masyarakat pendukungnya tidak banyak tuntutan dan merasa dibohongi. Artinya ada target yang jelas disampaikan para caleg dan elit politik untuk kemajuan negeri ini, yang mengharuskan keterlibatan masyarakat untuk berjuang bersama-sama memenangkan partai itu. Bukan kebohongan yang diungkapkan demi untuk memenuhi ambisi pribadi dan kelompoknya.
Kampanye politik pada hakekatnya untuk mencari dukungan kepada masyarakat. Karenanya, paparan atau program-program pembangunan yang diajukan harus jelas bukan mengada-ada. Sehingga dukungan politik yang diberikan rakyat itu lahir secara ikhlas, bukan karena imbalan. Bukan semata-mata meloloskan anggota parpol sebagai wakil rakyat di DPR, DPRD, dan DPD. Tapi ada misi besar yang diusung untuk kepentingan bersama, yakni keadilan, kesejahteraan masyarakat dan menjaga kedaulatan negara.
Kampanye Pemilu Legislatif yang kini sedang belangsung, hendaknya ada perobahan baru. Sentuhan-sentuhan berbagai isu dan persoalan negara ini harus benar-benar menjadi perhatian semua caleg dan parpol. Jangan lagi seperti penjual obat dan berkoar-koar mengumbar janji-janji yang tidak realistis. Sebagai caleg harusnya mendalami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini, dan mampu menawarkan jalan keluar. Bukan sekadar mengumbar janji, bagi-bagi duit, dan sembako untuk mencari dukungan. Tapi ada manfaat timbal balik antara konstituen dengan caleg, yakni manfaat jangka panjang dalam memperjuangkan hak-hak rakyat yang selama ini terabaikan.
Penjelasan :
Situasi politik menghangat beberapa waktu terakhir memang meresahkan. Berbagai intrik dan cara dilakukan para elit politik maupun simpatisan untuk berebut pengaruh dan kepercayaan masyarakat. Tak hanya janji-janji yang diobral, bahkan banyak kasus orang-orang melakukan sumpah atau nadzar untuk mencelakai diri jika apa yang yang menjadi prediksinya salah, atau jago yang dicalonkan kalah.
Ada yang bersumpah akan gantung diri, ada yang bernadzar berjalan kaki dari Jogja hingga Jakarta, ada yang berjanji akan potong kupingnya, dan ada yang berani digantung di monas jika terbukti korupsi. Dan yang lebih heboh lagi bahkan ada yang bernadzar untuk potong kemaluan.
Ini membenarkan nubuwah Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa ketika dekat Hari Kiamat maka banyak orang yang bersumpah tanpa diminta. Betapa mudah manusia berjanji, dan begitu mudah pula mengingkari.
Mungkin saja orang yang berani berjanji, sumpah ataupun nadzar yang semacam itu terlalu percaya diri dengan prediksinya. Hingga dia lakukan itu untuk meyakinkan orang-orang bahwa yang dia prediksi pasti terjadi. Tentu saja ini merupakan bentuk kelancangan dan tidak memiliki adab terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Mungkin mereka lupa tentang cerita, bahwa Allah pernah menghukum 'ash-habul jannah' (pemilik kebun) yang berjanji untuk memanen esok hari tanpa mengucapkan in syaaAllah. Hingga Allah menggagalkan rencana mereka sebagai pelajaran, bahwa ketentuan dan ketetapan bukanlah di tangannya, tapi dalam kekuasaan Penciptanya. Allah Ta'ala berfirman,
"Sesungguhnya Kami telah menguji mereka sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari, dan mereka tidak mengucapkan: "Insyaa Allah", lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita." (QS al-Qalam 17-20)
Begitulah Allah menghukum orang yang berjanji akan panen tanpa mengucapakan insyaaAllah, padahal yang hendak mereka panen adalah kebun mereka sendiri. Artinya, mereka bersumpah untuk melakukan yang mubah, lantas bagaimana dengan orang yang bersumpah untuk melakukan maksiat dan dosa?
Pada banyak kasus, sebenarnya modus sumpah semacam ini hanyalah sumpah serapah, bersumpah untuk diingkari. Meski tampak serius dan menggebu-nggebu hakikatnya mereka sudah siap untuk berkelit. Faktanya, kita sudah sering mendengar sumpah serapah semacam ini, lalu ketika gejala-gejala menunjukkan apa yang menjadi tuntutan sumpahnya terjadi, buru-buru mereka membuat alibi.
Meskipun secara syar'i ia juga tidak boleh mewujudkan sumpahya jika konsekuensi sumpahnya berupa maksiat dan dosa. Tapi dari sisi kepribadian, ia telah cacat lantaran bersumpah untuk sesuatu yang jelas-jelas tidak akan ia lakukan.
Mencelakai diri sendiri adalah tindakan dosa dan haram, maka bersumpah untuk melakukan yang haram juga dihukumi haram. Allah Ta'ala berfirman,
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan". (QS. Al Baqarah: 195).
Allah Ta'ala juga berfirman,
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu". (QS. An Nisaa: 29).
Jika Teranjur Bersumpah
Lantas bagaimana ketika seseorang terlanjur bersumpah atau bernadzar untuk maksiat? Jawabannya, ia tidak perlu melakukan sesuai sumpahnya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلاَ يَعْصِهِ
"Barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat pada Allah, maka janganlah ia bermaksiat kepada-Nya. " (HR Bukhari)
Hanya saja, ia harus membayar kafarah(denda). Poin ini yang banyak disepelekan oleh mereka yang gampang mengumbar sumpah. Begitu mudah bersumpah, isi sumpahnya bermasalah dan kemudian ia berlepas diri begitu saja seakan tidak terjadi apa-apa. Seharusnya ia membayar kafarah darisumpahnya. Sebagaimana hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam,
النَّذْرُ نَذْرَانِ: فَمَا كَانَ مِنْ نَذْرٍ فِي طَاعَةِ اللَّهِ فَذَلِكَ لِلَّهِ وَفِيهِ الْوَفَاءُ، وَمَا كَانَ مِنْ نَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ فَذَلِكَ لِلشَّيْطَانِ وَلَا وَفَاءَ فِيهِ، وَيُكَفِّرُهُ مَا يُكَفِّرُ الْيَمِينَ "
"Nazar itu ada dua macam. Jika nazarnya adalah nazar taat, maka wajib ditunaikan. Jika nazarnya adalah nazar untuk bermaksiat -karena syaithon-, maka tidak boleh ditunaikan dan hendaknya dia membayar kafarah sumpah." (HR Nasa'i, al-Albani menyatakan shahih)
Adapun kafarahnya adalah dengan memerdekakan satu orang budak atau memberi makan pada sepuluh orang miskin atau memberi pakaian pada sepuluh orang miskin. Jika semua itu tidak mampu dia lakukan, baru memilih berpuasa selama tiga hari. Allah Ta'ala berfirman,
"..Tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari." (QS. Al Maidah: 89).
Wallahu a'lam bishawab.
Editor : M ashabus samaaun
Sumber:
majalah arrisalah
Koran buton pos
Tanda Kiamat : maraknya pemimpin elit politik pengumbar janji palsu
Mukadimah hadits :
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Sebaik-baik umatku adalah mereka yang hidup pada masaku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya lagi."
– Kata 'Imran: "Aku tak ingat lagi, apakah beliau menyebutkan setelah masa beliau itu dua atau tiga kali." –
"Kemudian akan ada sesudah kamu sekalian orang-orang yang suka memberikan kesaksian tanpa diminta bersaksi, mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya, mereka bernadzar tetapi tidak memenuhi nadzarnya..." (HR Bukhari dan Muslim)
Latar belakang :
BANYAK kalimat yang tidak asing di telinga masyarakat, karena setiap kampanye selalu banyak janji yang diumbar. Tapi kenyataannya, janji-janji itu bagai ikan jauh dari panggang.
Rakyat tidak lagi buta. Matanya tetap terbuka menyaksikan kesejahteraan hanya dinikmati elit-elit politik dan pejabat negara saja. Diskriminasi masih saja terjadi, dan rakyat miskin selalu menjadi korbannya. Belum lagi persoalan negara yang belum tuntas, seperti krisis energi listrik, krisis BBM, gas, pengangguran, penegakan hukum, dan lainnya. Dilain pihak, yang kaya semakin kaya, si miskin semakin miskin, dan "orang kuat" kebal hukum.
Apakah di tengah berbagai persoalan dan kriris kepercayaan yang melanda masyarakat, elit politik akan tetap hadir menyodorkan berbagai harapan yang belum pasti mampu diwujudkan? Mengerahkan massa hanya untuk mendengarkan program-program politik yang hanya manis dibibir?
Para elit politik harus menyadari, saat ini banyak masyarakat yang sudah apatis terhadap para Caleg dan Parpol. Sudah bosan dengan janji-janji politik yang selalu diumbar setiap kampanye. Apalagi dengan sikap sebahagian anggota dewan yang hanya ingat rakyat dan mau turun ke bawah hanya pada masa kampanye saja. Tapi, ketika sudah duduk dan menjadi wakil rakyat lupa dan susah ditemui. Rakyat sudah jenuh dengan janji-janji manis. Rakyat butuh bukti bukan janji. Karenanya, jangan salahkan kalau ada masyarakat memilih "golput" saat pemilu.
Kondisi sosial masyarakat secara umum saat ini sangat miris. Banyak masalah yang dihadapi dan minim perhatian pemerintah. Pendidikan belum adil bagi seluruh rakyat, kesehatan masih diskriminasi, dan berbagai persoalan lainnya. Inilah salah satu persoalan yang harus dipahami para caleg. Beri pendidikan politik dan pemahaman pemilu legislatif sebenarnya. Jangan berikan janji-janji, tapi sulit ditepati. Para caleg juga harus jujur menjelaskan sejauh mana kewenangan tugas-tugas anggota dewan dalam menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Bukan menunjukkan dirinya seolah-olah dewa yang mampu menyelesaikan semua persoalan masyarakat.
Pimpinan Parpol juga harus memaparkan visi dan misi partainya dalam bernegara. Sehingga masyarakat dapat menentukan pilihan politiknya sendiri tanpa dirayu dengan janji-janji. Ada kejujuran antara pimpinan Parpol dan caleg. Sehingga kelak masyarakat pendukungnya tidak banyak tuntutan dan merasa dibohongi. Artinya ada target yang jelas disampaikan para caleg dan elit politik untuk kemajuan negeri ini, yang mengharuskan keterlibatan masyarakat untuk berjuang bersama-sama memenangkan partai itu. Bukan kebohongan yang diungkapkan demi untuk memenuhi ambisi pribadi dan kelompoknya.
Kampanye politik pada hakekatnya untuk mencari dukungan kepada masyarakat. Karenanya, paparan atau program-program pembangunan yang diajukan harus jelas bukan mengada-ada. Sehingga dukungan politik yang diberikan rakyat itu lahir secara ikhlas, bukan karena imbalan. Bukan semata-mata meloloskan anggota parpol sebagai wakil rakyat di DPR, DPRD, dan DPD. Tapi ada misi besar yang diusung untuk kepentingan bersama, yakni keadilan, kesejahteraan masyarakat dan menjaga kedaulatan negara.
Kampanye Pemilu Legislatif yang kini sedang belangsung, hendaknya ada perobahan baru. Sentuhan-sentuhan berbagai isu dan persoalan negara ini harus benar-benar menjadi perhatian semua caleg dan parpol. Jangan lagi seperti penjual obat dan berkoar-koar mengumbar janji-janji yang tidak realistis. Sebagai caleg harusnya mendalami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini, dan mampu menawarkan jalan keluar. Bukan sekadar mengumbar janji, bagi-bagi duit, dan sembako untuk mencari dukungan. Tapi ada manfaat timbal balik antara konstituen dengan caleg, yakni manfaat jangka panjang dalam memperjuangkan hak-hak rakyat yang selama ini terabaikan.
Penjelasan :
Situasi politik menghangat beberapa waktu terakhir memang meresahkan. Berbagai intrik dan cara dilakukan para elit politik maupun simpatisan untuk berebut pengaruh dan kepercayaan masyarakat. Tak hanya janji-janji yang diobral, bahkan banyak kasus orang-orang melakukan sumpah atau nadzar untuk mencelakai diri jika apa yang yang menjadi prediksinya salah, atau jago yang dicalonkan kalah.
Ada yang bersumpah akan gantung diri, ada yang bernadzar berjalan kaki dari Jogja hingga Jakarta, ada yang berjanji akan potong kupingnya, dan ada yang berani digantung di monas jika terbukti korupsi. Dan yang lebih heboh lagi bahkan ada yang bernadzar untuk potong kemaluan.
Ini membenarkan nubuwah Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa ketika dekat Hari Kiamat maka banyak orang yang bersumpah tanpa diminta. Betapa mudah manusia berjanji, dan begitu mudah pula mengingkari.
Mungkin saja orang yang berani berjanji, sumpah ataupun nadzar yang semacam itu terlalu percaya diri dengan prediksinya. Hingga dia lakukan itu untuk meyakinkan orang-orang bahwa yang dia prediksi pasti terjadi. Tentu saja ini merupakan bentuk kelancangan dan tidak memiliki adab terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Mungkin mereka lupa tentang cerita, bahwa Allah pernah menghukum 'ash-habul jannah' (pemilik kebun) yang berjanji untuk memanen esok hari tanpa mengucapkan in syaaAllah. Hingga Allah menggagalkan rencana mereka sebagai pelajaran, bahwa ketentuan dan ketetapan bukanlah di tangannya, tapi dalam kekuasaan Penciptanya. Allah Ta'ala berfirman,
"Sesungguhnya Kami telah menguji mereka sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari, dan mereka tidak mengucapkan: "Insyaa Allah", lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita." (QS al-Qalam 17-20)
Begitulah Allah menghukum orang yang berjanji akan panen tanpa mengucapakan insyaaAllah, padahal yang hendak mereka panen adalah kebun mereka sendiri. Artinya, mereka bersumpah untuk melakukan yang mubah, lantas bagaimana dengan orang yang bersumpah untuk melakukan maksiat dan dosa?
Pada banyak kasus, sebenarnya modus sumpah semacam ini hanyalah sumpah serapah, bersumpah untuk diingkari. Meski tampak serius dan menggebu-nggebu hakikatnya mereka sudah siap untuk berkelit. Faktanya, kita sudah sering mendengar sumpah serapah semacam ini, lalu ketika gejala-gejala menunjukkan apa yang menjadi tuntutan sumpahnya terjadi, buru-buru mereka membuat alibi.
Meskipun secara syar'i ia juga tidak boleh mewujudkan sumpahya jika konsekuensi sumpahnya berupa maksiat dan dosa. Tapi dari sisi kepribadian, ia telah cacat lantaran bersumpah untuk sesuatu yang jelas-jelas tidak akan ia lakukan.
Mencelakai diri sendiri adalah tindakan dosa dan haram, maka bersumpah untuk melakukan yang haram juga dihukumi haram. Allah Ta'ala berfirman,
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan". (QS. Al Baqarah: 195).
Allah Ta'ala juga berfirman,
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu". (QS. An Nisaa: 29).
Jika Teranjur Bersumpah
Lantas bagaimana ketika seseorang terlanjur bersumpah atau bernadzar untuk maksiat? Jawabannya, ia tidak perlu melakukan sesuai sumpahnya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلاَ يَعْصِهِ
"Barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat pada Allah, maka janganlah ia bermaksiat kepada-Nya. " (HR Bukhari)
Hanya saja, ia harus membayar kafarah(denda). Poin ini yang banyak disepelekan oleh mereka yang gampang mengumbar sumpah. Begitu mudah bersumpah, isi sumpahnya bermasalah dan kemudian ia berlepas diri begitu saja seakan tidak terjadi apa-apa. Seharusnya ia membayar kafarah darisumpahnya. Sebagaimana hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam,
النَّذْرُ نَذْرَانِ: فَمَا كَانَ مِنْ نَذْرٍ فِي طَاعَةِ اللَّهِ فَذَلِكَ لِلَّهِ وَفِيهِ الْوَفَاءُ، وَمَا كَانَ مِنْ نَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ فَذَلِكَ لِلشَّيْطَانِ وَلَا وَفَاءَ فِيهِ، وَيُكَفِّرُهُ مَا يُكَفِّرُ الْيَمِينَ "
"Nazar itu ada dua macam. Jika nazarnya adalah nazar taat, maka wajib ditunaikan. Jika nazarnya adalah nazar untuk bermaksiat -karena syaithon-, maka tidak boleh ditunaikan dan hendaknya dia membayar kafarah sumpah." (HR Nasa'i, al-Albani menyatakan shahih)
Adapun kafarahnya adalah dengan memerdekakan satu orang budak atau memberi makan pada sepuluh orang miskin atau memberi pakaian pada sepuluh orang miskin. Jika semua itu tidak mampu dia lakukan, baru memilih berpuasa selama tiga hari. Allah Ta'ala berfirman,
"..Tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari." (QS. Al Maidah: 89).
Wallahu a'lam bishawab.
Editor : M ashabus samaaun
Sumber:
majalah arrisalah
Koran buton pos
Selasa, 03 Februari 2015
Kisah islam : kisah iblis dahulu seorang pemimpin malaikat
Mukadimah hadits
Rasûlulloh Shallallohu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sifat sombong walaupun seberat biji sawi." (HR. Muslim 91)
Imam Nawawi berkata, "Hadits ini berisi larangan dari sifat sombong, yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka serta menolak kebenaran." (Syarah Shahih Muslim 2/269)
Penjelasan :
Orang pada umumnya menganggap iblis itu bangsa setan yang bodoh dan lemah, serta tinggi hati, tapi setelah anda baca artikel berikut mungkin anda akan tahu kalau dahulu itu iblis adalah seserang yang paling pandai agama dan paling sholih, bukan bermaksud memuji iblis terkutuk itu, kajian ini adalah menunjukkan abhwa betapa bahayanya sifat sombong itu. Dan juga pelajaran bagi kita jangan merasa alim dan merendahkan yang lain jika menganggap diri mengerti ilmu agama.
`Azâzîl (Arab: عزازل 'Azāzīl, Inggris: Azazel, Izazil) adalah nama asli dari Iblis. yang merupakan bapak dari bangsa jin, sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa nama asli Iblis adalah al-Harits.Menurut syariat Islam `Azâzîl adalah pemimpin kelompok syaitan dari kalangan jin dan manusia.
Sebelum diciptakannya Adam, Azâzîl pernah menjadi Imam para Malaikat (Sayyid al-Malaikat) dan Khazin al-Jannah (Bendaharawan Surga), selama beberapa puluh ribu tahun sebelum membangkang kepada Allah. Nama Azazil dapat ditemukan dalam beberapa kitab tafsir, diantaranya dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, (Mujallad I-1/76 – 77), Tafsir Al- Khozin – Tafsir Al- Baghowi (I-1/48).
pada mulanya bernama Azazil dan tinggal di bumi. Azazil adalah jin yang taat kepada Allah. Dia menyembah Allah selama 1000 tahun, lalu Allah swt mengangkatnya ke langit pertama. Di langit pertama, Azazil beribadah menyembah Allah swt selama 1000 tahun. Kemudian dia diangkat ke langit kedua. Begitu seterusnya hingga akhirnya dia diangkat menjadi ketua malaikat ataupun imam kepada para malaikat. Apa pun perintah Allah kepada malaikat juga adalah perintah baginya, kerana dialah imam para malaikat yang memimpin malaikat.
Azazil adalah imam kepada kepada seluruh malaikat. Ibadahnya kepada Allah banyak. Ada riwayat yang menyatakan Azazil beribadah kepada Allah selama 80,000 tahun dan tiada tempat di dunia ini yang tidak dijadikan tempat sujudnya ke hadirat Allah.
Dalam satu riwayat menceritakan, akan malaikat Israfil melihat yang tersurat di Loh Mahfuz ada tercatat satu suratan berkenaan :
"Adanya satu hamba Allah yang beribadah selama 80,000 tahun tetapi hanya kerana satu kesalahan, maka ibadah hamba itu tidak diterima Allah dan hamba itu terlaknat sehingga hari Kiamat.
Maka menangislah Israfil kerana bimbang makhluk yang tersurat di Loh Mahfuz itu adalah dirinya. Maka diceritakanlah Israfil kepada segala malaikat pengalamannya melihat apa yang tersurat di Loh Mahfuz. Maka menangislah sekelian malaikat kerana takut dan bimbang nasib mereka. Lalu kesemua malaikat datang menemui Azazil yang menjadi imam kepada para malaikat, agar Azazil akan mendoakan keselamatan dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat. Azazil pun mendoakan keselamatan di dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat dengan doa :
"Ya Allah, Janganlah ENGKAU murka terhadap mereka (para malaikat)"
Malangnya, Azazil lupa untuk mendoakan keselamatan untuk dirinya.
Selepas mendoakan kesemua para malaikat, Azazil terus menuju ke syurga. Di atas pintu syurga, Azazil terlihat suratan yang menyatakan :
"Ada satu hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang muqarrabin yang telah diperintahkan Allah untuk membuat satu tugasan, tapi hamba tersebut mengengkari perintah Allah. Lalu dia tergolong dalam golongan yang sesat dan terlaknat"
Selain doanya yang mustajab, Azazil juga dikenali juga sebagai Sayidul Malaikat alias penghulu para malaikat dan Khazinul Jannah (bendaharawan surga). Semua lapis langit dan para penghuninya, menjuluki Azazil dengan sebutan penuh kemuliaan meski berbeda-beda.
Pada langit lapis pertama , ia berjuluk Aabid, ahli ibadah yang mengabdi luar biasa kepada Allah
Di langit lapis kedua, julukan pada Azazil adalah Raki atau ahli ruku kepada Allah,
Di langit lapis ke tiga, ia berjuluk Saajid atau ahli sujud,
Di langit ke empat ia dijuluki Khaasyi karena selalu merendah dan takluk kepada Allah,
Di langit lapis kelima menyebut Azazil sebagai Qaanit Karena ketaatannya kepada Allah,
Di langit keenam Gelar Mujtahid, karena ia bersungguh-sungguh ketika beribadah kepada Allah.
Pada langit ketujuh, ia dipanggil Zaahid, karena sederhana dalam menggunakan sarana hidup.
Selama 120 ribu tahun, Azazil, si penghulu para malaikat menyandang semua gelar kehormatan dan kemuliaan, hingga tibalah ketika para malaikat melakukan musyawarah besar atas undangan Allah. Ketika itu, Allah, Zat pemilik kemutlakan dan semua niat, mengutarakan maksud untuk menciptakan pemimpin di bumi.
"Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang khalifah (pemimpin) di muka bumi."
Al Baqarah : 30
Lalu Allah Menciptakan Adam a.s., dan memerintahkan malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam a.s. Azazil, sebagai imam para malaikat, sepatutnya lebih dahulu bersujud memimpin para malaikat. Tetapi, dia menolak, karena dia merasa bahawa dirinya lebih baik dari pada Adam. Sementara para malaikat lain terus sujud tanpa dipimpin oleh Azazil.
Bukan saja dia enggan sujud, malah sombong dan menjawab kepada Allah :-
Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam; maka mereka sujudlah melainkan iblis; dia berkata: Patutkah aku sujud kepada (makhluk) yang Engkau jadikan dari tanah (yang di adun)?
Israa [61]
Keengganan sujud ini berpuncak dari hasrat dengki iblis/Azazil, yang irihati apabila Allah hendak melantik nabi Adam sebagai khalifah di bumi karena ia dijadikan dari api sedangkan manusia dijadikan dari tanah yang busuk dan melekat. Ia durhaka kepada Allah, takabbur dan lupa daratan.
Maka terhalaulah Azazil dari syurga. Namanya diubah kepada Iblis. Apabila Iblis diturunkan ke bumi, dia berjanji akan menyesatkan manusia serta keturunannya.
Dia berkata lagi:
Khabarkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan mengatasiku? Jika Engkau beri tempoh kepadaku hingga hari kiamat, tentulah aku akan memancing menyesatkan seluruh keturunannya, kecuali sedikit (di antaranya)
Israa [62]
Allah berfirman (kepada iblis):
Pergilah (lakukanlah apa yang engkau rancangkan)! Kemudian siapa yang menurutmu di antara mereka, maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah balasan kamu semua, sebagai balasan yang cukup.
Israa [63]
Sebagai penghulu para malaikat dengan semua gelaran dan sebutan kemuliaan, Azazil merasa tidak layak bersujud pada makhluk lain termasuk Adam karena merasa penciptaan dan statusnya yang lebih baik. Allah melihat tingkah dan sikap Azazil, lalu bertanya serta memberi gelar baru baginya Iblis.
"Hai Iblis, apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri (takabur) ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
Mendengar pernyataan Allah, bukan permintaan ampun yang keluar dari Azazil, sebaliknya ia malah menantang dan berkata,
"Ya Allah, aku (memang) lebih baik dibandingkan Adam. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah."
Mendengar jawaban Azazil yang sombong, Allah berfirman.
"Keluarlah kamu dari surga. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang diusir".
Azazil alias Iblis, sejak itu tak lagi berhak menghuni surga. Kesombongan dirinya, yang merasa lebih baik, lebih mulia dan sebagainya dibanding makhluk lain telah menyebabkannya menjadi penentang Allah yang paling nyata. Padahal Allah sungguh tak menyukai orang-orang yang sombong.
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."
Bibit kesombongan dari Azazil sejatinya sudah bersemai sejak Israfil dan para malaikat mendatanginya agar mendoakan mereka kepada Allah. Waktu itu, ketika mendengar penjelasan Israfil, Azazil berkata,
"Ya Allah! Hamba-Mu yang manakah yang berani menentang perintah-Mu, sungguh aku ikut mengutuknya."
Azazil lupa, dirinya adalah juga hamba Allah dan tak menyedari bahwa kata "hamba" yang tertera pada tulisan di pintu syurga, juga boleh menimpa kepada sesiapa saja, termasuk dirinya. Lalu, demi mendengar ketetapan Allah, Iblis bertambah nekat seraya meminta kepada Allah agar diberi dispensasi. Katanya,
"Ya Allah, beri tangguhlah aku sampai mereka ditangguhkan."
Allah bermurah hati, dan Iblis mendapat apa yang dia minta yaitu masa hidup panjang selama manusia masih hidup di permukaan bumi sebagai khalifah. Dasar Iblis, Allah yang maha pemurah, masih juga ditawar. Ia lantas bersumpah akan menyesatkan Adam danseluruh keturunannya.
Wallahu alam
Senin, 02 Februari 2015
Pandangan al-Quran tentang sumber daya alam kelautan
Sekiranya potensi darat dan udara lebih unggul dibanding dengan laut maka pastilah Alquran menyebutkannya terlebih dahulu
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Q.S. al-Baqarah ayat 164)
Setiap ciptaan Allah sudah pasti memiliki tujuan-tujuan tertentu termasuk ketika menciptakan lautan yang ternyata lebih luas dari pada daratan. Tidak mungkin hal ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada maksud dan tujuan apa-apa. Untuk mengetahui tujuan-tujuan dimaksud maka manusia dapat mencarinya melalui pernyataan Alquran sendiri atau melalui akal dan pikiran.
Pada umumnya, Alquran hanya mengemukakan tujuan akhir saja yaitu untuk menunjukkan kekuasaan Allah yang sangat besar. Akan tetapi untuk sampai kepada tujuan akhir ini maka manusia harus melalui tujuan-tujuan yang lain secara bertahap supaya tujuan akhir dapat dipahami secara sempurna.
Sebagai contoh, tujuan Allah menciptakan laut dengan segala fenomenanya adalah untuk menunjukkan tanda-tanda keesaan dan kebesaran-Nya. Untuk sampai kepada tujuan akhir ini maka manusia harus memahami tentang laut yang salah satu di antaranya menciptakan alat-alat transportasi yang baik. Tanpa melakukan hal ini maka tujuan akhir tersebut hanya bersifat khayali semata.
Sayyid Thanthawi dalam tafsirnya al-Wasith, memberikan komentar bahwa fenomena laut tidak dapat dipisahkan dengan kekuasaan Allah. Meskipun keberadaan kapal bagaikan titik kecil di tengah samudera yang sangat luas namun ombak kadang-kadang menggiringnya supaya cepat sampai ke tepi pantai.
Menurutnya lebih lanjut, bahwa keberadaan kapal yang berlayar di atas laut dapat menumbuhkan perekonomian karena dapat mengangkut makanan, minuman dan beraneka ragam barang-barang. Penafsiran yang dikemukakan oleh Thanthawi ini menunjukkan bahwa tujuan akhir penciptaan laut dapat dipahami dengan baik jika laut itu sendiri dapat dikuasai oleh manusia.
Di dalam sejarah perjalanan hidup manusia alat transportasi di laut lebih duluan dikenal dari pada alat transportasi darat dan udara. Bahkan Alquran berulang kali menyebutkan jenis alat transportasi dimaksud seperti al-fulk dan al-safinah. Ketika Alquran menyatakan bahwa kapal dapat berlayar di laut maka ada dua petunjuk yang dapat dipahami melalui ayat ini.
Pertama, manusia ditantang untuk menciptakan alat transportasi di laut karena laut sudah diciptakan Tuhan sebagai wadah untuk melakukan interaksi. Tempat-tempat yang berjauhan seperti antar benua dapat ditempuh melalui laut dan karenanya diperlukan alat transportasi yang canggih.
Kedua, laut harus dipandang sebagai sentra ekonomi yang dapat mendatangkan berbagai manfaat di dalam kehidupan manusia. Manfaat dimaksud adakalanya berasal dari dalam laut itu sendiri seperti ikan dan mutiara dan adakalanya menjadikan laut sebagai wadah untuk melakukan bisnis.
Melalui kedua pandangan di atas menunjukkan bahwa laut adalah tempat yang sangat strategis untuk menciptakan dan menjaga kekuatan suatu bangsa. Selain itu, laut juga dapat dijadikan sumber perekonomian, karena menurut al-Jaza’iri dalam tafsirnya Aysar al-Tafasir, kapal-kapal besar dapat berlayar di laut mengangkut ribuan ton rezeki dan barang-barang yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Potensi laut yang besar ini menjadi tantangan bagi manusia untuk menciptakan alat-alat transportasi yang canggih. Dengan kata lain, apa bila suatu bangsa telah menguasai laut berarti bangsa tersebut sudah punya harapan yang realistis untuk menjadi bangsa yang kuat dan tangguh.
Urgensi menciptakan transportasi laut yang canggih karena biayanya relatif murah dan mampu membawa barang-barang kebutuhan pada jumlah yang banyak. Selain itu, resiko transportasi laut lebih kecil bila dibanding dengan resiko transportasi darat dan udara demikian juga tingkat kelancaran perjalanannya.
Adapun dari segi jumlah barang-barang yang diangkut maka transportasi laut mampu mengangkut jumlah yang lebih banyak bila dibanding dengan alat transportasi darat dan udara. Oleh karena itu, potensi laut lebih menjanjikan sejuta harapan bila dibanding dengan darat dan udara. Menurut Ibn ‘Ajibah dalam tafsirnya al-Bahr al-Madid, bahwa laut dapat difungsikan sebagai sentra ekonomi dan lain-lain.
Sekiranya potensi darat dan udara lebih unggul dibanding dengan laut maka pastilah Alquran menyebutkannya terlebih dahulu. Akan tetapi dalam tataran ini Alquran langsung menyebut bahwa kapal-kapal yang berlayar di laut dapat mengangkut beragam jenis kebutuhan hidup manusia.
Wacana Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim patut untuk didukung. Negara Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan sulit menjangkaunya melalui transportasi darat dan udara. Oleh karena itu, jalan satu-satunya yang tepat untuk mengakses pulau-pulai ini adalah dengan transportasi laut.
Paling tidak, ada dua alasan tentang pentingnya mendukung wacana ini. Pertama, terdapat beberapa ayat di dalam Alquran yang memberikan informasi tentang laut. Kedua, fakta yang tidak terbantahkan bahwa Indonesia adalah negara maritim karena 2/3 wilayah Indonesia adalah lautan.
Berdasarkan fakta sejarah bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah pelaut sehingga urusan informasi, ekonomi, transportasi dan lain-lain dilakukan melalui jalur laut. Bahkan masih terdapat sebagian besar bangsa Indonesia yang menggunakan transportasi laut baik untuk kepentingan ekonomi maupun kepentingan-kepentingan yang lain.
Satu fakta yang tidak terbantahkan ialah bahwa pertama sekali masuknya Islam ke Indonesia adalah melalui jalur laut. Kemudian, penyebaran agama Islam dari pulau ke pulau juga dilakukan melalui jalur laut sehingga tercipta jaringan ulama di Nusantara ini. Bahkan sampai saat inipun keberadaan laut tetap saja menjadi penyangga kehidupan bagi bangsa Indonesia.
Berdasarkan pernyataan ayat di atas dapat disimpulkan bahwa laut adalah sebagai penyangga kehidupan karena kapal-kapal yang berlayar di atasnya dapat membawa apa saja yang berguna bagi manusia. Oleh karena itu, manusia (khususnya bangsa Indonesia) harus mampu menciptakan alat-alat transportasi yang canggih di laut dan juga alat-alat yang dapat meraup semua potensi yang terdapat di dalamnya untuk menuju perekonomian yang sejahtera.
Penulis ;
(Achyar Zein : Ketua Prodi Tafsir-Hadis PPs IAIN SU )










